Category Archives: KOTBAH
HAMBA YANG SETIA
Matius 25:21 “Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”
Ayat diatas merupakan ayat yang berbicara tentang talenta. Talenta disini adalah uang, bukan bakat. Kita tentu sudah pernah membaca kisah ini secara keseluruhan dimana sang tuan mempercayakan talenta kepada hamba-hambanya. Yang seorang dipercayakan 5 talenta, yang seorang 2 talenta, dan seorang lagi 1 talenta. Saat tuannya kembali ternyata hamba yang mendapat 5 talenta menghasilkan 5 talenta, yang mendapat 2 talenta menghasilkan 2 talenta, namun hamba yang mendapat 1 talenta tidak menghasilkan apa-apa karena ia menanam talentanya. Dua orang hamba yang mendapat 5 dan 2 talenta itu menghasilkan laba 100%. 100% ini berarti maksimal. Maka saat mereka menghadapi penilaian akhir tuannya, mereka mendapatkan pujian “Baik sekali perbuatanmu hambaku yang baik dan setia” dan mereka pun masuk dalam kebahagiaan tuannya.
Namun hamba yang menerima 1 talenta tidak mendapat hasil, maka talenta yang ada padanya diambil daripadanya dan ia sendiri dicampakkan ke dalam kegelapan dimana terdapat ratap dan kertak gigi.
Apa yang bisa kita pelajari dari kisah diatas?
1. Tuhan tidak menuntut apa yang tidak ada pada kita tetapi Tuhan menuntut apa yang sudah Ia percayakan kepada kita.
2. Tuhan tidak pernah mau dirugikan. Ketika kita tidak produktif, membuang-buang waktu dengan sia-sia dan tidak menghasilkan apa-apa, apalagi saat kita sudah melayani dan diberi kepercayaan oleh Tuhan namun kita menyia-nyiakannya, berarti kita sudah merugikan Tuhan maka Tuhan akan berurusan dengan kita! Namun banyak orang yang beralasan “beda orang, beda kemampuan”. Ini adalah alasan yang dibuat-buat oleh orang yang tidak mau memaksimalkan kemampuannya. Menurut penelitian, seumur hidup manusia, manusia pada umumnya mempergunakan hanya sebagian kecil dari kemampuan otaknya. Dua hamba itu memaksimalkan diri sehingga hasil yang mereka dapatkan pun maksimal. Karena itu jangan malas! Orang yang tidak mau dididik dengan kata-kata, akan dididik dengan peristiwa. Lebih baik belajar dari pengalaman orang lain daripada pengalaman itu menimpa kita. Orang-orang yang tidak mau dididik dengan kata-kata atau tidak mau belajar dari pengalaman orang lain adalah orang-orang yang tidak mau belajar. Alkitab berkata bahwa hamba yang menerima 1 talenta menanam talentanya. Padahal kalau dipikir secara logika, menggali tanah dan menanam itu butuh kerja juga! Berarti hamba itu bekerja namun bekerja sia-sia.
3. Untuk menjadi hamba yang setia membutuhkan proses. Setia berbeda dengan rajin. Rajin bisa dipatahkan menjadi malas dan kemudian menjadi merosot.
Definisi kata “Setia” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah “berpegang teguh (pada janji, pendirian, dan sebagainya); patuh; taat.” Dengan demikian, “Setia” tidak seindah kalimat yang mengikutinya untuk menjadi suatu kalimat yang puitis. Namun kesetiaan ada saat kita menghadapi kehidupan nyata dengan segala realitanya. Setia tidak hadir di pesta pernikahan tetapi teruji saat melewati badai kehidupan. Setia tidak hadir saat suami istri dalam saat-saat bahagia. Setia hadir dalam sungai air mata dan pengalamam-pengalaman memilukan. Setia hadir dan muncul di tengah badai dan keadaan huru hara. Setia bersaudara kembar dengan penderitaan dan bukan hanya penderitaan biasa tetapi penghancuran segala-galanya, termasuk pengkhianatan yang menyakitkan. Setia juga hadir saat kita berniat untuk mengangkat koper dan meninggalkan pelayanan, disitulah kesetiaan diperlukan.
4. Setia dan tanggung jawab saling berkaitan dan tak bisa dipisahkan.
Kalau kita membaca kisah diatas, setelah sang tuan menerima laba dari hamba-hambanya, maka hamba-hamba yang menghasilkan laba 5 dan 2 talenta diberikan kepercayaan yang lebih besar.
Dengan demikian saat kita mengimani janji Tuhan bahwa kita akan diangkat menjadi kepala dan bukan ekor, naik dan tidak turun, jangan berpikir bahwa naik menjadi kepala itu naik mobil mewah, dihormati dimana-mana, dan segala kesenangan lainnya. Naik menjadi kepala sesungguhnya adalah mendapat kepercayaan/tanggung jawab yang lebih besar. Maka saat Tuhan mendapati kita setia, kita akan dipercayakan hal-hal yang lebih besar lagi.
