This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Monthly Archives: May 2018

SENANTIASA MEMILIKI KEKUATAN ROHANI

Tema ini muncul ketika saya berkunjung dalam pelayanan misi ke Papua. Dalam percakapan dengan seorang hamba Tuhan, saya melihat bahwa ada kecenderungan penurunan baik secara kuantitas dan kualitas orang Kristen di sana. Juga dalam pelayan pelepasan didapatkan cukup banyak orang Kristen yang mengalami santet.
Hal ini tidak bisa dianggap remeh. Ini berarti setiap umat Tuhan harus punya kekuatan rohani sehingga tidak tergoyahkan oleh apapun juga.

Sikap orang Kristen dalam menantikan kedatangan Tuhan:
1. Ada yang sungguh-sungguh hidup sesuai dengan firman Tuhan
2. Ada yang cuek/acuh tak acuh dan tidak sedikitpun interest dengan kedatangan Tuhan. Dan nampaknya tidak mempersiapkan diri serta hidup apa adanya.

Mengapa harus senantiasa punya kekuatan rohani?

Wahyu 12:12b celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.”

Peringatan ini ditujukan pada orang-orang percaya, kemarahan yang sangat dahsyat karena Iblis tahu waktunya sudah sangat dekat.

Penyerahan anak yang biasa kita lakukan di gereja ini juga adalah hal yang sangat baik, karena dari masa bayi sudah punya kekuatan rohani. Masa anak-anak bahkan masih dalam kandungan pun mereka harus diperdengarkan ayat-ayat Alkitab. Jangan perdengarkan lagu-lagu yang berdampak buruk bagi perkembangan anak tersebut. Sedini mungkin anak-anak harus dididik untuk mempunyai kekuatan rohani.

Dalam Injil Matius, Markus, Lukas semua perumpamaan diakhiri dengan peringatan untuk berjaga-jaga. Ini artinya bahwa setiap orang Kristen harus mengantisipasi semua hal yang akan mempengaruhi pertumbuhan rohani, khusunya menjelang kedatangan Tuhan Yesus.

Bagi Saudara yang lahir pada tahun 1950-an bisa melihat keadaan yang sangat berbeda dengan keadaan sekarang. Ada perbedaan yang sangat besar. Misalnya: dahulu sangat jarang sekali orang terkena penyakit kanker. Semua dipengaruhi dengan pola hidup yang sangat jauh berbeda. Belum lagi wabah virus yang terjadi dimana-mana.
Kasus narkoba yang terus meningkat, bahkan Presiden RI mengatakan bahwa Indonesia sudah masuk “Darurat Narkoba”. Pengidap penyakit AIDS semakin bertambah dan kasus yang terakhir ini adalah terorisme yang membuat rakyat Indonesia was-was dengan keadaan ini.

Mengapa kita harus senantiasa memiliki kekuatan rohani.
Matius 24:4-5 4 Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
Sebab: 5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

Matius 24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

Adanya nabi-nabi palsu dan mesias-mesias palsu semakin dekat dengan kedatangan Tuhan makin banyak penyesat. Dan yang perlu menjadi kewaspadaan bagi kita adanya perintah Tuhan Yesus yang mengatakan orang-orang terpilihpun bisa disesatkan.

Mengapa Kita Harus Senantiasa Memiliki kekuatan Rohani
Makin dekat dengan kedatangan Tuhan akan makin banyak para penyesat dan nabi-nabi palsu. Mereka tidak muncul dengan kekerasan, mereka justru memakai cara-cara yang sangat halus dan tidak kentara. Dikatakan bahwa mereka mengaku sebagi mesias dan bahkan memakai nama Yesus.

Salah satu ciri mesias palsu adalah mengagung-agungkan manusia bukan mengagung-agungkan Tuhan. Juga “nubuatan” atau pesan-pesan-nya umumnya tidak berpusat kepada Tuhan, tetapi kepada materi, perkara-perkara duniawi dan daging. Kita harus peka dengan hal-hal seperti ini, supaya kita bisa mengadakan antisipasi.

I Yohanes 2:18 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.

