Monthly Archives: June 2018
KUNYATAKAN ENGKAUTUHAN DIHIDUPKU
Tema khotbah Minggu ini diambil dari sebuah lagu yang berjudul “Tuhan Dihidupku”. Beberapa hal yang bisa kita pelajari dari lirik lagu tersebut adalah:
– Kita patut bersyukur karena nama kita tertulis di telapak tangan Tuhan.
– Kalau kita berada di dalam genggaman Tuhan kita akan merasa nyaman sekalipun kita mengalami banyak masalah di dalam kehidupan.
– Di tengah badai hidup, seringkali orang-orang di sekitar kita meninggalkan kita, namun Tuhan tak pernah meninggalkan kita.
– Kalau saat ini kita bisa mencapai keadaan yang lebih baik dibandingkan keadaan yang dulu, itu karena Tuhan yang mengangkat hidup kita.
– Tuhan di setiap nafasku, berarti selama kita hidup, kita akan selalu menjadikan Dia Tuhan dalam hidup kita.
Baca: 2 Korintus 3:3
Saat ini kita sudah jarang berkomunikasi dengan menggunakan surat karena zaman sudah maju dan umumnya kita berkomunikasi dengan Telepon, SMS, WA, dll. Namun zaman dulu, surat adalah salah satu media komunikasi yang sangat dibutuhkan untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan sikap seseorang mengenai sesuatu hal. Isi surat pribadi menggambarkan maksud seseorang atau bahkan bisa memberikan informasi mengenai isi hati. Dari gaya tulisan dan gaya bahasa dalam surat, kita bisa mengetahui karakter seseorang. Tujuan penulisan surat adalah untuk dibaca oleh penerimanya.
Saat Paulus berkata bahwa kita adalah surat Kristus, berarti hidup kita terbuka dan dapat dibaca oleh semua orang dari cara hidup, sikap hidup dan perbuatan kita: apakah semuanya mencerminkan Pribadi Kristus atau tidak.
Baca: Kisah Para Rasul 11:26
Mengapa jemaat di Antiokhia menyebut murid-murid Yesus dengan sebutan Kristen? Karena ketika jemaat Antiokhia melihat murid-murid Yesus, mereka teringat pada apa yang pernah diperbuat oleh Kristus. Arti Kristen adalah pengikut Kristus. Jadi, murid-murid disebut pengikut Kristus karena apa yang murid-murid lakukan dalam keseharian mengingatkan jemaat Antiokhia kepada Pribadi dan perbuatan Kristus. Jadi saat kita menyebut diri kita Kristen, seharusnya diri kita mencerminkan Pribadi Kristus.
Namun sayangnya banyak orang yang tidak tertarik dan menjadi antipati dengan Kekristenan karena perilaku orang Kristen sendiri yang menjadi batu sandungan.
Contoh:
– Di hadapan ribuan mahasiswa di Kolombo, Mahatma Gandhi berkata , “Seandainya Kekristenan seindah Khotbah di bukit, maka saya sudah menjadi orang Kristen. Tetapi karena hidup orang Kristen-lah maka saya tidak mau menjadi orang Kristen.” Mahatma Gandhi sangat tertarik dengan khotbah Yesus, namun ia memutuskan untuk tidak menjadi Kristen karena perilaku orang Kristen sendiri. Mengapa ia berkata demikian? Karena Mahatma Gandhi pernah mengalami pengalaman yang pahit. Suatu saat ia tertarik untuk beribadah di sebuah gereja, namun saat ia hendak masuk, ia ditolak oleh orang-orang berkulit putih hanya karena ia tidak berkulit putih. Padahal Tuhan tidak hanya memilih orang-orang berkulit putih atau orang-orang dari suku tertentu. Rasul Petrus dulunya adalah orang yang sangat ke-yahudi-an, sampai akhirnya Tuhan menegurnya dalam suatu penglihatan sehingga ia menyadari bahwa Tuhan tidak membeda-bedakan latar belakang suku bangsa seseorang untuk menerima anugerah keselamatan.
– Seorang filsuf ateis bernama Friedrich Nietzsche. Dari fotonya kita bisa melihat bahwa ia adalah orang yang pahit hati – terlihat dari tatapan matanya. Ia pernah menjawab pertanyaan mengapa ia sangat membenci kekristenan. Ia berkata, “Saya akan percaya jalan keselamatan mereka (orang-orang Kristen) apabila hidup mereka (orang-orang Kristen) sedikit lebih terlihat seperti orang yang sudah diselamatkan.” Betapa menyedihkannya pernyataan Friedrich ini. Berarti orang-orang Kristen yang ia temui tidak menjadi berkat namun menjadi batu sandungan baginya.
– Anton Szandor LaVey adalah pendiri gereja setan. Semula ia adalah seorang Kristen, aktif beribadah dan melayani di gereja. Namun ia menemukan banyak kemunafikan di dalam gereja. Ia melihat banyak pria Kristen yang di dalam gereja tampak sangat saleh/alim, namun diluar gereja mereka hidup dalam dosa dan kenistaan, sehingga pengalaman itu yang mendorong LaVey untuk mendirikan gereja setan dimana anggotanya bebas mengumbar nafsu tanpa dibungkus kemunafikan.
Sering kali orang Kristen tidakmampumenjadisuratKristus/suratterbukakarenakarakter-karakter yang tidakmenjadiberkatbagi orang lain diantaranyaadalah:
1. Kikir.
Seorang hamba Tuhan pernah berkata, “Bagaimana kita tidak menangis ketika melihat kantong-kantong Kristen sudah ‘dihijaukan’ karena penduduknya diberi sembako.” Pengusaha-pengusaha di pihak mereka dengan sangat royal berlomba-lomba untuk “menabur” bagi gerakan penghijauan. Sedangkan orang Kristen sendiri lebih kikir, menggunakan uangnya hanya untuk kepentingan diri sendiri. Hamba Tuhan itu melanjutkan, “Gereja-gereja di kota besar mengeluarkan uangnya hanya untuk pembangunan gedung-gedung besar dan fasilitas-fasilitas mewah seperti layar LED yang senilai ratusan juta Rupiah.” Dalam hal ini gereja-gereja bertanggungjawab di hadapan Tuhan jika tidak melaksanakan amanat agung.
2. Emosi yang tidak terkontrol.
Sewaktu masih sekolah, ada teman sekelas saya, seorang Kristen, yang jika marah membenturkan kepalanya ke tembok. Hal ini menjadi pertanyaan bagi teman-teman yang beragama lain, bisakah orang Kristen menyakiti diri sendiri? Dalam pelayanan, saya pernah menjumpai seorang remaja Kristen yang saat marah meminum obat antimo dengan jumlah banyak sampai hampir meninggal. Kemudian ada suami yang mengeluh, istrinya jika marah cenderung menyakiti diri sendiri. Di satu sisi orang-orang ini mungkin telah mengundang Yesus ke dalam hatinya namun ia tidak menghormati Kristus dalam hidupnya. Mereka tidak menyadari bahwa Tuhan marah terhadap apa yang mereka lakukan! Karena hidup mereka adalah pemberian dan milik Tuhan, sehingga mereka tidak berhak menyakiti diri sendiri. Jika mereka meninggal, maka neraka yang menyambut mereka. Inilah contoh hidup yang tidak memuliakan Tuhan.