By : Pdt. DR. R. F.Martino
KEJARLAH KEKUDUSAN
Ibrani 12:14b “…sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.”
Ayat ini adalah kriteria jika kita ingin bertemu Tuhan secara muka dengan muka. Tuhan pertetapkan hal ini yaitu KEJARLAH KEKUDUSAN!
Hal ini bukanlah kebetulan untuk disampaikan, masing-masing kita harus intropeksi diri. Sampai dimana kadar rohan kita, jika belum mencapai target yang sesuai dengan kehendak Tuhan, berusahalah untuk mengejarnya.
Kita harus siap sedia dalam segala kondisi, karena kedatangan Tuhan untuk menjemput kita sudah sangat dekat. Pastikan kita terangkat bersama sama dengan Dia
I Tesalonika 5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
Untuk bisa mengalami pengangkatan kita harus mengalami pengudusan dalam segala hal yaitu: tubuh, jiwa dan roh kita harus kudus dalam segala hal
1. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak semua itu harus kudus
2. Tubuh yang terdiri dari panca indra juga harus dalam keadaan kudus. Dalam segala aspek kehidupan. Bagi yang sudah berumah tangga, pernikahan Saudara harus kudus, tidak boleh ada hal-hal yang menyimpang, semua harus mengikuti standar Alkitab. Jika berbisnis, Tuhan mau usaha bisnis Saudara juga harus kudus, bukan bisnis yang abal-abal yang tidak mengikuti prinsip Alkitab. Kita tidak bisa mengikuti cara dunia dalam berbisnis yang menghalalkan segala cara untuk mendapat keuntungan. Ada cara Tuhan yang sudah Tuhan atur.
3. Roh kita juga harus kudus dari segala pencemaran-pencemaran.
Ulangan 8:1 “Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu.
Prinsip Tuhan sudah sangat jelas tertulis, bahwa kita harus dengan setia melakukan semua perintah Tuhan agar semua yang menjadi hak kita dapat kita terima menjadi bagian kita. Janji Tuhan tidak pernah gagal, asal saja kita mau ikut dengan setia segala yang Dia perintahkan.
Pernikahan Kudus
Dalam kesempatan ini saya secara khusus mengingatkan buat Saudara yang sudah hidup dalam pernikahan.
Hidup pernikahan Saudara harus benar-benar kudus. Pernikahan yang sah adalah pernikahan yang diakui oleh Tuhan melalui pihak gereja dan diakui oleh pemerintah melalui catatan sipil. Ada banyak pernikahan yang disahkan hanya secara adat tanpa pengesahan dari pihak gereja dan catatan sipil, pernikahan ini belum dikatakan sah. Dalam sebuah kasus, bagi Saudara yang sudah menikah secara peraturan gereja tapi belum pernah mendaftarkannya dalam catatan sipil, Saudara harus segera mengurusnya, jika tidak, hal ini bisa menjadi celah dalam kehidupan pernikahan Saudara.
Seks Kudus Dalam Pernikahan
Pornografi tidak bisa dihadirkan dalam pernikahan. Pornografi cara Iblis merusak pernikahan yang sudah dikuduskan oleh Tuhan. Suami istri harus tetap menjaga kekudusan dengan melakukan apa yang wajar tanpa harus melibatkan dosa pornografi dalam rumah tangga mereka.
Roma 1:22-28 22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. 23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. 24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. 25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. 26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. 27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. 28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:
Suami adalah kepala/imam dalam sebuah keluarga, sudah seharusnya menjadi teladan bagi keluarga. Tidak boleh ada hal-hal yang dilanggar. Ada banyak suami-suami yang mempunyai Wanita Idaman Lain (WIL), hal ini adalah celah besar yang dipakai Iblis untuk menghancurkan rumah tangga. Begitupun sebaliknya para istri, harus menjadi penolong yang sesuai diajarkan oleh Alkitab. Sehingga kodrat dalamberumah tangga bisa berjalan dengan baik sesuai pimpinan Tuhan
Kudus Dalam Masa Menjalin Hubungan (Pra-Nikah)
Bagi pasangan muda-mudi yang sedang menjalin hubungan harus tetap menjaga kekudusan. Ada banyak pasangan yang sudah melakukan hubungan seks di luar nikah.
Beberapa alasan yang sering dikemukakan bahwa rasa kasih sayang ditunjukkan dengan meminta apa saja yang diminta oleh pasangannya (termasuk berhubungan seks di luar nikah). Melakukan hal-hal yang mengarah ke percabulan juga biasa dilakukan oleh pasangan muda mudi. Memakai dan melakukan hal-hal yang tidak wajar untuk mencegah kehamilan.
