Monthly Archives: April 2017
KEKUATAN KUASA ROH ALLAH DALAM DIRI ORANG PERCAYA (2) Sub Tema: DENGAN ROH MEMATIKAN PERBUATAN DAGING
GppsPalu – 2 Timotius 4:7-8 “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.”
Roma 8:13 “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.”
I. TUHAN MENGHENDAKI AGAR KITA SETIA SAMPAI AKHIR DENGAN CARA MENJALANI HIDUP MENURUT ROH
Banyak orang percaya yang masih menggunakan kekuatannya sendiri untuk menjalani hidup ini karena secara format alamiah, unsur jiwani (daging) – yaitu keinginan sendiri, pikiran sendiri, perasaan sendiri – yang memotori kehidupan manusia. Selama orang percaya masih hidup menurut unsur jiwani, maka ia akan selalu gagal hidup berkenan kepada Allah. Padahal setiap orang percaya telah memiliki Roh Allah dalam dirinya sehingga ia seharusnya bisa hidup menurut roh.
Banyak orang percaya yang tidak mau mengubah pergumulan hidupnya menjadi pergumulan iman. Padahal betapa siksanya jika kita tetap bertahan dalam pergumulan hidup. Untuk menyelesaikan pertandingan yang baik, mencapai garis akhir dan memelihara iman, kita harus hidup di dalam roh, karena kita tidak akan pernah berhasil jika berusaha dengan kekuatan unsur jiwani kita. Kita mungkin melihat ada orang-orang yang tidak mengenal Tuhan tetapi bisa hidup “kudus”. Tetapi jika kita menyelidikinya maka kita akan menemukan bahwa orang itu belum berhasil. Apa yang Paulus katakan dalam ayat diatas bukanlah perkara yang mudah. Ia berkata bahwa ia telah menyelesaikan pertandingan yang baik, mencapai garis akhir, dan memelihara iman. Maka tersedia baginya mahkota kehidupan dari Allah. Mahkota ini akan dikaruniakan Allah kepadanya karena ia setia sampai akhir. Bagaimanakah kondisi iman kita masing-masing? Setiap kita suatu saat akan mencapai ajal/garis akhir. Apakah saat mencapai ajal kita didapati setia sampai akhir? Paulus memang adalah seorang rasul tetapi ia juga adalah manusia biasa sama seperti kita. Sebagai manusia biasa, Paulus juga memiliki kekurangan. Ia pernah salah mengambil keputusan dalam pelayanannya sehingga ia mengalami masalah.
II. BELAJAR DARI PENGALAMAN PAULUS DAN ELIA
Kesalahan Paulus sukar terdeteksi karena hal itu adalah hal rohani. Paulus telah ditetapkan Tuhan menjadi rasul bagi bangsa-bangsa namun karena ia sangat mencintai bangsanya yaitu bangsa Yahudi, maka ia kembali ke Yerusalem. Roh Kudus lalu memperingatkan Paulus melalui murid-muridnya agar jangan ke Yerusalem, namun ia tetap berkeras untuk pergi ke Yerusalem. Tuhan lalu mengutus nabi Agabus untuk memperingatkan Paulus. Nabi Agabus dengan pimpinan Roh Allah mengambil ikat pinggang Paulus dan mengikat dirinya lalu berkata bahwa demikianlah Paulus akan diikat di Yerusalem dan diserahkan kepada bangsa-bangsa. Namun Paulus tetap berkeras pada keputusannya. Akhirnya Tuhan Yesus sendiri memperingatkan Paulus untuk jangan ke Yerusalem namun Paulus tetap pada keputusannya. Dari kelanjutan kisah ini akhirnya kita tahu bahwa Paulus mengalami banyak masalah. Paulus pernah keluar dari visi Tuhan baginya yaitu menjadi rasul bagi bangsa-bangsa. Mengapa? Karena demikian cintanya ia kepada bangsanya. Apakah cinta kepada bangsa sendiri itu salah? Tidak! Namun ternyata dari peristiwa ini kita belajar bahwa: “SUATU KEINGINAN YANG ROHANI TERKADANG BISA BERASAL DARI DAGING.” Pertanyaan untuk membantu kita:
1. Pernahkah kita melayani tetapi mencuri kemuliaan Tuhan?
2. Pernahkah dalam pelayanan kita berusaha memberi yang terbaik tetapi untuk kepujian diri sendiri?
3. Pernahkah kita ke gereja memakai pakaian bagus untuk dipuji orang?
Jadi sesuatu keinginan yang rohani bisa berasal dari daging. Elia adalah seorang nabi yang dipakai Tuhan luar biasa. Ia berhasil mengalahkan nabi-nabi Baal. Tetapi saat ia mendapat ancaman dari Izebel, ia sangat ketakutan dan meminta mati kepada Tuhan. Siapa menyangka bahwa nabi yang dipakai Tuhan seperti Elia pun bisa mengalami masalah dengan mentalitasnya saat menghadapi masalah? Ada kalanya kita seperti Elia yang merasa begitu kuat dalam waktu-waktu tertentu. Tetapi ada juga di saat-saat tertentu kita merasa begitu lemah.
III. CARA HIDUP MENURUT ROH
Dalam Roma 8 kita menemukan kebenaran yang luar biasa.
Roma 8:2-8 “Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.”
“Hidup dalam daging” ini jangan selalu kita asumsikan dengan perbuatan-perbuatan bejat, namun “Hidup dalam daging” disini sesungguhnya berbicara tentang format alamiah. Kecepatan daging dalam merespon apa yang datang dalam hidup kita melebihi kecepatan roh dalam merespon karena itulah format alamiah manusia. Namun setelah kita menjadi milik Kristus, kita harus mengubah format alamiah tersebut. Kita perlu mengetahui bahwa Tuhan membentuk kita bukan di kamar doa, tetapi saat menghadapi realita hidup sehari-hari. Namun sudah sekian lama gereja mengajarkan hal yang keliru bahwa jika mau dipakai oleh Tuhan, kita harus “mengurung diri” di kamar doa. Para pengajar sekolah Alkitab mengajarkan jika mau menjadi “sakti” maka doa puasa. Begitu keluar dari kamar doa maka bisa melakukan mujizat. Dan pada akhirnya banyak orang kecewa karena karakternya tidak berubah sekalipun sudah berada di kamar doa. Bukan berarti kita tidak perlu berdoa. Berdoa itu sangat perlu karena saat kita berdoa di kamar doa, kita mendapat kekuatan baru, urapan baru, seperti aki yang di-charge kembali. Namun Tuhan membentuk kita saat kita berhadapan dengan realita hidup yaitu saat kita keluar dari kamar doa. Jika kita berada di rumah, maka Tuhan membentuk kita di rumah. Jika kita di gereja, Tuhan membentuk kita di gereja. Demikian Tuhan membentuk kita dimanapun kita berada.
Roma 8:9-11 “Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.”
Kita harus memahami bahwa zaman kita sekarang lebih sukar daripada zaman para rasul dulu karena segala kecanggihan teknologi saat ini memudahkan manusia untuk melakukan berbagai macam dosa. Di zaman ini pencemaran rohani begitu merajalela. Banyak orang percaya yang tidak menaruh perhatian pada perkara “Hidup yang berkenan kepada Tuhan” dan “Setia sampai akhir”. Mengapa? Karena banyak gereja yang hanya mengajarkan jemaatnya tentang hidup mati masuk surga (urusan akhirat) dan di dunia hidup makmur sehingga iman orang percaya menjadi tidak kuat menghadapi tantangan hidup.
Ana
Rogasmu meringkaa
IV. BAGAIMANA MENGUBAH FORMAT ALAMIAH YANG DIPIMPIN OLEH DAGING MENJADI HIDUP DIPIMPIN OLEH ROH ALLAH?
Galatia 5:16 “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.”
Inilah formatnya. Jika kita hidup oleh roh, maka kita tidak akan hidup menurut daging. Demikian sebaliknya, jika kita tidak hidup oleh Roh, maka secara otomatis kita akan hidup menurut daging. Jika kita mengejar kekudusan dengan kekuatan sendiri maka kita akan jatuh dalam kesombongan rohani. Kesombongan rohani ini adalah perbuatan daging tetapi berbau rohani. Kita harus waspada mengenai hal ini karena Tuhan berkata bahwa di hari-hari terakhir banyak orang yang berkata bahwa ia sudah melayani Tuhan dan memiliki berbagai macam karunia termasuk karunia mujizat namun pada akhirnya Tuhan menolaknya!
Galatia 5:17-18 “Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.”
