Monthly Archives: March 2018
MENTALITAS MENUJU SUKSES BERSAMA TUHAN (2)
Filipi 2:5-115 Hendaklahkamudalamhidupmubersama, menaruhpikirandanperasaan yang terdapatjugadalamKristusYesus, 6 yang walaupundalamrupa Allah, tidakmenganggapkesetaraandengan Allah itusebagaimilik yang harusdipertahankan, 7 melainkantelahmengosongkandiri-Nyasendiri, danmengambilrupaseoranghamba, danmenjadisamadenganmanusia. 8 Dan dalamkeadaansebagaimanusia, Iatelahmerendahkandiri-Nyadantaatsampaimati, bahkansampaimati di kayusalib. 9 Itulahsebabnya Allah sangatmeninggikanDiadanmengaruniakankepada-Nyanama di atassegalanama, 10supayadalamnamaYesusbertekuklututsegala yang ada di langitdan yang ada di atasbumidan yang ada di bawahbumi, 11 dansegalalidahmengaku: “YesusKristusadalahTuhan,” bagikemuliaan Allah, Bapa!
Kejadian 12:1-3 1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilahdarinegerimudandarisanaksaudaramudandarirumahbapamuinikenegeri yang akanKutunjukkankepadamu; 2 Akuakanmembuatengkaumenjadibangsa yang besar, danmemberkatiengkausertamembuatnamamumasyhur; danengkauakanmenjadiberkat. 3 Akuakanmemberkati orang-orang yang memberkatiengkau, danmengutuk orang-orang yang mengutukengkau, danolehmusemuakaum di mukabumiakanmendapatberkat.”
Hal Mentalitasharusmenjadiperhatiankitakarenasetiapmanusiamemiliki mental.Namunkarenakitasudahmenjadi orang percaya, makakitaperlumemilikimentalitas yang Alkitabiah.
Hal mentalitasmenjadiperhatiandunia.Banyak motivator yang memberikan seminar motivasi agar peserta seminar memilikimentalitas yang positif.Kesuksesandankegagalanseseorangditentukanolehmentalitasnya.Ada orang-orang yang gagalkarenamentalitasnya.Namunada orang-orang yang berhasilmencapaikesuksesankarenakegigihan/kerjakerasnya, namunakhirnyamentalitasnyamenghancurkandirinyaditengah-tengahkesuksesannya.
Elvis Presley adalahseorangpenyanyi yang sangatterkenalpadatahun 1960-an. Diadikenalsebagai Raja Rock n Rolldanmemilikibanyakuang.Namunpadaakhirnyaiamatibunuhdiri. Inilahbuktimentalitasbisamenghancurkanseseorang di tengahkesuksesannya.
Kita tidakbolehmemilikimentalitas yang tidakAlkitabiah.Kesuksesanadalah proses, bukantujuan. Jikakitamenjadikankesuksesansebagaitujuan, makakitaakanberpikirbahwakitabelumsuksesjikabelum kaya, belummendudukijabatan, belummemilikibenda-benda yang kitainginkan, dll.
Abram diperintahkan Allah untukkeluardari Ur-Kasdim yang adalahnegerikafirdengansegalaadatistiadatnya yang membentukmentalitasdirinya.Saatkitalahirbaru, makakitaharuskeluardarisegalakekafiran.Dan haliniharusnyatadalamsegalaaspekhidupkitatermasukdalammengelolapekerjaandankehidupansehari-hariuntukmencapaikesuksesanbersamaTuhan.Tuhanharusmembereskandulupribadi Abram, mengubah total mindset-nyabarumembawanyamasukkepadarancangan Allah.
Kita mungkinberargumenbahwadalamkehidupansehari-harikitatelahbekerjabersamaTuhankarenakitaberdoasetiaphari.Namunkalaumaujujur, terkadangdoakitahanyamenjadiseperti mantra yaitusebatasucapanbibir. Kita berdoanamuntidaksiapdenganjawabandoa. Kita berdoaserahkansegalanyapadaTuhannamunsaatTuhanlakukanapa yang menjadikehendak-Nya, kitaproteskepadaTuhan. Bahkankitahanyamauberdoadanberimannamuntakmaubekerjakeras, danberharapberkatjatuhdarilangit.Padahal orang duniabanyak yang bekerjalebihkerasdaripada orang percaya, tidakheranmerekalebihsukseskarenamerekamelakukanhukumjasmani.
MeraihsuksesbersamaTuhanberartikitabekerjasamadenganTuhandengancaramelakukanketetapan-ketetapanTuhanyaituhukum-hukumrohanidanjasmani.
Tuhansudahmenetapkansupayakitahidupolehiman.Namunsebelumnya, faktorjiwanikita yang meng-handle seluruhkehidupankitaharusdipulihkandandikuduskanlebihduludenganFirman, sehinggaseluruhpergerakanhidupkitaberdasarkanFirman.HukumFirmanmenembussegalalogika.Kita membutuhkanhukumFirmankarenabanyakmasalahdalamkehidupan yang tidakmampudiatasidenganhukumlogika.
Kita harus “keluardari Ur-Kasdim”:
– Tinggalkanadatistiadatkafirdansegalamacamtakhayul
– Tinggalkanmentalitas yang tidaksesuaiFirman.
– Setiapkitamemilikitemperamen yang berbeda-beda. Kita harussiapdibentukTuhan.
Seminar-seminar motivasimemangmembantumanusiasecarahukumlogikayaitumenolongseseoranguntukmenemukanpotensipikirannyadanmemaksimalkanpikirannyauntukmencapaikesuksesan.Namunhukumlogikaterbatas.
Ketetapankeberhasilan yang Tuhantetapkanadalah yang berdasarkanFirman.MakasemuapertimbanganharusberdasarkanFirman.
Dalamayatberikutinikitaakanbelajartentangpergumulan yang dialamioleh Abraham. PenggenapanjanjiTuhankepada Abraham ternyatamelaluiwaktu yang panjang.
Kejadian 12:4 Lalupergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikutbersama-samadengandia; Abram berumurtujuhpuluhlimatahun, ketikaiaberangkatdari Haran.
Umur Abram saatitusudah 75 tahun, sudahtidakmudalagi.Namunperubahanhidup Abram dimulaisaatia TAAT MELAKUKAN PERINTAH TUHAN, bukanperintahkeluarganya. Abram melakukanitukarenaiapercayakepadaTuhanmakaTuhanmemperhitungkannyasebagaikebenaran. Makadarisinikitamenemukan: IMAN KEPADA TUHAN SELALU BERKAITAN DENGAN KETAATAN KEPADA PERINTAH TUHAN.
Namunsetelah Abraham taat, iatidaklangsungmenerimajanjiTuhan. Bertahun-tahun Abraham dan Sara menantijanjiTuhanuntukmendapatkanketurunan.Dalamkeadaanmenantiitu Abraham dan Sara mengalami “capaifisik, capaipikiran, capaihati”.Sara menyarankan Abraham untukbersama Hagar. Abraham sesaatlupaakanjanji Allah sehinggaiabersamadengan Hagar. Saat Hagar hamildanmelahirkananak, terjadimasalah.Alkitabmenulisdenganjujurbahwa Abraham pernahgagalnamuniasiapdipulihkandankembalikepadaTuhan. Bagaimanadengankita?Saatgagal, janganmenghukumdiri.BawadirikitapadaTuhanuntukdipulihkan, kembalilahkepadaTuhan.
Roma 4:16-17 16 Karenaitulahkebenaranberdasarkanimansupayamerupakankasihkarunia, sehinggajanjiituberlakubagisemuaketurunan Abraham, bukanhanyabagimereka yang hidupdarihukumTaurat, tetapijugabagimereka yang hidupdariiman Abraham. Sebab Abraham adalahbapakitasemua, — 17 sepertiadatertulis: “EngkautelahKutetapkanmenjadibapabanyakbangsa” — di hadapan Allah yang kepada-Nyaiapercaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang matidan yang menjadikandenganfirman-Nyaapa yang tidakadamenjadiada.
Namunapa yang terjadiselanjutnya?
Roma 4:18 Sebabsekalipuntidakadadasaruntukberharap, namun Abraham berharapjugadanpercaya, bahwaiaakanmenjadibapabanyakbangsa, menurut yang telahdifirmankan: “Demikianlahbanyaknyanantiketurunanmu.”
Mencapairancangan Allah merupakanpergumulan.Terkadangkitamengalamiseperti Abraham apa yang dinamakan”capekfisik, capekpikiran”.Namunsesungguhnyainilahpembentukan yang Tuhanlakukanuntukmembentuk mindset Abraham dankita agar kembalikeFirman! SecaramanusiaterkadangkitamenggunakanlogikakitauntukmenyelesaikanmasalahpadahaltidaksesuaiFirman. Kita mencobamenghalalkansegalacara. Abraham bisasajakembalibersama Hagar.Namun kali iniiakembalikepadaFirman! Sekalipuntidakadadasaruntukberharapkarenaiasudahsangattuadanrahim Sara sudahtertutup, namuniatidakbimbang.
Roma 4:19-21 19 Imannyatidakmenjadilemah, walaupuniamengetahui, bahwatubuhnyasudahsangatlemah, karenausianyatelahkira-kiraseratustahun, danbahwarahim Sara telahtertutup. 20 Tetapiterhadapjanji Allah iatidakbimbangkarenaketidakpercayaan, malahiadiperkuatdalamimannyadaniamemuliakan Allah, 21 denganpenuhkeyakinan, bahwa Allah berkuasauntukmelaksanakanapa yang telahIajanjikan.