Janganlah merendahkan diri dengan melakukan hal-hal yang rendah. Kasih persaudaraan harus tetap terjalin. Sang pemuda harus mengasihi pemudi tersebut sama seperti ia mengasihi adik kandungnya, sehingga tidak melakukan hal-hal yang tidak wajar
Matius 55:27-29 27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
Kekudusan Dalam Masa Remaja
Para Remaja jangan mengotori otak dengan tontonan, tontonan pornografi. Menurut penelitian, orang yang kecanduan pornografi, otaknya mengalami kerusakan yang lebih parah dari otak orang yang kecanduan narkoba.
Tontonan-tontonan yang tidak wajar, games yang mengandung unsur pornografi harus dihindari.
Hal ini akan membuat banyak kasus-kasus yang menyebabkan orang tersebut melakukan masturbasi/onani. Hal ini adalah perzinahan. Jauhilah!
Jika masih video porno di gadget segera hapus. Ini akan menolong Anda untuk tetap hidup dalamkekudusan.
Para orang tua harus maksimal dalam memperhatikan anak-anaknya. Ada banyak kasus penyimpangan seksual yang terjadi dimana-mana yang menimpa anak-anak di bawah umur, seperti:pedofilia, gay, lesbian, dll
Keluaran 20:14 Jangan berzinah.
Firman Tuhan dengan tegas berbicara mengenai larangan perzinahan.
Perzinahan upahnya adalah neraka
I Korintus 6:9-10 9 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, 10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Kudus Dalam Berpakaian
I Timotius 2:9 Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana,…
Hal ini juga harus menjadi perhatian bagi para perempuan agar berdandan secara wajar. Tidak perlu memakai pakaian-pakaian yang membuat orang lain jatuh dalam dosa.
Marilah kita terus bijaksana dalam menjalani kehidupan pada akhir zaman, tetap kejarlah kekudusan, agar kita bisa bertemu dengan Allah di Surga.
By : Pdt. Mediati Martino
MEMELIHARA KESATUAN ROH (Bagian 3)
Efesus 4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
Matius 18:19,20 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. 20Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.
Ibrani 11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Yang ada hubungannya dengan kesatuan roh adalah hal-hal yang menyangkut kebersamaan antar sesama orang percaya disaat mereka sedang memuji menyembah Tuhan dan dalam hal beribadah. Jika kesatuan Roh ini dapat dipelihara dengan baik di hadapan Tuhan, maka dengan sangat mudah dinikmati dalam kehidupan sehari-hari.
Jika di hadapan Tuhan dan di dalam hadirat-Nya kita tidak bisa menjaga kesatuan Roh apalagi di dalam kehidupan nyata. Sebab untuk menyatukan Roh (sepakat), setiap pribadiharus“menghancurkan” dirinya sendiriuntuksaling menaklukkan diri.
Kita bisa menikmati hasil dari iman percaya kita sehingga itu bukan suatu pergumulan yang sangat berat melainkan sesuatu yang dapat kita nikmati baik dalam kehidupan nyata dan juga di hadirat Tuhan sehingga tidak ada lagi ibadah agamawi, tidak ada orang yang datang beribadah hanya membawa beban kepada Tuhan dan mengharapkan sesuatu yang dapat dibawa pulang melainkan orang datang kepada Tuhan untuk berbakti, memuji, menyembah Tuhan.Orang datang mengharapkan untuk mendapatkan sesuatu sedangkan alkitab menuliskan orang datang beribadah dengan membawa persembahan rohani.
1 Korintus 14:26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa Roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa Roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.
Hal ini menyebabkan banyak orang tidak menikmati ibadahnya,sehingga parapelayan di mimbar harus mempunyai kemampuan khusus untuk membakargairah orang-orang untuk memuji Tuhan agar mereka dibawa kepada suatu pikiran yang terfokus, sehingga bukan lagi Roh Kudus yang bekerja melainkan kalimat-kalimat sugesti.
Inilah pemahaman manusia padaumumnya, secara psikologis dimana setiap orang datang dengan kepentingan, persoalan dan keberadaan yang berbeda-beda. Tetapi orang-orang ini datang bukanlah untuk mengahdiri sebuah konser. Artis dalam sebuah konser memiliki kemampuan sugesti yang kuat sehingga tidak mengherankan ketika penonton menjadi histeris. Secara psikologis hal ini wajar terjadi tetapi kita menginginkan yang murni. Orang yang ahli dalam tata suara seringkali tidak dapat menerima fenomena-fenomena yang terjadi dalam suatu ibadah karena mereka memahami bahwa ada frekuensi tertentu yang dapat mempengaruhi saraf seseorang sehingga dapat membangkitkan sesuatu dalam diri orang tersebut. Sebagai contoh ketika seseorang mendengarkan lagu keroncong setelah makan siang, ia akan segera mengantuk ataupun ketika mendengarkan lagu yang riang, secara otomatis tubuh kita akan memberi respon.