Roh Antikristus
Dalam bahasa Yunani Ari kata Anti selain berarti berlawanan atau bertentangan juga mempunyai arti mirip atau menyerupai. Supaya tidak disesatkan oleh angin-angin pengajaran kita perlu menguasai alkitab.

New Age Movement
Ini adalah ajaran agama-agama baru yang punya ciri-ciri anatara lain: semua ajaran agama sama, semua allah-nya sama, semua menyelamatkan.
Antikris melalui illuminity menguasai banyak bidang antara lain bidang entertainment/ hiburan termasuk film-film.
Kita juga harus memperhatikan tontonan dan juga apa yang ditonton oleh anak-anak kita sehingga mereka tidak sembarangan mengaksesnya.

Illuminity juga mengorbitkan artis-artis menjadi terkenal secara mendunia asalakan mereka mau Orang-orang membuat dirinya terkenal dengan mempersembahkan sesuatu ke iblis, seperti contohnya: jika ada kaset yang akan direlease maka harus di persembahakan terlebih dahulu ke Iblis

ANTISIPASI
Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

Kita harus punya kekuatan rohani. Musuh kita bukan darah dan daging tapi pemerintah penghulu dan roh jahat.
Untuk antisipasinya kita harus kuat, bukan hanya jasmani, disini adalah stamina dan kekuatan rohani.

Bagaimana caranya?
Kita harus senantiasa berada di dalam Tuhan dan melekat dengan Tuhan, membiarkan Tuhan mengontrol seluruh hidup kita. Kita harus senantiasa penuh dengan Roh Kudus supaya kita punya kuasa untuk melawan yang sesat. Supaya kita tidak dikalahkan oleh Iblis, roh nabi palsu/penyesat, antikris. Roh Kudus juga menuntun kita dalam segela kebenaran.
Hati-hati dengan roh penyesat karena paling sulit untuk diketahui, tapi kalau kita senantiasa penuh dengan Roh Kudus kita bisa mengenalinya.

Efesu 5:18b tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

Kisah Rasul 2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.

Kisah Para Rassul 2:18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.
Semua kategorial harus memiliki keuatan rohani dan penuh dengan roh Kudus, anak, remaja, orang muda dan orang dewasa.

Efesus 6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
Kita harus mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah untuk menutup celah. Bukan hanya salah satu tapi semua.

Efesus 6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

Efesus 6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

Kita harus lebih cepat dari Iblis, jangan tunggu diserang tapi harus menyerang dulu, lawanlah maka dia akan lari.
Kalau kita lakukan ini maka kita bisa bertahan sampai akhir

Matius 24:13 Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Kita harus terus menerus dalam peperangan rohani dan bertahan sampai akahir.

By : Pdt. Mediati Martino

PERANAN ROH KUDUS DALAM HIDUP ORANG PERCAYA

Roma 8:29 “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

Yohanes 14:15-17, 26-27 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”

Yohanes 16:13 “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”

Sebagai orang percaya, kita harus memahami “Grand Scenario” Tuhan dari kekekalan sampai kekekalan, supaya kita tidak kecewa dalam pengiringan kita akan Tuhan.

Minggu lalu kita mendengar berita pengeboman di gereja. Saat itu ada seorang hamba Tuhan yang sedang melayani, namun hamba Tuhan tersebut luput dari bom. Etiskah andaikata hamba Tuhan atau jemaat yang luput dari bom itu bersaksi bahwa mereka selamat karena dilindungi Tuhan, sedangkan keluarga korban pengeboman mendengar kesaksian mereka?

Ada juga 2 orang Kristen yang memiliki toko yang berbeda di Mall. Orang pertama bersaksi “Puji Tuhan” karena Tuhan melindungi sehingga tokonya luput dari kebakaran. Sedangkan orang kedua minta dukungan doa karena tokonya terbakar habis. Jadi sebenarnya kita harus memiliki etika dalam bersaksi. Ada juga seorang istri yang bersaksi di gereja bahwa suaminya adalah tukang judi, tukang mabuk, dll. Akhirnya orang-orang gereja mengetahui begitulah kelakuan suaminya. Itu adalah kesaksian yang tidak etis.

