This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Category Archives: KOTBAH

MEMBANGUN DIRI DALAM IMAN

Yudas 20 “Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.”

I Korintus 15:10 15:10 “Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.”

Tidak ada manusia yang tidak terlibat dalam melakukan pekerjaan membangun. Secara alamiah hal itu kita lakukan dalam hidup kita. Sebagai contoh: Orang tua yang bertanggungjawab akan tahu persis apa yang harus dia lakukan untuk anak-anaknya. Mengasuh dan membimbing hingga anak itu bertumbuh sampai usia tertentu anak itu dilatih untuk mandiri. Orang tua bukan hanya membangun dirinya sendiri tetapi ia membangun diri anaknya hingga sampai usia tertentu untuk dilatih mandiri. Membangun diri sendiri bukanlah yang bermakna negatif yang tujuannya mencintai diri sendiri. Membangun dalam hal ini adalah suatu penegasan. Contoh lainnya adalah seorang laki-laki/ayah sebagai kepala rumah tangga yang harus membanting tulang agar ada kejelasan tentang masa depannya dan juga keluarganya. Ada juga orang yang membangun studinya, misalnya selama ia kuliah ia mengambil jurusan kedokteran tetapi begitu di dunia kerja ia tidak menggunakan disiplin ilmunya karena dia harus bergelut dalam dunia bisnis dan masih banyak contoh lainnya. Tetapi yang jelas ada perjuangan dan pergumulan untuk sesuatau yang diharapkan dan hal itu menjadi kegiatan sehari-hari. Inilah realita yang ada.
Kita bukan hanya sekedar berjuang untuk membangun hal-hal lahiriah saja, kita juga diajar untuk membangun diri kita sendiri di dalam iman. Sangat disayangkan, bahwa sebagian besar orang percaya, ketika berbicara mengenai iman, pemahamannya sangat dangkal yaitu hanya sebatas “mati masuk surga”. Hal ini memang benar, kita yang sudah lahir baru, oleh iman percaya kita, maka ada jaminan keselamatan. Tapi kita tidak boleh lupa bahwa kita masih hidup di dunia ini dan beraktifitas dengan segala pergumulan dan realita hidup yang ada.

Dalam Yudas 20 berkata: “Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.”

Ini menjelaskan bahwa ada iman yang tidak suci/tercemar. Iman yang tercemar tidak bisa digunakan untuk menjadi dasar karena jika dasarnya salah maka yang dibangun diatasnya adalalah menara Babel yaitu kesombongan, keangkuhan, prestise, kebanggaan, dll.
Iman yang kudus adalah iman yang sejati. Iman yang masih disertai dengan kepercayaan-kepercayaan tempo dulu, takhayul-takhayul nenek moyang, tidak akan pernah berhasil untuk menyenangkan hati Tuhan dan tidak dapat dipakai sebagai dasar untuk membangun diri dalam iman
Jika kita tidak mau membangun diri kita dalam iman maka kita sama saja menyia-nyiakan kasih karunia yang sudah diberikan pada kita. Paulus berkata bahwa ia bergumul dan bekerja keras untuk membangun dirinya di dalam iman, karena inilah pergumulan iman. Selama kita tidak mau bergumul dalam iman, kita tidak akan dapat mencapai apa-apa.
Ingatlah bahwa sejak kita telah lahir baru, Iblis selalu mengincar kita dan berusaha untuk menjatuhkan kita. Apapun akan Iblis lakukan untuk menyentuh dan mencelakakan kita. Padahal sejak kita lahir baru Iblis tidak berhak menyentuh kita, kecuali peristiwa Ayub yang diijinkan Tuhan untuk Iblis bisa mencobainya. Tapi mengapa Iblis bisa menerobos dan menyentuh kita?

JANGAN MAU DIGESER

Kolose 1:23 “Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.”

Iblis selalu menunggu waktu yang tepat untuk dapat mencobai kita. Dalam Roma 8:28 Tuhan mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan setiap orang percaya akan mendatangkan kebaikan. Tapi di lain sisi Iblispun mengambil kesempatan berusaha untuk menghancurkan kita di setiap realita hidup yang ada.
Biasanya pemahaman kita mengenai serangan Iblis hanyalah sebatas dalam hal malapetaka yang mengerikan dan menghancurkan. Hal itu lumrah, seperti halnya yang terjadi pada Ayub. Dan hal ini membuat kita cukup cerdik untuk mengantisipasi serangan Iblis. Tapi sadarlah bahwa seringkali Iblis melakukan penyerangan tanpa kita sadari.