Kita tentu menginginkan hal yang murni dimana Roh Kudus saja yang bekerja. Orang yang tidak dapat memelihara kesatuan Roh tidak akan dapat menikmati ibadahnya. Ketika orang tidak dapat menikmati iman percaya, aktifitas rohani dan ibadah-ibadahnya, orang tersebut akan menjadi jenuh sehingga ia akan katakan bahwa ia tidak mendapatkan “apa-apa”dari ibadahnya.
Matius 18:19,20 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. 20Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.
Kalimat“Aku ada di tengah-tengah mereka” menunjukkan bahwa
1. Yesus hadir dan kita harus berpusat kepada Kristus
2. Bahwa setiap pribadi di dalam menjaga kesatuan Roh maka mereka harus sepakat. Hal ini hanya dapat terjadi jika setiap pribadi saling menaklukkan diri.
Salah satu kata kunci untuk memelihara kesatuan Roh yaitu dengan merespon setiap kalimat yang benar adanya dengan kata “amin” karena berkata “amin” tidak dibutuhkan suatu temperamen tertentu, setiap orang dapat melakukannya dan tidak perlu menunggu ditanya “ada amin?”. Jadi biasakanlah agar kita menyatu dengan firman dengan melatih diri supaya dalam diri kita ini selalu ada hal yang positif.
Selain kata sepakat, perlu ada ketertiban di dalam operasional karunia-karunia Roh Kudus. Tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu; yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.
Tiap-tiap orang datang beribadah bukan karena jadwal ibadah tetapi karena sudah menyiapkan hati untuk beribadah, sudah mempersiapkan diri dengan persembahan rohani sehingga tidak seorang pun yang pasif ataupun duduk melamun terlebih kita yang sudah lahir baru dan sudah dibaptis Roh Kudus.
Kita patut bersyukur oleh karena pengorbanan Yesus yang sudah memperdamaikan dan menebus kita dari segala dosa sehingga tiap pribadi dapat menjadi Imam di hadapan-Nya.
Ibrani 12:1,2 1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 2Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
Persoalan selalu melekat pada diri setiap orang dan Tuhanpun tahu. Tuhan tidak berurusan dengan persoalan kita tetapi pribadi kita. Ketika Tuhan memberkati hidup kita, menyembuhkan kita bahkan membuka jalan bagi kita, hal itu terjadi karena Ia mengasihi kita. Diri kita lebih penting daripada semuapersoalankita.
Iblis tidak berurusan dengan kekayaan Ayub untuk dihancurkan atau pun dengan anak-anak Ayub untuk dimatikan tetapi iblis punya satu tujuan yaitu agar Ayub menyangkal imannya.
1 Korintus 14:31 Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan.
1 Korintus 14:33 Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.
1 Korintus 14:40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
Pada saat kita sudah mempersiapkan diri, disitulah Roh kudus bekerja melalui karunia-karunia. Jika ada yang bernubuat dalam suatu pertemuan ibadah maka yang lain harus berdiam diri, kemudian jika ada lagi yang bernubuat, maka orang pertama harus berdiam diri.Orang-orang yang penuh Roh Kudus mempunyai penaklukkan diri yang tinggi. Ketika seseorang bermazmur atau bernyanyi dalam Roh, ia akan mengalir begitu rupa karena bukan lagu yang dikarang manusia yang ia nyanyikan. Ada tanda ketika seseorang sudah selesai dalam menyampaikan ilham yaitu dengan sendirinya ia akan mengatakan “haleluya”. Dihadirat Tuhan kita belajar untuk mengendalikan emosi kita.
By : Pdt. R. F. Martino
MEMELIHARA KESATUAN ROH (2)
Efesus 4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera
Matius 18:18-20 18Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. 19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. 20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”
Beberapa prinsip dasar sudah kita pelajari beberapa minggu lalu.
1. KESATUAN
Kesatuan bukanlah satu. Arti satu adalah tunggal, tapi kesatuan adalah beberapa oknum/benda yang dijadikan dijadikan satu.
2. SEPAKAT.
Berbicara mengenai kesatuan Roh berarti ketika banyak oknum di dalamnya maka semakin tidak mudah untuk mencapai sepakat. Oleh sebab itulah Tuhan berkata “…Berusahalah memelihara kesatuan Roh…”
Iman adalah hal yang sangat pribadi dengan Tuhan (Vertikal). Sedangkan kesatuan adalah berkaitan dengan hubungan manusia satu dengan yang lainnya (Horisontal). Ketika hubungan horizontal bermasalah maka “sepakat” tidak akan bisa terjadi.
