This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Category Archives: KOTBAH

PERTUMBUHAN ROHANIMelalui BAHASA ROH

Babtisan Roh Kudus merupakan suatu keharusan yang harus dialami oleh setiap orang percaya, dan merupakan suatu keharusan juga bagi setiap orang percaya untuk memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus. Selama kita hidup didunia ini, kita akan menghadapi pergumulan melawan keinginan daging, oleh karena itu babtisan Roh Kudus merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus kita alami dalam hidup kita agar kita dapat melawan keinginan daging, dengan cara hidup oleh Roh.Hidup oleh Roh yang akan membawa kita kepada pengalaman mengalami peranan Roh kudus dalam hidup kita.Pengalaman menerima baptisan Roh Kudus merupakan pengalaman yang berbeda dengan kelahiran baru (menerima Yesus sebagai Tuhan secara pribadi dalam hidup kita), jadi setelah kita lahir baru selanjutnya kita juga perlu untuk di babtis Roh Kudus.
Baptisan Roh Kudus merupakan janji Allah bagi kita, sebagai orang percaya yang telah ditebus oleh Yesus Kristus melalui pengorbanannya, kita adalah anak-anak yang berhak menerima segala janji Allah, termasuk mengalami babtisan Roh Kudus dalam hidup kita, tetapi tingkat penyerahan kita kepada Tuhan, itulah yang akan menentukan apakah kita dapat mengalami babtisan Roh Kudus atau tidak, karena Tuhan juga melihat hati kita yang haus, rindu, percaya, tidak bimbang serta tidak ragu akan kehadiran kuasa Roh Kudus dalam hidup kita. Ketika Roh Kudus bekerja dalam hidup kita maka saat itu kita akan mengalami jamahan Tuhan dan ketika kita sudah dipenuhkan oleh Roh Kudus maka kemudian Roh Kudus akan memberi kata-kata yaitu bahasa roh atau bahasa lidah pada orang tersebut
I. Apakah Bahasa Roh itu?
1. Tanda yang menyertai baptisanRoh kudus atas orang-orang percaya
2. Salah satu karunia Roh Kudus (Ada yang ditafsirkan ada yang tidak ditafsirkan)
I Korintus 12:1-31 dan I Korintus 14:1-40

II. Nubuatantentang bahasa Roh
– Markus 16:17, mereka akan berkata kata dalam bahasa yang baru, tanda yang menyertai orang percaya. Kisah Rasul 10:44-46; 11:15
– Lidah yang ajaib dan bahasa yang lain
Yesaya 28:11
– Kisah Para Rasul 2:4 “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”
Kisah Para Rasul 10:45-46 (TB) Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus:
1 Korintus 14:14 (TB) Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.
Yohanes 7:38 (TB) Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup

Allah melihat hati yang haus/rindu yang disertai dengan iman akan menggerakkan Allah menggenapi janji-Nya tentang baptisan Roh Kudus kemudian menjamah roh kita dan membaptis dengan Roh Kudus yang aliran jamahan itu akan keluar dalam bentuk kata-kata dalam bahasa lidah/roh, suatu bahasa yang diilhamkan Allah yang kita sendiri tidak mengerti atau tidak tahu artinya

III. Bahasa roh sebagai manifestasi baptisan Roh Kudus meningkat menjadi karunia bahasa Roh
Karunia bahasa roh ini merupakan manifestasi / pernyataan kuasa dan kehadiran Allah yang memampukan seseorang secara adikodrati untuk menyampaikan pesan Tuhan dalam suatu bahasa yang tidak dikenalnya, untuk umat Allah yang hadir.
Ketika kita sudah mengalami babtisan Roh Kudus maka kita juga harus meminta karunia Roh Kudus dari Tuhan, karunia Roh Kudus bisa berupa hikmat,mukjizat kesembuhan dll. Hidup kita harus dipakai untuk menjadi manifestasi kehadiran Roh Kudus bagi gerejaNya, sehingga semakin banyak orang-orang yang akan melihat kemuliaan dan kuasa Tuhan lewat hidup kita.
IV. Manfaat bahasa Roh
1. Mengucapkan hal-hal yang hanya diketahui Allah
I Kor 14:2 “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah . Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.”

2. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri,
Berbicara dalam bahasa roh akan mengalirkan kekuatan Ilahi bagi rohani kita.
Contoh: para hakim,Ssaul, Daud, Petrus, Paulus, dll
I Korintus 14:4,Efesus 10:6, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan di dalam kekuatan kuasan-Nya

3. Untuk berdoa kepada Tuhan
I Korintus 14:14 Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa
Roh Kudus membantu kita berdoa saat kita dalam kelemahan Roma 8:26-27, Yudas 20, berdoa dalam Roh Kudus, membangun diri kita sendiri

4. Bersyafaat dalam bahasa roh
Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan –berjaga-jagalah di dalam –doamu itu dengan –permohonan yang tak putus-putusnya untuk –segala orang Kudus, (Efesus 6:13-18)

5. Menyembah Dalam Roh dan Kebenaran
Yohanes 4:23-24,“Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran

6. Untuk memuji Tuhan
I Korintus 14:15 “aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku” Istilah pemazmur: nyanyian baru, Mazmur 40:3