Jadi perjalanan iman kita harus bertujuan untuk hidup yang berkenan di hadapan Tuhan. Jika iman kita hanya bertujuan untuk mengubah nasib dari miskin menjadi kaya maka saat kita mencapai kemapanan, iman kita akan kandas. Kita harus jujur bahwa pada umumnya dalam menjalani hidup kita hanya menggunakan kekuatan sendiri/unsur jiwani, sedangkan roh kita hanya kita gunakan untuk bernafas dan Roh Allah yang didalam kita seringkali hanya kita libatkan untuk berbahasa roh dan selain itu kita tidak memberikan ruang bagi Roh Allah untuk berkarya. Ini tidak boleh terjadi. Dari ayat yang kita baca, roh itu tidak pasif. Oleh roh kita mematikan perbuatan-perbuatan daging!
Dalam injil Yohanes, Tuhan Yesus berkata bahwa Roh Allah yang diberikan kepada kita itu begitu luar biasa.
1. Roh Allah itu diam didalam kita.
2. Roh Allah itu adalah Penolong. Ia menolong kita didalam kelemahan kita.
3. Roh Allah akan menuntun kita kedalam seluruh kebenaran.
4. Roh Allah akan mengajar kepada kita segala sesuatu.
5. Roh Allah akan mengingatkan semua Firman yang sudah kita dengar/baca.
Kekuatan Roh Allah itu begitu luar biasa namun sayangnya banyak orang percaya yang tidak memberi-Nya ruang untuk berkarya dan tetap bertahan hidup dengan format jiwani seperti orang-orang yang tidak memiliki Kristus. Salah satu peran Roh Kudus adalah mengingatkan Firman Allah dari masalah yang sedang kita hadapi. Tetapi setelah Firman itu dihadirkan, maka kita harus memilih hidup dipimpin oleh Roh. Jika kita tidak mau dipimpin oleh Roh maka kita tetap hidup didalam daging.
Galatia 5:19-21 “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”
Perhatikan baik-baik. Ayat diatas ini bukan untuk orang diluar Tuhan tetapi untuk orang percaya, jemaat Galatia.
Galatia 5:22-25 “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, ”
Dipimpin roh bukan berarti menjadi orang yang “nge-roh” tetapi dipimpin oleh Firman. Temukan dulu peranan Roh Allah dalam hidup kita untuk menghadirkan Firman sesuai dengan apa yang sedang kita hadapi dan latih diri kita untuk dipimpin oleh Roh Allah. Kecepatan reaksi daging sangat cepat dalam merespon karena telah terformat begitu rupa dalam diri kita. Maka kita harus melatih diri untuk memiliki pengalaman ketaatan akan Firman (melakukan Firman) oleh pertolongan Roh Allah yang ada di dalam diri kita.
Pdt. DR. R. F. Martino
KARENA NILA SETITIK RUSAK SUSU SEBELANGA
GppsPalu – Peribahasa yang cukup bagus untuk menggambarkan akibat dari sedikit yang buruk maka semua yang baik menjadi rusak. Dalam KBBI, nila adalah bahan pewarna dari daun tarum yang menghasilkan warna biru untuk pembuatan tekstil seperti batik. Banyak orang Kristen beranggapan bahwa kerohanian hanya ditentukan oleh hal-hal yang rohani saja. Dari bangun pagi berdoa,baca firman,saat teduh, aktif dikegiatan-kegiatan gereja karena mungkin ia adalah seorang pelayan Tuhan, hamba Tuhan atau pun jemaat biasa. Hal ini sudah cukup bagus, hanya saja seringkali melupakan hal-hal praktis dalam kesehariannya yang berakibat hidupnya tidak menjadi berkat. jika hidup hanya memperhatikan hal-hal yang rohani dan melupakan hal-hal praktis, hidup kekristenan tidak akan menjadi berkat.Kita masih bersosialisasi dengan banyak orang , dengan kata lain kita adalah makhluk sosial.