Akhirnya Abraham mencapairencanaTuhan.Terkadang orang takutmasukkedalampengalamanimankarenaiaakandiperhadapkandengankemustahilan. Namundisinilahmentalitaskitadibentuk.Mari periksadirikitadanbawadirikitakepadaTuhanuntukdibentuk agar mentalitaskitasesuaidenganFirman.
By : Pdt. R. F. Martino
DOA SYAFAAT
Pendahuluan
1. Dalam Perjanjian Lama kita menemukan tentang pribadi Daud yang mempersatukan Bangsa Israel dan mengalahkan semua musuh yang ada disekitar mereka. Ini menjadi suatu patokan dari orang Yahudi, mereka masih membayangkan bahwa Mesias yang akan datang itu sepert Daud yang membebaskan mereka dari segala musuh dan membawa mereka dalam kemakmuran. Sehingga sampai sekarang masih ada tembok ratapan.
Setiap kali Yesus selesai mengadakan mujizat, pada waktu itu banyak orang mengkikuti kemanapun Yesus pergi. Ada beberapa golongan yang suka menyaksikan apa yang Yesus lakukan, ada yang rindu mendengar pengajaran-Nya, tapi mereka tidak sadar bahwa sebenarnya Yesus adalah Mesias. Mereka hanya berpikir yang penting bisa makan roti, hidup makmur, dll.
2. Soal makan, minum dan pakai sudah menjadi tanggungjawab Tuhan, ketika sakit Tuhan sediakan bilur-bilur-Nya untuk sembuhkan, yang lemah Tuhan yang akan beri kekuatan, yang berkekurangan Allah mencukupkan segala kebutuhan menurut kekayaan dankemulian-Nya, ketika dalam ketakutan Allah berjanji akan menyertai.
Jadi Yesus mati bukan hanya untuk urusan makan, minum dan pakai. Ada hal yang lebih penting dari itu. Tujuan utama yang Yesus lakukan adalah penyelamatan. Orang Yahudi hanya menantikan Mesias untuk hal-hal yang sifatnya sementara. Mereka tidak melihat makna kedatangan-Nya yang sesungguhnya.
3. Matius 18:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
Kita tahu bahwa tujuan Tuhan menciptakan kita adalah untuk kemasyuran-Nya. Kita tidak bisa menjadi orang Kristen yang biasa-biasa saja. Melalui Matius 18:18 Tuhan berikan otoritas kepada kita. Dalam Ulangan 28 juga Tuhan memberi janji-janji-Nya pada kita, asalkan kita melakukan dengan setia segala perintah-Nya.
Hal yang akan saya bagikan ini tidak akan membawa Anda mengeluarkan biaya yang begitu rupa. Tapi pengaruh dan kuasanya sangat berdampak. Melalui firman ini Tuhan mengajak kita pada panggilan yang lebih tinggi melalui pelayanan doa syafaat.
Arti Syafaat
Doa syafaat bukanlah sebuah karunia, karena setiap orang percaya sesungguhnya diberikan tugas untuk menjadi pensyafaat.
Arti kata syafaat:
– Menengahi
– Pengantara
– Membela
– Berada di antara untuk memohon bagi orang lain
– Mewakili satu pihak kepada pihak yang lain
Doa syafaat: The calling to stand in the gap
– Doa syafaat adalah doa yang mengetuk pintu surga tidak kenal menyerah sampai pintu dibukakan
– Doa yang menerobos tembok/benteng musuh
– Doa yang menginjak ular dan kalajengking seta menahan kekuatan musuh
– Doa yang tidak lagi fokus terhadap kepentingan diri sendiri
Lukas 11:8 Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.
Tidak akan mudah membimbing seseorang untuk lahir baru sebelum kita mendoakannya. Ada doa syafaat yang dinaikkan terlebih dahulu untuk pribadi tersebut. Kita harus menyadari juga bahwa sesungguhnya ada orang yang bersyafaat bagi kita sehingga kita diselamatkan.
Kita harus ambil bagian disetiap gerakan-gerakan Allah jangan hanya berdiam diri.
Luagkanlah waktu unutk berdoa syafaat dan Tuhan akan menaruh perasaan itu dalam hati kita. Tuhan yang akan ubah pola pikir kita.
Pendoa syafaat adalah orang yang dicari Tuhan
Yehezkiel 22:30 Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya.
Yesaya 59:16 Ia melihat bahwa tidak seorang pun yang tampil, dan Ia tertegun karena tidak ada yang membela. Maka tangan-Nya sendiri memberi Dia pertolongan, dan keadilan-Nyalah yang membantu Dia.
Mengapa Tuhan mencarinya dan tidak melakukan secara langsung? Karena Tuhan mau kita menjaadi mitra-Nya. Tuhan menempatkan kita di bumi bukan hanya untuk perkara makan, minum dan pakai. Tap I Tuhan mau kita mengambil bagian dari dari karya penyelamatan yang telah dikerjakan-Nya.
Yeremia 29:7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.
Keamanan dan kesejahteraan lingkungan tempat kita tinggal tergantung dari doa-doa kita. Misalnya dalam suatu lingkungan marak dengan kasus begal, atau tindakan kriminal lainnya, itu berarti kita harus dengran serius berdoa untuk lingkungan kita agar tidak terjadi kejahatan. Jadi doa kita akan berpengaruh terhadap lingkungan tempat tinggal kita.
Dalam suatu peristiwa, saya pernah mengadakan perjalanan dengan menumpangi kapal. Waktu itu cuaca sangat buruk dan bisa saja membuat kapal kami tenggelam. Saya percaya pertolongan Tuhan atas kami. Dan akhirnya kami semua bisa selamat dan bersandar di dermaga. Allah melihat ada anak-Nya dalam kapal tersebut.
I Timotius 2:1-4 1 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, 2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. 3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, 4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.
Naikkanlah doa syafaat setiap saat. Pernahkan Saudara berdoa untuk gubernur atau aparat pemerintah yang lainnya? MUlai latihlah untuk bersyafaat. Kemanapun kita pergi berdoalah untuk segala sesuatu yang Tuhan ingatkan untuk kita doakan agar mereka mengalami lawatan Allah dan semua orang bisa diselamatkan.
Inti doa syafaat:
Matius 6: 10 6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Dimana terjadinya?
1. Kerajan Allah dalam diri kita
Roma 14:7 Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri.
Orang yang memikirkan kerajaan Allah memiliki damai sejahtera bukan memiliki kemarahan dan memelihara emosi.
2. Kerajaan Allah dalam keluarga.
Dasarnya adalah kasih Kristus dan firman Tuhan
3. Kerajaan Allah dikomunitas
Komunitas kita di kecamatan, RW, RT, kantor, tempat usaha, kota, dan bangsa kita supaya ada kerajaan Allah terjadi di situ.
Syarat pendoa syafaat:
1. Hidup bergaul dengan Allah
2. Punya rasa empati atau belas kasihan terhadap orang lain
3. Berdoa dengan iman /sungguh2
4. Tidak dapat berdiam diri, tidak tinggal tenang, terus berjajga jaga siang dan malam.
Yesaya 62:1 Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh.
Yesaya 62:6-7 Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi.
5. Jangan jemu berdoa
Lukas 18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
Jangan pernah bosan untuk berdoa, ini harus dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Berdoa sampai kehendak Tuhan terjadi.
Yesaya 62:1 Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh.
By : Pdt. Milkha Potuda
BANGUNLAH DIRIMU SENDIRI!
Yudas 1:20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlahdirimusendiri di atasdasarimanmu yang paling sucidanberdoalahdalamRoh Kudus.
Dalam hidup ini ada bagian Tuhan ada bagian kita. Bagian Tuhan adalah sudah memberikan keselamatan melalui kematian-Nya di atas kayu salib dan bagian kita adalah meresponinya. Respon disini berbicara mengenai tindakan. Keselamatan yang dianugerahkan tidak akan sampai kepada kita jika kita sendiri tidak mengambil suatu tindakan menerima keselamatan itu, dengan mengundangnya masuk dalam kehidupan kitadanmenjadikanTuhandalamkesehariankita.
Kita tahu bahwa dunia ini berada di bawah kuasa si jahat, kita tidak akan pernah mampu jika mengandalkan kekuatan diri sendiri.
“Bangunlah dirimu sendiri” Kalimat ini adalah kalimat perintah, jadi dari diri sendirilah yang harus melakukan.
Mungkin dalam keluarga kita punya mezbah keluarga, atau kita juga sering sharing dengan suami/istri/anak/anggota komsel, tapi pengenalan akan Tuhan dan keselamatan adalah masing-masing.
Adakalanya orang-orang di sekitar kita termasuk orang yang kita kasihi tidak dapat mengerti kita, tidak menyemangati kita, tapi kita bisa menyemangatidirikitasendiri, bahkankitaharusmenyemangatidirikitasendiri.
PEREMPUAN yang menyemangati dirinya sendiri.
Markus 5:28 Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
Dua belas tahun bukan masa yang pendek bagi seorang perempuan yang mengalami pendarahan. Bisa dipastikan fisiknya sangat lemah, tapi dengan sebuah tekad bahwa ia mau sembuh, ia menerobos kerumunan orang-orang banyak yang hendak bertemu dengan Yesus. Tidak ada yang menolong perempuan itu. IamenyemangatidirinyasendiriuntukmendekatiYEsusdanmenjamah jubbah-Nya.
DAUD menguatkan (membangun) dirinya sendiri.
I Samuel 30:6 “… Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN”
Dikisahkan waktu itu ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke Ziklag, tampaklah kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan. Dauddanrakyatnya yang bersamasamadenganyamenangisdengansuara yang nyaringsampaimerekatidakkuatlagimenangis (Ayat 4). Dalam keadaan sepertiitudanterjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batuDaudmenyemangatidirinyasendiridenganmenguatkankepercayaannyakepadaTuhan.
BAGAIMANA MEMBANGUN DIRI SENDIRI?
1. Dengan Iman
Yudas 1:20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atasdasarimanmu yang paling sucidanberdoalahdalamRoh Kudus.
Kata IMAN disini menggunakan kata “pistis” yang berasal dari akar kata “peitho” yang artinya: “Bersandar dengan kepastian dari dalam, yakin”
Iman adalah modal kita untuk menuju kea rah yang belumpasti, belum kelihatan, belum dimengerti. Dengan harapan sesuatu yang belum kelihatan jadi kelihatan, yang belum mengerti akan jadi mengerti.
Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Bagaimana saya memiliki iman?
Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Dalam satu kalimat kata pendengarandiulangsampaidua kali, berartipendengaranmenentukanimankita.
Rome 10:17 (KJV) Faith comes by hearing the message,, and the message is heard through the word of Christ
“Hearing”(continuous tense): sedang mendengar
Apa yang sedang kita dengarkan hari-hari ini?
Apa yang sedang kita dengar berulang-ulang?
Karena semakin kuat dan lemahnya iman kita tergantung dari apa dan siapa yang kita dengar.
Kamu selalu gagal!
Kamu bodoh!
Kamu tidak akan lulus!
Kamu tidak akan pernah berhasil!
Kamu bakal bangkrut!
Kamu tidak akan sembuh!
Kamu selalu hidup susah!
Kamu bukan ayah yang baik!
Kamu bukan ibu yang baik!
Kamu bukan anak yang baik!
Kamu…kamu…kamu
Semua suara-suara yang kita dengar membentuk pola pikir kita, pada akhirnya menentukan perbuatan yang kita lakukan.
Kisah Thomas Alva Edison
Thomas Alva Edison lahir pada tahun 1847 bukanlah anak yang pintar, semasa sekolah gurunya pusing menghadapinya, sampai pada akhirnya gurunya pun angkat tangan dan mengirimkan surat kepada ibunya. Setelah membaca surat itu, ibunya menangis, karena isi surat itu berbunyi: “Putra Anda anak yang bodoh. Kami tidak mengizinkan anak Anda bersekolah lagi.” Ibu mana yang hatinya tidak sedih apabil anaknya tertolak seperti kasus ini. Tapi ibunya tidak mengatakan isi surat itu kepadanya, bahkan mengucapkan kalimat: “Kamu anak yang jenius Nak, sekolah belum cukup baik untuk mendidik anak yang hebat seperti kamu. Mulai saat ini: Ibu yang akan mendidik Kamu”.
Sampai ibunya meninggal, Thomas Alva Edison baru menemukan isi surat yang sebenarnya. Tapi untunglah dia hanya mendengar perkataan positif dari ibunya. “Anak Jenius, Anak Hebat!”
Usia 23 tahun menemukan telegraf
Usia 30 tahun menemukan fonograf
Usia 32 tahun menemukan bola lampu pijar
“IMAN TIMBUL DARI PENDENGARAN OLEH FIRMAN KRISTUS” Roma 10:17
Mengapa Perempuan yang sakit pendarahan selam 12 tahun ini berusaha menjamah jubah Yesus?
Dalam Markus 5:27 diaktakan bahwa “dia sudah MENDENGAR tentang Yesus.
Alkitab tidak mencatat siapa yang menceritakan Yesus kepada perempuan ini. Tetapi yang jelas yang menceritakannya berarti sudah turut mengambil bagian dari terjadinya mujizat kepada perempuan ini.
Kisah Yairus
Markus 5:35-42 35 Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?” 36 Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangantakut, percayasaja!”37LaluYesustidakmemperbolehkanseorang pun ikutserta, kecualiPetrus, YakobusdanYohanes, saudaraYakobus.38Merekatiba di rumahkepalarumahibadat, dan di sanadilihat-Nya orang-orang ribut, menangisdanmeratapdengansuaranyaring. 39SesudahIamasukIaberkatakepada orang-orang itu: “Mengapakamuributdanmenangis? Anakinitidakmati, tetapitidur!”40 Tetapimerekamenertawakan Dia. Makadiusir-Nyasemua orang itu, laludibawa-Nya ayah danibuanakitudanmereka yang bersama-samadenganDiamasukkekamaranak itu.41 Laludipegang-Nyatangananakitu, kata-Nya: “Talitakum,” yang berarti: “Haianak, Akuberkatakepadamu, bangunlah!” 42Seketikaitujugaanakitubangkitberdiridanberjalan, sebabumurnyasudahduabelastahun.Semua orang yang hadirsangattakjub.