By : Pdt. Milkha Potuda

PERTUMBUHAN ROHANI Melalui BAHASA ROH

GppsPalu – Babtisan Roh Kudus merupakan suatu keharusan yang harus dialami oleh setiap orang percaya, dan merupakan suatu keharusan juga bagi setiap orang percaya untuk memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus. Selama kita hidup didunia ini, kita akan menghadapi pergumulan melawan keinginan daging, oleh karena itu babtisan Roh Kudus merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus kita alami dalam hidup kita agar kita dapat melawan keinginan daging, dengan cara hidup oleh Roh.
Hidup oleh Roh yang akan membawa kita kepada pengalaman mengalami peranan Roh kudus dalam hidup kita. Pengalaman menerima baptisan Roh Kudus merupakan pengalaman yang berbeda dengan kelahiran baru (menerima Yesus sebagai Tuhan secara pribadi dalam hidup kita), jadi setelah kita lahir baru selanjutnya kita juga perlu untuk di babtis Roh Kudus.
Baptisan Roh Kudus merupakan janji Allah bagi kita, sebagai orang percaya yang telah ditebus oleh Yesus Kristus melalui pengorbanannya, kita adalah anak-anak yang berhak menerima segala janji Allah, termasuk mengalami babtisan Roh Kudus dalam hidup kita, tetapi tingkat penyerahan kita kepada Tuhan, itulah yang akan menentukan apakah kita dapat mengalami babtisan Roh Kudus atau tidak, karena Tuhan juga melihat hati kita yang haus, rindu, percaya, tidak bimbang serta tidak ragu akan kehadiran kuasa Roh Kudus dalam hidup kita. Ketika Roh Kudus bekerja dalam hidup kita maka saat itu kita akan mengalami jamahan Tuhan dan ketika kita sudah dipenuhkan oleh Roh Kudus maka kemudian Roh Kudus akan memberi kata-kata yaitu bahasa roh atau bahasa lidah pada orang tersebut
I. Apakah Bahasa Roh itu?
1. Tanda yang menyertai baptisan Roh kudus atas orang-orang percaya
2. Salah satu karunia Roh Kudus (Ada yang ditafsirkan ada yang tidak ditafsirkan)
I Korintus 12:1-31 dan I Korintus 14:1-40

II. Nubuatan tentang bahasa Roh
– Markus 16:17, mereka akan berkata kata dalam bahasa yang baru, tanda yang menyertai orang percaya. Kisah Rasul 10:44-46; 11:15
– Lidah yang ajaib dan bahasa yang lain
Yesaya 28:11
– Kisah Para Rasul 2:4 “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”
Kisah Para Rasul 10:45-46 (TB) Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus:
1 Korintus 14:14 (TB) Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.
Yohanes 7:38 (TB) Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup

Allah melihat hati yang haus/rindu yang disertai dengan iman akan menggerakkan Allah menggenapi janji-Nya tentang baptisan Roh Kudus kemudian menjamah roh kita dan membaptis dengan Roh Kudus yang aliran jamahan itu akan keluar dalam bentuk kata-kata dalam bahasa lidah/roh, suatu bahasa yang diilhamkan Allah yang kita sendiri tidak mengerti atau tidak tahu artinya

III. Bahasa roh sebagai manifestasi baptisan Roh Kudus meningkat menjadi karunia bahasa Roh
Karunia bahasa roh ini merupakan manifestasi / pernyataan kuasa dan kehadiran Allah yang memampukan seseorang secara adikodrati untuk menyampaikan pesan Tuhan dalam suatu bahasa yang tidak dikenalnya, untuk umat Allah yang hadir.
Ketika kita sudah mengalami babtisan Roh Kudus maka kita juga harus meminta karunia Roh Kudus dari Tuhan, karunia Roh Kudus bisa berupa hikmat,mukjizat kesembuhan dll. Hidup kita harus dipakai untuk menjadi manifestasi kehadiran Roh Kudus bagi gerejaNya, sehingga semakin banyak orang-orang yang akan melihat kemuliaan dan kuasa Tuhan lewat hidup kita.
IV. Manfaat bahasa Roh
1. Mengucapkan hal-hal yang hanya diketahui Allah
I Kor 14:2 “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah . Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.”

2. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri,
Berbicara dalam bahasa roh akan mengalirkan kekuatan Ilahi bagi rohani kita.
Contoh: para hakim,Ssaul, Daud, Petrus, Paulus, dll
I Korintus 14:4, Efesus 10:6, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan di dalam kekuatan kuasan-Nya

3. Untuk berdoa kepada Tuhan
I Korintus 14:14 Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa
Roh Kudus membantu kita berdoa saat kita dalam kelemahan Roma 8:26-27, Yudas 20, berdoa dalam Roh Kudus, membangun diri kita sendiri

4. Bersyafaat dalam bahasa roh
Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan –berjaga-jagalah di dalam –doamu itu dengan –permohonan yang tak putus-putusnya untuk –segala orang Kudus, (Efesus 6:13-18)

5. Menyembah Dalam Roh dan Kebenaran
Yohanes 4:23-24, “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran

6. Untuk memuji Tuhan
I Korintus 14:15 “aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku” Istilah pemazmur: nyanyian baru, Mazmur 40:3

By : Pdt. Milkha Potuda

PEPERANGAN ROHANI

GppsPalu – Efesus 6:10-20 “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.”

Jemaat Efesus dulunya merupakan jemaat yang pertumbuhan rohaninya bagus sehingga Tuhan – melalui surat rasul Paulus kepada jemaat Efesus pada pasal ke-6 – mengajarkan mereka tentang peperangan rohani. Namun sayang sekali bertahun-tahun kemudian Tuhan menegur mereka dalam kitab Wahyu karena mereka kehilangan kasih mereka yang semula. Nasihat di dalam surat kepada jemaat di Efesus juga berlaku kepada kita sebagai orang percaya yaitu kita harus bersiap-siap untuk masuk dalam peperangan rohani.
Kita akan belajar apa yang Tuhan ajarkan kepada jemaat Efesus untuk mempersiapkan jemaat Efesus (pasal 1-5) sebelum mereka masuk dalam peperangan rohani (pasal 6).
1. Pengenalan akan Allah
Pasal 1 dari surat Efesus menyatakan bahwa kalau kita bisa mengenal Tuhan, itu karena Tuhan sudah menetapkan sebelum dunia dijadikan. Itu adalah anugerah Tuhan. Namun kita perlu semakin mengenal Tuhan melalui pertolongan Allah Roh Kudus sebagai Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Allah dengan benar. Pengenalan ini juga harus bertambah di dalam pengalaman nyata kita bersama Tuhan.