Tidak ada yang salah dengan hal-hal rohani karena itu memang keharusan tetapi harus ada Keseimbangan. Orang yang selalu hanya fokus kepada hal-hal yang rohani saja adalah orang yang vertikalis, tidak merasa butuh bersosialisasi dengan orang lain, tidak hidup sewajarnya. Ada seorang hamba Tuhan yang sangat vertikalis sehingga ia lupa bahwa ia adalah makhluk sosial dan kepercayaan besar yang Tuhan berikan kepadanya juga berhubungan dengan jiwa-jiwa yang ada disekitarnya. Dari pagi sampai malam hanyadi kamar terus untuk berdoa dan berdoa,hanya keluar pada saat ada tugas-tugas pelayanan, tidak bersosialisasi dengan jemaat.Akibatnya “roh”yang lain merasuk sehingga banyak keanehan-keanehan yang terjadi. Bagi tetangga atau jemaat yang ada disekitar gereja itu, mereka tidak merasa diberkati dan akhirnya kesaksian hidupnya, pelayanannya menjadi tidak ada nilai rohaninya.Hal rohani yang dilakukan tanpa melakukan kehendak Tuhan secara keseluruhan, maka hal-hal tersebut tidak akan bernilai rohani di hadapan Tuhan.
Apa Tujuan Allah menciptakan manusia?
Yesaya 43:7 Semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang kubentuk dan yang juga Kujadikan!
Tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk kemuliaan-Nya. Hidup memuliakan Tuhan dalam segala aspek, menjadi berkat dan kesaksian bagi orang-orang yang ada disekitar kita.Dimana pun kita berada dan apa pun yang kita perbuat pribadi Kristus yang dimuliakan bukan pribadi kita sehingga jangan sampai kita hidup mencuri kemuliaan nama Tuhan.
Surat Terbuka
2 Korintus 3:2 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang
Sebagai orang percaya yang sudah lahir baru, Yesus hidup di dalam kita, kita hidup bersama-sama dengan Dia dan menghidupi-Nya dalam kehidupan sehari-hari maka kita adalah suratan terbuka dimana semua orang dapat melihat kehidupan kita, yaitu pribadi Yesus yang ada dalam diri kita. Jika orang hanya melihat pribadi kita maka pada akhirnya kita hanya akan mencuri kemuliaan Tuhan. Tetapi yang benar ialah bahwa kita rindu hidup kita ini memuliakan nama Tuhan, baik hidup mau pun mati hanya untuk Tuhan.
Garam danTerang Dunia
Matius 5:13,14 13Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. 14Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Biarpun kota kecil tetapi terang, kota itu akan terlihat karna terangnya. Sama halnya dengan suatu kebenaran. Kita tidak perlu takut dengan apa pun juga karena Firman Tuhan berkata bahwa jalan hidup orang benar seperti rembang tengah hari, kebenaran akan tetap nyata sebagai kebenaran. Iblis tidak pernah menghendaki kita manusia untuk hidup memuliakan Tuhan. itu Sebabnya jika kita mengetahui strategi si jahat ini berarti kita juga tahu sepanjang malam kita tidur, keesokannya kita bangun kembali masih bernafas dan kita melakukan kegiatan selama 24 jam dan setiap hari berikutnya, maka kita tidak akan menyia-nyiakan waktu yang ada. Kita pasti akan berjaga-jaga, menjaga hidup kita dan tidak memberikan kesempatan kepada sijahatdan tidak buka celah. Rumah kita tertutup rapat. Jika ada celah dalam hidup, Iblis punya hak sah untuk masuk mengobrak-abrik sehingga kita tidak menjadi pribadi yang hidup memuliakan Tuhan.
Bagaimana caranya supaya hidup kita menjadi kesaksian?
Efesus 4:27 Dan janganlah beri kesempatan kepada iblis.
Dimana ada kesempatan, disitu ada peluang untuk si jahat menghancurkan pribadi kita. Setiap hari seharusnya kita menutup celah sehingga hidup menjadi suatu kesaksian berkat dan pribadi Kristus yang dinyatakan. Bukan menjadi batu sandungan, dimana orang lain tidak melihat kesaksian hidup kita yang memberkati walaupun kita sudah lama menjadi orang percaya.
Bagaimana caranya menutup celah?
- Menjaga Kekudusan
Kita perlu menutup celah dalam hal menjaga kekudusan. Berbicara kekudusan, kita tentu berpikir tentang tidak berzinah dan tidak memikirkan hal-hal yang cabul. Lebih dari itu kekudusan yang utama adalah berbicara tentang kekudusan hati.
Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Amsal 22:11 Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja
Hati adalah tempat berkumpul semua keinginan, hasrat yang akan mendorong kita melakukan segala seuatu yang kita ingin lakukan. Sebagai orang percaya kita harus benar-benar menjaga hati kita supaya kita tidak tercemari hal-hal yang dapat menyebabkan hidup tidak memuliakan Tuhan.
