This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

PEPERANGAN ROHANI

GppsPalu – Efesus 6:10-20 “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.”

Jemaat Efesus dulunya merupakan jemaat yang pertumbuhan rohaninya bagus sehingga Tuhan – melalui surat rasul Paulus kepada jemaat Efesus pada pasal ke-6 – mengajarkan mereka tentang peperangan rohani. Namun sayang sekali bertahun-tahun kemudian Tuhan menegur mereka dalam kitab Wahyu karena mereka kehilangan kasih mereka yang semula. Nasihat di dalam surat kepada jemaat di Efesus juga berlaku kepada kita sebagai orang percaya yaitu kita harus bersiap-siap untuk masuk dalam peperangan rohani.
Kita akan belajar apa yang Tuhan ajarkan kepada jemaat Efesus untuk mempersiapkan jemaat Efesus (pasal 1-5) sebelum mereka masuk dalam peperangan rohani (pasal 6).
1. Pengenalan akan Allah
Pasal 1 dari surat Efesus menyatakan bahwa kalau kita bisa mengenal Tuhan, itu karena Tuhan sudah menetapkan sebelum dunia dijadikan. Itu adalah anugerah Tuhan. Namun kita perlu semakin mengenal Tuhan melalui pertolongan Allah Roh Kudus sebagai Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Allah dengan benar. Pengenalan ini juga harus bertambah di dalam pengalaman nyata kita bersama Tuhan.

2. Dipersatukan di dalam Kristus
Pasal 2 mengajarkan kita bahwa kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik namun karena kasih karunia Allah. Setelah kita menerima keselamatan itu, sebagai orang percaya kita harus bersatu di dalam Kristus. Sebagai orang percaya, kita tidak bisa sendiri. Begitupun dalam kehidupan bergereja supaya kita tidak memperuncing persoalan perbedaan antar denominasi yang tidak membuat kita bersatu sebagai tubuh Kristus. Kita harus bersatu untuk kepentingan kerajaan Allah.

3. Bertumbuh di dalam Kristus
Pasal 3 mengajarkan kita bahwa di Efesus ada jemaat yang punya latar belakang orang Yahudi, yang masih punya kesombongan rohani dan masih melestarikan adat istiadat Yahudi. Paulus mengatakan bahwa mereka diselamatkan karena anugrah bukan karena mereka orang Yahudi. Sehingga dengan demikian, orang-orang non Yahudi juga diselamatkan, bukan karena menaati adat istiadat Yahudi tetapi oleh karena anugrah. Lebih lanjut Paulus mengajarkan jemaat bahwa Yesus tinggal di dalam orang percaya sehingga sebagai orang percaya kita harus bertumbuh dalam iman, dalam kasih Kristus.

4. Mencapai kedewasaan rohani sehingga tidak mudah diombang-ambingkan
Dalam pasal 4, Tuhan mengajarkan bahwa Tuhan memberikan 5 jawatan di dalam gereja yaitu rasul, nabi, gembala, guru, dan penginjil supaya jemaat bertumbuh, mencapai kedewasaan penuh dan tidak mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin-angin pengajaran oleh para penyesat-penyesat. Salah satunya adalah pengajaran “Hyper Grace” yang mengajarkan sekali selamat tetap selamat, sekalipun berbuat dosa. Hal itu tidak benar. Karena itu supaya kita tidak mudah tersesat kita harus kuat, bukan hanya makan nasi 3x sehari, namun sesungguhnya kita juga perlu “makan” (baca) Firman Tuhan 3x sehari.

5. Menjadi manusia baru
Lebih lanjut pasal 4 dan 5 mengajarkan kita bahwa dalam baptisan air, manusia lama kita telah dikuburkan. Jadi sesungguhnya setelah dibaptis kita telah menjadi manusia baru. Namun kenyataannya bagaimana hidup kita setelah dibaptis? Banyak orang Kristen yang kembali hidup secara duniawi. Ini adalah celah-celah. Jika kita mau menghadapi peperangan rohani kita tidak bisa memiliki celah sekecil apapun. Jadi berusahalah untuk tidak melakukan dosa sekecil apapun karena itu adalah celah:
a. Berdusta
Ada orang-orang yang suka berjanji dan tidak menepatinya, terutama orang yang suka berutang. Ini sebenarnya adalah dusta. Ada juga yang suka berdusta dengan alasan bercanda. Kita harus meninggalkan dosa dusta ini.
b. Kata-kata kotor, kasar, dan negatif
Sebagai orangtua harus berhati-hati untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang tajam yang menyakiti hati anak. Dalam pelayanan pelepasan saya melayani seorang anak yang mengalami kepahitan dengan orang tuanya. Saat kami mendoakannya, rekan pelayanan yang memiliki karunia penglihatan melihat roh jahat berbentuk seperti pisau-pisau keluar dari anak tersebut. Perkataan yang tajam itu dipakai si jahat untuk melukai orang lain
c. Amarah
Jangan tunggu matahari terbenam baru berdamai. Sebelum matahari terbenam langsung selesaikan amarah/perselisihan diantara sesama.
d. Mencuri. Jangan mencuri
Jujurlah dalam keuangan yang dipercayakan kepada kita.
e. Mendukacitakan Roh Kudus.
Tahukah kita bahwa terkadang kita melakukan hal ini? Seorang ibu pernah bersaksi bahwa ia terus menerus menangis padahal ia tidak mempunyai masalah. Dia lalu bertanya kepada Tuhan dan Tuhan berkata kepadanya bahwa banyak orang yang hidupnya mendukacitakan Tuhan.
f. Menghina orang lain, gosip dan fitnah
Sebagai manusia baru, jangan menghina orang, jangan bergosip dan memfitnah orang lain. Itu adalah taburan. Suatu saat taburan penghinaan, gosip, dam fitnah akan dituai oleh orang yang melakukannya.
g. Percabulan, pornografi
Banyak pasangan Kristen yang sudah menikah berpikir tidak apa-apa untuk menonton pornografi. Ketahuilah bahwa pornografi bukan dari Tuhan, pornografi itu nafsu binatang! Suami yang suka menonton pornografi dan menyuruh istrinya berlaku seperti di film tersebut, membuat istrinya sangat terluka dan merasa sangat terhina karena sang istri merasa seperti seorang pelacur. Akhirnya dampak dosa ini bisa sampai ke anak-anaknya juga. Ada kisah nyata dari seorang ayah yang suka menonton pornografi akhirnya memperkosa anaknya sendiri. Sadari bahwa pornografi itu sangat berbahaya.
h. Perkataan kosong / sia-sia
Perkataan ini tidak ada faedahnya dan hanya kesia-siaan. Banyak orang yang beralasan itu cuma guyonan padahal Tuhan tidak menghendakinya. Lalu apa yang harus kita lakukan?
– Menjauhi dosa, termasuk dosa-dosa diatas
– Berhati-hati dengan perkataan
– Pakailah perkataan yang membangun/memotivasi. Banyak orang Kristen yang undur dari Tuhan dan tidak mau ke gereja lagi karena perkataan dari sesama orang Kristen dan juga perkataan dari hamba Tuhan yang menjatuhkan/melemahkan iman mereka Jangan simpan dosa apapun karena jika menyimpan dosa kita bisa kena hantam serangan iblis dalam peperangan rohani.

6. Pergunakanlah waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat
Maka dengan demikian:
a. Jangan habiskan waktu untuk menonton, dll. Padahal kita bisa melayani Tuhan
b. Anak-anak muda jangan habiskan waktu untuk bermain game. Selain membuang waktu, 99% dari game-game tidak berasal dari Allah melainkan dari iblis/illuminati (anti kris).
c. Hati-hati terhadap film. Film-film banyak juga berasal dari illuminati (antikris)
d. Jangan dengarkan pemusik-pemusik dunia. Banyak orang percaya yang masih suka lagu-lagu dunia. Hati-hati karena transfer rohnya kuat dan cepat.

7. Hidup rukun di dalam pernikahan.
Pernikahan sesungguhnya adalah gambaran hubungan Tuhan dan jemaat. Maka saudara yang sudah menikah harus menjaga kerukunan di dalam pernikahan.

8. Hidup rukun di dalam keluarga
Pasal 6 mengajarkan tentang pentingnya kerukunan di dalam hubungan antara orangtua dan anak. Anak-anak harus menghormati dan menaati orangtua, dan orangtua jangan membangkitkan amarah di hati anak-anak namun didiklah mereka didalam kasih Tuhan.
Anak-anak juga jangan berlaku kasar dan mengeluarkan perkataan yang menyakiti hati orang tua.

9. Menggunakan selengkap senjata Allah
Setelah 8 hal tersebut kita lakukan, kita harus menggunakan selengkap senjata Allah untuk masuk dalam peperangan rohani yaitu:
1. Ikat pinggang kebenaran
Hidup harus benar. Berbisnis harus benar, jangan menipu. Yang memegang keuangan harus benar, tidak boleh mencuri walau hanya 1 sen saja.
2. Baju zirah keadilan
Dalam hubungan dengan sesama, keluarga, pertemanan, kita harus adil. Jangan pilih-pilih kasih. Dalam pelayanan anak-anak, guru-guru sekolah minggu harus mencintai dan memperhatikan anak-anak orang kaya dan anak-anak orang miskin dengan kasih dan perhatian yang sama, jangan dibeda-bedakan. Ada kesaksian tentang seseorang yang menjadi anggota gereja setan. Ia dulunya adalah murid sekolah minggu, namun karena ia melihat bahwa guru-gurunya lebih mencintai anak-anak orang kaya maka iapun kecewa dan setelah dewasa ia mengabdikan hidupnya menjadi anggota gereja setan.
3. Kasut memberitakan injil
Kita harus memiliki kerelaan dalam memberitakan injil. Bila kita tidak memberitakan injil maka kasut kita tidak ada.
4. Perisai iman
Orang benar akan hidup oleh iman. Iman ini menjadi perisai kita dalam memadaman panah api si jahat. Kontra/lawan dari iman adalah keragu-raguan. Maka kita tidak boleh ragu terhadap Firman Tuhan.
5. Ketopong keselamatan
Jangan ragu-ragu akan keselamatan. Kalau orang Kristen masih ragu-ragu dan bertanya, “Jika saya mati saya akan kemana?” dan belum mempunyai kepastian keselamatan, berarti orang tersebut secara rohani tidak menggunakan ketopong. Maka orang tersebut harus kembali dibimbing oleh hamba Tuhan agar memiliki kepastian keselamatan.
6. Pedang Roh yaitu Firman Tuhan
Kita harus kuat di dalam Firman Tuhan supaya memiliki pedang roh.
7.Doa yang tak putus-putusnya.
Jangan pernah jemu berdoa kepada Tuhan. Doa adalah sarana untuk kita bisa berkomunikasi dengan Allah.

Pdt. Mediati Martino