Contoh peristiwa diatas jika dikaji secara logika, akan membingungkan. Mengapa ada orang Kristen yang luput dari bom dan mengapa ada yang meninggal karena bom? Apakah yang satu dilindungi Tuhan, sedangkan yang lain tidak dilindungi Tuhan? Ada orang yang berkata, “Mungkin mereka yang meninggal kena bom karena mereka punya dosa”, ini kalimat penghakiman yang berbahaya!

Pertama, hal ini akibat hamba-hamba Tuhan yang mengajarkan Firman kepada jemaatnya tidak lengkap! Sebagai orang percaya, kita harus mengkaji peristiwa yang terjadi dengan Firman Tuhan, apa kata Firman. Dari sejak semula Tuhan menetapkan agar orang percaya menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.

Kedua, hamba Tuhan harus berhenti memberitakan hanya tentang fasilitas-fasilitas di dalam Yesus Kristus. Karena itu tak heran jika jemaatnya juga tidak memberitakan Injil namun hanya memberitakan fasilitas-fasilitas di dalam Yesus seperti pertolongan, kesembuhan, kekayaan, dll. Padahal fasilitas-fasilitas tersebut hanya menyertai orang percaya yang beriman di dalam Tuhan Yesus. Ini penting supaya kita tidak kecewa dengan Tuhan.

Karena itu apapun yang dialami oleh seseorang – entah urusan rumah tangga, pekerjaan, pelayanan – bukan urusan kita untuk menghakimi, karena bukan kita yang mengalami. Biarlah itu menjadi urusannya dengan Tuhan.

Jika kita mengetahui “Grand Scenario” Tuhan ini, kitapun akan mengetahui mengapa Tuhan mengutus Roh Kudus sebagai Penolong. Setelah kita menerima Yesus kita tidak langsung ke sorga tetapi menjalani hidup di dunia. Rancangan Tuhan adalah dari semula kita telah ditentukan agar menjadi serupa dengan gambaran Yesus Kristus, melalui proses pembentukan karakter. Sayangnya banyak orang yang percaya kepada Yesus hanya karena mengejar fasilitas kemakmuran, dll.

Padahal untuk maksud besar inilah Tuhan Yesus mengutus Roh Kudus menyertai setiap orang percaya. Secara mata jasmani Roh Kudus tidak kelihatan karena Ia tinggal di dalam diri orang percaya melalui pengalaman Baptisan Roh Kudus. Lalu untuk apa Roh Kudus tinggal di dalam diri orang percaya? Yaitu supaya Roh Allah menyatu dengan roh kita dan menolong orang percaya dalam proses pembentukan karakter untuk menjadi serupa dengan Kristus.

Karakter kita harus dibentuk karena setiap karakter kita – entah Sanguin, Melankolik, Plegmatik, dan Kolerik – memiliki kelebihan namun juga kelemahan.

Untuk menjadi serupa dengan Kristus, tidak bisa dicapai dengan kekuatan kita sendiri namun dengan pertolongan Roh Kudus hingga menghasilkan Buah Roh Kudus.

Galatia 5:22-23 “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”

Buah Roh beda dengan Karunia Roh. Karunia Roh adalah pemberian Tuhan menurut kehendak-Nya kepada siapa saja yang ingin dipakai oleh-Nya. Sedangkan Buah Roh membutuhkan proses. Sama seperti saat kita menanam benih mangga, maka butuh proses sampai tumbuh pohon mangga dan pohon itu berbuah.

Yesus berkata “Jika kamu mengasihi (AGAPAO) Aku, kamu akan melakukan segala perintah-Ku.” Perintah beda dengan nasihat. Perintah adalah sesuatu yang harus dilakukan. Manusia jasmani tidak bisa melakukan kehendak Tuhan dengan kekuatan sendiri. Banyak orang yang melakukan kehendak Tuhan hanya karena takut hukuman dari Tuhan, bukan karena mengasihi Tuhan. Namun orang yang mengasihi (AGAPAO) Tuhan, akan melakukan SEGALA perintah Tuhan – bukan hanya sebagian saja. Apabila kita melakukan perintah demi perintah Tuhan, maka kita akan menjadi serupa dengan Kristus dan menghasilkan buah Roh Kudus.