Dampak dari kesucian hati :
- Kesucian pikiran (2 Kor. 10:5)
- Kesucian perkataan (Ef. 4:29)
Seringkali kita terkecoh, kita merasa hidup benar dan memuliakan Tuhan karena kita tidak pernah berzinah. Jika hati kita yang adalah sumber segala sesuatu sudah bermasalah maka akan tersambung ke dalam pikiran kita yang akan menghasilkan suatu tindakan atau perbuatan.
Filipi 1:20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.
SebuahKesaksian
Saya pribadi (Lea Novitasari) dari kecil setelah tahu kebenaran firman karena diajar di sekolah minggu bahwa kita adalah suratan terbuka harus hidup menjadi saksi, menjadi garam dan terang, sudah punya kerinduan untuk hidup memuliakan Tuhan dan berusaha supaya nama Kristus tidak dipermalukan. Ketika saya masih sekolah, saya rindu bisa menjadi berkat bagi orang lain dalam segala hal termasuk dalam studi dan bisa menyenangkan orangtua.Dari SD sampai SMP saya belajar untuk hidup takut akan Tuhan. Saya belajar untuk menjadi pelajar yang memuliakan nama Tuhan. Saya ingat satu peristiwa dimana saya pernah mengalami pengalaman karena nila setitik rusak susu sebelanga. Bagi saya, peristiwa ini adalah suatu peristiwa yang tidak terlupakan dan saya tahu bahwa Tuhan ijinkan itu terjadi dalam hidup saya agar saya dapat mengetahui, merasakan yang namanya hidup mempermalukan nama Tuhan dan juga untuk dapat membuat saya memiliki kerendahan hati. Saat itu saya kelas 2 SMA dan saya adalah seorang pelajar yang punya prinsip anti mencontek dan memberikan contekan karena saya tahu hal itu adalah dosa. Guru-guru tahu akan hal itu sehingga setiap kali ujian, pasti dipindah di bangku depan dekat meja guru supaya aman. Saat itu ujian pelajaran EKOP (Ekonomi dan Koperasi). Saya punya keinginan bahwa saya harus mendapatkan nilai tertinggi di kelas. Seperti biasa saya belajar pada malam hari sebelum ujian setelah melakukan pelayanan. Ketika ujian, saya baru menjawab satu pertanyaan, dan yang empat lainnya saya blank dan waktu terus berjalan.Lalu guru mengatakan bahwa waktunya sisa30 menit lagi. Guru saya saat itu adalah guru terbaik, guru yang paling sabar. Setiap kali ujian EKOP, siswa jarang belajar karena mudah sekali bagi mereka untuk mencontek. Hati saya saat itu sudah mulai bermasalah, saya tengok kanandankiri, saya melihat teman-teman saya yang lain sudah banyak yang mencontek dan jawaban mereka sudah terisi semua. Saya pikir ini tidak adil jika saya dapat nilai jelek sedangkan teman-teman dapat nilai bagus karena mencontek. Pikiran saya mulai jalan dan dengan mudah saya mengambil buku EKOP saya dan mulai menulis jawabannya di lembar ujian. Satu nomor terjawab. Soal berikutnya pun dapat terjawab. Sisa dua nomor lagi yang belum terjawab tetapi hati saya tidak tenang. Saat jawaban soal ketiga saya akan tulis, saya kaget karena dari belakang saya berkata “Sudah mbak? Sudah selesai isinya?” dan itu adalah guru saya. Teman satu kelas tertawa melihat saya. Soal ujian saya diambil oleh guru saya sambil ia mengatakan hal tersebut. Saat itu saya mau menangis, rasanya ingin langsung keluar dari kelas dan teman saya berkata bahwa ekspresi muka saya seperti kepiting rebus dan sangat tegang. Bel berbunyi dan semua lembar jawaban dikumpul. Ketika saya berjalan ke toilet, teman saya berkata : “ternyata pendeta pun bisa mencontek ya..”. Selama sekolah, saya tidak pernah kompromi dengan hal mencontek. Jujur, saat itu saya merasa malu karena gagal menyenangkan hati Tuhan, saya berpikir bahwa saya sudah menghancurkan kesaksian hidup saya sendiri dan teman-teman tidak akan tertarik dengan kekristenan. Saya kemudian bertemu dengan pembimbing rohani saya dan mengatakan kalau saya mau istirahat dulu dari pelayanankarena sudah melakukan hal yang tidak benar. Saya kehilangan damai sejahtera. Saya berkata “Tuhan ampuni saya karena sudah mempermalukan nama Tuhan.”Di kamar mandi saya menangis dan besoknya ketika saya pergi ke sekolah dan ketika akan memasuki pintu gerbang, saya pikir teman-teman akan bersikap lain kepada saya, ternyata tidak. Mereka cukup akrab dan mengatakan dengan senda gurau “Ibu Pendeta sebaiknya jangan coba-coba nyonteklah..,” rupanya julukan “Ibu pendeta” adalah nubuatan ya…karena akhirnya saya menjadi pendeta juga…
Akibat hati yang bermasalah menyebabkan pikirin jadi tidak suci maka menghasilkan tindakan tersebut. Jadi kesucian bukan hanya mengenai hal-hal badani, fisik saja, tetapi juga mengenai perkatan dan pikiran. Banyak orang yang tidak pernah berzinah secara badani, tetapi perkataannya itu sangat buruk, sangat tidak memberkati, suka membicarakan orang dan pikirannya negatif. Rasul Paulus mengajarkan bahwa iblis selalu berusaha merasuki pikiran kita.
2 Korintus 10:5Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.
Kita hidup diberi kehendak bebas untuk memilih. Sesuatu yang baik adalah pasti dari Tuhan dan sesuatu yang tidak baik pasti bukan dari Tuhan. Dalam kehidupan kita selalu mendengar dua suara yang akan membawa kita kepada kebenaran atau ketidakbenaran. Pada saat pikiran mulai dipengaruhi oleh hati dengan segala hasrat, keinginan akan hal apapun, kita akan mengalami suatu hal yang berbeda-beda. Firman Tuhan mengingatkan untuk menawan pikiran dan taklukkan kepada kehendak Kristus.
Dampak dari kesucian hati akan menghasilkan kesucian pikiran dan kesucian perkataan. Banyak orang berpikir bahwa ia hidup suci, hidup kudus entah masih sendiri atau pun sudah berumah tangga, tidak berzinah, tidak menonton video porno, tidak berkata-kata cabul, tetapi dalam perkataannya sangat tajam bahkan lebih tajam dari silet sehingga membunuh karakter sesamanya dan tidak terkontrol dalam berkata-kata.
Efesus 4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
Dalam banyak hal kita berkerinduan hidup memuliakan Tuhan tetapi terkadang kita lupa mengendalikan perkataan. Perkataan yang sia-sia kita ucapkan dapat menjadi penyebab kesalahpahaman. Sesama pelayan Tuhan pun dapat salah paham hanya karena perkataan. Bagi mereka yang sudah dewasa rohaninya, mereka tidak akan membiarkan iblis mengambil keuntungan. Seringkali anak Tuhan kalah di dalam berkata-kata.
- Menutup celah dalam hal tanggung jawab
Hal ini berhubungan dengan keluarga. Dimana pun kita hidup, ada suatu hierarki atau tingkatan otoritas yang harus kita patuhi. Baik dalam keluarga maupun dunia kerja, pelayanan, otoritas itu ada dan Tuhan menghendaki agar kita menghargai/menghormati setiap otoritas yang ada. Anak harus menghormati orang tua, istri harus tunduk kepada suami dan suami mengasihi istri. Baik suami maupun istri mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Kolose 3:19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.
Kolose 3:21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
Mungkin kita adalah orang yang rohani, jemaat yang setia kepada Tuhan, pelayan Tuhan yang punya prestasi,tetapi apalah artinya jika dalam kehidupan praktis tidak memiliki nilai-nilai rohani.
1 Tesalonika 2:7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.
- Menutup celah dalam hal keuangan
Manusia selalu punya keinginan lebih dan lebih lagi. Jika hati bermasalah maka akan menghasilkan tindakan yang salah. Lukas 3:14 Dan prajurit-prajurit juga bertanya kepadanya: “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”
Banyak anak Tuhan yang melayani Tuhan dengan setia tetapi lupa untuk mengembalikan persepuluhan. Bukan nilai uangnya tetapi nilai ketaatan kita yang Tuhan kehendaki. Tuhan senang akan anak-anak yang taat.
Setiap kita orang percaya tentunya memiliki kerinduan untuk hidup memuliakan nama Tuhan, tetapi jika mengandalkan kekuatan diri sendiri, kita tidak akan mampu, akan jatuh bangun. Kita membutuhkan Roh Penolong yaitu Roh Kudus.
Yohanes 14:26 Tetapi Penghibur,yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Roh Kudus akan menerangi hati dan pikiran kita jika kita mau bersama-sama dengan Dia menyiapkan hidup kita, hati, pikiran, telinga rohani untuk mau diajar dan dituntun.
Tuhan menghendaki kita hidup untuk memuliakan Tuhan, menjadi berkat dan kesaksian bagi banyak orang. Seperti ada pepatah berkata “karena nila setitik merusak susu sebelanga”, jangan sampai kesaksian hidup kita menjadi rusak hanya karena kesalahan sepeleh yang seringkali terjadi karena hati, pikiran dan perkataan kita.
Pdt. Lea Novitasari
PERJAMUAN KAWIN ANAK DOMBA
GppsPalu – Yohanes 14:1-11 1Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
Relasi antara Allah dan umat-Nya digambarkandengan metafora perumpamaan pernikahan.Tuhan Yesus mengumpamakan dirinya sebagai mempelai laki-laki dan gereja-Nya sebagai mempelai perempuan. Mujizat pertama yang Yesus lakukan adalah mengubah air menjadi anggur di suatu acara pernikahan.
Kisah gadis bijaksana dan gadis bodoh juga diumpamakan sebagai kedatangan mempelai laki-laki. Disini Tuhan mau mengajarkan bahwa pernikahan adalah suatu hal yang dikehendaki Tuhan, sesuatu yang suci, kudus dan sakral, dengan suatu mandat untuk memenuhi bumi dan mengelola segala ciptaan-Nya. Tuhan punya rencana bahwa keluarga-keluarga Kristen adalah dasar dimana Tuhan membangun gereja-Nya.
Gambaran perumpamaan pernikahan antara Yesus dan gereja-Nya, yaitu kita sebagai orang percaya, didasarkan pada tata cara pernikahan orang Yahudi di zaman Yesus hidup. Dimana setiap orang tua Yahudi telah mulai mempersiapkan jodoh bagi anaknya di usia 12 tahun dengan bantuan dari sahabat pengantin. Sahabat pengantin ini yang akan mencarikan jodoh bagi pengantin laki-laki dan mencari informasi mengenai mempelai perempuan tersebut. Setelah pengantin perempuan menyetujui untuk dilakukan pernikahan, maka akan melalui tahapan pernikahan sebagai berikut:
Pertunangan
Pengantin laki-laki Yahudi akan datang kerumah pengantin perempuan bersama orang tuanya,untuk mengikat janji perkawinan dengan membawa mahar sebagai tanda ikatan. Setelah mahar diterima dan keduanya melakukan janji pernikahan, maka pengantin laki-laki akan kembali kerumahnya bersama orang tuanya untuk menyiapkan rumah bagi pengantin perempuan. Jangka waktu dari pertunangan sampai dengan pernikahan biasanya paling lama 2 tahun, tetapi waktunya tidak bisa ditentukan dengan pasti, hanya sang pengantin laki-laki dan bapaknya yang tahu kapan waktunya mereka akan kembali kerumah pengantin perempuan, yaitu jika rumah untuk pengantin perempuan tersebut telah selesai dibangun. Setelah rumah untuk pengantin perempuan selesai, maka pengantin laki-laki akan kembali ke rumah pengantin perempuan untuk melaksanakan pernikahan. Selama pengantin laki-laki masih tinggal dirumah bapaknya, maka dia masih berada dibawah kuasa bapaknya. Selama masa penantian ini pengantin perempuan harus berjaga-jaga, karena pengantin laki-laki bisa datang sewaktu-waktu.
Hal ini menggambarkan Yesus sebagai mempelai laki-laki datang kedunia dari Rumah Bapa disurga. Yesus telah membayar mahar-Nya untuk kita dengan darah-Nya yang tercurah dikayu salib. Selama Yesus di dunia, Yesus masih berada dibawah kuasa Bapa-Nya, dalam hal ini Yesus mau mengajarkan tentang ketaatan anak manusia kepada Bapa-Nya (Matius 24:36).
