This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

HAMBA YANG BERKENAN KEPADA KRISTUS (2)

GppsPalu – Filipi 2:5-11 “5Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 1 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!”

Kisah Para Rasul 13:22 “Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku”.

PENDAHULUAN
Dalam Alkitab ada sebuah gambaran yang sangat jelas yaitu bagaimana pribadi Yesus yang semasa hidup di dunia yang juga adalah manusia, memberikan contoh yang nyata dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadi berkenan kepada Bapa dan sampai akhir hidup Ia taat untuk mempersembahkan diri-Nya sebagai korban untuk penebusan umat manusia, supaya barangsiapa yang percaya tidak mati tidak binasa melainkan beroleh hidup kekal di Sorga.
Minggu lalu kita sudah belajar beberapa hal mengenai hidup yang berkenan kepada Kristus. Ketika kita menjadi orang percaya, status kita berubah menjadi anak Tuhan, menjadi orang kudus. Kita tahu bahwa urusan akhirat (mati masuk Sorga) sudah diselesaikan oleh Yesus Kristus di atas kayu salib. Dan bagi yang masih hidup di dunia ini Tuhan sudah mempunyai segala rancangan yang begitu mulia untuk hari depan. Sehingga sebagai orang percaya, sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, kita sendiri sudah tahu apa yang Tuhan sudah siapkan bagi kita dalam menuju ke hari depan itu. Itu sebabnya Tuhan sudah menetapkan bahwa semua ini harus dijalani dengan HIDUP OLEH IMAN. Dengan demikian ada perbedaan cara hidup orang percaya dengan orang yang belum mengenal Kristus. Tapi jika kita masih memakai filosofi dunia, yang nampaknya baik dan etis, dan tetap menolak untuk HIDUP OLEH IMAN, maka semua yang Tuhan janjikan tidak akan pernah kita capai.
Mungkin kita berpikir bahwa banyak orang di luar Tuhan bisa lebih berhasil, lebih punya posisi daripada kita. Memang ada yang bisa dicapai tapi tidak seperti yang Tuhan telah tetapkan karena semua hanya berdasarkan pikiran dan kehendak sendiri (Hidup sukses/berhasil, menjadi kaya, menjadi terkenal/populer, dll). Ingatlah! Yang kita capai bukanlah rancangan Allah, tapi keberhasilan yang hanya menurut pikiran dan kehendak kita saja. Karena itu hanya berdasarkan kehendak dan pikiran sendiri, maka kita akan menjadikan semuanya itu menjadi tujuan hidup. Ini semua bisa dijadikan oleh Iblis untuk menjebak kita sehingga kita keluar dari rancangan Allah.

HIDUP BERKENAN KEPADA TUHAN ADALAH PERGUMULAN IMAN
Dalam Filipi 2:5-11 Yesus sudah menjadi teladan bagi kita. Yesus yang adalah Allah sendiri, mengosongkan dan menghambakan diri-Nya sendiri demi untuk melakukan kehendak Bapa dalam penebusan manusia.
Ada pertanyaan yang bisa membantu kita untuk merenungkan kebenaran ini.
– Sanggupkah kita menjaga agar tetap rendah hati, ketika kita jadi orang kaya?
– Sanggupkan kita menjaga agar tetap rendah hati ketika kita menjadi orang yang terpandang?
– Sanggupkan kita menjaga agar tetap rendah hati ketika kita adalah seorang yang terkenal?
Pertanyaan ini juga akan membantu kita dalam merenungkan kebenaran ini
– Ketika kita adalah seorang yang kaya dan hadir dalam sebuah pertemuan, tetapi kita tidak mendapat perlakuan sebagaimana mestinya dan tidak menganggap kita, bagaimanakah perasaan kita?
– Ketika kita menjadi seorang anggota dewan ataupun menjadi seorang yang terkenal, tapi sambutan yang kita terima hanyalah biasa-biasa saja, bagaimanakah perasaan kita?