Dalam Matius 18:18 tertulis bahwa kita sudah diberi hak iman, tetapi ketika kita berkumpul bersama-sama dengan orang percaya yang lain (Matius 18:19-20) maka kita harus berusaha sepakat, semua harus berpusat pada Kristus.
Perlu dipahami bahwa yang yang memelihara kesatuan bukanlah benda mati tapi adalah manusia yang hidup. Ketika masing-masing berkarunia, maka orang tersebut sadar 100%.
Efesus 4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.
Artinya semua dibuat menjadi damai sejahtera tidak ada yang merasa tertekan ataupun tidak nyaman tapi semua diikat oleh damai sejahtera.
Oleh karena ini adalah manusia lahiriah semua akan dikendalikan oleh faktor jiwani (kehendak, perasaan dan pikiran) inilah yang seringkali bermasalah dan mendatangkan masalah dalam hal kesatuan Roh dan dalam hal sepakat.
Efesus 5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
Ada hubungan apa mabuk dengan penuh dengan Roh?
Perbandingan yang Tuhan berikan antara “mabuk anggur” dan “penuh dengan Roh” adalah hal yang penting. Sebab kalau kita tidak memahami ini maka akan terjadi seperti ini: tubuh yang yang berpijak pada bumi tapi “nge-roh”. Artinya bahwa setiap pribadi harus memahami realita yang ada, meskipun kita tahu bahwa semua yang terjadi di alam nyata dikontrol dari alam roh, tapi Tuhan akan memberi hikmat agar kita tidak seolah-olah hidup hanya di alam roh (“nge-roh”) padahal masih hidup di alam nyata.
Efesus 5:19-21 19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. 20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita: 21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.
Hal ini berbicara mengenai ketertiban dan bagaimana melaksanakan sepakat serta memelihara kesatuan Roh.
Sesuatu yang ada kaitannya dengan Roh harus ada usaha untuk menaklukkan unsur jiwa dibawah kehendak Roh, supaya tidak ada yang “merajalela” sehingga tetap ada ikatan damai sejahtera dengan orang lain.
Wujud merendahkan hati bisa dilihat dari kerendahan dirinya di alam nyata. Hanya Tuhan yang tahu dan bisa menilai kerendahan hati seseorang. Kerendahan diri disini tidak berbicara tentang hal minder.
Jika seseorang tidak mau hidup oleh Roh maka unsur jiwani yang akan mengendalikannya. Selama unsur jiwani tidak bisa ditaklukkan dibawah kehendak Roh, maka ia tidak akan pernah mengalami hidup oleh Roh.
“rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus”.
Ketika hal ini dipraktekkan maka semua akan saling menjaga diri dalam kerendahan. Jika tidak, maka hanya ada satu orang yang menonjol. Atau bisa juga masing-masing meluapkan emosinya sehingga menjadi ramai.
Jadi harus ada unsur penaklukkan diri.
“berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.”
Ini tidak dapat terlaksana jika belum ada kesatuan Roh.
I Korintus 14:26 “Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.”
Ketika kita datang beribadah, kita sudah harus mempersiapkan segala sesuatunya. Jangan ada yang melamun dalam ibadah, tidak menikmati puji-pujian yang dinaikkan. MEmpersembahkan sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan. Dan sementara masing-masing pribadi mempersembahkan sesuatu, maka pribadi itu juga siap untuk menerima karunia yang akan Tuhan berikan padanya.
By : Pdt. R. F. Martino
SEMUANYA ADALAH KASIH KARUNIA
Efesus 2:1-10 1Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. 2Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 3Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. 4Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita – oleh kasih karunia kamu diselamatkan- 6dan di dalam Kristus Yesus ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7supaya pada masa yang akan datang ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. 8Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 10Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Ada tiga bagian yang dijelaskan dari ke sepuluh ayat tersebut:
1. Siapakah kita dulu? (Ayat 1-3)
Ayat 1-3 menjelaskan bahwa dahulu kita semua adalah orang berdosa. Sebelum kita mengalami lahir baru, tidak ada yang baik dari dalam diri kita. Roh, jiwa dan tubuh kita tercemar oleh dosa. Pikiran kita jahat dan hidup menurut kehendak sendiri. Dari ayat tersebut dikatakan bahwa semuanya tercemar oleh dosa. Secara rohani, roh kita mati (ayat 1) disebabkan oleh pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa kita. Raja daud megatakan bahwa sejak dari dalam kandungan, ia telah berdosa.