Yesus meninggalkan kita bukan untuk selamanya, tetapi dia akan datang kembali. Selama Yesus kembali kerumah Bapa-Nya, Dia tidak meninggalkan kita seorang diri, melainkan Dia mengirimkan penolong yang lain yaitu Roh kudus. Masa ini adalah masa pertunangan menuju masa pernikahan Anak Domba Allah dengan gereja-Nya, yaitu kita sebagai orang percaya. Kita tidak perlu ragukarena Yesus akan datang kembali kepada kita, karena kita mengenal Dia dan Bapa,bahkan Yesus sedang menyiapkan rumah bagi kita di Surga yaitu dirumah Bapa-Nya. Yesus juga telah menunjukkan jalan bagi kita cara untuk dapat tiba dirumah Bapa, dengan jaminan yaituYesus sebagai jalan kebenaran dan hidup, sehingga barangsiapa mengenal Yesus, dia juga mengenal Bapa.
Perkawinan
Setelah masa pertunangan dan jika rumah yang dibangun untuk mempelai perempuan telah selesai, maka pengantin laki-laki akan datang kembali kerumah mempelai perempuan untuk menjemput pengantin perempuan untuk dibawa kerumahnya.Saat pengantin laki-laki tiba di rumah pengantin perempuan, sang pengantin perempuan telahduduk di dalam suatu kanopi dengan menggunakan kerudung yang menutupi wajahnya. Saat pengantin laki-laki tiba, maka dia sendiri yang akan membuka kerudung yang menutupi wajah pengantin perempuannya. Orang tua, keluarga dan sahabat pengantin akan berada disekitar mereka. Setelah pengantin laki-laki melihat wajah pengantin perempuannya, dia akan bersorak dan bersukacita karena melihat kecantikan pengantin perempuannya.Suara teriakan pengantin laki-laki akan didengar oleh orang-orang yang berada disekitar mereka dan oleh sahabat pengantin laki-laki, dan sahabat pengantin akan berkata “sukacitaku menjadi penuh”olehnya Yohanes pembaptis pernah berkata “yang empunya pengantin perempuan adalah pengantin laki-laki”, (Yohanes 3:29)Yohanes pembaptis diibaratkan seperti sahabat laki-laki bagi sang mempelai, karena dia juga “melahirkan” mempelai-mempelai perempuan bagi Yesus. Pada saat kedatangan Yesus kali yang kedua, malaikat-malaikat itu seperti sahabat pengantin yang bersukacita ketika pengantin laki-laki bertemu pengantin perempuan.
Sesudah kerudung pengantin perempuan dibuka, selanjutnya pengantin perempuan akan mengelilingi pengantin laki-laki sebanyak 3 atau 7 kali berlawanan dengan arah jarum jam, hal ini menunjukkan bahwa pengantin laki-laki akan duduk disebelah kanan mempelai perempuan sebagai tandasuamilah yang menjadi kepala. Laki-laki adalah pemegang otoritas, sehingga istri harus tunduk kepada suami, suami adalah tuan rumah, dan gambaran rumah perkawinan adalah Bait Allah. Bait Allah sendiri terdiri tiga bagian, yaitu dari halaman, ruang kudus dan ruang maha kudus. Disebelah kanan ruang Maha Kudus adalah istana Daud, jadi ketika Yesus katakan duduk disebelah kanan Bapa, menandakan Yesus adalah Raja yang akan memerintahdan menjadi gambaran jenjang-jenjang dalam ketaatan dalam gereja yang manaYesus adalah kepala.
Prosesi selanjutnya adalah pembacaan berkat-berkat perkawinan, dan kemudian dilanjutkan dengan pesta anggur, anggur merupakansimbol kehidupan dan sukacita. Hal ini menandakan pernikahan itu hanya salah satu gerbang menuju kehidupan yang akan datang, menyiapkan generasi penerus untuk kerajaan Allah.
Sekarang adalah masa penantian, masa pertunangan antara kita dan Yesus,dan Tuhan Yesus telah mengatakan “Aku pasti kembali”, itulah gambaran tentang harapan gereja-gereja Tuhan, sehingga saatnya akan tiba, dankita semua dapat berkata “Maranatha, Tuhan kami datang!!”
DR. Bambang Noersena, SH, MA