2. Dipersatukan di dalam Kristus
Pasal 2 mengajarkan kita bahwa kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik namun karena kasih karunia Allah. Setelah kita menerima keselamatan itu, sebagai orang percaya kita harus bersatu di dalam Kristus. Sebagai orang percaya, kita tidak bisa sendiri. Begitupun dalam kehidupan bergereja supaya kita tidak memperuncing persoalan perbedaan antar denominasi yang tidak membuat kita bersatu sebagai tubuh Kristus. Kita harus bersatu untuk kepentingan kerajaan Allah.

3. Bertumbuh di dalam Kristus
Pasal 3 mengajarkan kita bahwa di Efesus ada jemaat yang punya latar belakang orang Yahudi, yang masih punya kesombongan rohani dan masih melestarikan adat istiadat Yahudi. Paulus mengatakan bahwa mereka diselamatkan karena anugrah bukan karena mereka orang Yahudi. Sehingga dengan demikian, orang-orang non Yahudi juga diselamatkan, bukan karena menaati adat istiadat Yahudi tetapi oleh karena anugrah. Lebih lanjut Paulus mengajarkan jemaat bahwa Yesus tinggal di dalam orang percaya sehingga sebagai orang percaya kita harus bertumbuh dalam iman, dalam kasih Kristus.

4. Mencapai kedewasaan rohani sehingga tidak mudah diombang-ambingkan
Dalam pasal 4, Tuhan mengajarkan bahwa Tuhan memberikan 5 jawatan di dalam gereja yaitu rasul, nabi, gembala, guru, dan penginjil supaya jemaat bertumbuh, mencapai kedewasaan penuh dan tidak mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin-angin pengajaran oleh para penyesat-penyesat. Salah satunya adalah pengajaran “Hyper Grace” yang mengajarkan sekali selamat tetap selamat, sekalipun berbuat dosa. Hal itu tidak benar. Karena itu supaya kita tidak mudah tersesat kita harus kuat, bukan hanya makan nasi 3x sehari, namun sesungguhnya kita juga perlu “makan” (baca) Firman Tuhan 3x sehari.

5. Menjadi manusia baru
Lebih lanjut pasal 4 dan 5 mengajarkan kita bahwa dalam baptisan air, manusia lama kita telah dikuburkan. Jadi sesungguhnya setelah dibaptis kita telah menjadi manusia baru. Namun kenyataannya bagaimana hidup kita setelah dibaptis? Banyak orang Kristen yang kembali hidup secara duniawi. Ini adalah celah-celah. Jika kita mau menghadapi peperangan rohani kita tidak bisa memiliki celah sekecil apapun. Jadi berusahalah untuk tidak melakukan dosa sekecil apapun karena itu adalah celah:
a. Berdusta
Ada orang-orang yang suka berjanji dan tidak menepatinya, terutama orang yang suka berutang. Ini sebenarnya adalah dusta. Ada juga yang suka berdusta dengan alasan bercanda. Kita harus meninggalkan dosa dusta ini.
b. Kata-kata kotor, kasar, dan negatif
Sebagai orangtua harus berhati-hati untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang tajam yang menyakiti hati anak. Dalam pelayanan pelepasan saya melayani seorang anak yang mengalami kepahitan dengan orang tuanya. Saat kami mendoakannya, rekan pelayanan yang memiliki karunia penglihatan melihat roh jahat berbentuk seperti pisau-pisau keluar dari anak tersebut. Perkataan yang tajam itu dipakai si jahat untuk melukai orang lain
c. Amarah
Jangan tunggu matahari terbenam baru berdamai. Sebelum matahari terbenam langsung selesaikan amarah/perselisihan diantara sesama.
d. Mencuri. Jangan mencuri
Jujurlah dalam keuangan yang dipercayakan kepada kita.
e. Mendukacitakan Roh Kudus.
Tahukah kita bahwa terkadang kita melakukan hal ini? Seorang ibu pernah bersaksi bahwa ia terus menerus menangis padahal ia tidak mempunyai masalah. Dia lalu bertanya kepada Tuhan dan Tuhan berkata kepadanya bahwa banyak orang yang hidupnya mendukacitakan Tuhan.
f. Menghina orang lain, gosip dan fitnah
Sebagai manusia baru, jangan menghina orang, jangan bergosip dan memfitnah orang lain. Itu adalah taburan. Suatu saat taburan penghinaan, gosip, dam fitnah akan dituai oleh orang yang melakukannya.
g. Percabulan, pornografi
Banyak pasangan Kristen yang sudah menikah berpikir tidak apa-apa untuk menonton pornografi. Ketahuilah bahwa pornografi bukan dari Tuhan, pornografi itu nafsu binatang! Suami yang suka menonton pornografi dan menyuruh istrinya berlaku seperti di film tersebut, membuat istrinya sangat terluka dan merasa sangat terhina karena sang istri merasa seperti seorang pelacur. Akhirnya dampak dosa ini bisa sampai ke anak-anaknya juga. Ada kisah nyata dari seorang ayah yang suka menonton pornografi akhirnya memperkosa anaknya sendiri. Sadari bahwa pornografi itu sangat berbahaya.
h. Perkataan kosong / sia-sia
Perkataan ini tidak ada faedahnya dan hanya kesia-siaan. Banyak orang yang beralasan itu cuma guyonan padahal Tuhan tidak menghendakinya. Lalu apa yang harus kita lakukan?
– Menjauhi dosa, termasuk dosa-dosa diatas
– Berhati-hati dengan perkataan
– Pakailah perkataan yang membangun/memotivasi. Banyak orang Kristen yang undur dari Tuhan dan tidak mau ke gereja lagi karena perkataan dari sesama orang Kristen dan juga perkataan dari hamba Tuhan yang menjatuhkan/melemahkan iman mereka Jangan simpan dosa apapun karena jika menyimpan dosa kita bisa kena hantam serangan iblis dalam peperangan rohani.

6. Pergunakanlah waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat
Maka dengan demikian:
a. Jangan habiskan waktu untuk menonton, dll. Padahal kita bisa melayani Tuhan
b. Anak-anak muda jangan habiskan waktu untuk bermain game. Selain membuang waktu, 99% dari game-game tidak berasal dari Allah melainkan dari iblis/illuminati (anti kris).
c. Hati-hati terhadap film. Film-film banyak juga berasal dari illuminati (antikris)
d. Jangan dengarkan pemusik-pemusik dunia. Banyak orang percaya yang masih suka lagu-lagu dunia. Hati-hati karena transfer rohnya kuat dan cepat.