3. Pembohong.
Ada orang Kristen yang suka sekali berbohong dan menganggapnya biasa. Karena suka berbohong, lama kelamaan orang itu menjadi pembohong. Ada pelayan Tuhan yang rajin melayani namun suka berbohong. Ada juga orangtua yang suka menyuruh anaknya berbohong. Suatu hari ada seorang ibu berkata kepada saya bahwa ia tertempelak saat ia menyuruh anaknya berbohong, sang anak berkata, “Di sekolah minggu saya diajar tidak boleh berbohong. Mengapa mama mengajar saya berbohong?”
4. Ego / tidak suka mengalah.
Diluar negeri, pada transportasi umum disediakan tempat duduk dengan tulisan “priority” (prioritas) kepada orang tua atau orang yang lebih lemah. Mereka diajar untuk mengalah. Namun banyak orang Kristen yang tidak suka mengalah. Suami istri yang ribut setiap hari yang sebenarnya membebani anak-anak. Dulu saat masih kecil rumah saya berada di lorong, dimana yang tinggal di lorong tersebut dari berbagai suku dan agama. Ada sebuah rumah di lorong kami, penghuninya adalah orang Kristen. Di pagi hari sang istri terdengar lagi menyanyikan lagu pujian penyembahan sampai berbahasa roh. Tetangga-tetangga berkata, “Ia sedang menyanyi lagu koor”. Namun di sore hari terdengar oleh tetangga ia bertengkar hebat dengan suami. Tetangga-tetangga berkata, “Ronde pertama dimulai”. Akhirnya kekristenan jadi tertawaan. Aplikasi poin ini cukup banyak. Misalnya: orang Kristen saat berkendara dan tiba-tiba diserobot, meneriaki dan memaki orang itu. Bayangkan jika orang itu akhirnya melihat saudara memimpin di suatu ibadah. Akhirnya kekristenan kita tidak menjadi berkat. Sebagai orang percaya kita harus belajar untuk menahan ego.
PENTINGNYA KARAKTER.
Karakter adalah sifat batin yang mempengaruhi pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki oleh manusia. Karakter menentukan jati diri seseorang. Apabila seseorang berkarakter buruk maka perilaku / jati dirinya menjadi buruk. Tetapi apabila seseorang berkarakter baik, maka jati dirinya juga menjadi baik.
Karakter juga berbicara tentang pondasi dimana seseorang membangun semua kehidupannya. Karena karakter seperti pondasi yang berada di dalam, maka karakter itu tidak kelihatan tetapi sangat menentukan. Karakter itu baru kelihatan saat tekanan datang atau saat berkat datang melimpah.
Abraham Lincoln berkata, “Untuk menguji karakter seseorang, berikan dia kekuasaan.” Pertanyaannya: Mengapa? Karena apabila seseorang tidak mempunyai karakter yang kuat, saat ia diberi posisi yang tinggi maka itu akan sangat berbahaya. Saat “di atas gunung batu Kau bawa hidupku” (Tuhan mengangkat hidup kita), namun kita tidak memiliki karakter yang kuat, maka kita akan terjatuh.
Kita akhirnya memahami kasus-kasus korupsi terjadi karena orang-orang yang memiliki kekuasaan tidak memiliki karakter yang kuat. Seringkali kita ingin Tuhan membawa kita semakin naik menjadi kepala dan bukan ekor, namun kita harus menyadari bahwa kita juga harus mempersiapkan karakter kita. Jika karakter/pondasi hidup kita tidak kuat, maka segala sesuatu yang kita susun diatasnya bisa roboh. Banyak orang yang saat dibawa semakin tinggi oleh Tuhan, hubungannya dengan Tuhan menjadi renggang dan ia menjadi sombong kepada orang lain. Akhirnya ia terjatuh karena karakternya sendiri. Karena itu perkuat karakter kita yaitu menjadi serupa dengan Kristus!
KAPAN KARAKTER MULAI DIBENTUK?
Karakter dibentuk sejak masa kanak-kanak. Apakah karakter orang dewasa masih bisa dibentuk? Masih bisa namun lebih sulit karena sudah ada nilai-nilai yang terbentuk sekian lama di dalam dirinya, dan untuk mengubahnya itu tidak mudah. Maka sebisa mungkin, usia 0-6 tahun adalah usia emas bagi orangtua untuk membentuk karakter anak, jangan sekedar menitip anak dengan babysitter / pengasuh. Yang membentuk karakter anak adalah nilai yang dia pegang dalam kehidupannya: bagaimana cara ia dibesarkan. Orang-orang yang berada disekitarnya mempengaruhi karakternya. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh orangtua akan ditiru anak-anaknya. Misalnya tidur tidak sikat gigi, pulang rumah langsung lempar sepatu. Sedangkan orangtua telah memberi teladan yang baik, seorang anak masih bisa melakukan yang buruk karena meniru pergaulannya di sekolah, apalagi jika orangtua memberi contoh yang buruk.
Kita perlu memperhatikan:
– Nilai yang dipegang akan menjadi tingkah laku.
– Tingkah laku yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan.
– Kebiasaan yang dipertahankan akan menjadi karakter.
– Karakter seseorang akan menentukan masa depannya.
Karena itu jika ada anak kecil yang tidak suka berbagi, tidak suka mengalah, dll, peran orangtua untuk jangan membiarkan sang anak berperilaku seperti itu dengan alasan ia masih anak-anak. Orangtua harus segera mengajarkan dan menanamkan nilai yang benar.
Selain orangtua, guru sekolah minggu juga memiliki peranan untuk membentuk karakter anak. Anak-anak bukanlah pendengar yang baik namun peniru yang baik. Jika guru sekolah minggu ke gereja naik motor tidak pakai helm, datang terlambat, melanggar rambu lalu lintas, maka anak-anak sekolah minggu akan meniru kita. Saat masih kecil, karena kondisi keuangan keluarga yang sangat minim, untuk membeli permen coklat saja sangat sulit. Karena saya ingin sekali makan permen coklat dan tidak punya uang, saya hendak mencuri coklat dari suatu kios. Saya menggenggam beberapa permen coklat dan memasukkannya ke kantong saya. Namun tiba-tiba saya teringat guru sekolah minggu saya pernah berkata bahwa mencuri itu dosa, dan bisa membawa kita ke neraka. Akhirnya saya mengembalikan coklat tersebut dan pergi dengan menangis. Nilai yang guru sekolah minggu saya ajarkan masuk ke dalam hati saya. Jadi jika saya bisa berdiri saat ini, itu karena hasil dari sekolah minggu. Maka saya selalu berkata kepada para keluarga muda: “Sedini mungkin bawalah anak-anak saudara ke sekolah minggu.” Mungkin mereka sepertinya belum mengerti, namun mereka sudah dibiasakan dengan suasana pujian penyembahan sejak kecil, dan ada hal-hal rohani yang akan terekam dalam ingatan mereka.
Baca: Amsal 22:6
Maka sebagai pendidik, nilai itu harus kita alami lebih dulu baru bisa kita impartasikan kepada orang lain.
KARAKTER YANG DIUBAHKAN.
Tuhan sangat tertarik dengan karakter. Tuhan lebih tertarik untuk mengubah karakter kita daripada mengubah keadaan di sekitar kita.
Tuhan siap mengubah kita namun dibutuhkan kerendahan hati. Untuk mengalahkan keangkuhan kita, itu butuh perjuangan karena manusia pada dasarnya angkuh. Kita harus menyadari bahwa tidak ada dari kita yang benar, namun kita mau terus belajar untuk hidup benar. Kita harus datang dan berkata kepada Tuhan, “Aku siap untuk engkau bentuk, ya Tuhan.”
Mau tidak mau, sebagai surat Kristus kita akan dibaca oleh semua orang. Namun kita harus menjadi surat yang memuliakan Kristus karena kita diciptakan untuk kemuliaan-Nya.
Baca: Filipi 1:20
Saat seorang Kristen meninggal, apakah orang-orang yang hadir dalam ibadah penghiburan akan berkata, “Saya sangat diberkati dari kehidupannya. Saya menjadi Kristen karena dia. Dia sangat murah hati.” Ataukah orang-orang akan berkata, “Ia meninggal karena anfal jantung setelah bertengkar dengan isterinya”? Paulus memiliki kerinduan bukan untuk menjadi rasul yang besar, namun agar Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam hidup dan matinya.
Sebagai orangtua, ajarlah anak-anak saudara agar tidak mempermalukan nama Tuhan. Karena setiap pergerakan kita dilihat orang-orang dan kita harus menjaga agar nama Kristus tidak dipermalukan.
Karakteristik Kristus apa saja yang seharusnya dilihat oleh orang-orang melalui hidup kita?
1. Hati.
Hati Yesus adalah hati yang selalu penuh dengan belas kasihan. Apakah keseharian kita menjadi pribadi yang egois dan kikir? Kasih berbicara mengenai pengorbanan dan Yesus telah membuktikannya dengan mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib. Kita baru bisa disebut mengasihi jika didalamnya ada nilai pengorbanan. Kita rela mengampuni sekalipun telah disakiti.
2. Murah Hati.
Orang yang murah hati pasti suka memberi. Sekalipun kita juga harus mengetahui “orang atau tempat yang tepat” untuk kita menyalurkan kemurahan hati. Bagi orang yang murah hati, dimanapun ia berada akan mendapat kemurahan juga.
3. Cara berpikir.
Yang dimaksud adalah cara berpikir yang positif. Melihat segala sesuatu jangan langsung negatif. Saat melihat orang berbisik-bisik kita mengira mereka menceritakan kita, saat mereka tertawa kita mengira mereka menertawakan kita. Ini cara berpikir yang negatif. Kita harus belajar berpikir positif.
4. Cara pandang.
Kita bisa memahaminya dari peristiwa bagaimana Samuel diperintahkan Tuhan untuk mengurapi raja Israel yang baru sebagai pengganti Saul. Cara pandang Samuel dan Tuhan berbeda. Samuel memandang apa yang nampak namun Tuhan melihat hati.
Karena itu baiklah kita merenungkan ayat ini: Matius 5:16 “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Dan biarlah hidup kita memuliakan Bapa di sorga.
By : Pdt. Lea Novitasari
JANGAN MENJADI SETERU SALIB KRISTUS
pi 4:1Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!
Dalam pandangan Paulus, jemaat adalah mahkota, yaitu orang-orang yang sangat ia kasihi, yang sangat dirindukan dan merupakan sumber sukacita. Hubungan antara gembala dan jemaat adalah hubungan yang sangat luar biasa. Hamba Tuhan akan menganggap jemaat Tuhan adalah kemuliaannya, mahkotanya, orang yang paling berharga dalam hidupnya karena jemaat adalah pribadi-pribadi yang ditebus oleh darah Kristus, yang dipercayakan kepada gembala untuk dibawa masuk pada kerajaan yang kekal untuk selama-lamanya. Gembala adalah pemelihara jiwa dari jemaat.
Jadi sangat prioritas bagi seorang hamba Tuhan tentang kepentingan jemaat itu sendiri. Jemaat ada di hati hamba Tuhan, ada di hati gembala. Oleh sebab itu ada nasihat-nasihat yang harus disampaikan walaupun nasehat itu agak sedikit keras hingga menyentuh kedalaman kalbu seseorang. Tetapi hal tersebut adalah perlu supaya jemaat terpelihara sungguh dandapat hidup dalam kehidupan yang kekal. Jemaat pun dapat diberkati, dapat menerima kelimpahan anugerah Allah di muka bumi ini.
Menjadi orang percaya artinya kita di dunia ini diberkati dan juga kemudian akan menerima hidup yang kekal untuk selama-lamanya. Dalam berkat itu juga kita harus disadarkan dan diingatkan supaya kita tidak terbuai di dalam berkat-berkat jasmaniah tetapi melalui berkat itu kita juga bisa menerima kenyataan bahwa ada hal-hal yang harus kita alami bahkan kita lakukan sambil kita menikmati berkat berkat Tuhan.
Hal yang patut kita renungkan ialah banyak orang yang hidup beraksesoris salib, memakai kalung salib, anting-anting salib, gambar-gambar salib dan lain-lain. Tetapi sesungguhnya mereka tidak mengerti arti salib dalam hidupnya bahkan hidup berlawanan dengan arti salib itu sendiri, tidak selaras atau tidak sesuai dengan salib itu. Ada dalam satu gereja di mana anggotanya tidak saling bertegur sapa, bahkan berjabat tangan sekalipun. Ada dendam pribadi sekalipun orang tersebut menggunakan aksesoris salib. Inilah bukti nyata bahwa ia tidak mengerti tentang salib itu sendiri. Jika kita berani memakai salib berarti kita harus hidup selaras dengan salib itu. Salib bukan hanya sekedar aksesoris tetapi merupakan gaya hidup.
Dalam ayat pendahuluan di atas, kita melihat keprihatinan rasul Paulus. Dikatakan banyak orang hidup sebagai seteru salib atau berlawanan dengan salib Kristus. Ini bukanlah kata-kata penghakiman tetapi berdasarkan fakta. Dalam konteks jemaat Filipi, Paulus mengindikasikan ada kelompok orang-orang yang berlawanan dengan salib Kristus, yang hidup tidak selaras dengan salib Yesus. Dikatakan banyak orang artinya mayoritas orang-orang yang ada. Kelompok mayoritas ini punya sesuatu yang bisa menimbulkan, mempengaruhi bahkanmerubah keadaan minoritas. Inilah yang membuat Rasul Paulus sangat prihatin. Jadi ia menasehati jemaat Filipi bahwa banyak orang yang akan mempengaruhi merekayaitu orang-orang yang hidup berseteru dengan salib Kristus. Sikap, gaya hidup, konsep, nilai dan tujuan mereka bertentangan dengan salib Kristus.
ARTI SALIB
1. Kepedulian
Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Salib bicara tentang kasih, kepedulian, dan hal memberi. Ketika Tuhan melihat umat-Nya berdosa, Ia punya rencana supaya umat-Nya diselamatkan dan Ia turun ke dalam dunia ini. Kristus harus datang kedalam dunia dan mati di kayu salib demi kasih-Nya kepada manusia. Kasih adalah dasar utama dari pembahasan tentang salib. Salib adalah bukti kasih Tuhan kepada manusia dan dengan itu pula Tuhan mengajarkan agar manusia memiliki kasih dan kepedulian. Kasih sendiri terbagi menjadi dua yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada manusia. Dalam hal ini Tuhan mengajarkan kita untuk memiliki kepedulian sosial, kepedulian terhadap sesama. Kita punya waktu untuk mengasihi, punya cara-cara mengasihi. Orang-orang yang menjadi seteru salib tidak akan berbicara tentang kasih. Ia akan berbicara tentang untung rugi, bermanfaat atau tidak bermanfaat, mendatangkan pujian atau tidak, itulah pembahasan orang-orang yang menjadi seteru salib. Hidup selaras dengan salib akan berbicara kasih,berpikir kasih dan bertindak kasih. Di dalam gereja, kasih harus terjadi, mengalir dan terus menguasai.
2. Pengorbanan
Wahyu 5:9-10 9Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah memberi mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. 10Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.”
Salib berbicara tentang pengorbanan, Yesus Kristus. Hati Yesus penuh pengorbanan, Yesus selalu punya belas kasih untuk melihat domba-domba yang tak tergembalakan, Yesus melihat manusia sebagai objek kasih dimana ia bisa menyatakan pengorbanannya, sehingga Ia rela mati untuk manusia. Yesus tidak mempertahankan dirinya demi menyelamatkan manusia. Yesus rela kehilangan takhta-Nya demi menjadi korban bagi manusia. Oleh sebab ituIa sangat ditinggikan karena Ia rela dikorbankan. Yesus adalah pribadi yang utuh, yang mempunyai kehendak pribadi di mana Ia bisa saja melawan rencana-rencana Bapa-Nya, tetapi Ia memilih supaya manusia diselamatkan. Yesus pernah mengajarkan “barang siapa yang takut kehilangan nyawa akan kehilangan nyawanya tetapi barangsiapa yang memberikan nyawanya ia akan mendapatkannya kembali.
Bicara salib harus rela berkorban, harus rela turun, harus rela kehilangan segala-galanya demi orang lain. Kita tidak bisa menebus dosa orang lain tetapi kita bisa menyerahkan diri sebagai alat-Nya Tuhan supaya orang lain diselamatkan.
Ketika penderitaan Yesus ditulis di Alkitab khususnya di suratan Filipi, dimana Yesus adalah hamba yang taat sampai mati dikayu salib, perjuangan-Nya tidak mudah. Yesus harus melawan kedagingan, keinginan-Nya secara manusia bahkan ketakutan-Nya. Ia pun rela kehilangan jabatan sebagai Raja hanya untuk menyelamatkan manusia.
3. Perdamaian atau kesatuan
2 Korintus 5:18-19 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.19Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
Salib berbicara tentang pendamaian antara Allah dan manusia. Manusia didamaikan oleh salib Kristus. Orang yang tidak hidup dalam perdamaian tidak pantas me-label-i dirinya dengan salib. Orang yang suka mencari perkara-perkara negative sangat tidak cocok memakai salib. Manusia dengan manusia berdamai menjadi satu kesatuan.
Efesus 2:11-19
11Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu – sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia,12bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.13Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.14Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merobohkan tembok pemisah, yaitu perseturuan,15sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,16dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.17Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”,18Karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.19Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
Tidak ada lagi permusuhan, tidak ada lagi rasis, konflik konflik horisontal dan kelompok-kelompok eksklusif. Kita adalah anggota keluarga Allah karena kita sudah diperdamaikan oleh salib.
4. Penderitaan
1 Petrus 2:21-23
21Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.22Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.23Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
Salib berbicara penderitaan, baik penderitaan jasmani maupun penderitaan batin. Ada orang tidak menderita jasmaniah tetapi hatinya menderita. Penderitaan adalah hal biasa. Orang percaya harus siap terhadap penderitaan. Kita tidak boleh menjadi orang yang tidak mau menderita. Jika Tuhan ijinkan maka kita harus siap. Segala hal dapat saja terjadi, kita tidak boleh lari tetapi kita harus hadapi dengan iman dan kerendahan hati. Paulus tahu benar kelimpahan dan kekurangan, tetapi yangterpenting adalah hidup dan berkarya Bagi Tuhan.
5. Pengampunan dosa
1 Petrus 2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
Salib bicara tentang pengampunan dosa, dan pengampunan dosa bicara tentang pemberitaan Injil. Supaya orang-orang yang belum mengenal Yesus bisa percaya Yesus karena di dalam salib ada pengampunan dosa. Orang yang percaya kepada Yesuslah yang menerima pengampunan dosa. Allah mau semua orang diselamatkan. Jika tidak ada salib maka tidak ada pengampunan dosa.
6. Kerendahan hati
Filipi 2: 5-8
5Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Salib bicara tentang kerendahan hati, meninggalkan status. Demi menyelamatkan umat manusia, Yesus rela mengosongkan diri-Nya. Kita pun punya tugas yang sama menyelamatkan orang-orang di sekitar kita, kita pun harus rela mengosongkan diri supaya orang lain dapat diselamatkan.
Menjadi seteru salib:
1. Kesudahannya ialah kebinasaan
Tujuan akhir dari seteru atau salib Kristus adalah kebinasaan.
2. Tuhannya adalah perut
Paulus secara jelas mengatakan Tuhan mereka adalah perut, gaya hidup yang maunya hanya senang dan tidak mau menderita. Inilah yang menjadi seteru salib. Sebab perut berbicara tentang keinginan daging. Bukan hanya kesenangankesenangan tetapi harus rela berkorban di dalamnya, tidak hidup dengan hedonism, materialisme dan konsumerisme. Gaya hidup seperti ini adalah gaya hidup mereka yang Tuhannya adalah perut dimana tidak ada kepedulian pada orang lain. Tidak ada panggilan jiwa selama ia hidup untuk menjadi berkat. Ada banyak orang yang membutuhkan kasih, yang tidak ada pakaian, yang tidak tahu tentang makanan yang sehat, tetapi dirinya tidak peduli karena Tuhannya adalah perut. Inilah hal yang harus diperhatikan bagi setiap orang yang mengaku percaya pada Tuhan. Tidak boleh mementingkan diri sendiri tanpa memperhatikan orang lain.
Kita tidak diharuskan mati untuk orang lain tetapi kita harus ada kepedulian dan kasih. Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh pengorbanan, kita pun harus menyerahkan apa yang kita buat dan apa yang bisa kita berikan. Tidak tinggal dalam zona nyaman.
3. Kemuliaannya adalah aib
Aib ialah sesuatu yang ditutup-tutupi tetapi kemudian terbongkar. Tindakan-tindakannya tidak selaras dengan salib Kristus. Jadi pejabat tidak boleh korupsi, dalam keluarga tidak boleh ada yang berselingkuh.
4. Pikirannya semata-mata duniawi
Hal ini berbicara tentang konsep hidup, nilai-nilai dan tujuan hidup.
Filipi 2:1-11 1Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 3dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 4dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. 5Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Hiduplah selaras dengan kasih Kristus karenatujuan akhir dari hidup yang selaras dengan salib adalah semua lidah mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan.
By : Pdt. Feliks M. Sepang
PUNDI-PUNDI YANG BERLUBANG
Hagai 1:1-7 1 Pada tahun yang kedua zaman raja Darius, dalam bulan yang keenam, pada hari pertama bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya: 2 “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!” 3 Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: 4 “Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan? 5 Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! 6 Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! 7 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!
Kalimat “Perhatikanlah Keadaanmu!” diulang hingga dua kali. Ini berarti Tuhan mau Bangsa Israel memperhatikan apa yang Tuhan katakan.
Apa yang perlu diperhatikan? (Perhatikan kata-kata yang digaris bawahi)
Hagai 1:6
Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!
Mengapa mengalami pundi-pundi yang berlubang?
Hagai 1:2-3 2 “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!” 3 Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: 4″Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?
Ayat 2 dan ayat 4 berbicara mengenai Prioritas. Prioritas artinya adalah yang didahulukan dan diutamakan daripada yang lain. Bangsa Israel lebih mengutamakan kepentingan/kenyamanan mereka sendiri.
Apa Akibatnya?
Hagai 1:6
Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!
Bagaimana Supaya Tidak Mengalami Pundi-Pundi Yang Berlubang?
1. Miliki prioritas hidup
Mendahulukan, mengutamakan Tuhan
2 Korintus 8:5 “Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami”.
Jemaat di Makedonia BERBEDA dengan Bagsa Israel di Hagai 1.
Bangsa Israel jaman Hagai lebih mementingkan mendandani rumah mereka (kepentingan sendiri) dibanding rumah Tuhan yang tetap jadi reruntuhan dengan mengatakan: “Belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah Tuhan”
Prioritas Hidup Jemaat di Makedonia
2 Korintus 8:1-5 “1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. 2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. 3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. 4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. 5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.
Kekayan finasial bukan ukuran kekayaan pribadi. Mereka mau melibatkan diri, mereka mendesak supaya mereka juga dibari kasih karunia dalam mengambil bagian untuk pelayanan pekerjaan Tuhan. Inilah contoh bukti cinta kita kepada Tuhan yaitu melalui proyek-Tuhan yang ada dibumi.
2. Berdamai dengan sesama
2 Korintus 8:5 “Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami”.
Berdamai secara vertikal (dengan Tuhan) juga horisontal (dengan sesama manusia).
SALIB bukan hanya sekedar simbol karena pernah dipakai untuk menyalibkan Yesus. Tapi Salib juga mempunyai makna bahwa kasih kita harus secara vertikal dan horisontal. Orang percaya yang mengakui mengasihi Tuhan seharusnya juga ia akan mengasihi sesamanya manusia.
Matius 5:23-24 23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
Tuhan tidak menghendaki kita bermasalah dengan sesama dalam hal apapun, “PERGILAH BERDAMAI DAHULU DENGAN SAUDARAMU” (Anak, orang tua, teman sepelayanan, teman kerja, dll)
Selesaikanlah yang belum diselesaikan:
– Kesalahpahaman
Ada sesuatu yang horisontal jangan dikaitkan dengan vertikal dan bukan menjauhi yang vertikal, tapi firman Tuhan berkata “selesaikanlah!”. Solusinya bukanlah undur dari pelayanan. Ingatlah firman Tuhan berkata dalam Kolose 3 23: Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
– Peminjaman yang perlu dikembalikan
Masalah pinjam meminjam terkadang dianggap sepele, tapi hal ini perlu menjadi perhatian bagi kita. Ketika kita meminjam maka pinjaman itu harus dikembalikan. Sebisa mungkin janganlah berhutang, apa yang masih bisa dijual, juallah, sehingga tidak perlu berhutang. Tapi jika memang harus berhutang, maka bayarlah hutang tersebut.
Yesaya 32:17 berkata: “Dimana ada kebenaran disitu ada damai sejahtera”. Kalau kita hidup tidak benar maka tidak ada damai sejahtera. Sebaliknya jika melakukan kebenaran maka kita akan limpah dengan damai sejahtera.
3. Kaya dalam kemurahan = murah hati
2 Korintus 8:1-5 1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. 2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. 3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. 4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. 5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.
MURAH HATI berbicara HATI lebih daripada apa yang kita lakukan dengan tangan.
Orang yang selalu melakukan dengan tangannya belum tentu murah hati. Orang yang murah hati tidak hitung-hitungan, tidak akan pernah berhenti memberi karena dia suka member, tidak mementingkan diri sendiri.
Kisah Para Rasul 20:35 sebab Ia sendiri telah mengatakan: adalah lebih berbahagia MEMBERI dari pada MENERIMA.
MURAH HATI hasilnya KELIMPAHAN
Artinya: kelimpahan adalah akibat dari orang yang murah hati, tetapi kelimpahan TIDAK PERNAH menjadi TUJUAN dari org yang murah hati karena memang dia suka memberi sudah itulah pribadinya/hatinya.
Amsal 11:25 “Orang yang banyak memberi akan berkelimpahan, orang yang suka menolong akan ditolong juga” (BIS)
Amsal 11:25 “Bahwa hati yang murah itu akan dikaruniai dengan banyak, dan barang siapa yang mendirus, ia itu akan disirami dengan Kelimpahan”. (TL)
Amanat agung tidak bisa teraplikasi jika kita tidak bersosialisasi. Kalau kita bermasa bodoh dengan yag horisontal kita tidak akan melakukan firman Tuhan dengan sepenuhnya.
Orang yang memberi karena motivasinya ingin mendapatkan tidak akan ada kelimpahan dan TIDAK BISA disebut MURAH HATI. Dia akan BERHENTI MEMBERI pada saat dia tidak mendapatkan sesuatu.
Tetapi bagi orang yang SUKA MEMBERI=MURAH HATI meskipun tidak pernah mendapatkan, dia akan TERUS MEMBERI, karena memang itu pribadinya sama seperti BAPA di Surga.
Roma 8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
Ada istilah yang sering kita dengar: Like Father Like Son, kalau kita mengaku adalah anak Tuhan berarti seharusnya pribadi kita juga mencerminkan kepribadian Bapa di Surga. Bapa di Surga adalah Bapa yang murah hati, anak-Nya yang tunggalpun dikorbankan untuk penebusan dosa umat manusia.
MURAH HATI bukan berarti MURAHAN, harus memberi kepada siapa saja yang meminta kepada kita.
Yesuspun berkata “jangan memberi”
Matius 7:6 “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”
Artinya kita harus memberi pemberian kita kepada orang yang tepat.
Kebahagiaan bagi orang yang murah hati pada saat dia menemukan orang yang tepat/layak untuk menerima pemberiannya. Bukan menyuapi orang yang malas atau “aji mumpung”
Murah hati tdak selamanya berbicara ttg uang, tapi juga berkemurahan dengan:
-Waktu yang kita punya
– Doa kita
– kata-kata yang dapat menolong orang lain
4. MANAJEMEN
Vertikal dan horisontal tidak bermasalah tapi kalau manajemen bermasalah maka tetap akan terjadi pundi yang berlobang.
Kita harus memiliki manajemen hidup dan manajemen keuangan.
Manajemen Hidup
Di saat bekerja kita harus bekerja, tertibkan diri pagi – sore adalah waktu untuk bekerja, bukan bangun siang-siang, karena bangun siang “manna sudah mencair”
Manajemen Keuangan
Jangan seperti pepatah berkata: Besar pasak daripada tiang yang artinya pengeluaran lebih besar daripada pendapatan.
Lukas 14:28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
Meskipun tahap 1 sampai dengan 3 sudah kita lakukan dengan benar, tapi jika tahap yang ke-4 ini tidak dilakukan maka kita aknmengalami pundi yang berlubang.
Manajemen hidup dan manajemen keuangan adalah hal yang mutlak harus dilakukan supaya segala sesuatunya dapat terencanakan dengan baik dan menghasilkan sesuatu yang baik pula sehingga kita tiodak megalami pundi-pundi yang berlubang.
By : Pdt. Lea Novitasari
PILIHAN HIDUP
“Pilihan” harus kita hadapi dan kita lakukan, apapun yang terjadi. Di dalam kehidupan kita, ada hal yang bukan pilihan bagi kita tetapi adalah sebuah anugerah keselamatan , belas kasihan Allah terhadap manusia. Ini adalah pilihan dari Tuhan, bukan kita yang memilih Tuhan tetapi Tuhan yang memilih kita. Yohanes 3:16
Ada banyak kegiatan-kegiatan lain di luar, ada kesibukan, ada rencana ada hal-hal lain tetapi kemudian anda mengambil pilihan untuk datang beribadah, itu adalah suatu hal yang patut disyukuri karena tidak selamanya kita punya kesempatan seperti ini, karena kita tahu di luar sana banyak yang tidak memiliki kesempatan untuk beribadah, dan ini adalah suatu anugerah. Kita pun tidak memiliki hak untuk memilih siapa yang akan menjadi orang tua kita, di negara mana kita dilahirkan, karena itu Tuhan sudah menetapkan.
Allah memilih kita bukan karena kebaikan, kelebihan atau karena Tuhan berhutang kepada kita tetapi semua itu adalah anugerah pemberian Allah cuma cuma, belas kasihan Allah dan tanpa ada campur tangan manusia di dalamnya yang membuat Allah beranugerah dan memberi keselamatan itu bagi kita. Inilah hal yang patut kita syukuri seperti dalam firman dikatakan Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan,
Allah telah merencanakan kehadiran kita di dunia ini sebelum dunia dijadikan. Efesus 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat dihadapan-Nya.
Kita perlu mengetahui hal ini “keselamatan adalah pemberian Allah” sehingga kita memiliki sikap yang menghargai akan anugerah Allah yang Tuhan berikan kepada kita.
Yohanes 15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Allah, di dalam kekekalan, sudah mempunyai rencana atas kehidupan kita. Bukan kita yang memilih Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat tetapi Tuhanlah yang memilih, memanggil dan yang menentukan kita untuk mengalami keselamatan yang daripada Allah. Di dunia ini ada banyak ajaran keselamatan, ada banyak agama, ada banyak kepercayaan kepercayaan dimana orang mulai berlomba-lomba untuk mengajarkan kepada orang lain dan mereka tidak mau tinggal diam, mereka berusaha menarik pengikutnya untuk masuk di dalam keyakinan mereka atau ajaran mereka. Allah menghendaki seorang pun tidak binasa tetapi iblis menginginkan supaya semua orang binasa. Bukan kita yang memilih untuk menjadi sebagai orang percaya atau menjadi pengikut Yesus tetapi Tuhanlah yang memilih kita.
Rencana Tuhan atas kehidupan kita telah berlangsung di dalam kekekalan sebelum dunia dijadikan bukan campur tangan siapapun dan oleh siapapun tetapi itu adalah tindakan kedaulatan Allah. Yohanes 6:44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
Kita berada pada posisi sebagai umat Allah atau orang percaya karena Bapa yang memilih menarik dan memberikan anugerah atas kita sehingga kita dapat menjadi orang percaya atau miliknya Tuhan, bukan karena orang lain kemudian kita mendapatkan anugerah tetapi semata-mata adalah panggilan Allah atas hidup kita. Kita harus senantiasa mengucap syukur atas keselamatan dan pilihan yang Tuhan berikan kepada kita.
Tujuan Allah memilih kita
1. Allah memilih kita untuk.diselamatkan.
Kita tahu bahwa karena kejatuhan adam, manusia menjadi berdosa kemudian oleh anugerah Allah kita diselamatkan dan Allah memilih kita untuk diselamatkan. Dalam kitab Maleakhi dikatakan bahwa Allah mau menjadikan kita sebagai umat kesayangannya. Oleh sebab itu jangan ada Allah lain, jangan ada andalan lain jangan ada sesuatu hal yang menempati hidup kitamelebihi daripada Allah.Selalu mengikuti kehendak dan membawa diri berserah kepada Allah.
2. Untuk melayani Allah.
Melayani Allah berarti menyukakan hati Allah, memuji menyembah Tuhan setiap hari, melakukan apa yang Tuhan kehendaki setiap hari dalam kehidupan kita. Dalam pribadi setiap manusia, Allah memiliki rencananya. Kita harus menemukan apa rencana dan kehendak Tuhan di dalam kehidupan kita untuk kita kerjakan supaya kita bisa terarah. Kita tidak asal bekerja, tidak asal hidup tetapi kita terarah di dalam melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Misalnya dalam bentuk karunia-karunia. Dikatakan bahwa kita adalah tubuh Kristus jadi jika kita adalah tangan maka tidak seharusnya berada di kaki atau mata berada di tangan. Kita harus temukan apa yang Tuhan mau untuk kita lakukan. Supaya waktu yang Allah anugerahkan tidak terbuang dengan percuma dan menjadi sia-sia. Tuhan ingin kita berjerih payah. Tetapi jika kita berjerih payah dalam keadaan yang salah, kita tidak akan mendapatkan upah. Itu hal yang tidak berkenan bahkan Tuhan berkata bahwa itu adalah perbuatan-perbuatan kejahatan. Ketika kita memuji menyembah Tuhan, mendengarkan firman Allah kita punya waktu dengan Tuhan, itulah pelayanan pribadi dengan Allah.
3. Untuk kemuliaan Allah atau untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar daripada Allah.
Salah satu pujian rohani berkata “Kamulah bangsa terpilih, imamat yang Rajani, umatyang kudus, kepunyaan Allah sendiri, untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar daripada Allah.”
Ketika kita membeli barang, tentu ada tujuannya. Tidak mungkin kita membeli HP atau barang yang ada pada kita hanya asal beli yang penting saya bisa memiliki kemudian tidak digunakan sesuai dengan fungsinya.
Allah menciptakan dan memilih kita karena Allah punya tujuan yang jelas dalam hidup kita. Allah memberikan kita keselamatan menjadikan kita miliknya sendiri dan Allah menginginkan kita dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang besar, memanifestasikan kuasa Allah di dalam kehidupan kita sehari-hari.
4. Untuk menikmati segala rancangan-rancangan yang sudah Allah tetapkan yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan kecelakaan, janji-janji yang Allah sudah sediakan bagi kita sebagai umatnya.Setiap saat kita harus senantiasa bersyukur atas rencana Allah yang sudah ditetapkan dalam kehidupan kita, itulah tanda bahwa kita menghargai apa yang Tuhan lakukan dalam kehidupan kita. Jika kita jarang bersyukur ataupun malas memuji menyembah Tuhan sama artinya kita tidak memiliki penghargaan terhadap kasih karunia Allah.
Setelah kita dipilih kemudian kita tahu akan tujuan Allah dalam hidup kita, Allah memberikan kehendak bebas kepada ciptaan-Nya. Ia tidak membuat kita seperti robot. Manusia diciptakan dengan diberikan kehendak bebas.
Dalam Mazmur 139 dikatakan bahwa kita ditenun di dalam kandungan ibu dan di sana Tuhan tidak menaruh remote untuk mengontrol kehidupan kita. Kita harus pelajari baik-baik agar kehendak bebas ini tidak menjadi hal yang salah dalam hidup kita. Kehendak bebas ini harus terarah supaya tidak keluar dari kehendak Allah.
Kita diberi kehendak bebas oleh Allah tetapi semuanya berada di bawah pantauan Allah dan akibat dari kehendak bebas ini ada konsekuensi dari setiap kehendak bebas yang kita lakukan.
Jika kita menggunakan kehendak bebas kepada hal-hal yang yang negatif maka akan ada konsekuensi dan jika kehendak bebas ini kita gunakan untuk hal-hal yang positif, Allah pun memiliki janji terhadap hal tersebut dimana Tuhan sudah menetapkan apa yang akan kita alami.
Baca Ulangan 30:11-20
Janji yang Allah berikan kepada Abraham itu diberikan juga bagi kita tetapi ada persyaratannya untuk kita boleh mengalami hidup didalam janji tersebut.
Ulangan 28:1 “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.”
Allah sudah merancangkan berkat-berkat di dalam kehidupan setiap umat-Nya, berkat yang diberikan kepada Abraham, itu juga adalah bagian kita di dalam Yesus Kristus.
Ulangan 28:15
“Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara Tuhan, Allahmu dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau.”
Setiap hari, Allah hadir dalam firmanNya dalam kehidupan kita. Allah adalah gembala yang tidak pernah meninggalkan kita di setiap hari, dalam kitab Ratapan dikatakan bahwa Allah melayani dengan berkat-Nya yang selalu baru, rahmat-Nya selalu baru setiap pagi. Ratapan 3:22-23
Setiap pagi, Allah memberikan kepada kita pengalaman-pengalaman yang baru. Yang membuat hidup kita monoton adalah pilihan kita sendiri. Tetapi jika kita berjalan bersama dengan Tuhan pengalaman hari ini akan berbeda dengan hari esok. Sehingga dalam komsel pun kita tidak akan menjadi biasa saja.
Kita perlu merenungkan, mengambil waktu dan memperhatikan apa yang Tuhan lakukan pada kita hari ini melalui apa yang difirmankan-Nya. Pilihlah cara hidup yang selalu memulai hari atau aktifitas kita dengan membaca Firman. Di dalam membaca firman, Tuhan akan menyampaikan isi hati-Nya kepada kita.
Jika kita memilih untuk mendisiplinkan hidup kita setiap hari untuk memulai dengan Firman, pasti kita akan mendengarkan apa yang Tuhan ingin sampaikan kepada kita. Ketika kita memiliki waktu untuk berdoa, bersaat teduh dengan Tuhan pasti ada sesuatu yang Tuhan akan sampaikan kepada kita. Ketika kita berjalan bersama Tuhan, bekerja kemudian melibatkan Tuhan pasti ada sesuatu yang Tuhan sampaikan melalui pengalaman-pengalaman hidup kita baik itu di kantor di rumah di mana pun kita pergi, ada banyak cara yang Tuhan pakai untuk berbicara kepada kita. Tinggal bagaimana kita konsisten mendisiplinkan diri untuk beraktivitas bersama dengan Tuhan, bekerja bersama Tuhan dan melayani bersama dengan Tuhan.
Ketika kita bangun pagi, kita sudah dihadapkan dengan pilihan, pilih mau tidur atau mau bangun, mau ke pasar atau mau ke kantor, mau sekolah atau bolos.
Ketika Tuhan memberikan suatu pilihan, Allah sudah menjelaskan bahwa ada konsekuensi yang akan kita alami jika kita memilih pilihan tersebut. Ketika kita memilih sesuatu yang benar seperti yang Tuhan kehendaki, maka ada berkat yang akan diberikan kepada kita.
Kita tidak boleh memiliki banyak dalih di dalam melakukan firman Tuhan. Karena dalam diri kita sudah disertai dengan hati nurani dimana jika kita selalu melawan hati nurani kita maka lama-kelamaan akan menjadi tumpul sehingga tidak dapat membedakan hal yang benar dan yang salah. Allah juga menaruh perkataan-perkataan-Nya di dalam mulut kita dan Tuhan ingin itu adalah perkataan yang positif. Allah selalu hadir untuk memberikan kita petunjuk akan apa yang harus kita kerjakan, pikirkan dan katakan.
Contoh 1: Adam dengan pilihannya.
Tuhan berfirman kepada Adam bahwa ia boleh memakan buah dari semua pohon yang ada di taman Eden kecuali pohon kehidupan, Allah memerintahkan untuk tidak memakan buah dari pohon tersebut. Tuhan menaruh pohon tersebut dalam taman Eden untuk melihat apakah manusia memilih taat atau melanggar. Dalam hal ini iblis datang menggoda supaya Adam melanggar perintah Allah dengan segala bentuk tipu muslihat strategi dan iming-iming iblis jika iamakan buah tersebut maka ia akan menjadi sama seperti Allah. Adam kemudian memilih untuk melanggar perintah Allah. Inilah bukti bahwa Allah memberi kehendak bebas atau tidak ada pengendali di dalam dirinya.
Contoh 2: Abraham dipanggil Allah keluar dari Ur-kasdim.
Ketika Abraham dipanggil keluar, ia taat, tidak banyak dalih. Ia taat bahkan ketika ia belum mengetahui negeri yang akan ia tuju. Abraham mengenal baik siapa Allah yang ia sembah. Abraham bukanlah seorang yang miskin di negerinya tetapi ketika ia dipanggil Allah dari kaum keluarganya, ia taat. Bahkan, ketika Allah meminta anaknya, Abraham pun menyerahkannya dengan rela, ia memilih untuk taat. Jika kita sungguh-sungguh mau mengenal Tuhan tentu kita akan memilih apa yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
Contoh 3:Yosua 24:15 “Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!”