Kita melihat lagi dalam peristiwa setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus bertanya kepada Petrus: “Apakah Engkau mengasihi (agapao) Aku lebih daripada orang-orang ini?”. Namun Petrus berkata “Engkau tahu aku mengasihi (filia) Engkau”. Yesus tidak hanya mempersoalkan agapao Petrus kepada Tuhan, namun apakah kasihnya kepada Tuhan melebihi kasihnya kepada semua orang? Letak kegagalan kita melakukan segala perintah Tuhan adalah masalah Agape kita kepada-Nya. Maka sebelum naik ke surga, Tuhan membereskan dulu urusan Agape para murid kepada Tuhan. Kasih Filia (kasih persahabatan), Storge (kasih kekeluargaan), dan Eros (kasih antara lawan jenis) adalah kasih yang otomatis secara alamiah dimiliki oleh semua orang. Namun memiliki kasih agape perlu pertolongan Roh Kudus.

Setelah hari Pentakosta, kita membaca di Kitab Kisah Para Rasul bahwa para murid melakukan mujizat demi nama Yesus, menumpangkan tangan dan orang-orang penuh dengan Roh Kudus, dll. Sayangnya hal ini yang banyak ditekankan oleh gereja yaitu supaya hamba-hamba Tuhan bisa melakukan mujizat, dengan bahasa rohani “supaya Tuhan pakai dengan heran”. Banyak anak-anak sekolah Alkitab yang disuruh untuk “bertapa” diatas gunung (dengan istilah rohani “doa puasa”) supaya menjadi “sakti”. Setelah itu diadakan KKR supaya mereka mempraktekkan karunia yang mereka dapat. Ini sangat berbahaya! Karunia itu adalah pemberian, maka jangan memaksa Tuhan agar kita mendapat karunia untuk menjadi “sakti”.

1 Korintus 12:31 “Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.”

Ayat diatas sangat berbahaya jika disalahmengerti. Ada hal yang lebih utama daripada karunia yaitu KASIH (1 Korintus 13).

Apapun yang positif, Iblis punya kemampuan untuk menjadikannya negatif, termasuk hal-hal rohani. Banyak orang tak memahami bahwa mengejar karunia-karunia itu berbahaya. Manusia lahiriah sangat terpana dengan hal-hal adikodrati, maka para pelaku yang berkarunia akan menjadi pusat perhatian dan pemujaan. Jika diumpamakan, orang yang berkarunia seperti berada di tepi jurang karena disitulah sangat banyak pemujaan manusia! Sehingga pelaku bisa tergoda untuk mencuri kemuliaan Tuhan dan dikenakan untuk kemuliaan diri. Ketika ia mencuri kemuliaan Tuhan, maka ia jatuh ke jurang. Terkadang Iblis tidak perlu masalah-masalah besar untuk menjatuhkan seseorang, cukup pemujaan manusia untuk menjatuhkan seseorang. Jadi, ketika Tuhan memberi karunia pada saudara jagalah diri saudara dengan sangat ketat supaya tidak mencuri kemuliaan Tuhan. Karena itu terkadang Tuhan mengizinkan aib kepada orang-orang yang berkarunia supaya kemuliaan yang selama ini dicuri olehnya, diambil kembali oleh Tuhan.

Banyak hamba Tuhan yang juga tidak memahami saat ia berdoa “Biarlah kemuliaan-Mu memenuhi kota ini”, dalam pikirannya adalah gerejanya akan makin maju, sukses, terkenal. Doa ini “sangat berbahaya”. Saat kemuliaan Tuhan turun, segala kemuliaan manusia akan tersingkir. Dan saat kemuliaan manusia Tuhan bersihkan, maka segala aib akan terbuka, supaya kemuliaan Tuhan kembali kepada-Nya.

Beberapa waktu lalu, seorang suami datang kepada saya dan berkata istrinya berdoa puasa dan mengurung diri di kamar selama berhari-hari. Setelah saya ke rumahnya saya merasakan atmosfir yang bukan dari Roh Kudus maka saya menyuruh istrinya untuk berhenti berpuasa: segera mandi, makan dan minum. Itulah tuntunan Roh yang saya terima. Kelihatannya apa yang ia lakukan sangat rohani namun bukan dari Tuhan.