“…dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil…”

Dalam kasus ini, Iblis tidak datangkan malapetaka yang hebat, ia hanya menggeser sedikit saja. Ini berarti ada peranan dari kita “yang mau digeser”. Hal ini terjadi tanpa kita sadari. Ibarat sebuah titik yang ditarik dari suatu garis, yang awalnya tidak jauh, tanpa disadari tetapi lama kelamaan garis itu menjauh.
Akhir zaman ini banyak hamba-hamba Tuhan sedang mengalami hal ini, sudah diperingati dan diberi nasihat tapi tidak mau menerima karena merasa tidak ada yang salah pada dirinya. Padahal dia tidak sadar bahwa dirinya sudah bergeser makin lama makin jauh, ia merasa tetap pada jalannya, tetapi jalan yang dibuatnya sendiri.
Pengajarannya sudah bergeser tapi tidak sadar, karena dia menyangka bahwa yang dia bahas masih firman.
Kita harus menyadari hal ini, karena terkadang kesetiaan kita sudah bergeser. Ini trik Iblis yang paling halus karena tidak disertai dengan peristiwa celaka jadi seringkali sulit dideteksi.

II Korintus 2:11” supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.”
Ayat di atas membuktikan bahwa Tuhan memberikan kita hikmat untuk tahu trik-trik Iblis dalam menjatuhkan manusia. Kita perlu berhati-hati!
Bukan hanya hamba-hamba Tuhan, ada banyak yang sudah mulai tergeser. Ada yang bergeser dari motivasi mengikut Tuhan, sehingga motivasinya sudah tercemar. Ada yang begitu tulus ikhlas mengasihi Tuhan, tapi kasihnya sudah mulai bergeser ke hal-hal yang lain.
Jangan mau digeser! Apa yang ada pada kita yang sudah bergeser? Adalah bijaksana jika kita mengintropeksi diri masing-masing, dalam hal apa saja kita sudah mulai tergeser?

Setiap bangunan pasti dibangun diatas sebuah dasar. Begitu juga dengan kita, lahir baru yang kita alami saat pertama kali mengalami pertobatan merupakan dasar untuk kita membangun manusia rohani kita. Jadi pengalaman lahir baru merupakan hal yang mutlak bagi setiap orang yang rindu membangun manusia rohaninya. Tapi jika kita sudah lahir baru, yang berarti sudah ada dasar, tetapi kita tidak mau membangun di atasnya maka sama saja kita menyia-nyiakan kasih karunia yang sudah Tuhan berikan pada kita. Dalam menjalani hidup sehari-hari, apakah kita mampu bertahan sampai akhir? Tidak ada jaminan bagi kita karena kita tidak membangun diri kita di dalam iman.

I Korintus 13:11-16 “11Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. 12Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, 13sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. 14Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. 15Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. 16Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”

Ketika kita sudah mulai membangun, hendaklah masing-masing kita memperhatikan bagaimana kita membangun. Ini berbicara mengenai kualitas. Hal ini harus menjadi perhatian agar pekerjaan membangun kita tidak menjadi sia-sia. Sebagian besar kita sudah melayani pekerjaan Tuhan di tempat ini, bagiamana kualitasnya? Pasti kita tidak mau menjadi tenaga gratis. Pekerjaan setiap orang akan diuji, kalau pekerjaannya terbakar, berarti ia tidak akan mendapat apa-apa. Oleh sebab itu dalam membangun yang disertai dengan bentuk aktifitas iman lakukanlah dengan berkualitas, supaya usaha kita tidak menjadi sia-sia.

HAL-HAL APA SAJA YANG HAUS KITA LAKUKAN AGAR KITA TIDAK TERGESER/TERPENGARUH?
I Petrus 1:5-7 “5Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.”
Ada tujuh hal yang harus kita tambahkan kepada iman kita yaitu: kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara-saudara dan kasih akan semua orang. Ketujuh hal ini adalah pengalaman hidup sehari-hari dalam mempraktekkan firman Tuhan. Jadi, tidaklah sulit dilakukan asalkan kita mau. Ketika kita melakukan hal ini dan sementara itu juga muncul peristiwa, kita tidak menghadapinya dengan manusia lama tapi kita hadapi dengan iman. Kekuatan kuasa firman Tuhan hanya bisa dinikmati ketika firman itu dilakukan. Jika kita tidak melakukannya maka firman itu hanyalah sebuah tulisan/huruf saja.

APA HASILNYA?
I Petrus 1:8 “Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.”

BAGAIMANA JIKA KITA TIDAK MAU MELAKUKAKNNYA?
I Petrus 1:9 “Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.”

Posisi tergeser adalah lebih berbahaya daripada jatuh secara langsung. Kalau tergeser kadang orang tersebut tidak menyadarinya. Tetapi kalau jatuh, orang tersebut akan segera menyadarinya dan bangkit kembali.