7. Hidup rukun di dalam pernikahan.
Pernikahan sesungguhnya adalah gambaran hubungan Tuhan dan jemaat. Maka saudara yang sudah menikah harus menjaga kerukunan di dalam pernikahan.

8. Hidup rukun di dalam keluarga
Pasal 6 mengajarkan tentang pentingnya kerukunan di dalam hubungan antara orangtua dan anak. Anak-anak harus menghormati dan menaati orangtua, dan orangtua jangan membangkitkan amarah di hati anak-anak namun didiklah mereka didalam kasih Tuhan.
Anak-anak juga jangan berlaku kasar dan mengeluarkan perkataan yang menyakiti hati orang tua.

9. Menggunakan selengkap senjata Allah
Setelah 8 hal tersebut kita lakukan, kita harus menggunakan selengkap senjata Allah untuk masuk dalam peperangan rohani yaitu:
1. Ikat pinggang kebenaran
Hidup harus benar. Berbisnis harus benar, jangan menipu. Yang memegang keuangan harus benar, tidak boleh mencuri walau hanya 1 sen saja.
2. Baju zirah keadilan
Dalam hubungan dengan sesama, keluarga, pertemanan, kita harus adil. Jangan pilih-pilih kasih. Dalam pelayanan anak-anak, guru-guru sekolah minggu harus mencintai dan memperhatikan anak-anak orang kaya dan anak-anak orang miskin dengan kasih dan perhatian yang sama, jangan dibeda-bedakan. Ada kesaksian tentang seseorang yang menjadi anggota gereja setan. Ia dulunya adalah murid sekolah minggu, namun karena ia melihat bahwa guru-gurunya lebih mencintai anak-anak orang kaya maka iapun kecewa dan setelah dewasa ia mengabdikan hidupnya menjadi anggota gereja setan.
3. Kasut memberitakan injil
Kita harus memiliki kerelaan dalam memberitakan injil. Bila kita tidak memberitakan injil maka kasut kita tidak ada.
4. Perisai iman
Orang benar akan hidup oleh iman. Iman ini menjadi perisai kita dalam memadaman panah api si jahat. Kontra/lawan dari iman adalah keragu-raguan. Maka kita tidak boleh ragu terhadap Firman Tuhan.
5. Ketopong keselamatan
Jangan ragu-ragu akan keselamatan. Kalau orang Kristen masih ragu-ragu dan bertanya, “Jika saya mati saya akan kemana?” dan belum mempunyai kepastian keselamatan, berarti orang tersebut secara rohani tidak menggunakan ketopong. Maka orang tersebut harus kembali dibimbing oleh hamba Tuhan agar memiliki kepastian keselamatan.
6. Pedang Roh yaitu Firman Tuhan
Kita harus kuat di dalam Firman Tuhan supaya memiliki pedang roh.
7.Doa yang tak putus-putusnya.
Jangan pernah jemu berdoa kepada Tuhan. Doa adalah sarana untuk kita bisa berkomunikasi dengan Allah.

Pdt. Mediati Martino

HIDUP DALAM KRISTUS ADALAH PERGUMULAN IMAN

GppsPalu – Filipi 1:27-30 27Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil, 28dengan tiada digentarkan sedikit pun oleh lawanmu. Bagi mereka semuanya itu adalah tanda kebinasaan, tetapi bagi kamu tanda keselamatan, dan itu datangnya dari Allah. 29Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, 30dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku.

Minggu lalu kita telah belajar bagaimana menemukan kembali makna hidup di dalam Kristus. Sekarang kita akan belajar bahwa ternyata hidup di dalam Kristus adalah merupakan sebuah pergumulan iman.

Baca kembali: Ayat 29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

Percaya Injil bukan hanya sekedar untuk “merubah nasib”
Kebenaran mengenai menderita untuk Kristus sangat jarang diajarkan pada umat Tuhan, yang diajarkan umumnya bukanlah Injil. Injil adalah kabar keselamatan, berita tentang pengampunan orang yang berdosa. Ini adalah dosa gereja dan hamba-hamba Tuhan. Jemaat tidak memberitakan Injil tapi hanya memberitakan “fasilitas-fasilitas’ yang dimiliki ketika menerima Tuhan Yesus. Dalam keadaan susah ketika menerima Yesus pasti akan senang, yang sakit pasti disembuhkan karena Yesus adalah tabib yang ajaib dan semua orang berbondong-bondong datang ke gereja hanya untuk “merubah nasib”. Kondisi seperti ini tidak akan membuat gereja itu menjadi kekuatan rohani.
Pada hakekatnya tidak ada manusia yang mau hidup menderita, tetapi sesungguhnya percaya Injil bukan hanya sekedar untuk “merubah nasib”, miskin menjadi kaya, sakit disembuhkan, susah menjadi senang, tapi lebih dari itu, keselamatan dan hidup yang kekal di dalam Tuhan itu jauh lebih berharga. Sebenarnya semua hal yang kita butuhkan sudah Tuhan sediakan, seperti yang Tuhan katakan dalam Amsal 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang; Ulangan 28:13 TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun,…; dan masih banyak lagi janji-janji Tuhan buat kita.
Semua fasilitas sudah ada di dalam Kristus, memiliki Kristus berarti semua sudah kita miliki.
Tuhan berkata dalam Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Ini adalah hak iman kita, maka hiduplah dalam Kristus

Penderitaan adalah kasih karunia
1 Petrus 2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

Mungkin selama ini kita beranggapan bahwa hanya keselamatan-lah yang merupakan anugerah, sekarang kita akan belajar bahwa sesungguhnya penderitaan adalah juga kasih karunia. Secara pikiran manusia biasa ini tidaklah logis.