Dalam kisah Yairus mendengarbahwaTuhanYesussedangmelewatikotanya. SehinggaYesusdatangmenyembuhkananaknya.
Yairus pernah mendengar, ini berarti ada yang pernah memberitakannya. Disinilah pentingnya bersaksi. Bersaksiadalahmenceritakan, memberitakantentangYesus.Tentangkasih-Nya, Kebaikan-Nya, perlindungan-Nya, mujizat-Nya, bukanmenceritakankeburukansuami/istri, teman, keluarga, dll.
Roma 10:14…bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia?
Seringkali kita juga diperhadapkan dengan kondisi seperti Yairus, dimana kondisi riil mengatakan bahwa “anaknya sudah mati” tetapi Tuhan Yesus berkata “Percaya Saja!”
Markus 5:36 “Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka …” Yesus sedang Menggunakan mode “mute”(Dalamilmu sound system mute berartimengecilkanataumematikansuara)
Kemampuan kita untuk mengecilkan/mematikan suara negatif dan memperbesar suara yang positif akanmenentukan iman kita akan bergerak kemana. Itu sebabnya apapun dan siapapun yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, jangan didengar, karenahal itu tidak perlu didengar.
2. IntimdenganTuhan
Yudas 1:20 “bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci danberdoalahdalamRoh Kudus”
ArtiberdoaadalahberkomunikasidenganTuhan.Keintimanakanterjadimelaluikomunikasi (doa)
Orang yang membangundirinyasendiriakantetaptegak di dalamiman.
II Korintus 13:5 “Ujilahdirimusendiri, apakahkamutetaptegak di dalamiman”
Ibrani 12:2Marilahkitamelakukannyadenganmata yang tertujukepadaYesus, yang memimpinkitadalamiman, dan yang membawaimankitaitukepadakesempurnaan, yang denganmengabaikankehinaantekunmemikulsalibgantisukacita yang disediakanbagiDia, yang sekarangduduk di sebelahkanantakhta Allah.
By : Pdt. Lea Novitasari
MENTALITAS MENUJU SUKSESBERSAMA TUHAN
Kejadian 12:1-31Berfirmanlah Tuhan kepada Abram:“Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 2Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. 3Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”
Filipi 2:5-115Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7melainkan telah mengosongkan dirinya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.9Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama diatas segala nama,10supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada dilangit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,11dan segala lidah mengaku:“Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Janji Tuhan mengenai kesuksesan
Kita tahu secara firman bahwa Tuhan sudah sediakan semuanya ini (kesuksesan) seperti yang dituliskan dalam beberapa ayat di alkitab:
Yeremia 29:11Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Amsal 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.
Ulangan 28:1-14
1″Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. 2Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: 3Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. 4Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. 5Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. 6Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar. 7 TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu. 8TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. 9TUHAN akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. 10Maka segala bangsa di bumi akan melihat, bahwa nama TUHAN telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu. 11Juga TUHAN akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu–di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu. 12TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman. 13TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, 14dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.”
Kita pun sudah belajar bagaimana seharusnya orang percaya melakukan bagiannya. Namun, ada salah satu faktor penghambat utama yang selalu hadir dalam mencapai sukses yaitu masalah mentalitas. Ketika kita tidak dapat memiliki mentalitas yang alkitabiah sesuai firman Tuhan, maka kita akan merusak apa yang Tuhan sudah sediakan. Sebelum dijalani bisa rusak karena tidak memiliki mentalitas yang benar, sementara dijalani juga bisa rusak bahkan setelah dicapai pun dapat rusak karena faktor mentalitas.Seringkali kita kurang memperhatikan hal ini.
Hukum iman dan hukum logika
Seperti yang kita ketahui bahwa yang kelihatan secara riil adalah tubuh kita dan yang tidak kelihatan yang ada di dalam diri kita sebagai orang percaya ialah manusia rohaniyang di dalamnya ada iman. Kita harus dapat membedakan yang mana bagiannya iman dan yang mana bagiannya mentalitas. Kita pun harus menempatkan dan mengelolanya dengan baik. Hal ini jelas tidak dapat dipisahkan karena manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. Sekalipun mentalitas ada batasnya, tetapimasih dapat dibantu/ditolong oleh iman. Tetapi hal ini seringkali terbalik, sudah punya iman, sudah tahu apa yang Tuhan sediakan dan juga sudah mulai mengambil langkah-langkah iman dalam bentuk doa tetapi tidak ada langkah-langkah iman dalam bentuk mentalitas sehingga mentalitasnya terkurung oleh hukum logika. Mentalitas adalah bagian dari pada jiwa sedangkan iman adalah bagian dari pada roh orang percaya. Ada hukum firman dan ada hukum logika. Kita harus tahu kapan hukum logika berfungsi dan kapan hukum firman/iman berfungsi. Apa yang tidak dapat dijawab oleh hukum logika, masih bisa dijawab oleh firman atau hukum iman. Namun, adakalanya orang tidak memiliki iman yang realistis. Maksudnya ialah bagaimana ia menjawab dengan imannya mengenai kondisi yang sebenarnya.