Mazmur 51:7 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
Kehilangan kemuliaan Allah oleh karena manusia pertama jatuh dalam dosa sehingga seisi dunia menjadi berdosa. Roma 5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
Adam adalah manusia yang menerima perintah dari Allah untuk tidak memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang buruk. Lalu Allah menciptakan Hawa dan ia menjadi satu dengan Adam (Kejadian pasal 2). Kemudian Iblis datang mencobai Hawa dalam rupa ular untuk membuat mereka melanggar perintah Allah (Kejadian pasal 3).
Iblis mulai mengecoh, membingungkan Hawa dengan segala tipu muslihatnya tentang firman Allah. Hal ini jugalah yang Iblis pakai sampai saat ini yang membuat orang bingung akan perintah Allah, mengecohkan, memberikan pengertian-pengertian yang keliru akan kebenaran firman Allah. Orang percaya harus waspada akan trik licik si jahat.
Setiap kali membaca firman, mintalah dahulu perlindungan Tuhan karena sekalipun kita tidak bertemu nabi palsu, pengajar sesat dan lain-lain, Iblis pun dapat memberikan pengertian/pemahaman yang keliru saat membaca firman Allah dimana tujuannya ialah agar manusia melanggar ketetapan Allah.
Satu kasus dimana seseorang membaca firman dan ia mendapatkan pengertian yang lain, hal ini membuktikan bahwa sangat perlu untuk berdoa sebelum membaca firman karena Iblis pun tahu akan firman Allah. Doa perlindungan adalah mutlak setiap hari dilakukan setiap kali bangunpagi mengucap syukur kepada Tuhan dan minta perlindungan. Ketika akan membaca Alkitab, harus minta perlindungan karena ada roh-roh penyesat yang seringkali memberikan interpretasi keliru karena banyak anak Tuhan yang baca firman dan interpretasinya berdasarkan pemikirannya sendiri yang idenya diilhami oleh iblis. Beberapa hamba Tuhan pun bisa keliru dalam menyampaikan kebenaran firman. Jika kita minta perlindungan, Roh Kudus adalah Roh Penolong yang akan memberikan pencerahan untuk memahami firman Allah.
Menginterpretasikan firman Tuhan harus hati-hati. Tanpa sekolah Theologia, orang dengan pendidikan tingkat SD dan tidak lulus pun dapat memperoleh pengertian yang berasal dari Roh Kudus. Roh Kuduslah yang mengilhami semua tulisan yang ada dalam alkitab.
Iblis mengecoh Hawa dengan mengatakan jika ia makan buah yang dilarang itu, ia tidak akan mati tetapi matanya akan terbuka dan menjadi sama seperti Allah. Hal inilah yang membuat Hawa tertarik untuk memakan buah yang dilarang tersebut karena memberikan pengertian tentang yang baik dan yang jahat. Adam yang adalah kepala, otoritas dalam keluarga bisa saja melarang Hawa untuk tidak memakan tetapi ia sendiri pun ikut memakan buah tersebut.
Adam sebagai manusia pertama yang diciptakan oleh Tuhan bersama Hawa kemudian memiliki keturunan dan kita semua adalah keturunan dari Adam.
Kepala keluarga mempunyai peran penting dalam keluarga. Ia mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar. Istri hanyalah sebagai penolong dalam sebuah keluarga.
Efesus 2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
Roh,jiwa dan tubuh kita tercemar oleh dosa sebelum lahir baru. Pikiran kita masihdikuasisijahat.
2. Titik Balik kehidupan (ayat 4-9)
Dijelaskan bahwa kita diselamatkan dari kondisi berdosa hanya karena anugerah Tuhan. Keselamatan yang besar ini adalah pemberian cuma-cuma yang diberikan untuk semua orang. Melalui iman percaya kepada Yesus Kristus, menerima anugerah itu, dan diselamatkan. Barangsiapa ada di dalam Kristus ia adalah ciptaan baru.
2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Pengalaman sesorang lahir baru di mulai dari bertobat, terima Tuhan Yesus, lalu dibaptis. Bertobat dari dosa-dosa harus mengakui segala dosa yang ada di dalam dirinya. Setelah bertobat baru bisa terima Tuhan Yesus. Jika tidak bertobat terlebih dahulu maka hidup akan tetap sama tidak ada perubahan karakter. Penginjilan juga harus memberitakan pertobatan bukan hanya pengampunan dan keselamatan karena seseorang harus bertobat terlebih dahulu, percaya dan menerima Tuhan Yesus lalu kemudian menerima keselamatan.
3. Kehidupan Setelah lahir baru
Ayat 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Kita dilahirkan kembali adalah anugerah dimana kita bisa bertobat, terima Tuhan Yesus dan dibaptis. Hal ini bukan hanya supaya jika mati masuk surga tetapi ada tujuan Allah menyelamatkan kita. Setelah dibaptis kita masih melanjutkan hidup. Selama menjalani hidup baru kita tidak hanya menunggu kapan Tuhan akan panggil pulang tetapi hidup untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya yaitu sebelum dunia dijadikan, dalam kekekalan.