Sepadan dengan Injil Kristus
Filipi 1:27 Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil

Dalam ayat di atas Paulus sedang memberikan pengajaran kepada jemaat di Filipi agar supaya sebagai orang percaya hidup mereka harus berpadan dengan Injil Kristus.
Mari kita renungkan! Mengapa Paulus menasihati jemaat Filipi agar hidup mereka sesuai dengan Firman?
Ketika seseorang dinasihati untuk hal-hal yang baik itu berarti ada hal-hal yang perlu diperbaiki.
Setiap orang akan melihat siapa pribadi kita. Dimanapun keberadaan kita orang lain langsung tahu siapa kita, karena kita merupakan suratan Kristus yang terbuka. I Korintus 3:2-3 2Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. 3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
Sepadan artinya sesuai dengan Injil Kristus, apa adanya dan tidak dibuat-buat. Dalam hal umum biasanya ada istilah bahwa “yang di dengar lebih hebat daripada yang dilihat”. Paulus tidak menghendaki demikian tapi inilah yang Paulus rindukan bahwa ketika ia datang pada jemaat di Filipi ia bisa melihat dan mendengar, bahwa jemaat tetap teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil. Paulus merindukan kualitas iman jemaat Filipi sesuai dengan firman.

Dari mana kita dapat mengukur kualitas iman kita? Apa yang jadi barometernya?
“…apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil” Inilah barometer untuk mengukur kualitas iman.
Kualitas iman tidak diukur dengan kata kata yang rohani, kesaksian, banyaknya berdoa dan puasa, giat melayani, pelayanan yang kelihatan atau tidak, tidak diukur dari bentuk-bentuk lahiriah dari kegiatan rohani. Walaupun pastilah orang yang mempunyai kualitas iman yang baik, pasti terlibat dalam kegiatan pelayanan rohani, tapi itu bukan barometer untuk mengukur kualitas iman.
Banyak orang percaya bisa berdoa berjam-jam tapi hatinya penuh dengan akar pahit. Berdoa tapi salah berdoa karena menghabiskannya dengan hawa nafsu. Datang pada Tuhan perlu pembersihan hati.
Teguh berdiri berarti hidup sesuai firman, tidak tergoyahkan dengan apapun juga.
Sehati berarti sepakat. Gereja Tuhan tidak hanya terdiri dari satu pribadi satu pribadi saja. Jangan anggap remeh komunitas dalam kelompok kecil seperti komsel dan kepanitiaan bersama. Di tempat inilah kita belajar sepikir, sejiwa dan satu roh. Kita bersyukur kepada Tuhan atas segala bentuk kepercayaan yang diberikan bagi gereja ini untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan. Kepanitiaan dapat melatih kita dalam kebersamaan. Kedewasaaan untuk menerima satu sama lainnya. Yang membuat orang tetap teguh berdiri adalah kedewasaan. Sifat dewasa tidak perlu dilakukan ketika sudah “diancam” seperti ketika kita harus mendidik anak untuk mendisiplinkannya. Misalnya diancam tidak akan dibelikan sepeda jika tidak mengerjakan PR sekolah, dsb. Tapi biarlah semua berjalan sesuai dengan hati nurani yang tulus ikhlas.

Kebersamaan adalah tempat dimana kualitas iman diuji
Dimanapun kita berada, tunjukkanlah kualitas rohani yang baik. Sikap, tanggungjawab, etika, cara berbicara, semuanya itu akan menunjukkan kualitas iman kita. Sebagian besar jemaat GPPS Palu adalah juga pelayan jemaat, karena setiap jemaat harus berfungsi dalam tubuh Kristus. Dalam kegiatan apapun yang membutuhkan kerjasama dengan orang lain itu juga bisa menunjukkan kualitas iman dalam hal kesehatian. Untuk dapat sehati dan sepikir dalam suatu kepanitiaan itu juga adalah pergumulan iman.
Sehati, sepikir dan satu roh tidaklah mudah, dari sinilah muncul pergumulan iman.
Pergumulan iman adalah segala macam bentuk pergumulan hidup yang harus dihadapi dan diselesaikan oleh iman. Karena iman selalu menemukan firman untuk menemukan jawaban, jalan keluar. Dengan demikian kita dapat berdiri teguh, sehati, sepikir dalam satu roh dan didalamnya ada Firman Tuhan yang menunutun kita.
Masing-masing pribadi yang berjuang untuk sehati untuk menjadi pergumulan iman, bukan memaksakan diri tapi semua kembali pada kebenaran Firman. Ketika semua kembali pada firman, maka firman Tuhan akan memperlihatkan keberadaan kita dan kita bisa ambil keputusan sesuai firman.
Ini bukan hanya sekedar pergumulan hidup tapi pergumulan iman. Paulus sudah mengalaminya sehingga ia dapat mengajarkan pada jemaat Filipi. Semua masalah diselesaikan menurut Firman.
Semua pergumulan iman tidak enak untuk daging, ketaatan pada firman adalah pergumulan untuk penyangkalan diri, pergumulan hidup bisa menyita pikiran kita. Pergumlan iman bisa menyita seluruh keberadaaan kita untuk suatu penghancuran karakter yang tidak sesusai dengan Kristus.

II Timotius 2:3 3Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.
4Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

Paulus mengingatkan Timotius agar supaya tidak melupakan makna kehidupan yaitu menyenangkan hati Tuhan. Sekali lagi makna hidup kita bukan hanya untuk memperbaiki nasib tetapi untuk menyenangkan hati Tuhan.
Kita harus menjaga kualitas iman kita agar dalam menjalani seluruh aktifitas kita tetap bisa tenang, tidak terganggu oleh hal-hal materi duniawi saja.

Filipi 1:29: Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,
Bacalah dengan teliti! Sepertinya bertentangan tapi tergantung bagaimana kita memahami apa kata MENDERITA
sehingga dalam kita mengadakan peperang rohani tidak terganggu dengan soal penghidupan tapi bagaimana supaya memenangkan peperangan itu. Tapi sebagian kita umumnya justru yang dipergumulkan adalah pergumulan /persoalan penghidupan, padahal jaminan untuk kehidupan yang sejahtera sudah ada.