I Petrus 1:10 “Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.”

Kita tidak akan pernah tersandung, meski dunia mengatakan bahwa tidak ada manusia yang sempurna, tapi firman Tuhan mengatakan bahwa jika kita melakukan semuanya maka kita tidak akan pernah tersandung.

Pdt. RF. Martino

KETIKA KASIH SEMULA MENJADI DINGIN

Matius 24:12 “Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” (Dingin = tawar (TL)
Di akhir zaman, dosa dan kedurhakaan bukan berkurang namun bertambah-tambah. Kita harus mengambil langkah antisipasi supaya tidak termasuk dari yang disebutkan “kebanyakan orang” yang kasihnya menjadi dingin/tawar.
2 Timotius 3:1-5 berkata mengenai keadaan manusia di akhir zaman, “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!”
Dalam 1 Korintus 13:13 disebutkan ada iman, pengharapan, dan kasih, dan yang paling besar diantaranya adalah kasih. Kasih adalah dasar dari semuanya. Jika kasih kita bermasalah maka iman dan pengharapan kita terganggu.

I. DEFINISI KASIH YANG SEMULA
Apa arti “kasihmu yang semula?”
– Kasih semula/kasih yang mula-mula, diibaratkan kasih dalam suasana “jatuh cinta”
– Kasih semula adalah kasih yang murni, bukan kasih philia, eros dan storge
– Menggetarkan serta bersifat spontan, jauh dari sikap pura-pura atau rekayasa/dibuat-buat
– Kasih semula tidak pernah mau menyakiti serta rela berkorban tanpa merasa berkorban, memberikan apa saja demi yang dikasihinya
– Kasih yang menggelora, kasih yang menutup segala sesuatu, dan kasih yang hanya tertuju kepada yang dikasihi
– Hati yang berkobar-kobar saat kita baru terima Yesus di hati
– Hati yang begitu bersemangat untuk bersaksi, memberitakan injil, berdoa, baca Firman Allah
– Hati yang penuh cinta kepada Tuhan dan sesama
– Hati yang tulus ikhlas tanpa pamrih untuk Tuhan. Hanya ada kata “Ya” untuk Tuhan
– Hati yang bergairah untuk menyenangkan hati Tuhan.

II. KISAH JEMAAT EFESUS, LAODIKIA, SARDIS

JEMAAT EFESUS
Wahyu 2:2-3 “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.”

1. Jemaat Efesus adalah jemaat yang hebat/bagus. Memiliki 5 jawatan (rasul, nabi, guru, gembala, pemberita Injil), juga kepenatuaan (tim penggembalaan), dan peperangan rohani
Jemaat Efesus dirintis oleh Priskila dan Akwila bersama Paulus. Paulus pun pernah tinggal disana selama 3 tahun dan menasihati jemaat Efesus. Apolos seorang yang fasih mengajar kitab suci juga pernah tinggal dan melayani di Efesus. Timotius juga pernah tinggal disana. Maka jemaat Efesus memiliki pengajaran yang bagus sekali
2. Jemaat yang sangat giat dalam pekerjaan Tuhan, menjadi kesaksian di Asia kecil (Wahyu 2:2)
3. Jemaat yang tekun, mengalami banyak aniaya
4. Tegas dalam menghadapi rasul palsu. Mereka punya kepekaan untuk menguji hal yang benar dan yang palsu/tidak benar.
5. Membenci kejahatan (Wahyu 2:6)
Jadi jika kita sekilas melihat jemaat Efesus ini sungguh luar biasa. Pengajaran dan pelayanan mereka semuanya baik. Namun apa yang Tuhan katakan terhadap mereka?
TANGGAPAN YESUS TERHADAP JEMAAT EFESUS dalam Wahyu 2:4 “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” Dalam terjemahan sehari-hari: “Kalian sudah terlalu jauh meninggalkan Aku.”
Ternyata kasih mereka yang semula bermasalah, roh mereka tidak lagi bernyala-nyala. Mereka memang memuji Tuhan dengan mulut mereka namun hati mereka jauh dari Tuhan. Firman Tuhan dalam Matius pasal 7 berkata bahwa di hari-hari terakhir Tuhan ada banyak orang melayani Tuhan dengan luar biasa namun Tuhan berkata, “Aku tidak mengenal engkau!”

JEMAAT LAODIKIA
Wahyu 3:17 “Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,”

Jemaat Laodikia juga luar biasa sehingga mereka berpikir bahwa mereka kaya dan tidak kekurangan apa-apa namun Tuhan menegur mereka bahwa sesungguhnya mereka melarat, malang, miskin, buta, dan telanjang.