Ingatlah, hal-hal yang mengenai roh, tidak boleh ada sedikitpun kedagingan yang menungganginya. Bukankah Firman Tuhan pernah berkata bahwa orang juga bisa berdoa dalam hawa nafsu? Yakobus 4:3 “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.”

Unsur-unsur daging sangat berbahaya. Karena itu kita harus menguji setiap roh. Setiap orang yang berkarunia Roh, ia 100% sadar. Dan banyak terjadi orang yang berkarunia menambah-nambahkan apa yang Tuhan mau sampaikan. Karena itu ujilah setiap roh!

Dulu ada sebuah persekutuan doa dimana seorang ibu pemimpin persekutuan doa “bernubuat” (yang sebenarnya bukan “nubuat” tetapi “lubuat”) bahwa Worship Leader laki-laki di persekutuan doa tersebut akan menikah dengannya. Padahal laki-laki itu memiliki istri dan anak. Akhirnya laki-laki itu menceraikan istrinya dan menikah dengan ibu pemimpin persekutuan doa. Ini tidak benar!

Ada lagi hamba Tuhan wanita yang sebenarnya sudah menikah, namun ia melakukan perkawinan secara roh dengan pria lain yang juga sudah menikah. Ini juga tidak benar!

Dulu saat masih muda saya punya iman yang sangat ekstrim. Kalau orang berdoa mengharap keselamatan, saya justru mengharapkan kecelakaan supaya ketika terjadi kecelakaan saya bisa melakukan mujizat menyambung bagian tubuh orang yang terpisah karena kecelakaan. Bersyukur Tuhan tahu kebodohan saya saat masih muda dan tidak mengizinkan hal itu terjadi.

Jadi saat Tuhan memberi karunia kepada kita, kita harus semakin berhati-hati karena kita berada di tepi jurang. Sedikit celah saja bisa berbahaya. Jika ada orang berkarunia namun “bahasanya makin tinggi” maka itu pekerjaan iblis yang namanya: Malaikat Terang!

Dan yang terakhir, ingatlah pesan Tuhan dalam Matius 7:22-23 “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Karakter kita jauh lebih penting untuk dibentuk. Sehingga ketika karakter kita sudah terbentuk dan Tuhan memberikan karunia, maka Injil tidak ditolak karena orang sudah melihat bahwa kebenaran Injil sudah kita buktikan melalui perubahan karakter kita.

By : Pdt. R. F. Martino

HIDUP DALAM DIMENSI IMAN

Roma 15:13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Ibrani 11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Roma 8:26 8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Sebelumnya kita sudah belajar memahami mengenai doktrin secara theologis, bagaimana kita menikmati hidup oleh iman dalam kehidupan nyata. Kita tidak boleh menganggap hal ini adalah sesuatu yang sulit, tapi kita tidak bisa menganggap remeh sehingga hanya menganggap sebagai sesuatu yang simple.

Sikap serta tindakan dalam menjalani kehidupan sehari-hari tergantung sejauh mana pribadi tersebut memahami hidup dalam dimensi iman. Karena pemahaman yang benar akan menghasilkan sikap yang benar dan sikap yang benar akan menghasilkan tindakan yang benar.

Pada umumnya orang Kristen memahami tentang iman hanyalah sebatas terjawabnya doa untuk sebuah keinginan. Seolah-olah jemaat memaksa Tuhan dalam doanya agar doanya dikabulkan. Hal ini membuat seolah-olah Tuhan bisa dipaksa dengan doa. Sebagian orang Kristen berdoa dengan sungguh-sungguh supaya doanya didengar dan ketika doanya tidak dijawab maka sebagian dari orang Kristen tersebut menjadi kecewa.

Dalam berdoa kita tidak boleh memaksakan Tuhan untuk menuruti dan mengabulkan kemauan kita, ini berbahaya! Ketika orang percaya dituntun seperti ini maka hidup dalam dimensi iman adalah nol. Dia hanya bisa menyaksikan pengalaman-pengalaman jawaban doa dan biasanya jawaban doa adalah hal-hal yang hanya sebatas lahiriah saja. Orang Kristen yang seperti ini akan sulit memberitakan Injil. Yang diberitakan bukanlah Injil tapi kebaikan-kebaikan Tuhan dalam menjawab doanya, menyembuhkan, memberkati usahanya, dll. Itu semua hanyalah fasilitas Injil, sedangkan isi Injil bukan hanya itu. Injil adalah berita keselamatan yang Tuhan berikan bagi setiap pribadi yang meresponinya.

Oleh karena itulah mari kita memperhatikan dengan baik dalam Roma 15:13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
Dalam ayat tersebut dijelaskan yang menyebabkan adanya sukacita dan damai sejahtera dalam iman adalah karena adanya kekuatan Roh Kudus yang adalah sumber pengharapan memenuhinya bahkan berlimpah.
Pertanyaannya adalah apakah selama mengikuti Tuhan, kita sudah menikmati hidup oleh iman dengan sejahtera? Apakah kita dengan beribadah dengan sukacita? Apakah kita memberi dengan segenap hati karena terpaksa? Apakah semua aktifitas rohani yang kita lakukan membawa sejahtera atau hanya menjadi sebuah tekanan?
Jika damai sejahtera belum kita miliki dalammelakukan semuanya berarti kita belummasuk dalam kategori Roma 15:13. Yang masuk dalam kategori ayat ini adalah yang imannya penuh dengan damai sejahtera dan sukacita. Jadi sangat gampang dalam mengujinya.
Jika Tuhan berkata seperti ini, berarti masih banyak orang percaya yang belum hidup dalam dimensi iman, sebab imannya belum dipenuhi sukacita dan damai sejahtera, orang percaya itu masih merasa bahwa mengikut Tuhan itu berat.

Kita butuh kekuatan Roh Kudus untuk bisa memiliki iman yang dipenuhi dengan sukacita dan damai sejahtera (hidup dalam dimensi iman). Jika tidak, maka hidup dalam dimensi iman pastilah berat, karena hidup dalam dimensi iman itui berarti kita hidup dalam pengharapan.

Jangan menganggap remah dengan apa yang namanya pengharapan. Kita tidak bisa hanya terfokus dengan masalah, karena apabila kita sampai pada titik pustus asa, maka tidak aka nada lagi harapan.
Dikatakan bahwa Allah, sumber pengharapan, memenuhi dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman.
Apa hubungan iman dengan pengharapan? Karena iman dimulai dengan setitik pengharapan. Kalau mau hidup dalam dimensi iman, berlimpahlah dengan pengharapan!
PRibadi yang orang yang penuh dengan pengharapan, apakah murung tidak. Tapi sukacita pengrapan melimpah.

Raut muka orang yang putus asa akan sangat berbeda dengan orang yang dipenuhi dengan sukacita. Tidak akan ada orang yang penuh dengan sukacita, ekspresi mukanya murung. Tapi orang yang sudah putus harapan, ia akan tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah mengalami jalan buntu. Faktor jiwani akan mengambil alih keadaan yang sedang terjadi.Tuhan tidak menginginkan kita, sebagai orang percaya yang ditaklukkan oleh berbagai macam masalah dan pergumulan hidup. Tuhan mau kita hidup dalam dimensi iman yang isinya penuh dengan damai sejahtera dan berlimpah dengan pengharapan.

Ibrani 11: 1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Roma 8:24-25 24Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? 25Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

Kita harus hidup dalam dimensi iman dengan kekuatan Roh Kudus. Ada banyak faktor yang menyebabkan kita butuh kekauatan Roh Kudus, supaya berlimpah dalam pengharapan karena kita tahu ada banyak realitas hidup yang menghancurkan harapan seseorang. Pengharapan hancur maka iman akan lenyap.