II Korintus 5:9 “Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.”
Tidak mudah untuk menjaga agar tetap rendah hati, karena meski kita rendah hati tapi dunia dan sikon memperlakukan kita istimewa. Dunia akan menghargai dan menghormati kita sesuai keberadaan kita.
Contoh: Nasabah bank yang mempunyai simpanan dengan jumlah yang banyak pasti akan diberi perlakuan yang berbeda dengan nasabah yang mempunyai simpanan sedikit. Perlakuan biasanya berupa fasilitas ataupun pelayanan yang lebih. Mengapa demikian? Uang yang membuat orang itu dilayani bahkan dihargai seperti itu. Sebaliknya juga, tidak mudah untuk menahan diri untuk tidak emosi ketika orang tidak memperlakukan kita sesuai dengan status kita yang terpandang. Ada yang merasa takut tidak dihormati, maka ia melevelkan dirinya supaya bisa terpadang dan dihormati. Merasa risau karena sudah terbiasa tersanjung, maka mulailah ia mensatuskan dirinya secara berlebihan. Disinilah Iblis melakukan penerobosan, kita sudah tidak melakukan apa yang berkenan di hadapan Tuhan tapi memikirkan dan melakukan apa yang berkenan dan disukai oleh orang di sekitar kita.
Sebagai manusia lahiriah yang didalamnya ada iman, tidaklah mudah menjaga hidup yang berkenan kepada Tuhan. Kita harus melatih diri untuk memiliki pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. Kita harus menyadari bahwa ini adalah pergumulan iman dan tidak jadi dengan sendirinya. Jadi kita harus menjaga hati ketika kita sudah terpandang dan tetap menjaga hati ketika orang tidak menganggap kita.

I Yohanes 2:15-17 “15Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 17Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.”

Apa yang ada di hati Tuhan mengenai Daud
Kisah Para Rasul 13:22 “Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku”.

Dikatakan bahwa Daud adalah pribadi yang dikenan oleh Tuhan karena ia melakukan segala kehendak-Nya. Untuk melakukan segala kehendak Tuhan, pastilah Daud mengetahui dan mengerti kehendak Tuhan dan barulah ia melakukannya. Begitupula dengan kita, kita tidak bisa melakukan kehendak Tuhan kalau kita tidak pernah tahu isi Alkitab. Untuk dapat mengetahuinya kita harus mendengar firman Tuhan, membaca dan mempelajari isi Alkitab. Sederhana saja, jika kita tidak melakukan firman berarti yang kita lakukan adalah dosa dan sebaliknya jika kita melakukan firman berarti kita tidak melakukan dosa.
Segala sesuatunya (kelimpahan, kekayaan, sukses, dll) sudah Tuhan sediakan, kita tinggal menjalaninya dengan tidak hanya berdiam diri saja tapi meningkatkan kemampuan dalam segala hal untuk menjadi kepala. Kalau kita melakukan hal ini maka kesuksesan tidak akan menjadi tujuan hidup, tapi yang menjadi tujuan hidup kita adalah mengenal kehendak Tuhan dan berkenan kepada-Nya.

INI HASILNYA
Filipi 2:9-11 9Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!”

Ini adalah hasil dari apa yang telah Tuhan kerjakan selama Ia berada di dunia. Ia taat sampai mati demi untuk melakukan kehendak Bapa di Surga yaitu melakukan karya penyelamatan bagi umat manusia.
Mungkin kita belum bisa mengatakan bahwa kita telah melakukan kehendak Bapa sampai akhir, karena kita masih hidup dan menjalaninya. Tapi apapun yang terjadi, Roh Kudus akan selalu mengingatkan semua kebenaran firman karena dalam firman itulah terkandung semua kehendak Allah yang harus kita lakukan. Adakah kita berhasil melewatinya sehingga tetap berkenan kepada Tuhan? Adakah kita tetap merendahkan hati kita untuk sebuah ketaatan? Mari jadikan semuanya menjadi pergumulan iman kita, maka kita akan termotivasi untuk terus berusaha menyelesaikannya demi untuk berkenan kepada Tuhan.

Pdt. R. F. Martino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *