Category Archives: KOTBAH
MEMULIAKAN TUHAN #3 (Menjaga dan memelihara kemuliaan Tuhan atas diri kita)
GppsPalu – “Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka:
MEMAHAMI DAN MENGHAYATI HIDUP OLEH IMAN #2
GppsPalu – “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”. II Korintus 5:17
Pendahuluan
BECAUSE OF JESUS
GppsPalu – “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” Roma 11:36
Pendahuluan
MEMULIAKAN TUHAN #2
GppsPalu – “Sebab segala sesuatu dari Dia, oleh Dia, dan kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya” (Roma 11:36)
“Memuliakan Tuhan” berarti mengakui bahwa Tuhan adalah Pribadi yang Maha Mulia, hal ini sesungguhnya bermakna sakral. Betapa sakral saat bangsa Israel hendak menghadap Tuhan. Di Kemah Musa kita tahu bahwa saat imam-imam mau menghadap Tuhan maka mereka harus “steril”.
HUJAN AWAL DAN HUJAN AKHIR
GppsPalu – “Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
MEMULIAKAN ALLAH
GppsPalu – “Sebab segala sesuatu dari Dia, oleh Dia, dan kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya” (Roma 11:36)
“Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” Lalu Ia memandang mereka dan berkata:













