This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Monthly Archives: March 2020

Berdoa dan Berjaga-Jaga

Saudara yang saya kasihi didalam Yesus Kristus, sebagai orang percaya, kita percaya bahwa Firman Tuhan mengajarkan kepada kita dimana ada bagiannya Tuhan dan ada juga bagiannya kita.Sehubungan dengan tema ini yaitu berdoa dan berjaga-jaga kita akan mempelajari beberapa hal supaya kita bisa mengambil hikmatnya dan belajar dari apa yang Tuhan pesankan kepada kita.

Pertama, saya akan membahas tentang hal berjaga-jaga.
Saudara yang saya kasihi didalam Yesus Kristus, dalam hal apa saja kita perlu berjaga?
Saya mengingat suatu pengalaman sesudah camp laki-laki yang diadakan beberapa waktu lalu, pada waktu itu suami saya pulang ketika suami saya tiba dirumah, saya kaget karena badannya penuh dengan cacar. Dan saya sendiri secara pribadi tidak tahu apakah saya pernah mengalami sakit ini, yang jelas dikatakan itu adalah penyakit yang dapat menular.
Dan kemudian pada waktu itu untuk mengantisipasi supaya saya tidak tertular dengan penyakit ini, maka saya menggunakan berbagai cara salah satunya saya beberapa malam tidur diruang tamu supaya saya tidak terjangkit.Jadi saya mengadakan suatu penjagaan terhadap diri saya.

Saya percaya Saudara juga punya pengalaman dalam hal-hal tertentu seperti pilek, batuk maka ketika saudara bertemu dengan orang-orang yang sedang dalam keadaan seperti itu atau sakit, batuk atau pilek, saudara tentu akan berusaha untuk menjaga bagaimana supaya Saudara tidak tertular.Pake maskerlah, atau menjaga jaraklah, atau tidak bicara langsung. Sakit mata juga demikian. Nah apalagi dengan situasi dan keadaan bangsa kita yang membuat kita tidak bisa beribadah bersama-sama saat ini, adalah bijak jika kita mengikuti setiap himbauan ataupun petunjuk yang ada. Semua tujuannya untuk menjaga diri kita sendiri, untuk kepentingan diri kita, supaya kita tetap berada dalam keadaan yang sehat.

Didalam Firman Allah terkhusus dalam matius 26:41 dan Markus 14:38
Dalam matius berkata demikian “Berjaga-jaga dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh kedalam pencobaan : roh memang penurut, tetapi daging lemah”

Saudara yang saya kasihi didalam Yesus Kristus didalam terjemahan yang lain dalam ayat ini berkata : “Sadarlah terus sambil berdoa supaya kamu masing-masing tidak berdosa ketika dicobai oleh Iblis, memang rohmu mau berbuat baik, tetapi tubuhmu tidak sanggup” .

Itulah sebabnya saya beri tema: Berjaga-jaga dan Berdoa. Penjagaan disertai dengan doa itu akan membuat kita memiliki kesanggupan. Dikatakan roh kita mau berbuat baik tetapi tubuh kita tidak sanggup.

Saudara, mengingat apa yang Bapak Gembala pernah sampaikan, dikatakan bahwa jalur alamiah itu adalah jalan tol bagi Iblis untuk mengambil keuntungan. Secara khusus disini dikatakan bahwa : “Supaya kamu jangan jatuh atau supaya ketika kita dicobai atau kata lain Iblis mendapat kesempatan untuk mencobai kita, kita tidak jatuh didalam dosa”. Supaya kita boleh tetap kuat itu adalah penjagaan kita secara pribadi. Bagian kita, berjaga-jaga dan berdoa.
Mengantisipasi supaya kita tidak lemah. Kedagingan kita tidak lemah,perasaan kita tidak lemah. Supaya kita boleh tetap kuat, bijak mengantisipasi segala strategi si jahat yang ingin mengambil keuntungan didalam kehidupan kita.
Jadi dikatakan bahwa kita perlu jaga stamina didalam rohani kita, kita perlu jaga kekuatan didalam rohani kita, supaya kedagingan atau manusia duniawi kita tidak sering mengalami kekalahan atau mengalami kelemahan disaat-saat tertentu.
Misalnya: emosian, gampang marah, meraju, jengkel, nah yang dijaga adalah, jangan sampai Iblis ambil keuntungan didalamnya.

Saudara hal yang ke tiga adalah dikatakan dalam Matius 24:42 “karena itu berjaga-jagalah sebab kamu tidak tau pada hari manakah Tuhanmu datang”.

Berjaga-jaga biasa diistilahkan didalam Alkitab adalah tertidur
1. Jangan Tidur = Jangan bermasa bodoh
Arti lain dari jangan tidur adalah jangan bermasa bodoh dengan kehidupan rohanimu
Tesalonika 5:6 “Sebab itu, baiklah kita jangan tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jagadan sadar” .
Terjemahan sehari-hari berkata = Menguasai diri

Contoh lain dari berjaga dan waspada adalah seperti Saudara punya rumah, supaya binatang liar tidak masuk, maka saudara membuat pagar dirumah? Nah supaya pencuri tidak masuk dan supaya hal-hal lain tidak membahayakan, maka saudara kemudian membuat kunci pada pintu rumah atau membuat pintu yang menggunakan grendel dan segala macam yang dipakai untuk menjaga supaya saudara tidak kebobolan dengan maling. Itu semua adalah arti supaya kita bisa memahami apa yang dikatakan berjaga-jaga dan waspada.

Apalagi didalam kehidupan rohani kita. Setelah kita melihat bahwa jangan santai, jangan lengah, dan jangan tertidur, jangan masa bodoh dengan kehidupan rohani kita, sikap yang Tuhan inginkan adalah Efesus 6:14-16 “Jadi berdirilah tegap, berikat pinggangkan kebenaran, berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan injil damai sejahtera: dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh yaitu Firman Allah”.

Sikap seperti inilah yang harus kita miliki sebagai orang percaya berdiri tegap, tidak takut, tidak kuatir, tetap tenang dalam perlindungan Allah yang maha tinggi, kita aman dalam perlindungan Allah, ada jaminan Allah berikan kepada kita.
Nah bagaimana supaya kita boleh menampilkan suatu sikap sebagai orang percaya yang tidak kuatir berlebihan, tidak takut yang berlebihan, dan tetap merasa nyaman dan aman bersama dengan Tuhan karena dikatakan ada Allah yang akan menyertai kita ..

Dan bagaimana agar stamina rohani kita tetap berada dalam keadaan baik?
Yang Tuhan inginkan adalah : Janganlah kamu mengasihi dunia dengan apa yang ada didalamnya arti lain (hatimu jangan melekat kepada isi dunia ini) Hal ini berulang-ulang Tuhan katakan dalam1 Yohanes 2:15-17 “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya”.Jika seseorang mencintai hal-hal duniawi, dalam terjemahan yang lain berarti dia tidak mengasihi Allah Bapa.

Apakah dunia itu?
Bukan tanah dan bukan tumbuh-tumbuhan tetapi sistem yang ada dalam dunia ini atau segala sesuatu yang membuat kasih kita kepada Tuhan menjadi dingin, dan semua perkara yang membuat kehidupan rohani kita menjadi padam, suam, itulah dunia. Dikatakan itulah yang orang-orang lain cari, orang-orang kejar, dengan menghalalkan segala cara, tidak memikirkan resikonya,

Bagi orang percaya, kalau kita memiliki sikap seperti itu, itu adalah sikap yang tidak bijak. Segala sesuatu yang menyaingi Allah, segala sesuatu yang merampas perhatian kita lebih daripada Allah, atau lebih daripada hal-hal rohani dalam kehidupan kita, segala sesuatu yang membuat kita mulai malas berdoa, malas membaca Alkitab, semua hal-hal yang dapat mengganggu hubungan kita dengan Tuhan, itulah isi dunia. Mari saudara, kita koreksi diri kita masing-masing supaya kita boleh tetap berada dalam keadaan stamina rohani yang sehat.

Bersungguh-sungguh mempersiapkan diri
Matius 25:10-13“Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”

Dalam terjemahan lain dikatakan : karena itu siap sedialah setiap waktu, karena kalian tidak tahu hari atau jam kedatanganKu kembali.
Kita tidak tahu kapan Tuhan datang, tetapi yang jelas Dia tidak pernah berdusta. Dan Dia akan datang.
Dalam ayat sebelumnya dikatakan tetapi mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua, baik yang bijak maupun yang bodoh. Laku tertidur.
Dalam hal ini secara alamiah, kita juga butuh tidur, untuk memulihkan kondisi fisik kita. Tetapi dikatakan bahwa ketika kita tidur seperti itu bahwa rohani kita harus tetap dalam keadaan stamina yang kuat yang baik.
Saya percaya dalam hal ini Tuhan menginginkan bahwa kita semuanya untuk selalu siaga, untuk selalu memperhatikan kondisi rohani kita, dalam situasi keadaan apapun, jangan sampai kita tercemar dan jangan sampai kita terganggu.

Berdoa dan berjaga-jaga atau berjaga-jaga dan berdoa. Dan ini yang saya katakan tadi, tidak bisa kita berjaga tanpa disertai dengan doa. Kita juga tidak akan bisa berdoa sajalah, sama dengan berita-berita yang sering kita dengar, bahwa tidak usah dengar himbauan dari pemerintah soal apapun itu, yang penting kita sudah berdoa, ini juga adalah suatu sikap yang tidak bijak saudara.
Dalam lukas 18:1-8 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Ini adalah suatu ketegasan, suatu perintah, yang Tuhan berikan kepada orang percaya. Artinya hubungan kita dengan Allah tidak boleh putus. Tuhan mengatakan apapun yang kamu lakukan, lakukan seperti untuk Tuhan dan lakukan didalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dalam perkataan maupun perbuatan.Tidak boleh putus hubungan dengan Tuhan. Putus satu detik saja itu sudah cela bagi si jahat untuk mengambil keuntungan.

Tidak boleh berhenti melibatkan Tuhan dalam seluruh aktifitas kehidupan kita. Saya percaya ketika kita berdoa untuk merencanakan segala sesuatu untuk pekerjaan kita, ketika kita berdoa, akan kecil kemungkinan segala niat jahat, niat yang tidak benar akan muncul dalam pikiran kita.
Dan ketika kita melibatkan Tuhan dalam seluruh aktifitas kita, aktifitas itu mungkin berat, sukar, susah dan jarang atau belum pernah kita kerjakan, tetapi dikatakan Allah Turut bekerja didalamNya. Allah turut mendampingi kita, Allah menyertai kita.
Ada satu jaminan penyertaan Tuhan. Dan itu yang membuat kita selalu tenang, kita selalu penuh dengan sukacita karena kita yakin Allah bersama dengan kita, Allah menyertai kita.

Mengapa Yesus selalu menegaskan untuk selalu berdoa ?
Karena tidak ada kegiatan lain pengganti doa. Hubungan pribadi kita dengan Tuhan tidak bisa digantikan. “Saya tidak berdoa tetapi saya rajin melayani, saya tidak berdoa tetapi saya rajin memberikan persembahan, saya rajin memberikan perpuluhan, saya tidak berdoa tetapi saya rajin menolong orang” . Tidak ada kegiatan lain pengganti doa.Sibuk dengan tidak sibuk, dalam keadaan ataupun situasi apapun, hubungan kita dengan Tuhan harus selalu ada.Doa itu adalah hubungan pribadi kita dengan Tuhan.
Ketika kita bertindak untuk berdoa, berarti kita sedang berkomunikasi dengan Bapa kita. Ketika kita sedang berkomunikasi dengan Tuhan, Allah akan mengisi kehidupan kita dengan RohNya, dengan KekuatanNya, dengan hikmatNya dan segala yang kita butuhkan, Allah akan mengimpertasikan karkaterNya dan kekuatanNya didalam diri kita.
Itu sebabnya dikatakan berdoa dan berjaga-jaga. Bukan dikatakan berdoa saja atau berjaga-jaga saja didalam persekutuan kita dengn Tuhan ada hikmat yang Allah berikan kepada kita. Ada kemampuan yang kadang kita tidak pikirkan sebelumnya tetapi Allah berikan kepada kita. Jadi sekali lagi, tidak ada pengganti doa.

Justru saya mengatakan sekali lagi bahwa semakin kita sibuk, semakin kita perlu banyak berdoa. Saat seperti ini kita tahu bahwa semua ada sisi positifnya. Saudara bisa punya banyak waktu untuk berdoa. Saudara bisa punya banyak waktu untuk menyembah Tuhan, membaca Alkitab.Mungkin dimasa lalu saudara tidak punya banyak waktu untuk hal itu, saudara tidak punya banyak waktu untuk baca Alkitab karena sibuk, tidak punya banyak waktu berdoa karena capek, tidak punya banyak waktu kumpul dengan keluarga karena masing-masing ada kegiatannya, tapi saat ini saudara, waktu ini gunakan sebaik-baiknya untuk kita bisa boleh bersekutu dengan Tuhan, menginstropeksi dan mempersiapkan diri dengan Tuhan, kalau masih ada waktu, setelah wabah ini kita bisa tampil kembali dengan kekuatan yang baru dengan kegiatan yang semakin diberkati Tuhan, dengan pelayanan-pelayanan yang semakin diurapi Tuhan.

Doa itu adalah nafas dari roh kita.Kita perlu memiliki roh yang kuat dan kita tahu bahwa jika roh kita tidak memiliki nafas itu berarti roh kita sudah mati sudah kembali.

Saya percaya saudara ingin tetap kuat didalam kehidupan rohani saudara, saudara boleh tetap berada didalam keadaan yang prima. Tergantung daripada hubungan pribadi saudara dengan Tuhan.

Berdoa tidak jemu-jemu, tidak menjadi lemah, tidak kendor, tidak berdoa asal-asalan. Didalamnya kita melibatkan pikiran kita, perasaan kita, bersekutu dan berhubungan dengan Tuhan. Kalau kita memiliki cara seperti itu, saya percaya saudara akan semakin bergairah untuk melakukannya. Karena pasti ada suatu kekuatan, ada suatu impertasi, ada suatu perasaan Tuhan sukacita karena kita berdoa kepadaNya .Jadi jangan saudara menjadi lemah. Dikatakan jangan jemu-jemu, jangan jarang, jangan malas, jangan asal-asalan, jangan tawar hati atau kehilangan gairah, sudah berdoa berulang-ulang untuk hal ini, kenapa Tuhan tidak dengar, kenapa Tuhan tidak jawab doa saya, kenapa Tuhan pilih kasih? Itu yang membuat sering kita kurang semangat untuk berdoa.
Kita lakukan bagian kita, dan Allah akan melakukan bagianNya. Dan Allah tidak pernah terlambat untuk menjawab doa-doa kita.

Lukas 21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

Biarlah kita semua tetap berada dalam stamina rohani yang kuat, dan supaya kita tahan berdiri dihadapan anak manusia .
1 petrus 4:7Sebab kesudahan segala sesuatu sudah dekat, karena itu kuasailah dirimu, jadilah tenang supaya kamu dapat berdoa. Saudara yang saya kasihi didalam Yesus Kristus inilah pesan bagi kita semuanya supaya kita tetap berdoa dan berjaga-jaga, supaya kita tetap kuat didalam Tuhan dan menjadi kekuatan bagi yang lain didalam doa-doa kita.

By : Pdt. Milkha Potuda

PENJAGAAN TUHAN

MAZMUR 121:1-8
1Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? 2Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.3Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. 4Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.5TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.6Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.7TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. 8TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Banyak orang saat ini digelisahkan oleh satu wabah penyakit yaitu virus Corona (COVID-19).Banyakyang menjadi kuatir, cemas dan takut. Takut bertemu orang dan takut menerima sesuatu barang dari orang lain. Ketika kita menerima sesuatu barang dari orang lain, kemudian kita berfikir apakah barang tersebut terdapat virus Corona ataukah tidak. Orang-orang menjadi takut keluar rumah, takut pergikepasar dan ketakutan-ketakutan lainnya. Ada pula satu ketakutan yang berlebihan ketika pemerintah pusat memutuskan agar masyarakat melakukanSocial Distancing(mengurangi aktifitas diluar rumah, mengurangi interaksi dan tatap muka langsung dengan orang lain), swalayan-swalayan justru diserbu oleh masyarakat, antrian menjadi panjang, yang tadinya takut keluar rumah akhirnya menjadi tidak takut. Mau tidak mau mereka harus bersentuhan dengan orang lain. Orang yang sedang berbelanja di swalayan misalnya, ketika sedang mengambil sabun tertentu, kemudian memegang barang tersebut, mereka tidak tahu kalau sebelumnya beberapa orang lain sudah memegang sabun tersebut. Situasi dan kondisi yang tidak menentu ini membuat orang menjadi gelisah, kuatir dan takut.Disaat kita takut atau kuatir, imun kita akan menurun danmelemahkan daya tahan tubuh kita.
Pemazmur bani Korah berkata “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku?Berharaplah kepada Allah!”(Mazmur 42:6). Yesus pun mengatakan hal yang serupa “Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku” (Yohanes 14:1)
Pemazmur Daud menyatakan ungkapan isi hatinya yang dituliskan dalam kitab Mazmur 121.Kita tahu bahwa Daud adalah raja Israel ke dua setelah menggantikan Saul. Daud merupakan pahlawan yang gagah perkasa yang diurapii oleh Tuhan, ia selalu berhasil dalam setiap peperangan yang ia pimpin. Ia berhasil mengalahkan Goliat karena Tuhan selalu menyertainya. Daud adalah seorang pribadi yang mencintai Tuhan lebih dari apapun dan siapa pun.Perjalanan Daud sebelum dan sesudah menjadi Raja tidaklah mudah, ia menghadapi tantangan dan aniaya yang sangat luar biasa dari mertuanya sendiri yaitu Saul. Permasalahan dalam rumah tangga yang tiada henti. Melalui sejarah yang dituliskan dalam alkitab, kita mengetahui tentang pemerkosaan yang dilakukan oleh Amnon kepada Tamar, Absalom yang memberontak kepada Daud, dan berkali-kali dalam waktu yang cukup lama Daud harus mengungsi dan berpura-pura menjadi gila untuk meluputkan dirinya dari tangan musuhnya. Ini adalah sikon yang tidak mudah. Pada saat mengalami pergumulan yang berat itulah, pemazmur Daud mengatakan hal demikian (Mazmur 121:1-8)
Bukan berarti saat ia melayangkan matanya ke gunug-gunung, ia percaya dan menaruh pengharapannya kepada gunung-gunung tersebut. Tetapi Daud sedang berkomunikasi dan terus memandang kepada Tuhannya.Ia sendiri pula yang menjawab akan pertanyaannya bahwa pertolongan akan datang dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Daud percaya bahwa hanya Tuhanlah sumber pertolongannya karena ia tahu bahwa Tuhanlah yang selalu menopangnya dan memberikan kekuatan.
Daud hanya percaya kepada Tuhan karena ia tahu:
1. Tuhan yang selalu menopang, memberikan kekuatan (Mazmur 121:3)
Dalam ayatnya yang ke 3 dikatakan bahwa “Ia takkan membiarkan kakimu goyah”.Goyah berarti goyang karena tidak kukuh letaknya, tidak teguh, tidak tetap(pendirian, keyakinannya).
Beberapa tahun lalu, saat peristiwa gempa 28 September 2018 menimpa Palu, ketika saya mendengar kabar bahwa ibu saya meninggal di tempat karena tertimpa tembok yang tingginya ± 4meter, kedua kaki saya saat itu menjadi lemas seluruhnya, saya merasa goyah. Secara fisik saya tetap memaksakan diri untuk tetap kuat.Saya berusaha tetap melangkah, berusaha tetap berdiri walaupun secara manusia tidak ada kemampuan untuk berdiri dan melangkah tetapi saya tetap berusaha untuk menguatkan hati saya. Di saat seperti itu, saya tidak berfikir tentang siapa pun dan tidak mencari siapa pun, hanya Dia,Tuhan yang saya cari. Saya berdiri di samping mobil dan berpegangan, di dalam hati saya berkata “Tuhan, saya percaya, semua dalam kedaulatan-Mu, tolong kuatkan saya, karena aku percaya Engkaulah pertolonganku dan kekuatanku.”Pada saat itu bukan hanya kaki saya yang jadi kuat tetapi juga iman saya tidak sedikit pun tergoyahkan karena saya percaya bahwa Tuhanlah sumber pertolongan saya. Dialah yang akan terus memampukan dan menguatkan saya. Saya percaya bahwa Tuhan adalah sumber pertolongan bukan hanya saya tetapi bagi kita semua.
2. Tuhan penjaga yang tidak pernah terlelap dan tertidur (Mazmur 121:3b-4)
Ayat ini menegaskan bahwa benar-benar Dialah Tuhan yang tetap terjaga.Komitmen dan konsisten-Nya melebihi seorang ibu yang sedang menjaga anaknya.
Saya adalah seorang ibu.Saya sangat mengasihi anak saya. Saat setelah melahirkan anak kami, Jayden, suami saya sedang berada di luar kota dan saya harus menjaga anak kami semalam-malaman dan harus merawatnya sementara kondisi saya saat itu adalah paska operasi. Hati seorang ibu saat mendapatkan seorang anak itu sungguh luar biasa. Apapun akan dilakukan. Saya belajar untuk total mengasihi anak saya. Segenap jiwa raga saya merawat dan menjaganya.Di saat mengantuk pun saya berusaha untuk tetap menjaganya.Meskipun besar cinta, hasrat dan kerinduan saya untuk terus menjaganya, tetap saja sebagai seorang ibu saya terbatas.Satu kali ketika saya menjaganya sendirian dengan rasa mengantuk, saya mengatur posisi duduk saya demikian rupa sehingga ketika saya terlelap anak saya tidak terjatuh dari gendongan saya.Akhirnya, saya pun terlelap juga. Kemudian botol susu yang saya pegang untuk menyusui anak kami terjatuh. Saat itu juga, saya terbangun dengan kaget.Hal ini membuktikan keterbatasan kita sebagai seorang ibu meskipun cinta kita begitu besar.
Tuhan tidak pernah terlelap dan tertidur bahkan sampai saat ini, di saat kitamendengar firman Tuhan, Ia tahu persis sikon yang kita alami saat ini; hati kita, kegelisahan dan kekuatiran kita. Tetapi Tuhan sedang menunggu, apakah kita percaya kepada Dia bahwa Dialah Penjaga yang tidak pernah tertidur dan tidak pernah terlelap?Kepada siapa kita pergi disaat kegelisahan dan kekuatiran ada dalam hidup kita?Siapa yang kita cari?Kita harus percaya bahwa Tuhanlah Penjaga yang tidak pernah terlelap dan tertidur.Penjagaan Tuhan begitu nyata. Bukan hanya hal-hal lahiriah saja, tetapi atas nyawa kita juga (Mazmur 121:7)
Sebagai orangtua yang mencintai anak-anak, kita tidak akan pernah bisa menjaga keluar masuk anak-anak kita setiap saat. Tetapi penjagaan Tuhan dan perlindungan-Nya begitu luar biasa.Ia tidak terbatas oleh apapun.“Tuhan akan menjaga keluar masukmu dari sekarang sampai selama-lamanya” (Mazmur 121:8).Tidak pernah sedetik pun Tuhan terlelap. Sepatutnya kita bangga memiliki Tuhan Allah yang kita sembah melalui Yesus Kristus.
3. Tuhan perlindungan kita (Mazmur121:5)
Selain Penjaga, Tuhan juga sebagai perlindungan kita. Dalam Mazmur 91 dituliskan tentang perlindungan Tuhan. Penyakit sampar atau penyakit menular manapun tidak akan mengganggu/menyerang kita. Itulah janji Tuhan. Malaikat Tuhan akan membentengi kita senantiasa. Tuhan kita adalah Tuhan yang setia, tidak pernah terlelap dan tertidur.Dengan demikian adakah alasan bagi kita untuk tetap kuatir, cemas dan takut?
Mari bawa hati dan hidup kita semakin dekat dengan Tuhan, semakin percaya dan melekat kepada-Nya.“Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.15Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.”(Mazmur 91:14-15)
Bagi setiap kita yang melekat kepada-Nya yang menaruh pengharapan kepada Tuhan saja dan yang selalu percaya bahwa Tuhanlah pertolongan-Nya, dituliskan bahwa Tuhan bukan sekedar meluputkan kita dari wabah apapun tetapi juga akan memuliakan kita. Kita akan dimuliakan oleh Tuhan karena kita berkenan di hati-Nya.
Kita perlu berjaga-jaga dan bekerja sama dengan Tuhan. Jangan pernah kita mencobai Tuhan. Janganlah takut yang berlebihan dan gelisah tetapi berharaplah kepada Allah, seperti yang Yesus pernah katakan “Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku” (Yohanes 14:1)
Tuhan Yesus memberkati kita semua, Amin.

By : Pdt. Lea Novitasari

TAAT TOTAL KEPADA TUHAN

Penyakit yang disebabkan oleh virus sudah ada sejak zaman Musa. Pada zaman Musa ada satu ketetapan Tuhan yang ditulis dalam kitab Imamat yaitu jika orang tidak mengikuti semua perintah Tuhan dan benar-benar tidak hidup dalam jalurnya Tuhan maka kutuk akan datang kepada mereka. Juga peraturan lain mengenai bagaimana hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan Tuhan dalam Perjanjian Lama masih berlaku hingga saat ini kecuali hukum-hukum yang urusannya soal persembahan korban binatang yang merupakan lambang yang sesungguhnya yaitu Tuhan Yesus kristus. Tetapi mengenai hukum antara manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan dan hukum yang terutama itu masih berlaku hingga saat ini.

Ketika Yesus masih ada di bumi, Ia mengutip hukum yang pertama dan yang terutama juga hukum yang kedua adalah hokum yang mutlak untuk dilakukan. Contohnya, “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu. Bukti dari pada kasih kepada Tuhan Allah adalah taat total terhadap semua perintahNya. Bukan hanya perintah Tuhan yang ada di Perjanjian Baru saja yang harus ditaati, tetapi semua perintah Tuhan yang ada di Perjanjian Lama. Dalam kitab Imamat ada suatu peraturan yang mengatur bagaimana tentang hubungan seks. Jika hal ini dilanggar maka akan menimbulkan kutuk. Contohnya seperti incest yaitu hubungan seks sedarah, dimana saat ini ada banyak ditemukan kasus hubungan seks yang dilakukan oleh keluarga terdekat seperti ayah kandung terhadap anaknya sendiri. Satu hal yang menjijikan dan merupakan pelanggaran terhadap ketetapan Tuhan.

Imamat 26: 14-16 Tetapi jikalau kamu tidak mendengarkan Daku, dan tidak melakukan segala perintah itu, 15jikalau kamu menolak ketetapan-Ku, dan hatimu muak mendengar peraturan-Ku, sehingga kamu tidak melakukan segala perintah-Ku dan kamu mengingkari perjanjian-Ku, 16maka Aku pun akan berbuat begini kepadamu, yakni Aku akan mendatangkan kekejutan atasmu, batuk kering serta demam, yang membuat mata rusak dan jiwa merana; kamu akan sia-sia menabur benihmu, karena hasilnya akna habis dimakan musuhmu.

Tidak perlu takut terhadap wabah virus Corona atau virus apapun asalkan tidak melanggar ketetapan Tuhan, tetap menjaga kebersihan diri, kebersihan lingkungan dan tidak begadang. Beberapa anak, juga orang-orang muda maupun orang tua menghabiskan banyak waktu mereka(bergadang) dengan bermain gadget. Hal ini akan menyebabkan daya tahan tubuh menjadi lemah. Dengan daya tahan tubuh yang lemah, maka sangat beresiko terkena virus Corona ini. Orang-orang yang tidak mendengarkan dan tidak melakukan segala perintah Tuhan, mereka sangat rentan terkena virus. Jadi jangan menolak ketetapan Tuhan dan jangan bosan akan peringatanNya.

Ada satu hal yang mengherankan terjadi dalam situasi darurat baik ketika bencana gempa terjadi beberapa waktu lalu maupun saat wabah virus corona yang terjadi saat ini. Beberapa orang menjadi egois dan tamak, mereka tidak memikirkan kepentingan orang lain tetapi hanya memikirkan tentang keuntungan yang dapat mereka peroleh sebanyak-banyaknya ditengah-tengah situasi darurat seperti ini. Mereka menjual barang-barang yang sangat dibutuhkan dengan harga berkali-kali lipat dari harga normal. Hal ini sangat menyusahkan bagi orang yang benar-benar membutuhkan barang tersebut. Dalam kondisi darurat seperti inilah, kita dapat melihat perbedaan antara orang-orang yang tamak dan orang-orang yang memiliki kasih Tuhan.

Ada banyak peraturan yang mengatur segala hal dalam kitab Imamat termasuk didalamnya mengenai hubungan suami istri. Saat ini, ada sejumlah hubungan seksual yang tidak wajar yang berasal dari tontonan-tontonan pornografi seperti halnya oral seks dan anal seks. Saya menasihatkan kepada semua anak muda untuk tidak melakukan hubungan seksual diluar pernikahan, tidak melakukan masturbasi atau onani, hapus semua tontonan pornografi yang ada di gadgetAnda karena tontonan pornografi dapat memacu rangsangan seksual di dalam diri saudara yang pada akhirnya saudara melakukan hubungan seksual pranikah. Tontonan pornografi juga dapat menyebabkan otak saudara menjadi rusak.Banyak orang yang terkena virus AIDS adalah mereka yang melanggar perintah Tuhan dengan melakukan hubungan seksual bukan dengan pasangannya atau melakukannya di luar pernikahan.
Saya pernah menangani kasus seorang Pemudi yang dapat dikategorikan pemudi yang alim. Saya mendapatkan penjelasan bahwa pemudiini adalah seorang perawat dan ia menderita penyakit TBC. Saya pun mendoakan pemudi tersebut.Beberapa waktu kemudian, saya mendapati kabar bahwa ia sudah meninggal dan berdasarkan informasi yang saya terima, pemudi tersebut mengidap AIDS. Ternyata ia mendapatkan virus tersebutmelalui hubungan seksualdengan pacarnya yang adalah seorang polisi. HIV adalah jenis virus yang menyerang kekebalan tubuh seseorang. Jika seseorang yang punya penyakit dalam tubuhnya dan ia juga terkena virus HIV maka hidupnya tidak akan bertahan lama.

Oleh karena itu anak-anak muda bahkan orang dewasa harus taat terhadap semua perintah Tuhan, jangan pernah melakukan hubungan seksual sebelum diberkati di gereja dan melakukan pencatatan sipil. Jangan pernah melanggar apa yang Tuhan sudah tetapkan jika tidak mau menanggung resiko dan mendatangkan kutuk dalam kehidupan saudara.
By : Pdt. Mediati Setiawan

MENJADI PELAKU FIRMAN

Waktu kecil saya sering sakit-sakitan, saya ada disebuah acara seperti ini dan ada pembicara tamu yang datang.Saya sangat sakit waktu itu sehingga saya berbaring dikaki ibu saya, dan mereka panggil saya dan utus saya untuk menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.Waktu itu saya sangat sakit sampai saya tidak tahu saya akan hidup atau mati. Tapiapa yang Tuhan deklarasikan atau Tuhan nyatakan si jahat tidak bisa menghentikannya

Tuhan ingin mengingatkan saudara dan saya juga pentingnya Firman Tuhan.Ketakutan sedang tersebar di dunia karena virus corona, tapi kita punya darah Tuhan Yesus dalam hidup kita, kita tidak punya alasan apapun untuk takut tapi kita punya pilihan mau percaya firman Tuhan ataupercayapada perkataan manusia?

Yakobus 1:22 “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri”.

Kita punya budaya tentang mengajar kita bisa belajar begitu banyak hal dan menjadi Kristen yang sehat tapi kita perlu melakukan apa yang kita baca di dalam firman, mengambilnya, mempercayainya, dan melakukannya. Apakah Saudara tahu dengan membawa segelas air Saudara tetap bisa kehausan? Waktu orang membawa saya ke padang gurun dan saya membawa sebotol air, tapi saya tidak membukanya, saya bisa mati kehausan, itu sama seperti memegang Alkitab firmanTuhan tetapi tidak melakukan apa yang dikatakan Alkitab.

Hak kelahiran bagi Saudarasebagai seorang percaya adalah untuk memandang Tuhan Yesus muka dengan muka.

Yohanes 3:3 “Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.””

Apa yang Yesus pernah lakukan kita bisa melakukannnya bahkan lebih besar lagi. Saya sudah pernah mencoba berjalan di atas air dan itu tidak berhasil, tapi saya sudah pernah membangkitkan seekor bebek dari kematian. Waktuitu saya berjalan di kota Perth, dan saya melihat seekor bebek yang sudah mati dan Tuhan Yesus berkata bahwasayaharusmendoakanbebekitu itu, itu sangat sulit karena saya sedang berjalan bersama dengan suami saya dan juga banyak orang ada di sekitar sana tapi Yesus berkata sangat jelas. Maka saya langsung berlutut untuk medoakan bebek itu.Dan bebekitupunhidup. Saya bisa melihat perbedaan kenapa saya bisa membangkitkan bebek itu tetapi tidak bisa berjalan diatas air, karena Bapa tidak menyuruh saya untuk berjalan diatas air.Kunci untuk kita bisa selamat dari masa akhir ini adalah ketaatan, ketaatan total kepada Firman Tuhan.

Saya pernah mengunjungi orang-orang yang mendapat hukuman mati. Tuhan mengirim saya ke Vietnam untuk mengunjungi seorang wanita Australia yang akan dihukum mati. Waktu kami sampai ke Vietnam suami saya sedang sakit sehinggasayamenundadua hari kemudianbaru pergi.
Waktu saya sampai ke gerbang, sayadiperiksapadahal saya punya kartu identitas tapi mereka tidak percaya kepada saya. Saya disuruh mundur dan mereka membawa banyak senjata datang kepada saya dan mereka menuntut saya masuk penjara.Pada titik itu ada penyesalan kenapa saya melakukan ini tapi Tuhan langsung berkata: “Aku ada bersamamu”. Perbedaan bahasa menjadikendala,mereka ketahui bahwasaya adalah pastor/pelayan dari sebuah agama, saya dibawa ke penjara kemudian digeledah,saya dibawa ke sel penjara bersama dengan gembala-gembala lain yaitusemua pastor yang ada di Vietnam yang akan mengalami hukuman mati karena menginjil.Saya dibawa keruangan yang sama, saya langsung berpikir saya akan mati bersama dengan pastor-pastor ini.

Kita semua pada satu titik akan mengalami kematian, karena aniayaakan datang ke seluruh dunia ini bukan hanya di Australia atau Vietnam tapi di seluruh muka bumi ini. Seperti Mesakh, Sadrakh, dan Abednego mereka dibawa ke perapian yang menyala-nyaladan ada waktu kita juga akan dibawa ke perapian yang menyala-nyala, apakah kita masih sanggup berdiri dalam iman? Apakah kita akan mundur karena ketakutan? Tuhan berkata akan ada pemisahan antara kambing dan domba, domba mengenal suara dari gembalanya. Waktu saya dibawa ke sel penjara ini dan saya mendengar suara Tuhan Yesus “Aku bersamamu”

Dengan cara yang sama, waktu Saudara dibawa ke situasi seperti ini,Saudara mendengar suara dari gembala saudara. Setiap kita pasti akan mengalami situasi suka dalam hidup ini. Jangan berhenti, terus berjalan di dalam iman.
Setiap hari kita harus memilih iman dan bukan ketakutan.Setiap hari Saudara punya pilihan percaya Firman Tuhan atau percaya perkataan manusia, siapa yang Saudara percayai? Apapun yang kita katakan itu yang akan terjadi. Ada kuasa dalam setiap perkataan kita.Sungguh seperti yang nabi katakan bahwa hidup atau mati itu dikuasai oleh lidah. Kalau saudara tidak menyatakan berkat berarti saudara menyatakan kutuk, berkatilah diri Saudara sendiri, keluarga, suami dan istri.Katakan berkat satu sama lain ada satu kuasa yang sangat besar pada perkataan kita.

Setiap saudara tanpa kecuali bisa mengubah masa depan Saudara dengan perkataan, Saudara perlu percaya firman Tuhan menyatakan itu sampai terjadi di dalam keluarga. Banyak orang datang kepada saya untuk di doakan penyakitnya, kalau Saudara menyatakan itu berarti sakit itu milik Saudara, Saudara tidak memiliki kekuatiran, Saudara tidak memiliki depresi. Kuasa dari darah Yesus Kristus itu sangat luar biasa kita harus berhenti menyatakan hal yang buruk kepada diri kita sendiri. Nyatakan selalu berkat dan kesehatan bagi diri kita sendiri kita harus hati-hati dengan apa yang kita perkatakan ada kuasa dalam setiap perkataan

Matius 25 : 40Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

By : Ps. Dee Stepanoski – Australia

AMAN DALAM LINDUNGAN TUHAN

Tana Toraja, 06-10-2018
Jumat, 28 September 2018, Aktifitasku sebagaimana biasanya bangun pagi berdoa langsung baca Firman Tuhan di Mazmur 91. Ini cara Tuhan mempersiapkan diriku kurang lebih dua bulan sebelum gempa.
Setiap hari saya perkatakan Firman Tuhan ini. Terkadang setelah baca, saya langsung share di WhatsApp Group komsel dan Familyku. Setelah itu saya pergi jalan pagi sambil doling (doa keliling) di seputaran Lasoani, memberkati para tetangga, berdoa perlindungan Tuhan (Puji Tuhan, pasca gempa rata-rata rumah tetangga aman saya lihat dari blok ke blok, hanya beberapa pagar yang roboh). Pukul 06.00 saya balik ke rumah untuk mendengar Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Gilbert Lumoindong yang menjadi kekuatan dalam mengawali aktivitasku setiap pagi. Setelah itu baru saya memasak untuk sarapan keluarga kecilku, sekaligus menyiapkan bekal ke kantor untuk bekerja.
Jumat itu, saya ke kantor langsung senam bersama teman-teman di kantor, tepat pukul 12.00 Wita, saya pulang ke rumah untuk istirahat, sekitar pukul 14.00 lewat, Gilbert, anak saya bilang : “Gempa, Mama”, saat saya siap-siap ke ibadah kaum wanita, saya rasakan gempa lagi.
Saat sementara ibadah kaum wanita, gempa kembali terasa. Saat itu ibu gembala memberitakan Firman Tuhan yang semuanya berpusat pada berdoa dan berjaga-jaga memberikan kekuatan saat itu. Selesai Firman Tuhan saya langsung pulang karena saya harus balik ke kantor lagi. Hal itu setiap hari Jumat, kalau saya berada di Palu, saat mengikuti kaum wanita, selesai Firman Tuhan disampaikan saya harus balik ke kantor.
Setelah dari kantor mampir di rumah keluarga di jalan Tanjung Angin karena besoknya ada ibadah syukuran, harapan mau bantu-bantu. Baru tiga menit tiba, gempa terjadi kembali. Yang keluar dari mulut saya saat itu Tuhan Yesus Tolong, darah Yesus berkuasa, Tuhan Yesus punyaMu langit dan bumi selamatkan kami, sambil saya terguling-guling
di tanah, mau berdiri tidak bisa, pipiku memar terbentur di tanah, tapi Tuhan sudah sembuhkan Puji Tuhan.
Sudah jauh dari rumah, saya ingat tas saya ketinggalan mau menghubungi suami saya Handphone saya dalam tas, saya lari masuk kerumah lagi ambil tas saya, begitu keluar puji Tuhan sudah ada suami saya balik lagi jemput saya. Saya langsung teringat Gilbert sendiri dirumah, mau pulang baru naik motor gempa lagi, tiarap lagi di tanah, oh Tuhan Tolong darah Yesus berkuasa, sejak itu terus bahasa roh dalam menelusuri perjalanan menuju kerumahku dalam kepadatan orang-orang. Tiba di rumah saya langsung peluk Gilbert Puji Tuhan Gilbert tidak apa-apa.
Gilbert dua kali di luputkan dari maut, pulang kuliah dia mohon izin sama saya, “Mama sebentar sore saya dengan teman mau ke Jonoge kami diundang dari SMA 2 adik-adik kelas ada camping disana, berangkat sore ini”, saya jawab “apa sudah konfirmasi dengan ibu Kristin” guru agama Kristen di SMA 2 (salah satu korban meninggal di Jonoge saat kegiatan tersebut) dijawab “iya ma, karena tiap tahun memang begitu kakak kelas walau sudah tamat masih diundang khusus pengurus PPK saja”, saya jawab “baik nanti saya konfirmasi sama ibu Kristin”. Waktu saya diantar Gilbert ke kaum wanita, saya bertanya lagi, “apakah jadi ke Jonoge? Jam berapa?” dia menjawab “tidak jadi mama kata temanku besok saja hari sabtu”. Puji Tuhan Gilbert tidak jadi ke jonoge.
2. Setelah pulang antar saya dari kaum wanita, rupanya Gilbert tertidur. Tapi tiba-tiba sebelum gempa besar terjadi, ia seperti dibangunkan, padahal setahu saya kalau Gilbert tidur tiada duanya, ngorok dan susah bangunnya, hal inilah yang menjadi salah satu faktor dia tidak kuliah diluar kota. Tetapi andaikata Gilbert tidak terbangun sebelum gempa terjadi, dia bisa tertindis lemarinya, karena lemarinya jatuh tepat ditempat tidurnya. Puji Tuhan diluputkan.
Pasca gempa dkami tidur di jalan beralaskan karpet beratapkan langit sambil bersyukur oh Tuhan terimakasih atas pertolongan-Mu, saya terus berbahasa roh saat itu karena gempa sewaktu-waktu datang. Malam kedua kami dipanggil oleh kakak untuk berkumpul di depan teras rumahnya. Di situ kami terus berdoa minta pertolongan. Kali ini saya menggunakan kesempatan untuk membimbing jiwa-jiwa terima Tuhan Yesus secara pribadi dalam hidup mereka, keluargaku yang mengungsi disitu.
Puji Tuhan, sejak pasca gempa walaupun listrik
tidak menyala, air tidak mengalir, tetapi setiap sore saya mandi dan mengangkat air minum dari rumah teman kantor yang airnya masih mengalir. Makanan masih ada stok, dan dapat berbagi dengan tetangga, Puji Tuhan.
Hari keempat, kakak saya dari Toraja menelepon terusnya menerus dan menyuruh kami
untuk pulang, tapi saya terus mencari kehendak/petunjuk Tuhan apa yang saya harus lakukan, saya berdoa kepada Tuhan jika Tuhan kehendaki Tuhan pasti kirim bensin dan sopir karena suami saya belum mau pulang dengan kakak karena masih ada sepupu saya satu keluarga belum ditemukan di Petobo.
Jika Tuhan kehendaki pasti Tuhan sediakan semua. Kakak saya di Toraja masih terus menelpon sampai marah-marah saya, katanya,
“Kamu tidak tau keadaan kamu, tapi saya di Toraja tau apa yg terjadi di Palu”
Jadi saya jawab:
“Tidak ada sopir dan bensin hanya sedikit saja di mobil”.
Akhirnya kakak saya mengirim sopir dua orang untuk menjemput kami. Tanggal 3 Oktober 2019 malam kami langsung pulang. Bensin yang saya perkirakan hanya sampai di Parigi, tapi Tuhan terus menyertai diperjalanan tiba di Poso.
Saat akan beli bensin, pertamina tutup. Ada bensin di jerigen dijual 5 liter 150 ribu, saya anggap pembodohan ini keadaan sudah begini masih ada orang yang tidak punya belas kasian, uang di dompet tinggal 250 ribu. Saya tanya sopir,
“Bagaimana? Masih bisa sampai Tentena”
“Bisa tante” jawabnya
“Puji Tuhan, ayo kita lanjut lagi”, kataku.
Setelah kami sampai di Tentena benar ternyata Tuhan siapkan di Tentena, langsung saya isi penuh 230 ribu. Sisa uang 20 ribu saya kasih sopir minum kopi
di Taripa. Puji Tuhan kami lanjut Pendolo, ada saudara dalam Tuhan di Pendolo menyediakan sarapan bagi kami robongan lima mobil. Tuhan Yesus baik, kami aman dalam lindungan-Nya. Firman Tuhan Mazmur 91 terus digenapi Tuhan dalam setiap orang yang
sungguh-sungguh percaya.
Walaupun saat itu kami hanya bisa saling mendoakan, saya berusaha mencari kabar Tim Penggembalaan dan juga teman-teman komsel,
puji Tuhan semua dalam keadaan baik-baik saja.
Saya berkali-kali mencoba menghubungi
anggota komsel kami, Oma dan Opa Tiolemba, anggota komsel saya tetapi tidak berhasil, hingga suami saya mencari ke rumah mereka, ternyata sudah aman berada di Tentena bersama keluarganya.
Sesungguhnya saya menyadari kita sudah dipersiapkan Tuhan, dan Tuhan pula meluputkan kita sesuai janjiNya. Kita tetap bersyukur dan bersyukur.
Haleluyah Terpujilah nama Tuhan. AMIN

Oleh : Agnes Maria Siaba

MENGENAL GPPS JEMAAT PALU

Shalom!

Seseorang pelajar atau mahasiswa yang ingin mendaftarkan diri sebagai siswa ataupun mahasiswa di suatu sekolah atau perguruan tinggi, pasti akan belajar mengenal dengan baik keadaan sekolah maupunperguruan tinggi yang dimaksud. Demikianpun halnya jika seseorang akan melamar pekerjaan di suatu instansi atau perusahaan. Hal ini adalah wajar karena dengan demikian ia tahu persis situasi dan kondisi tempat dimana ia akan sekolah, kulaih maupun bekerja.

Adalah wajar dan sudah sepatutnya jika seseorang ingin menjadi anggota jemaat atau pelayan Tuhan di suatu gereja, harus mengenal dengan baik segala sesuatu mengenai gereja tersebut. Kalau merasa sejahtera, barulah komitmen untuk menjadi anggota jemaat atau pelayan Tuhan di gereja tersebut. Supaya disitu ia bisa beribadah dengan sejahtera dan menyalurkan karunia yang diberikan Roh Kudus kepadanya melalui pelayanan.

Sebagai jemaat maupun pelayan Tuhan GPPS Palu, sudah sewajarnya kita mengenal keberadaan GPPS Palu agar setiap jemaat maupun pelayan Tuhan GPPS Palu tahu persis keberadaan gerejanya. Demikianpun calon jemaat dapat mempelajari dan mempertimbangkan terlebih dahulu sebelum menjadi jemaat GPPS Palu.

Kami ucapkan selamat bersekutu di dalam kasih Kristus sebagai keluarga Allah dan selamat mengabdikan diri kepada Tuhan melalui pelayanan. Tuhan memberkati

Dalam kasih-Nya,

Pdt. R.F.Martino
Koord. Tim Penggembalaan