JEMAAT SARDIS
Wahyu 3:1 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!”
Jemaat Sardis juga sepintas luar biasa. Jemaat ini dikatakan hidup, namun sesungguhnya mati di pandangan Allah. Hal ini sungguh mengerikan karena secara lahiriah jemaat ini masih beribadah namun di hadapan Tuhan mereka telah mati. Peringatan Tuhan kepada jemaat-jemaat tersebut juga ditujukan kepada kita jemaat Tuhan saat ini.

III. APAKAH PENYEBAB HILANGNYA KASIH YANG MULA-MULA?
Penyebabnya adalah:
1. Perselisihan dalam jemaat Efesus
2. Bertambahnya kedurhakaan/dosa (2 Timotius 3:1-5). Ternyata dosa kedurhakaan juga masuk diantara jemaat tersebut
3. Karena disakiti atau dilukai orang. Saat kita sedang berselisih dengan seseorang, hubungan kita dengan Tuhan terganggu. Sakit hati mengganggu kasih kita kepada Tuhan. Apalagi jika orang tersebut berada di gereja yang sama dengan kita. Biasanya menghadapi situasi ini orang akan mengambil keputusan untuk tidak ke gereja. Tanpa disadari iblis telah mengambil keuntungan. Ini tidak boleh terjadi. Perselisihan tersebut harus segera diselesaikan
4. Adanya kekecewaan terhadap realita hidup. Ada ketidakpuasan dalam hidup kita terhadap bentuk fisik, materi/finansial, harapan yang tidak menjadi kenyataan yang semuanya itu dapat menjadi penyebab kasih kita menjadi tawar
5. Kesombongan, seperti yang dialami oleh jemaat di Laodikia (Wahyu 3:17)
6. Terpikat/Mengasihi dunia dan apa yang ada didalamnya. 1 Yohanes 2:15 mengingatkan kita, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.”
Kita memang membutuhkan uang dan bersosialisasi, namun itu bukanlah kebutuhan yang utama. Jangan mencintai dunia. Saat kita mencintai dunia, hal itu akan mempengaruhi diri kita dan mengurangi kadar kasih dan kadar iman kita kepada Tuhan. Hati-hati dengan keinginan diri. Di gereja ini telah diajarakan “Jangan membeli sesuatu yang kita inginkan sebelum membeli apa yang kita butuhkan.” Cara mengantisipasinya adalah carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semuanya akan ditambahkan kepada kita, dan Kolose 3:23 juga berkata apapun yang kita lakukan, lakukan seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
7. Tidak mengasihi sesama. 1 Yohanes 4:20 berkata, “Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.”

IV. TANDA-TANDA KASIH YANG DINGIN/TAWAR

1. Minat untuk bersekutu/curhat dengan Tuhan berkurang
2. Selera untuk membaca Firman berkurang. Mungkin juga masih membaca Alkitab namun hanya sekedar membaca, sudah tidak ada gairah untuk menggali Firman lebih dalam
3. Kerinduan untuk ibadah/kegiatan rohani berkurang. Sudah malas beribadah atau mungkin juga beribadah namun hanya sebagai rutinitas
4. Suka mengkritik/semua serba salah. Suka mengkritik orang lain karena berpikir orang lain semuanya salah, sesungguhnya ia merasa dirinya yang paling benar
5. Minat untuk hal-hal duniawi semakin bergairah. Orang ini akan selalu bersemangat kapan bisa melakukan lagi hal-hal duniawi
6. Berkurangnya perhatian kepada orang lain
7. Segala bentuk kegiatan rohani dilakukan secara rutinitas, atau mengikuti suasana hati. Jika “mood”nya baik maka ia ke gereja, jika tidak maka ia tidak beribadah
8. Banyak dalih/alasan untuk hal-hal rohani. Dalih/alasan untuk menolak melakukan hal-hal rohani adalah hal yang berbahaya.

V. NASIHAT BAGI JEMAAT EFESUS, SARDIS, LAODIKIA
Wahyu 2:5 “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.”
Wahyu 3:2 “Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.”
Wahyu 3:19 “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!”
Tuhan menghendaki agar mereka kembali kepada kasih yang semula, penyembahan yang benar, dan ketaatan yang benar.

VI. AKIBAT JIKA TIDAK BERTOBAT
JEMAAT EFESUS
Wahyu 2:5 “Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.”

JEMAAT LAODIKIA
Wahyu 3:16 “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.”

JEMAAT SARDIS
Wahyu 3:3,5 “Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.”