Di akhir dari pada pemerintahan Yosua atas bangsa Israel, ia mengetahui ada beberapa dari mereka yang mulai beribadah kepada Allah lain, lalu ia mengumpulkan bangsa Israel dan mengatakan pilihan kepada siapa mereka akan beribadah. Yosua menentukan pilihannya bahwa ia dan keluarganya akan beribadah kepada Tuhan.
Contoh 4: Salomo.
Mengenai engkau, jika engkau hidup di hadapan-Ku sama seperti Daud ayahmu dengan tulus hati dengan benar dan dengan berbuat segala sesuatu yang Ku perintahkan kepadamu dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku maka…
Kita mengetahui bahwa Salomo sangat kaya dan apa yang ia tidak minta diberikan Allah kepadanya. Tetapi kemudian Salomo mulai memilih yang lain.
Tuhan akan memimpin kita mengetahui apa yang Ia kehendaki. Kita tahu bahwa Tuhan punya banyak cara untuk menunjukan apa yang harus kita lakukan. Tuhan tidak membuat kita bingung, tetapi seringkali kita kurang sabar ataupun kita punya rencana rencana lain yang menyebabkan kita salah bertindak.
Tuhan menjelaskan dan menuliskan keadaan orang-orang yang ada di dalam perjanjian Lama supaya kita belajar bagaimana kita menjalani hidup supaya lebih bijaksana, lebih pandai, lebih berhikmat dan supaya kita dapat menentukan pilihan pilihan yang benar dan tidak mengulangi apa yang terjadi di dalam Perjanjian Lama. Tuhan menuliskan itu supaya kita belajar dari peristiwa yang mereka alami supaya kita semakin bijak.
Dalam perjanjian baru, Yesus berkata sempitlah jalan yang menuju kehidupan dan sedikit orang yang mendapatinya. Kebanyakan orang lebih memilih hal yang praktis nyaman enak dibandingkan pergumulan. Padahal kita tahu bahwa pergumulan-pergumulan iman itu untuk mendewasakan kerohanian kita sehingga tidak menjadi orang gampangan dan juga supaya kita bisa memahami apa yang Tuhan inginkan.
Ada ajaran yang mengatakan bahwa sekali selamat tetap selamat, mati sekalipun di tempat berdosa, akan tetap selamat. Tetapi firman Tuhan katakan kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar. Iblis selalu berusaha menerkam dan membuat kita keluar dari keselamatan. Dikatakan sesak pintu yang menuju jalan kehidupan dikarenakan banyak pergumulan.
Kita berada di arena peperangan rohani setiap saat. Ketika kita baru pertama kali menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, kita menghadapi segala bentuk strategi dari sijahat yang ingin membuat kita kembali ke kehidupan kita yang lama. Hal ini membutuhkan kesiapan dan kewaspadaan kita juga pergumulan sehingga sebagai orang percaya, kita tidak boleh santai.
Jika kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, kemudian kita mati, maka tidak ada pergumulan. Tetapi kebenarannya ialah ketika kita menerima-Nya, kita masih terus hidup dan menjalani aktivitas hidup kita. Kita tahu bahwa banyak strategi dan rancangan si jahat yang ingin menjatuhkan kita dan tujuan akhirnya yaitu mencuri membunuh dan membinasakan kita. Oleh karenanya, kerohanian kita harus kita gumuli sedemikian rupa dan tidak boleh santai. Kita tidak lepas dari Tuhan melainkanharus terus melekat. Untuk masuk ke dalam pintu yang sempit itu kita harus menggumuli iman kita menjaga sedemikian rupa akan keselamatan yang Tuhan berikan. Bagian Allah ialah memberikan keselamatan, bagian kita yaitu mengerjakan keselamatan yang Allah berikan. Berusaha bertekun dan menggumuli keselamatan itu. Memilih taat atau tidak, itu adalah bagian kita.
Mazmur 119:98menjelaskan bahwa Firman membuat kita lebih bijaksana.
Iblis sudah punya pengalaman tetapi jika kita memiliki waktu untuk belajar akan firman Tuhan, itu akan membuat kita lebih bijaksana dan lebih berakal budi.
Hal yang sering membuat kita salah pilih.
1. Kelemahan moral kita atau kurang kekuatan kita.
Ketika rohani kita lemah maka kita akan gampang dikuasai oleh keinginan daging keinginan mata dan keangkuhan hidup. Hal itu selalu dipakai iblis untuk menjerat dan menipu umat Tuhan. Jika Firman berbicara dalam hati kita maka akan ada pengendalian diri pada kita tetapi jika kita lemah kita akan mudah jatuh.
2. Kurangnya pengetahuan kita tentang firman Tuhan
Kurangnya pengetahuan kita akan firman Tuhan akanmemunculkan logika-logika ataupun pemahaman yang salah. Jika kita tidak memahami Firman, kita akan mudah menterjemahkan sesuatu hal yang tidak boleh menjadi boleh. Persekutuan dengan Firman mutlak harus kita miliki.
3. Ketidaksabaran dalam menantikan jawaban Tuhan.
4. Masukkan orang lain yang kurang ditimbang
Hal ini dapat membuat kesalahan dalam mengambil keputusan. Ketika bergumul dalam suatu permasalahan, kita perlu mencari seseorang yang tepat di mana kita bisa sharing, didoakan dan didukung dalam hal kebenaran.
Beberapa prinsip yang perlu kita ketahui
Kehidupan atau kematian adalah masalah pilihan bukan masalah nasib. Keberadaan kita saat ini ditentukan oleh keputusan kita di saat yang lalu, kita bekerja, bertindak atau melakukan sesuatu kemudian ada hasilnya itu adalah bagian dari apayang kita pilih beberapa waktu lalu. Sama seperti ketika kita berada dalam tempat ibadah, adalah hasil dari pilihan kita beberapa jam yang lalu sebelum kita datang.
Perintah Tuhan adalah masalah mau atau tidak mau, bukan masalah bisa atau tidak bisa. Ketika Abraham bersedia memberikan anaknya, Allah langsung simpati kepadanya. Tuhan tidak pernah memberikan kita perintah yang tidak bisa kita lakukan. Ketika Tuhan memberikan kita perintah atau peraturan, Allah turut bekerja dan Ia menyertai kita. Jadi kita tidak melakukan sendiri ketika kita bersedia.
Tidak ada pilihan untuk coba-coba.
Galatia 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
Apapun yang kita katakan dan kerjakan semuanya berhadapan dengan Tuhan. Di dalam berkata-kata pun kita akan mempertanggungjawabkannya dihadapan Tuhan, dalam setiap pekerjaan dan aktivitas apapun, ada konsekuensinya. Keputusan saat ini, menentukan masa-masa yang akan datang.
Bertambahnya pengetahuan Firman membuat kita dapat memilih yang baik. Filipi 1 ayat 9-11
9Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,10sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, 11penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.
Firman yang akan membuat kita lebih berhikmat, lebih pandai dan di situ kita bisa bijak untuk memilih apa yang baik.
By : Pdt. Milkha Potuda