I Pertrus 2:19-21 19Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. 20Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. 21Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

I Petrus 3:7 Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.

Hidup untuk berpadanan dengan Kristus adalah pergumulan iman. Apakah kita mau melakukan firman atau tidak. Jawaban akanpergumulan iman tidak hanya dijawab dalam kamar doa tapi terkadang Tuhan menjawabnya dengan kondiri riil dalam kehidupan sehari-hari dalam berbagai pergumulan masalah yang sedang kita hadapi. Firman Allah itu hidup dan berkuasa, Ia akan hadir dalam realita hidup.

Pdt. R.F. Martino

MENEMUKAN KEMBALI MAKNA HIDUP DALAM KRISTUS

GppsPalu – Filipi 1:20-2520Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.22Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. 23Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus — itu memang jauh lebih baik;24tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.25Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,26sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.

Tuhan sudah menetapkan makna hidup setiap orang percaya di dalam Kristus. Tetapi dalam perjalanan hidup orang percaya, makna hidup tersebutsecara perlahan-lahan lenyap danfilosofi dunia menggantikan makna hidupnya.Tak terkecuali, banyak hamba Tuhan,sekalipun masih melayani(berkhotbah,dll), tetapi kehilangan makna hidupnya di dalam Kristus.

II Timotius 3:1-51Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.2Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,3tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,4suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.5Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Dalam II Timotius 3:1-5 menjelaskan keadaan manusia akhir zaman,dikatakan bahwa akan datang masa yang sukar dimana manusia akan mencintai dirinya sendiri serta kondisi mengerikan lainnya dimana hal ini sudah mulai tergenapi sekarang. Hal ini terjadi karena setiap orang percaya, hamba Tuhan tidak terkecuali, sudah kehilangan makna hidupnya di dalam Kristus. Tanpa kita sadari, sikap, perilaku, pola pikir, tindakan sehari-hari, cara bicara dalam menghadapi situasi kondisi apapun sudah mencerminkan pemahaman hidup dan kualitas diri kita sebagai orang percaya.

Paulus memberikan suatu pernyataan yang merupakan suatu pemahamannya tentang makna hidupnya sebagai orang percaya sekaligus menunjukkan kualitas dirinya.
Filipi 1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Hal tersebut adalah pengalaman hidup yang ia jadikan suatu pernyataan iman dalam hidupnya. Pada ayat 20 dijelaskan bahwa Paulus memiliki kerinduan dan harapan supaya dalam segala aspek hidupnya, Kristus dimuliakan di dalam tubuhnya.
Setiap bentuk harapan akan memotivasi dan menggerakkan tujuan hidup seseorang. Seringkali Kristus dimuliakan dalam beberapa aspek hidup kita orang percaya tetapi dalam beberapa hal tertentu Kristus tidak dimuliakan karena sebagian hidup kita tersembunyi/tidak kelihatan.
Pernyataan Paulus tentunya sudah melalui suatu pergumulan yang dahsyat di dalam dirinya untuk menemukan kebenaran ini. Paulus memiliki suatu beban tanggung jawab yang Tuhan percayakan kepadanya. Ia bergumul jika pulang kerumah Bapa adalah baik tapi lebih perlu untuk tinggal di dunia. Orang yang tahu akan makna hidupnya bagi Kristus,ia tahu untuk apa ia hidup di dunia.
Paulus adalah seorang pribadi yang sangat tahu makna hidupnya. Ia mengambil satu kesimpulan, jika ia harus hidup di dunia ini berarti ia harus bekerja memberi buah.
Jika kita melihat pada diri sendiri, apakah kita sudah sampai pada pemahaman tersebut? jika belum, mengapa? Sekian lama kita menjadi orang percaya, apa yang kita ketahui tentang makna hidup kita dalam Kristus? Jika kita tidak mencapai seperti yang firman Allah katakan dan yang sudah dinyatakan kepada kita melalui Paulus, maka kita dengan mudah terjerumus pada situasi kondisi akhir zaman dan turut mengambil bagian di dalamnya.

Filipi 3:18 18karena, seperti yang kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

Sebuah kalimat yang diucapkan sambil menangis menunjukkan betapa beratnya pergumulan Paulus terhadap jemaat yang ia layani. Paulus sudah berulang kali menasihati kepada jemaat. Ia merasa tertekan melihat jemaat yang menjadi orang percaya dengan tujuan hanya untuk merubah nasib dan mengejar perkara duniawi.

Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Ayat di atas bukanlah garansi 100% dari Tuhan, bahwa doa kita akan terjawab sesuai dengan keinginan kita. Jangan pernah mendikte Tuhan, kedaulatan Tuhan tidak bisa diganggu dengan apapun juga. Terkadang Tuhan tidak menjawab sesuai dengan keinginan kita, terkadang Ia menjawab dengan sebuah realita.
Yesus mengajar orang percaya untuk menyatakansegala keinginan kita di dalam doa dan pengucapan syukur,hal ini benar, tetapi kita harus jujur, walaupun kita tidak mengatakan hal ini adalah untuk merubah nasib (Mati masuk Surga, susah menjadi senang, miskin menjadi kaya, dll), daftar doa kita paling banyak adalah untuk kenyamanan diri kita sendiri yang sama saja dengan merubah nasib. Akibat dari pemahaman yang keliru ini, keinginan-keinginan kita yang begitu banyak, tanpa disadari hanyalah untuk merubah nasib, hal ini sangat berbahaya karena dengan kata lain kita tidak akan siap untuk pengalaman padang gurun. Sedangkan Yesus katakan.“Barangsiapa mau mengikut Aku, ia harus menyangkal diri, memikul salibnya dan mengikut Aku.”
Menjadi orang percaya bukan berarti merubah nasib tetapi Tuhan sudah menetapkan makna hidup kita di dunia. Jika di dunia kita belum hidup untuk Kristus, maka kita tidak dapat mengatakan mati adalah keuntungan. Hak iman bukan hanya untuk jaminan keselamatan dan kebutuhan materi supaya kita menikmati apa yang Tuhan janjikan dalam hidup kita.