Sayang sekali gereja di Efesus, Laodikia, dan Sardis kini tinggal puing-puing.
Jangan pernah berhenti mengasihi dan melayani Tuhan. Dalam dunia pekerjaan ada kata “pensiun’ namun dalam Tuhan tidak ada kata “pensiun”. Firman Tuhan dalam Markus 12:30-31 berkata, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

VII. CARA BERTAHAN DALAM KASIH YANG SEMULA
1. Jaga hati dari pengaruh keduniawian
2. Menjalin hubungan yang akrab dengan Tuhan dan sesama.
Perlindungan Tuhan dalam Mazmur 91 hanya terjadi bila kita melekat dengan Tuhan. Injil Yohanes juga berkata bahwa jika kita melekat dengan Tuhan maka hidup kita akan berbuah.
3. Penuhi pikiran dan hati dengan MELAKUKAN SEGALA SESUATU HANYA UNTUK TUHAN.

Pdt. Milkha Potuda

MASA/ERA PERCEPATAN

Kita harus sadar bahwa kita ada pada zaman percepatan, dimana segala sesuatunya bergerak sangat cepat. Beberapa minggu ini kita sudah belajar mengenai hal ini. Sebenarnya hal ini sudah tertulis dalam Kitab Daniel
Kitab Daniel di pasal 12 sebenarnya berbicara mengenai akhir zaman yaitu hal-hal yang sedang terjadi dan sampai kedatangan Tuhan yang kedua kalinya.
Daniel 12:1-13 “1Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu. 2Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. 3Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya. 4Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.” 5Kemudian aku, Daniel, melihat, maka tampaklah berdiri dua orang lain, seorang di tepi sungai sebelah sini dan yang lain di tepi sungai yang sebelah sana. 6Dan yang seorang bertanya kepada yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu: “Bilakah hal-hal yang ajaib ini akan berakhir?” 7Lalu kudengar orang yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu bersumpah demi Dia yang hidup kekal, sambil mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya ke langit: “Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!” 8Adapun aku, memang kudengar hal itu, tetapi tidak memahaminya, lalu kutanya: “Tuanku, apakah akhir segala hal ini?” 9Tetapi ia menjawab: “Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman. 10Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya. 11Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh hari. 12Berbahagialah orang yang tetap menanti-nanti dan mencapai seribu tiga ratus tiga puluh lima hari. 13Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman.”

Di ayat yang ke-4 mengatakan bahwa pengetahuan akan bertambah. Perkembangan teknologi saat ini menghadirkan kemudahan di seluruh bidang kehidupan manusia. Hal ini merupakan kelipatan kecepatan yang melanda seluruh dunia. Jarak yang jauh, yang dulunya ditempuh dengan berbulan-bulan kini bisa ditempuh dengan beberapa jam. Kita juga bisa berkomunikasi dengan orang lain yang berada di tempat yang sangat jauh, di belahan bumi lain dengan waktu yang berbeda dengan kita saat ini. Bukan hanya bertambahnya dan berkembang secara tehnologi tapi juga secara rohani, dimana janji-janji Tuhan sudah mulai tergenapi. Inilah masa-masa penggenapan. Sangat rugi besar jika kita tidak mengalami penggenapan janji-janji Tuhan. Bacalah Alkitab agar kita tahu bahwa ada hal-hal yang luar biasa yang sedang Allah kerjakan, Roh Kudus yang akan memberi pengertian bagi kita untuk memahami firman-Nya.
Tehnologi tidaklah jahat, tergantung cara si pemakai tehnologi tersebut, apakah digunakan untuk kepentingan Tuhan atau kepentingan Iblis. Banyak orang yang tidak bertanggungjawab menyalahgunakan perkembangan tehnologi untuk hal-hal yang jahat (Penipuan online, pornografi, dll). Perkembangan tehnologi ada dalam rencana Allah dan ada kaitannya dengan pemberitaan Injil/pemenuhan amanat agung. Semua perkembangan idenya dari Tuhan, hanya saja oknum manusialah yang salah menggunakannya. Semua perkembangan itu bisa digunakan untuk pelayanan bagi kepentingan Tuhan. Misalnya di sosial media seperti facebook, pakailah untuk menguatkan sesama sehingga tidak ada yang jatuh ke dalam dosa, bukannya dipakai untuk hal-hal yang tidak berguna (gosip, dll).

Wahyu 12:12 “Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.”

Wahyu 3:5 “Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.”
Filipi 2:12 “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.”

Iblis tahu bahwa waktunya sudah sangat singkat, oleh sebab itu Iblis berusaha supaya nama kita terhapus dari kitab kehidupan. Wahyu 3:5 menjelaskan bahwa nama kita bisa saja terhapus di kitab kehidupan. Ajaran hypergrace menyelewengkan ayat ini. Ajaran hypergrace menekankan “kasih karunia yang berlebihan” artinya karena Allah sangat mengasihi manusia, jadi yang terpenting adalah langkah awal yaitu lahir baru, setelah itu meskipun manusia berbuat dosa dan hidup dalam ketidakkudusan, orang itu tetap selamat.
Target pertama adalah anak-anak Tuhan yang namanya sudah tercatat dalam kitab kehidupan, jika kita tidak menjalani kehidupan kekristenan kita dengan benar, maka nama kita bisa saja terhapus dari kitab kehidupan. Oleh sebab itu kerjakanlah keselamatan yang sudah Tuhan anugrahkan bagi kita dengan takut dan gentar, artinya tetaplah mempertahankannya sampai akhir.

I Tesalonika 5:2 “karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.”
Matius 24:42 “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.”

Ada beberapa orang yang datang konseling dengan keluhan-keluhan hidupnya dan menyalahkan Tuhan, bahkan ingin meninggalkan Tuhan. Jangan pernah menyerah dengan masalah apapun juga. Sadar dan berjaga-jagalah bahwa kedatangan Tuhan sudah sangat singkat dan bisa terjadi kapan saja.

Efesus 6: 18 “dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.”

Efesus 6:10 “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.”

Berdoalah setiap waktu tanpa berhenti. Kita bisa mengggunakan bahasa roh yang sudah Tuhan berikan bagi kita agar kita bisa berkomunikasi dengan Tuhan selama 24 jam non stop. Kegunaan bahasa roh juga adalah relaksasi, kita merefresh kembali roh kita tetap kuat.

I Petrus 5:8 “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”

I Yohanes 5:19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.

Iblis tidak pernah membuang waktu dan kesempatan sedikitpun. Iblis digambarkan seperti singa yang mengaum dan mencari siapa yang dapat ditelannya. Ini berarti ada yang tidak bisa jadi mangsa Iblis yaitu orang-orang yang selalu siap sedia dan selalu mengenakan segenap persenjataan (Efesus 6:13-17)

Galatia 5:16 “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.”.

Orang yang tidak dipimpin oleh roh maka ia akan dipimpin oleh daging. Jangan meremehkan dosa dosa yang kelihatan sepele seperti: guyonan, kata sia-sia, dll. Hal-hal kecil ini bisa jadi jebakan sehingga kita jatuh dalam dosa.

Jangan sampai iblis bergerak lebih cepat daripada kita. Bukankah kelipatan kecepatan ini sudah kita gunakan dan nikmati? Maka sekarang pakailah kelipatan kecepatan, kecanggihan teknologi itu juga untuk pekerjaan Tuhan.
Mari pakai semua perkembangan yang ada sebagai sarana untuk memberitakan Injil dalam penggenapan janji-janji Allah

Pdt. Mediati Martino

BERGERAK DALAM KELIPATAN KECEPATAN (2)

GppsPalu – Wahyu 12:12 “Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.”

Efesus 4:27 “dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.”

Efesus 5:15-18 “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh”

Perkembangan teknologi saat ini menghadirkan kemudahan di seluruh bidang kehidupan manusia. Hal ini merupakan kelipatan kecepatan yang melanda seluruh dunia. Jarak yang jauh, yang dulunya ditempuh dengan berbulan-bulan kini bisa ditempuh dengan beberapa jam. Kita juga bisa berkomunikasi dengan orang lain yang berada di tempat yang sangat jauh, di belahan bumi lain dengan waktu yang berbeda dengan kita saat ini.

Wajar jika mereka yang bukan orang percaya hanya sekedar mengagumi dan menikmati semua kecanggihan teknologi. Namun sayangnya respon orang percaya pada umumnya terhadap kelipatan kecepatan ini adalah hanya sebatas mengagumi dan menikmatinya, tanpa memahami mengapa Tuhan mengizinkan hal ini terjadi.

  1. IBLIS TURUT BEKERJA DI DALAM KELIPATAN KECEPATAN

Dalam Wahyu 12:12 dikatakan bahwa iblis turun ke bumi dalam geramnya yang dahsyat. Saat orang marah, semua emosi ada didalam kemarahannya itu, tergantung karakter masing-masing bagaimana ia bisa mengendalikan kemarahannya. Untuk bisa memahami Wahyu 12:12, kita bisa membayangkan tentang seseorang yang sangat marah  karena waktunya sudah sangat singkat untuk menyelesaikan suatu hal.

Mengapa iblis sangat geram? Karena ia menganggap waktu kerjanya sudah sangat singkat. Padahal jika kita melihat dari segi waktu berdasarkan kitab wahyu, waktunya iblis masih lama, karena iblis baru akan dihukum dan dibinasakan pada akhir segala sesuatu. Justru yang lebih singkat adalah waktu bagi gereja Tuhan untuk bekerja. Waktu kedatangan Tuhan Yesus kembali sudah tidak lama lagi. Ini menunjukkan bahwa cara iblis memahami waktu berbeda dengan cara gereja Tuhan memahami waktu.

Dalam kitab Ayub kita mengetahui bahwa iblis berjalan beridar-idar mengelilingi bumi. Namun iblis bukan hanya sekedar berjalan-jalan santai, namun iblis bergerak dengan begitu rupa dengan mempergunakan kelipatan kecepatan untuk mencapai target/tujuannya!

Semua kemudahan teknologi ini tidak lepas dari namanya “SISTEM”. Dengan adanya sistem maka semuanya terdeteksi dan tidak satupun yang luput. Sebagai contoh saat melakukan transfer uang di ATM, saldo uang kita berpindah ke saldo orang lain dan kita menerima bukti transfer dari mesin ATM. Semua itu terjadi karena adanya “SISTEM”. Sistem ini yang mengatur semuanya. Saat Antikris memerintah dunia nanti, maka ia akan memegang sistem global dan tidak ada satu manusiapun yang luput termasuk gereja Tuhan yang tertinggal (tidak ikut dalam pengangkatan).

Sadarkah kita bahwa kemajuan teknologi bukan hanya membantu dalam hal positif tetapi juga dalam hal negatif? Dulu begitu sulit orang mencari film porno. Film dewasa 17 tahun di bioskop tempo dulu masih tergolong etis. Namun sekarang film porno begitu mudahnya sudah bisa ditonton di handphone. Karena itu orang tua yang memberi anak-anaknya handphone yang canggih, harus memahami hal ini.

Sebagai orang tua, kita juga harus memahank bahwa tidak semua film kartun adalah film anak-anak. Banyak film kartun yang bukan hanya mengandung pornografi, tetapi juga mengandung unsur kekerasan dan sadisme. Karena itu orangtua harus berhati-hati terhadap film kartun yang ditonton oleh anak-anaknya.

Jika iblis bergerak demikian cepat, bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memenangkan jiwa bagi Kristus selama beberapa bulan yang telah berlalu di tahun ini? Jika belum, maka bayangkan betapa banyaknya jiwa yang telah berhasil diseret iblis kedalam kebinasaan!

  1. BAGAIMANA IBLIS MEMANFAATKAN KESEMPATAN?
  2. Melalui Yudas Iskariot

Matius 26:15-16 “Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.”

Dari ayat diatas kita bisa melihat bagaimana kelicikan iblis dalam bekerja yaitu ia memanfaatkan kesempatan bukan hanya memakai orang-orang dari kalangan tua-tua Yahudi, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, namun iblis menerobos sampai ke orang terdekat Yesus yaitu murid Yesus sendiri, Yudas Iskariot. Iblis bukan hanya berhasil memakai Yudas Iskariot, namun juga berhasil membinasakan Yudas Iskariot. Betapa sia-sianya waktu yang telah Yudas Iskariot jalani bersama Yesus selama 3,5 tahun!

Cobalah kita perhatikan: Waktu dari terjadi kesepakatan untuk Yudas menyerahkan Yesus dengan waktu terjadi peristiwa penangkapan Yesus begitu singkat, dimana saat penangkapan itu Yudas menyerahkan Yesus dengan tanda kemesraan yaitu ciuman. Ini menunjukkan bahwa iblis memanfaatkan kesempatan sesuai dengan kelipatan kecepatan pada saat itu.

  1. Melalui Herodias.

Markus 6:21-28 “Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: “Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!”, lalu bersumpah kepadanya: “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!” Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?” Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!” Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta:”Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!” Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.”

Kita bisa memahami bagaimana iblis melalui Herodias mengambil kesempatan untuk membunuh Yohanes pembaptis.

  1. KESEMPATAN DI DALAM KELIPATAN KECEPATAN

Kita harus memahami bahwa didalam kelipatan kecepatan:

  1. Kesempatan tidak datang 2x dalam bentuk yang sama. Baik dalam hal rohani maupun jasmani.
  2. Kesempatan yang datang waktunya semakin sempit. Karena waktu berlalu sangat cepat. Jadi kesempatan yang datang pada kita waktunya sangat singkat dan bisa saja lewat karena ada orang yang lebih cepat dari kita dalam menangkap kesempatan. Jadi waspadalah. Jika kita tidak segera menangkap kesempatan, maka kita akan kehilangan kesempatan dan orang lain yang mendapatkannya.