Roma 8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Ada beberapa orang yang menaikkan doa dengan mengatakan “terlalu yakin” akan janji Allah bisa tergenapi dalam hidupnya, tetapi begitu dihadapkan dengan realitas tidak bisa menerimanya. Jangankan hidupoleh iman, berdoa saja kita kita butuh Roh Kudus.
Roh Kudus yang akanmembantu kita dalam kelemahan. Dimanakah kelemahan kita secara,manusia? Letaknya adalah pada keterbatasan kita. Dimana letak keterbatas kita sehingga kita sulit hidup dalam dimensi iman? Yaitu keterbatasan kita secara lahiriah karena diikat oleh hukum logika. Inilah keterbatasan manusia yang sekaligus juga menjadi kelemahan..
Sehebat-hebatnya manusia, ia hanya akan sampai pada batas hukum logika dan setiap hukum logika pasti ada dasarnya. Semua terikat dan ada dasarnya.
Pertanyaannya? Apakah setiap realita yang kita hadapi adalah selalu hal yang logis? Apakah berbagai problem/kenyataan hidup itu selalu hadir sesuai dengan kemampuan hukum logika kita?

Contoh kasus:
Roma 4:18-25 18Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”19 Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. 20 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, 21 dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. 22 Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. 23 Kata-kata ini, yaitu “hal ini diperhitungkan kepadanya,” tidak ditulis untuk Abraham saja, 24 tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, 25 yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

Abraham disuruh keluar ketempat dimana ia tidak tahu, tapi karena Tuhan yang berfirman maka ia taat. Dalam pengalamnnya secara lahiriah bersamaTuhan dia sangat diberkati. Abraham terbiasa bergaul dengan Tuhan. Abraham sangat diberkati bahkan namanya sangat termasyur. Semuanya terlaksana sesuai dengan janji Tuhan. Dalam kekayaannya dan kemasyurannya ada janji Tuhan yang berkata bahwa keturunannya akan sangat banyak bahkan seperti bintang di langit. Tapi hal ini tidak mungkin terlaksana karna pada waktu itu usia mereka sudah sangat lanjut dan tidak mungkin menghasilkan keturunan.
Semua yang ada dalam kehidupan praktis pasti ada dasarnya untuk berharap. Secara hukum logika setiap pengharapan pasti ada dasarnya, nah apa dasar Abraham berharap?

Tapi inilah yang Abraham lakukan:
Roma 4:18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

Abraham tetap berharap juga, walaupun ia tahu keadaannya tidak memungkinkan. Ia berharap karena Tuhan yang berjanji. Imannya tidak menjadi lemah. Apakah ia tidak tau koindisi riilnya? Ia sangat tahu. Problem yang ia alami tidak sampai membuat ia tertekan, tidak membuat imannya lemah.

Ketika tidak ada dasar untuk berharap, inilah alasan yang paling kuat untuk berputus asa karena sudah putus pengharapan. Pengharapan tidak boleh lenyap satu titikpun. Apapun yang terjadi tidak boleh putus pengharapan.
Dengan kekuatan Roh Kudus kita akan mampu menjalaninya . Cara iblis menghilangkan harapan kita dengan cara membuat kita putus asa dan tidak mau capek bergumul dalam Tuhan.

Ibrani 11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Dasar Pengharapan Kita
I Timotius 1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita,

II Korintus 1:20 Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.

Oleh pertolongan Roh Kudus kita akan melimpah dengan pengharapan. Mari mulai dengan hal-hal yang praktis.
Sejak bangun tidur apakah yang kita harapkan? Sepanjang hari yang kita jalani umumnya terlibat dengan rutinitas, itu sebabnya kita menghadapinya juga hanya dengan rutinitas
Iman yang dipenuhi dengan sukacita dan damai sejahtera oleh kekuatan Roh Kudus akan melimpah dengan pengharapan. Keseharian yang dihadapi jika tidak ada pengharapan itu artinya tidak ada gunanya selain hanya rutinitas saja.

Sebelum bekerja hadirkan dulu pengharapan.
Bagi yang berwirausaha, apa yang Saudara harapkan untuk meningkatkan omset? Jangan hanya berdoa secara umum agar Tuhan memberkati Saudara, munculkanlah angka (Rupiah) yang ingin Saudara harapkan.
Adakalanya kita sudah berusaha dengan baik bahkan bekerja keras, tapi kita tidak ada iman untuk apa yang kita harapkan.

Pengalaman iman yang lebih lagi jika kita mau hidup dalam dimensi iman. Oleh sebab itu kita butuh Roh Kudus untuk menghadirkan harapan itu

By : Pdt. R.F. Martino