Faktor pembentuk mentalitas
Dalam kitab kejadian 29 dijelaskan ketika Allah hendak membawa Abraham ke masa depan, ada tiga hal yang harus ia tinggalkan yaitu ia harus tinggalkan negrinya, kaum keluarganyadan rumah bapanya. Tiga hal ini berbicara tentang faktor lingkungan di mana ia tinggal. Semua bentuk faktor lingkungan mempunyai pengaruh terhadap pembentukan diri seseorang seperti pola pikir, kebiasaan, budaya dan mentalitas.
Contoh: Ketika kita mendengar orang berbicara sehari-hari, kita bisa mengetahui asal daerah orang tersebut misalnya orang tersebut berasal dari daerah Jawa atau berasal dari daerah Batak atau punberasal dari wilayah Papua. Hal ini didasarkan oleh dialek/logat yang dimiliki orang tersebut yang menunjukkan asal daerahmereka. Sangat jelas di negara kita Indonesia, mengenai dialek seseorangketika sedang berbicara kecuali orang tersebut menggunakan bahasa resmi maka tidak akan terdengar dengan jelas dialek/logat/aksen mereka.
Ketika Tuhan hendak membawa Abraham kepada masa depan yang luar biasa,ada tiga hal yang dapat membuatnya tidak mencapai rancangan Allah,yaitu negerinya, kaum keluarga dan rumah bapanya. Ketika Abraham keluar dari negerinya, disitulah pengalaman pertama dimana ia menjalani hidup bersama Tuhan. Tuhan mencuci mindset atau segala pola pikir termasuk mentalitas Abraham untuk dibawa masuk ke masa depan yang Tuhan sudah janjikan.
Kejadian 29:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
Inilah janji Tuhan kepada Abraham mengenai masa depan. Di dalam kitab Roma ditulis bahwa semua orang percayadikatakan adalah keturunan Abraham yang mempunyai hak iman untuk memiliki janji-janji Allah termasuk didalamnya adalah kesuksesan.
Dalam Kejadian 29:2 Tuhan berjanji akan membuat nama Abraham menjadi masyhur. Seringkali, nama masyhur dicari oleh banyak orang. Sebagai orang percaya, kita tidak perlu mencari hal seperti ini karena Tuhan sendiri yang sudah menyediakannya. Tetapi mentalitas kita harus siap untuk hal-hal tersebut.
Ada nama yang sama bahkan lebih dari itu, Allah berikan kepada Yesus yaitu “nama diatas segala nama.”
Filipi 2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
Kata pertama dalam ayat tersebut yaitu: “itulah sebabnya” mengandung arti dasar-dasar alasan yang menyebabkan Allah mengaruniakan nama diatas segala nama dan nama Yesus lebih termasyhur dari nama Abraham. Abraham namanya termasyhur tetapi nama Yesus adalah nama yang mengatasi segala nama.
Jadi ketika kita berdoa, seharusnya kita menutup doa dengan mengatakan “di dalam nama Tuhan Yesus atau Tuhan Yesus Kristus” untuk membedakan nama Yesus dari yesus-yesus lainnya.Karena di Negara Filipina banyak orang bernama yesus, di Amerika Latin pun banyak orang bernama yesus. Yesus ditinggikan karena Ia sudah memberikan contoh nyata dalam manusia lahiriah bukan saja iman sebagai anak Allah tetapi Ia pun memiliki mentalitas yang luar biasa.
Pikiran dan perasaan merupakan bagian dari mindset/pola pikir seseorang. Dalam unsur jiwani selain pikiran dan perasaan, ada unsur kehendak. Setiap realita apapun yang dihadapi seseorang dalam bentuk peristiwa, secara manusia lahiriah akan membentuk dirinya, baik mindset, perilaku maupun sifat, walaupun ada sifat yang berasal dari sejak lahir/faktor genetis.
Faktor jiwani yaitupikiran, perasaan dan kehendak, inilah yang akan mengelola setiap realita hidup dan ketika dihadapi akan muncul yang namanya mentalitas. Secara alamiah yang menghadapi realita bukan roh tetapi faktor jiwani/faktor mentalitas yang diikat oleh hukum logika yang sangat terbatas.Oleh karena itu Tuhan meminta kita untuk hidup oleh roh supaya roh kita yang menghadapi realita dan menolong faktor jiwani kita di dalam memiliki mentalitas yang teruji dan terpuji bukan mentalitas hasil produksi pikiran, perasaan dan kehendak sendiri.