Mazmur 139:16 Matamu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.
Jika Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita sampai saat ini untuk menjalani kehidupan, gunakanlah itu untuk melakukan pekerjaan yang Allah sudah rancangkan dalam hidup kita.
By : Pdt. Mediati Martino
MEMELIHARA KESATUAN ROH
Efesus 4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera
Matius 18:18-20 18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. 19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. 20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”
Fenomena tidak boleh dijadikan doktrin
Dalam beberapa minggu yang lalu kita sudah belajar tentang fenomena baptisan Roh Kudus dan fenomena karunia Roh Kudus. Semua yang kita pelajari adalah hal mendasar yaitu bahwa apapun bentuk fenomena tersebut tidak dapat dijadikan doktrin karena di lain waktu bentuk fenomena tersebut bisa berubah. Begitu juga mengenai tafsiran, tidak boleh didoktrinkan akan berdampak membingungkan umat Tuhan.
Akibat dari fenomena yang dijadikan doktrin
Menjelang tahun 2000 ada seorang ibu berkata bahwa jika sampai tahun 2000 Tuhan tidak datang, maka ia akan murtad. Untungnya sampai hari ini ia tidak murtad. Ini disebabkan oleh pengajaran Peta Zaman yang mengajarkan seolah-olah dunia akan kiamat tahun 2000 dan kenyataannya sampai sekarang tahun 2017 hal itu belum terjadi. Ini berbahaya karena Iblis mengambil banyak kesempatan dalam banyak cara ketika hal tersebut dijadikan patokan/doktrin. Penantian kedatangan Tuhan yang belum terjadi menghasilkan sikap, antara lain:
1. Orang yang sangat percaya pada pengajaran tersebut berkata akan murtad bila hal tersebut tidak terjadi
2. Ada orang yang mengolok-olok/mengejek
3. Hal yang benar dianggap tidak benar. Orang mengatakan bahwa kabar tersebut hanyalah kebohongan, sehingga tidak perlu dipercaya. Ini membuat orang tersebut tidak siap menanti kedatangan Tuhan, hidup dengan lalai, padahal memang kita hidup di penghujung akhir zaman.
Berusahalah!
Sehubungan dengan yang sudah kita pelajari di atas, maka kita akan belajar mengenai kesatuan Roh. Kesatuan bukan tunggal, kesatuan berarti jamak yang ditunggalkan. Kesatuan Roh tidak bersifat pribadi dan tidak terjadi dengan sendirinya.
Kata “berusahalah” ditujukan pada pribadi yang sedang berkumpul dalam nama Tuhan Yesus, memuji dan menyembah-Nya. Masing-masing akan beribadah dalam satu kegiatan ibadah dan harus ada kesatuan Roh. Roh Kudus bekerja tidak dengan cara merasuk pribadi seseorang, pribadi itu sadar, oleh karena sadar maka tentunya faktor jiwaninyapun bekerja sehingga di setiap karunia-karunia yang bekerja pada pribadi orang percaya yang Roh Kudus sedang pakai, harus menyadari bahwa apabila melibatkan unsur jiwaninya sesuatu yang lain bisa terjadi yaitu emosionalnya, pikirannya, kehendaknya, itu bisa tersalur di karunia tersebut sehingga dapat membuat karunia tersebut tercemar.
Kesatuan Roh
Kesatuan Roh harus dipelihara dalam pertemuan ibadah, jika tidak ibadah hanyalah sebuah kegiatan agamawi. Kita tidak berbicara mengenai pribadi tunggal, dimana setiap orang yang berdoa dalam nama Tuhan Yesus Kristus kepadanya akan diberi hak iman yaitu apa yang diikat di dunia akan terikat di sorga dan apa yang dilepas di dunia akan terlepas di sorga. Artinya, jika kita berdoa secara pribadi tidak ada urusannya dengan orang lain dan tidak ada urusan dengan kata “sehati”, “sepakat”, atau “kesatuan Roh”, hanya urusan pribadi dengan Tuhan saja.
Ketika sudah ada dua orang yang berdoa itu berarti sudah menjadi dua masalah, apalagi tiga orang, empat orang, bahkan dalam jemaat yang beragam pribadinya.
“…Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat…” Ketika lebih dari satu orang yang berdoa maka sudah dibutuhkan kesepakatan, seiya sekata, sepikir, sehati, sejiwa. Ini adalah doa satu Roh yang namanya kesatuan Roh.
Contoh kasus:
Suami istri yang dalam pelayanan sedang berdoa untuk meminta sebuah mobil. Mereka berdua tahu bahwa dalam memohon kepada Tuhan sebuah permintaan harus detail. Ternyata masing-masing sudah mempunyai type mobil kesukaan dan masing-masing mempunyai permintaan yang berbeda.