Galatia 2:19-21“19Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hoidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;20namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.21Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.

Setelah kita bertobat, terima Yesus, kita telah tersalib dengan Kristus tetapi kita masih hidup dan menjalani kehidupan kita di dunia. Tapi bukan lagi kita sendiri yang hidup melainkan Kristus yang hidup di dalam kita. Hidup yang kita hidupi di dalam daging adalah hidup oleh iman kepada anak Allah yang hidup dan yang telah menyerahkan diri-Nya untuk kita.
Inilahhidup yang harus dilakukan sehari-hari sehingga kita tidak kehilangan makna hidup. Kita melakukan firman karena kita mau menyenangkan hati Tuhan.

Pdt. R.F. Martino

KEKUATAN KUASA ROH ALLAH DALAM DIRI ORANG PERCAYA (2) Sub Tema: DENGAN ROH MEMATIKAN PERBUATAN DAGING

GppsPalu – 2 Timotius 4:7-8 “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.”

Roma 8:13 “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.”

I. TUHAN MENGHENDAKI AGAR KITA SETIA SAMPAI AKHIR DENGAN CARA MENJALANI HIDUP MENURUT ROH
Banyak orang percaya yang masih menggunakan kekuatannya sendiri untuk menjalani hidup ini karena secara format alamiah, unsur jiwani (daging) – yaitu keinginan sendiri, pikiran sendiri, perasaan sendiri – yang memotori kehidupan manusia. Selama orang percaya masih hidup menurut unsur jiwani, maka ia akan selalu gagal hidup berkenan kepada Allah. Padahal setiap orang percaya telah memiliki Roh Allah dalam dirinya sehingga ia seharusnya bisa hidup menurut roh.
Banyak orang percaya yang tidak mau mengubah pergumulan hidupnya menjadi pergumulan iman. Padahal betapa siksanya jika kita tetap bertahan dalam pergumulan hidup. Untuk menyelesaikan pertandingan yang baik, mencapai garis akhir dan memelihara iman, kita harus hidup di dalam roh, karena kita tidak akan pernah berhasil jika berusaha dengan kekuatan unsur jiwani kita. Kita mungkin melihat ada orang-orang yang tidak mengenal Tuhan tetapi bisa hidup “kudus”. Tetapi jika kita menyelidikinya maka kita akan menemukan bahwa orang itu belum berhasil. Apa yang Paulus katakan dalam ayat diatas bukanlah perkara yang mudah. Ia berkata bahwa ia telah menyelesaikan pertandingan yang baik, mencapai garis akhir, dan memelihara iman. Maka tersedia baginya mahkota kehidupan dari Allah. Mahkota ini akan dikaruniakan Allah kepadanya karena ia setia sampai akhir. Bagaimanakah kondisi iman kita masing-masing? Setiap kita suatu saat akan mencapai ajal/garis akhir. Apakah saat mencapai ajal kita didapati setia sampai akhir? Paulus memang adalah seorang rasul tetapi ia juga adalah manusia biasa sama seperti kita. Sebagai manusia biasa, Paulus juga memiliki kekurangan. Ia pernah salah mengambil keputusan dalam pelayanannya sehingga ia mengalami masalah.

II. BELAJAR DARI PENGALAMAN PAULUS DAN ELIA
Kesalahan Paulus sukar terdeteksi karena hal itu adalah hal rohani. Paulus telah ditetapkan Tuhan menjadi rasul bagi bangsa-bangsa namun karena ia sangat mencintai bangsanya yaitu bangsa Yahudi, maka ia kembali ke Yerusalem. Roh Kudus lalu memperingatkan Paulus melalui murid-muridnya agar jangan ke Yerusalem, namun ia tetap berkeras untuk pergi ke Yerusalem. Tuhan lalu mengutus nabi Agabus untuk memperingatkan Paulus. Nabi Agabus dengan pimpinan Roh Allah mengambil ikat pinggang Paulus dan mengikat dirinya lalu berkata bahwa demikianlah Paulus akan diikat di Yerusalem dan diserahkan kepada bangsa-bangsa. Namun Paulus tetap berkeras pada keputusannya. Akhirnya Tuhan Yesus sendiri memperingatkan Paulus untuk jangan ke Yerusalem namun Paulus tetap pada keputusannya. Dari kelanjutan kisah ini akhirnya kita tahu bahwa Paulus mengalami banyak masalah. Paulus pernah keluar dari visi Tuhan baginya yaitu menjadi rasul bagi bangsa-bangsa. Mengapa? Karena demikian cintanya ia kepada bangsanya. Apakah cinta kepada bangsa sendiri itu salah? Tidak! Namun ternyata dari peristiwa ini kita belajar bahwa: “SUATU KEINGINAN YANG ROHANI TERKADANG BISA BERASAL DARI DAGING.” Pertanyaan untuk membantu kita:
1. Pernahkah kita melayani tetapi mencuri kemuliaan Tuhan?
2. Pernahkah dalam pelayanan kita berusaha memberi yang terbaik tetapi untuk kepujian diri sendiri?
3. Pernahkah kita ke gereja memakai pakaian bagus untuk dipuji orang?
Jadi sesuatu keinginan yang rohani bisa berasal dari daging. Elia adalah seorang nabi yang dipakai Tuhan luar biasa. Ia berhasil mengalahkan nabi-nabi Baal. Tetapi saat ia mendapat ancaman dari Izebel, ia sangat ketakutan dan meminta mati kepada Tuhan. Siapa menyangka bahwa nabi yang dipakai Tuhan seperti Elia pun bisa mengalami masalah dengan mentalitasnya saat menghadapi masalah? Ada kalanya kita seperti Elia yang merasa begitu kuat dalam waktu-waktu tertentu. Tetapi ada juga di saat-saat tertentu kita merasa begitu lemah.

III. CARA HIDUP MENURUT ROH
Dalam Roma 8 kita menemukan kebenaran yang luar biasa.
Roma 8:2-8 “Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.”