Jika waktu berlalu begitu saja dan kita tidak pernah mencari kesempatan untuk hal-hal yang benar sesuai kebenaran Firman, maka kesempatan akan hilang lenyap. Banyak orang percaya yang punya mental pemalas yang tidak memanfaatkan kesempatan di dalam ruang waktu dengan memakai bahasa rohani “mengalir saja”. Dalam kelipatan kecepatan, kesempatan yang datang waktunya begitu singkat dan cepat hilang. Begitu kita lambat dan tidak menangkap kesempatan, maka orang lain yang menangkap. Jika kita tidak menyambut kesempatan, maka orang lain yang menyambut kesempatan. Ini berlaku dalam hal rohani maupun jasmani.

Memang sekali-kali kita perlu refreshing karena makanan buat jiwa adalah refreshing/hiburan. Namun jangan menghabiskan waktu berjam-jam untuk bersantai-santai atau bermain game. Jika kita memahami hal ini sungguh-sungguh, maka kita akan menyadari bahwa sebenarnya sudah tidak ada banyak waktu untuk bersantai-santai.

Kita harus memahami hal ini supaya kita tidak kecewa saat kita melihat mengapa hidup kita tidak naik-naik sedangkan orang lain hidupnya makin naik. Ini semua terjadi karena kita sendiri yang tidak mau naik karena bermalas-malasan.

Kita tidak perlu berkeinginan menjadi kaya karena Tuhan sendiri yang menetapkan kita hidup diberkati seperti Abraham. Cukup ikuti kehendak Tuhan, memiliki mental kaya, dan proaktif untuk mencapainya.

  1. BAGAIMANA PARA RASUL MEMANFAATKAN KESEMPATAN?
  2. Paulus menangkap kesempatan untuk memberitakan Injil di Makedonia.

Kisah Para Rasul 16:9-10 “Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!” Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.”

Betapa cepatnya Paulus menangkap maksud penglihatan dari Tuhan itu dan menangkap kesempatan untuk memberitakan Injil ke Makedonia.

Namun kita harus memahami bahwa tidak semua petunjuk Tuhan harus melalui penglihatan/mimpi. Karena pada zaman sekarang, kita sudah melihat banyak hal-hal real/nyata. Sebagai pebisnis, kita sudah bisa melihat market yang ada, tinggal bagaimana kita menangkap kesempatan.

  1. Paulus menangkap kesempatan untuk melayani di Efesus.

1 Korintus 16:8-9 “Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta, sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.”

Paulus mampu melihat kesempatan dan menangkap kesempatan itu. Dalam dunia pekerjaan, jika kita tidak menangkap kesempatan maka orang lain yang menangkap. Begitupun dalam hal rohani.

  1. BAGAIMANA MELATIH DIRI UNTUK MENANGKAP KESEMPATAN?

Galatia 6:9-10 “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”

Selama masih ada kesempatan didalam ruang waktu, selagi masih bisa kita lakukan, mari kita lakukan. Jika kita sudah tidak bisa lagi melakukan apa-apa, maka kesempatan itu sudah lewat.

Tahun 1970-an ada seorang pengusaha eksportir sapi yang kaya raya. Saat Tuhan memanggilnya menjadi hamba Tuhan sepenuh waktu, ia mengeraskan hati. Kemudian satu matanya mengalami kebutaan tetapi ia tetap mengeraskan hati. Lalu kedua matanya mengalami kebutaan dan usahanya bangkrut, barulah ia meresponi panggilan Tuhan. Namun keadaannya sungguh memprihatinkan. Ia tinggal di rumah yang terbuat dari pitate (anyaman bambu) dengan lantai tanah, dan tempat ibadah pun diadakan disana. Untuk berjalanpun ia harus dituntun. Seandainya saat ia masih kaya raya dan mampu melihat ia meresponi panggilan Tuhan, maka banyak hal yang bisa ia lakukan bagi Tuhan.

Jangan sampai iblis bergerak lebih cepat daripada kita. Bukankah kelipatan kecepatan ini sudah kita gunakan dan nikmati? Maka sekarang pakailah kelipatan kecepatan, kecanggihan teknologi itu juga untuk pekerjaan Tuhan.

Alkitab mencatat bahwa Ayub seorang yang sangat kaya raya namun sangat saleh. Tidak mudah untuk menemukan orang seperti Ayub.

Biarlah apapun keadaan kita, kita melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Jangan seperti Esau yang akhirnya kehilangan kesempatan. Alkitab mencatat dalam Ibrani 12:16-17 “Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.”

Pdt. DR. R. F. Martino

 

BERGERAK DALAM KECEPATAN

GppsPalu – Wahyu 12:12 “Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.”
Saat ini merupakan saat dimana terjadi pelipatgandaan kecepatan. Contoh termudah yang bisa kita amati adalah didalam hal Transportasi dan Komunikasi.

HAMBA YANG BERKENAN KEPADA KRISTUS (2)

GppsPalu – Filipi 2:5-11 “5Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.