Setiap orang yang datang beribadah pastilah mempunyai pergumulan pribadi masing-masing. Maka masing-masing mulai ada yang bersorak ada yang berteriak, ini seharusnya sepakat, tetapi tidak sepakat. Mengapa? Karena masing-masing punya pergumulan pribadi. Oleh karena masing-masing menyampaikan kepentingan pribadi maka lupalah akan kesatuan Roh, dan tidak terbiasa karena belum mengetahui tentang hal itu. Oleh karena itulah firman Tuhan berkata “Berusahalah!” dalam konteks kesatuan Roh, satu dengan yang lain harus bersama-sama dan tidak sendiri-sendiri.
Kita akan melihat bagaimana Tuhan mengatur secara tehnis pelaksanaannya sehingga ibadah begitu indah dan yang hadir boleh menikmati kebersamaan dengan Tuhan dan sesama. Bagaimana Tuhan menyampaikan apa yang Tuhan kehendaki bagi jemaat Tuhan dengan memberikan Roh Kudus bekerja melalui karunia-karunia yang ada pada jemaat dan masing-masing mendapatkan sesuatu dari Tuhan. Nah, ibadah/persekutuan yang seperti inilah ada ikatan damai sejehatera.
Kesatuan Roh akan Menghasilkan Kristosentris
Persekutuan yang seperti ini akan menghasilkan pribadi yang hidup sehari-harinya berpusat kepada Kristus, sebab mereka sudah terlatih dalam berusaha menjaga kesatuan Roh, dengan jalan satu dengan yang lain akan saling menaklukan diri di hadapan Tuhan dengan tidak saling mendahului.
Oleh Karena ini adalah perhimpunan ibadah yang berpusat pada Kristus, tidak ada yang lebih berharga, tidak ada yang lebih hina, semua sama dihadapan Tuhan. Tidak berpusat pada indahnya musik, atau siapa artis siapa yang datang, atau siapa yang berkotbah, atau siapa yang bernubuat/berkarunia tetapi semua berpusat pada Kristus.
Ada tipe jemaat yang sangat menyukai ibdah hanya saat puji-pujian saja, maka iapun tidak pernah datang terlambat, tetapi begitu pemberitaan firman dimulai ia mulai merasa capek bahkan mengantuk ketika dengar fiman. Ada juga yang sering datang terlambat karena kurang menyukai suasana pujian penyembahan jadi hanya berfokus pada pemberitaan firman Tuhan saja.
Kita tidak boleh berpusat pada apapun juga selain pada Krisus. Sehebat apapun musik, worship leader, pengkhotbah, kita tidak boleh berpusat pada hal-hal itu.
Kita tidak boleh berpusat pada karunia, sehingga tanpa kita sadari kita meng”tuhankan” orang yang diberi karunia tersebut
Jika kita tidak berpusat pada apapun dan siapapun, kita akan menikmati apa yang Tuhan akan sampaikan dan lakukan bagi kita
Suatu saat ada yang bertanya pada saya: “Bolehkah kita pindah gereja dengan alasan tidak dapat apa-apa dari firman yang disampaikan?”
Saya memberi penjelasan, kita datang beribadah dan berbakti kepada Tuhan bukan sebaliknya, Tuhan yang berbakti kepada kita, jangan pernah punya paradigma bahwa kita datang ibadah untuk dapat sesuatu, justru setiap kita yang datang harus mempersembahkan persembahan kepada Tuhan, maka Tuhan akan melakukan dan menjawab apa yang menjadi pergumulan kita.
I Koruntus14:26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.
Dalam konteks berkat, terkadang banyak orang percaya hanya terfokus pada berkat-berkat Tuhan bukan pada Tuhan itu sendiri yang memberi berkat.
Dalam hal lain juga, terkadang kita hanya berdoa minta urapan Roh Kudus agar pelayanan kita bisa memberkati orang lain, padahal jauh lebih penting kita memiliki pribadi Roh Kudus itu sendiri.
Seperti beberapa pengajaran yang meminum minyak urapan, dan menjimatkan roti dan anggur perjamuan. Akhirnya bukan berpusat pada kristus tapi pada benda-benda tersebut. Ini tidak jauh beda dengan ilmu kebatinan
Tehnis Pelaksanaan Kesatuan Roh adalah kata “AMIN”
I Korintus 14:15-16 15 Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku. 16 Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan “amin” atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?
Amin menunjukkan kata sepakat yang artinya ya dan benar. Untuk mendukung kalimat doa yang diucapkan. Kita perlu berusaha untuk memelihara kesatuan Roh. Agar Tuhan bisa bekerja sesuai kehendak-Nya atas kita semua
By : Pdt. R. F. Martino