Iman bersifat vertikal yaitu roh kita kepada Tuhan dan menghadirkan firman sebagai jawaban atas apa yang kita akan hadapi dan kita tinggal mentaati firman tersebut.
Jadi ketika mentalitas kita ini hanya bersumber pada faktor jiwani, itu akan terbatas. Oleh karena itu faktor jiwani ini harus dikuduskan di dalam Kristus. Hal ini bisa terjadi karena kita sudah menerima Kristus. Kita dapat mengetahui pikiran Kristusdengan membaca firman Tuhan. Kita dapat mengetahui bagaimana Yesus berfikir dan bertindak dalam menghadapi segala sesuatu juga mentalitas yang Ia miliki secara manusia lahiriah maupun sebagai anak Allah. Sebab jika kita tidak memiliki perasaan pikiran Kristus, kita akan tetap memiliki faktor jiwani yang belum dikuduskan dan tidak akan memiliki mentalitas yang baik.
Jika kita tidak memiliki mentalitas secara alkitabiah sesuai kebenaran firman, kita akan dengan mudah terbawa dengan para motivator yang sedang populer dengan positive mind yang memotivasi dalam bisnis,dalam pekerjaan dan dalam bidang apapun. Semua seminar tentang mentalitas hanya berpusat kepada faktor jiwani. Mereka hanya membantu bagaimana memaksimalkan faktor jiwani yang ada di dalam diri seseorang. Tetapi ketika kita kembali kepada firman Tuhan, faktor jiwani yang menghasilkan mentalitas ini harus di kuduskan di dalam Kristus. Seminar Power of mind hanya membangkitkan pribadi-pribadi yang belum menemukan kemampuan faktor jiwanya/kemampuan daya berpikirnya. Tetapi hal ini sifatnya ini terbatas. Kita harus kembali kepada kebenaran firman bagaimana The Power of Mind di dalam kebenaran Alkitab.
Abraham sebelum dibuat menjadi bangsa yang besar, menjadi masyhur dan diberkati, ia terlebih dulu harus keluar dari negerinya, dari kaum keluarganya, dan dari rumah bapanya. Ia dikeluarkan dari segala faktor yang telah membentuk dirinya dan mulai dibentuk oleh Tuhan.
Penyebab Allah memberikan kepada Yesus, nama di atas segala nama
Filipi 2:6-86yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7melainkan telah mengosongkan dirinya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib
Kita perlu membaca dan mendalami bagaimana Yesus hidup, bagaimana sampai Ia tersalib di Golgota, bagaimana Ia menghadapi orang Farisi,bagaiman Ia menghadapi orang yang dalam kesusahan, menghadapi kelompok pemuka agama yang menangkap basah seorang perempuan yang berzinah dan siap untuk dilempari batu, disitu kita akan menemukan apa yang dimaksud dengan menaruh pikiran dan perasaan yang ada di dalam Kristus jika kita mau punya mentalitas yang teruji dan terpuji.
Yesus, walaupun dalam rupa Allah yang adalah Allah sendiri, tidak mempertahankan status dirinya. Ia telah mengosongkan dirinya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba. Ia taat sampai mati di kayu salib.
Seringkali status diri/gengsi menjadi faktor penghambat seseorang mencapai sukses. Kita harus bisa membedakan status diri dan harga diri pada tempatnya masing-masing. Ada orang yang korupsi tetapi ia tidak merasa malu, meskipun ia berdasi dan memakai jas bahkan memiliki posisi jabatan yang terhormat. Inilah hal yang keliru. Kita harus dapat membedakan mana pekerjaan halal dan mana pekerjaan yang tidak halal. Menjadi penyapu jalanan bukanlah pekerjaan yang hina. Tetapi seringkali status diri menjadi alasan untuk mempertahankan harga diri dan lebih memilih untuk menganggur. Sedangkan firman Tuhan katakan dari ekor menjadi kepala yang berarti dimulai dari bawah lalu bisa sampai ke kepala dan cara Tuhan menghadirkan berkat ialah melalui kita bekerja.Status diri yang bukan pada tempatnya harus kita hilangkan dari mindset kita.
Ada hal-hal etis dan hal-hal moral yang memang harus kita pertahankan dan harus kita jaga dan di situlah tempatnya status diri. Sehingga dengan demikian kita tahu bahwa pekerjaan yang haram tidak akan dijalani karena itu harga diri, cara-cara haram tidak akan dilakukan karena itu harga diri, tetapi jika itu adalah cara-cara halal yang benar dihadapan Tuhan, maka tidak perlu gengsi untuk melakukukannya.
By : Pdt. R.F Martino