“Hidup dalam daging” ini jangan selalu kita asumsikan dengan perbuatan-perbuatan bejat, namun “Hidup dalam daging” disini sesungguhnya berbicara tentang format alamiah. Kecepatan daging dalam merespon apa yang datang dalam hidup kita melebihi kecepatan roh dalam merespon karena itulah format alamiah manusia. Namun setelah kita menjadi milik Kristus, kita harus mengubah format alamiah tersebut. Kita perlu mengetahui bahwa Tuhan membentuk kita bukan di kamar doa, tetapi saat menghadapi realita hidup sehari-hari. Namun sudah sekian lama gereja mengajarkan hal yang keliru bahwa jika mau dipakai oleh Tuhan, kita harus “mengurung diri” di kamar doa. Para pengajar sekolah Alkitab mengajarkan jika mau menjadi “sakti” maka doa puasa. Begitu keluar dari kamar doa maka bisa melakukan mujizat. Dan pada akhirnya banyak orang kecewa karena karakternya tidak berubah sekalipun sudah berada di kamar doa. Bukan berarti kita tidak perlu berdoa. Berdoa itu sangat perlu karena saat kita berdoa di kamar doa, kita mendapat kekuatan baru, urapan baru, seperti aki yang di-charge kembali. Namun Tuhan membentuk kita saat kita berhadapan dengan realita hidup yaitu saat kita keluar dari kamar doa. Jika kita berada di rumah, maka Tuhan membentuk kita di rumah. Jika kita di gereja, Tuhan membentuk kita di gereja. Demikian Tuhan membentuk kita dimanapun kita berada.

Roma 8:9-11 “Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.”

Kita harus memahami bahwa zaman kita sekarang lebih sukar daripada zaman para rasul dulu karena segala kecanggihan teknologi saat ini memudahkan manusia untuk melakukan berbagai macam dosa. Di zaman ini pencemaran rohani begitu merajalela. Banyak orang percaya yang tidak menaruh perhatian pada perkara “Hidup yang berkenan kepada Tuhan” dan “Setia sampai akhir”. Mengapa? Karena banyak gereja yang hanya mengajarkan jemaatnya tentang hidup mati masuk surga (urusan akhirat) dan di dunia hidup makmur sehingga iman orang percaya menjadi tidak kuat menghadapi tantangan hidup.
Ana
Rogasmu meringkaa
IV. BAGAIMANA MENGUBAH FORMAT ALAMIAH YANG DIPIMPIN OLEH DAGING MENJADI HIDUP DIPIMPIN OLEH ROH ALLAH?
Galatia 5:16 “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.”
Inilah formatnya. Jika kita hidup oleh roh, maka kita tidak akan hidup menurut daging. Demikian sebaliknya, jika kita tidak hidup oleh Roh, maka secara otomatis kita akan hidup menurut daging. Jika kita mengejar kekudusan dengan kekuatan sendiri maka kita akan jatuh dalam kesombongan rohani. Kesombongan rohani ini adalah perbuatan daging tetapi berbau rohani. Kita harus waspada mengenai hal ini karena Tuhan berkata bahwa di hari-hari terakhir banyak orang yang berkata bahwa ia sudah melayani Tuhan dan memiliki berbagai macam karunia termasuk karunia mujizat namun pada akhirnya Tuhan menolaknya!
Galatia 5:17-18 “Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.”

Jadi perjalanan iman kita harus bertujuan untuk hidup yang berkenan di hadapan Tuhan. Jika iman kita hanya bertujuan untuk mengubah nasib dari miskin menjadi kaya maka saat kita mencapai kemapanan, iman kita akan kandas. Kita harus jujur bahwa pada umumnya dalam menjalani hidup kita hanya menggunakan kekuatan sendiri/unsur jiwani, sedangkan roh kita hanya kita gunakan untuk bernafas dan Roh Allah yang didalam kita seringkali hanya kita libatkan untuk berbahasa roh dan selain itu kita tidak memberikan ruang bagi Roh Allah untuk berkarya. Ini tidak boleh terjadi. Dari ayat yang kita baca, roh itu tidak pasif. Oleh roh kita mematikan perbuatan-perbuatan daging!
Dalam injil Yohanes, Tuhan Yesus berkata bahwa Roh Allah yang diberikan kepada kita itu begitu luar biasa.
1. Roh Allah itu diam didalam kita.
2. Roh Allah itu adalah Penolong. Ia menolong kita didalam kelemahan kita.
3. Roh Allah akan menuntun kita kedalam seluruh kebenaran.
4. Roh Allah akan mengajar kepada kita segala sesuatu.
5. Roh Allah akan mengingatkan semua Firman yang sudah kita dengar/baca.

Kekuatan Roh Allah itu begitu luar biasa namun sayangnya banyak orang percaya yang tidak memberi-Nya ruang untuk berkarya dan tetap bertahan hidup dengan format jiwani seperti orang-orang yang tidak memiliki Kristus. Salah satu peran Roh Kudus adalah mengingatkan Firman Allah dari masalah yang sedang kita hadapi. Tetapi setelah Firman itu dihadirkan, maka kita harus memilih hidup dipimpin oleh Roh. Jika kita tidak mau dipimpin oleh Roh maka kita tetap hidup didalam daging.
Galatia 5:19-21 “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”
Perhatikan baik-baik. Ayat diatas ini bukan untuk orang diluar Tuhan tetapi untuk orang percaya, jemaat Galatia.

Galatia 5:22-25 “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, ”

Dipimpin roh bukan berarti menjadi orang yang “nge-roh” tetapi dipimpin oleh Firman. Temukan dulu peranan Roh Allah dalam hidup kita untuk menghadirkan Firman sesuai dengan apa yang sedang kita hadapi dan latih diri kita untuk dipimpin oleh Roh Allah. Kecepatan reaksi daging sangat cepat dalam merespon karena telah terformat begitu rupa dalam diri kita. Maka kita harus melatih diri untuk memiliki pengalaman ketaatan akan Firman (melakukan Firman) oleh pertolongan Roh Allah yang ada di dalam diri kita.

Pdt. DR. R. F. Martino