Monthly Archives: November 2017
GODAAN IMAN (2)
Roma 16:17-20 17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! 18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya. 19 Kabar tentang ketaatanmu telah terdengar oleh semua orang. Sebab itu aku bersukacita tentang kamu. Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat. 20 Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!
I Korintus 10:12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!
Pendahuluan
Sebelumnya kita sudah belajar mengenai perbedaan antara ujian iman dan godaan iman. Perbedaannya sangat tipis sehingga sulit dideteksi. Ujian iman punya bentuk yang jelas sedangkan godaan iman bentuk aslinya terselubung. Dibalik ujian iman ada maksud dan rencana Tuhan (Roma 8:28) tapi dibalik godaan ada Iblis dengan rencananya yang jahat. Ujian iman membawa ke pertumbuhan rohani benar sedangkan godaan iman membawa pada kehancuran. Sebelumnya juga kita juga sudah belajar dari beberapa tokoh Alkitab yang mengalami ujian iman dan godaan iman. Mengapa ada yang gugur dan ada yang berhasil? Semua itu tergantung dari pemahaman. Dari sini kita harus punya pemahaman yang benar, supaya sikap kita juga benar dan tindakan yang kita ambilpun benar. Karena jika pemahaman kita salah maka sikap dan tindakan kitapun akan salah. Menghadapi ujian iman berbeda dengan menghadapi godaan iman.
I Tesalonika 3:1-7 1 Kami tidak dapat tahan lagi, karena itu kami mengambil keputusan untuk tinggal seorang diri di Atena. 2 Lalu kami mengirim Timotius, saudara yang bekerja dengan kami untuk Allah dalam pemberitaan Injil Kristus, untuk menguatkan hatimu dan menasihatkan kamu tentang imanmu, 3 supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu. 4 Sebab, juga waktu kami bersama-sama dengan kamu, telah kami katakan kepada kamu, bahwa kita akan mengalami kesusahan. Dan hal itu, seperti kamu tahu, telah terjadi. 5 Itulah sebabnya, maka aku, karena tidak dapat tahan lagi, telah mengirim dia, supaya aku tahu tentang imanmu, karena aku kuatir kalau-kalau kamu telah dicobai oleh si penggoda dan kalau-kalau usaha kami menjadi sia-sia. 6 Tetapi sekarang, setelah Timotius datang kembali dari kamu dan membawa kabar yang menggembirakan tentang imanmu dan kasihmu, dan bahwa kamu selalu menaruh kenang-kenangan yang baik akan kami dan ingin untuk berjumpa dengan kami, seperti kami juga ingin untuk berjumpa dengan kamu, 7 maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu.
Dalam suratan di atas, Paulus kuatir kalau-kalau iman mereka goyang karena kesusahan-kesusahan. Kemudian Paulus mengirim Timotius untuk mencari kabar tentang jemaat di Tesalonika dan ternyata iman mereka tetap teguh.
Disuratan ini kita menemukan juga bahwa ujian iman punya bentuk yang jelas.
“ 3supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.”
Ketetapan Tuhan bagi setiap orang yang sudah lahir baru adalah hidup oleh iman, maka imannya harus diuji melalui berbagai bentuk kesusahan (bentuknya jelas).
5 Itulah sebabnya, maka aku, karena tidak dapat tahan lagi, telah mengirim dia, supaya aku tahu tentang imanmu, karena aku kuatir kalau-kalau kamu telah dicobai oleh si penggoda dan kalau-kalau usaha kami menjadi sia-sia.
Disini kita harus memahami betapa perlunya kita berwaspada sebab dalam segala bentuk ujian iman, Iblis juga berusaha untuk menghadirkan godaan di dalam ujian-ujian itu supaya iman goyah.
Godaan dari Iblis bentuknya terselubung/tidak jelas dan ujungnya adalah menghancurkan. Ada banyak hamba-hamba Tuhan ternama tumbang dalam godaan, bisa tegar dalam ujian iman tapi tumbang dalam godaan, karena tidak bisa mendeteksi yang mana ujian iman yang mana godaan iman?
I Korintus 10:12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!
Tuhan tidak mengajar kita untuk takut pada Iblis, tapi Tuhan juga tidak mengajar kita untuk meremehkan Iblis. Kesombongan rohani bisa membuat kita meremehkan Iblis. Secara de jure kebenaran memang Iblis telah dikalahkan melalui pengorbanan dan kuasa kebangkitan Kristus tapi secara de facto (kenyataan) Iblis masih bergerak untuk menjatuhkan manusia dengan menggunakan tipu muslihat.
Efesus 6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
Hanya untuk melawan tipu muslihat Iblis, Tuhan menyuruh kita untuk mengenakan seluruh selengkap senjata Allah. Kira-kira tipu muslihat yang bagaimanakah itu?
Yesus berhasil melewati ujian iman
Matius 4:1-10 1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. 2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. 3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” 4 Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” 5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, 6 lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” 7 Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” 8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, 9 dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” 10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
Tiga tahap pencobaan Iblis terhadap Yesus:
1. Batu menjadi roti
2. Menjatuhkan diri dari bumbungan Bait Allah
3. Iblis minta disembah
Alkitab menulis bahwa setelah berpuasa empat puluh hari empat puluh malam maka laparlah Yesus. Karena Iblis tahu bahwa lapar adalah kebutuhan yang mendesak maka ia mulai mencobai Yesus. Tapi Yesus bisa mengendalikan rasa laparnya, intinya adalah tidak ada satupun yang Yesus layani. Tidak satupun anjuran si Iblis yang Yesus kabulkan. Pencobaan pertama dan kedua masih terselubung. Yesus tidak menganggap penting untuk merubah batu menjadi roti. Tapi ketika Iblis menyebutkan pencobaan yang ketiga Yesus langsung menghardiknya, karena ujung-ujungnya si Iblis minta disembah. Mengapa baru pada pencobaan yang ketiga Yesus menghardik Iblis? Karena Yesus menemukan maksud dari si Iblis hanya mau disembah.
Terkadang orang peraya menganggap adalah hal yang rohani ketika kita mendemonstrasikan kuasa Allah. Mereka tidak bisa membedakan apakah itu godaan Iblis ataukah memang Tuhan suruh, karena memang sangat tipis perbedaannya.
Disini kita memahami bahwa tujuan akhir dari sebuah godaan, karena godaan bentuknya tidak jelas, tetapi jika kita punya hikmat Allah, kita akan tahu apa tujuan sebenarnya.
Yang berikut harus kita pahami adalah bahwa godaan akan dapat menggugurkan kita apabila ada nafsu-nafsu dalam diri kita dimana kita menginginkan nafsu itu terwujud dan kita tidak bisa mengendalikannya, akhirnya hal itu akan membuat kita jatuh.
Setelah Yesus selesai dicobai, Ia mulai melayani dan mempunyai murid-murid. Dalam tim misi yang Yesus pimpin ada seorang murid yang bernama Yudas. Diceritakan bahwa Yudas sering dan terbiasa mengambil uang kas yang dipegangnya. Maka terjadilah ketika dia menginginkan uang dan ada godaan untuk menjual Yesus, meski jumlahnya hanya 30 keping perak, maka gugurlah Yudas hanya karena uang. Yudas sempat sadar tapi ia tidak bertobat.
Demas meninggalkan pelayanan
II Timotius 4:10 karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia.
Demas salah pribadi yang dimenangkankan yang kemudian ikut rombongan Paulus untuk melayani. Ia meninggalkan Paulus karena mencintai dunia. Sangat jelas dikatakan dalam I Yohanes 2:15: Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
Sebenarnya tidaklah mudah bagi Demas meniti pelayanan, dari dia lahir baru hingga ia bisa melayani bersama-sama Paulus. Tapi Demas akhirnya mengambil keputusan untuk meninggalkan pelayanan karena godaan dunia.
Umumnya orang yang hebat dalam hal rohani dan pelayanan bisa tetap bertahan tegar dalam ujian tapi tumbang dalam godaan. Kesulitan apapun ia bisa bertahan tapi begitu godaan datang iapun tumbang. Tantangan kesombongan bisa membuat orang tersebut gugur. Bagi Orang-orang yang merasa rohaninya baik tetap berwaspadalah! Tuhan menginginkan kita untuk memiliki sikap iman yang benar agar godaan itu tidak tembus dan menggugurkan iman.
Tindakan iman apa yang diambil untuk menghadapi godaan?
JAUHILAH!
II Timotoius 2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
HINDARILAH!
II Timotius 2:23-26 23Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran, 24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar 25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, 26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.
I Timotius 6:9-10 9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. 10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
Jika Tuhan sudah memerintahkan untuk jauhi dan hindari tapi kita tetap lakukan, maka tidak ada jaminan perlindungan dan kehadiran Tuhan di dalamnya. Jangan punya iman yang konyol untuk mendekat, karena Tuhan tahu bahwa ketika kita dekat, maka kita tidak akan mampu. Jadi hindarilah!
JANGAN BERGAUL
II Timotius 3:1-5 1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, 3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, 4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. 5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
I Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
I Korintus 5:9-10 9 Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul. 10 Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini.
I Korintus 5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.
Terkadang kita lebih menjaga diri dari pergaulan orang-orang diluar gereja, padahal orang-orang yang kita anggap rohani mempunya karakter yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Orang-orang yang seperti itu Tuhan berkata “Jangan bergaul!”. Transfer roh yang terjadi bisa lebih kuat jika bergaul dengan orang-orang yang seperti itu.
II Tesalonika 3:14-15 14 Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu, 15 tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara.
Kita harus memberi sanksi sosial terhadap orang-orang yang mempunyai kelakuan seperti yang t ertulis di atas. Alkitab berkata jangan bergaul dengan mereka dan tandai mereka. Kita tidak mengucilkannya atau memusuhinya tapi kita harus lebih bisa menjaga diri terhadap orang-orang yang seperti itu.
By. : Pdt. R.F. Martino
GODAAN IMAN
1 Korintus 10:12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri,hati-hatilah supaya ia jangan jatuh.
2 Korintus 7:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.
Roma 16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan
pengajaran yang telah kamu terima,menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!
Roma 16:18Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perutmereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.
Roma 16:19-20Kabar tentang ketaatanmu telah terdengaroleh semua orang. Sebab itu aku bersukacita tentang kamu. Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat. Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblisdi bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!
Iman hanya bisa bertumbuh jika ada pengalaman iman. Setiap orang percaya mutlak harus memilikinya karena Tuhan sudah menetapkan setiap orang percaya harus hidup oleh iman.
Ujian iman berbeda dengan godaan iman. Oleh karena itu kita perlu memahami dengan benar sehingga sikap dan tindakan kita tidak keliru. Beberapa tokoh alkitab bahkan umumnya umat Tuhan tidak bisa membedakan ujian iman dan godaan iman. Banyak orang yang rohaninya baik-baik menjadi patah karena pemahaman yang keliru maka sikap dan tindakannya pun keliru. Karena dengan sendirinya, pemahaman dan tindakan saling berhubungan.
Ada perbedaan antara hadirnya ujian iman dan godaan iman. Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan arti godaan ialah alai belai, bujukan, rayuan, bisikan. Dari arti kata tersebut, sudah dapat dibayangkan bentuknya seperti apa ketika godaan itu hadir di alam nyata.
Rasul Paulus menasihatkan kepada pelayan dan umat Tuhan agar waspada dan berjaga-jaga terhadap mereka yang bertentangan dengan pengajaran yang mereka sudah terima, karena itu akan menimbulkan perpecahan dan godaan. Ia mengingatkan umat Tuhan supaya waspada terhadap orang-orang yang menggoda, merayu, membujuk, membelai, meskipun yang dijelaskan adalah dalam konteks pengajaran. Bentuk godaan yang dimaksud ialah dalam bentuk pengajaran yang berbeda yang dilakukan oleh orang-orangyang dilakukan bukan secara radikal/frontal melainkan dengan bujukan, bisikan, belaian.
Jadi bentuk-bentuk godaan sudah dapat dibayangkan ketika hal itu hadir dalam kehidupan nyata sehari-hari. Dari arti kata sudah ada perbedaan, setiap kita yang sedang menjalani hidupnya pasti dihadapkan dengan berbagai realitas hidup diantaranya adalah yang namanya godaan. Tetapi orang percaya ditetapkan Tuhan untuk hidup oleh iman. Hidup oleh iman berarti hidup melakukan ketaatan tanpa syarat terhadap segala firman Tuhan karena mengasihi Tuhan dan bukan karena takut Tuhan pukul. Hidup oleh iman masih merupakan pergumulan karena sebagian orang tidak memahami dan tidak dituntun sampai kepada pemahaman iman yang sebenarnya. Tanpa pengalaman iman tidak seorang pun yang dapat bertumbuh di dalam roh.
Ada banyak bentuk-bentuk pengalaman iman. Ketika berbagai bentuk pengalaman iman itu hadir berarti membawa kita untuk bertumbuh. Setiap realitas apapun yang hadir harus dihadapai dengan iman. Maksudnya: apa kata firman Tuhan untuk kita sikapi dan tindakiterhadaprealita yang kitahadapi. Hanya disayangkan ada orang-orang percaya yang sudah memiliki pengalamn iman dan rohaninya bertumbuh tetapi belum bisa membedakan mana ujian mana godaan. Dan biasanya orang-orang yang seperti inigugur dalam hal godaan.
Ujian dan godaan memiliki bentuk yang berbeda dan harus disikapi berbeda pula.
UJIAN IMAN
1. Bentuknya jelas/tidak tersamar
Contoh peristiwa dalam alkitab yaitu Ayub seorang yang beribadah, seorang yang taat kepada Tuhan, segala keberadaannya baik, tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang dapat membuat Iblis menerobos, tetapi tiba-tiba semuanya lenyap dan Ayub sendiri tidak mengetahuibahwa sudah terjadi dialog di alam Roh antara Allah dengan si Iblis. Tuhan menjagokan Ayub karena ia adalah seorang yang taat dan takut akan Allah. Iblis tahu bahwa ada pagar perlindungan Allah terhadap Ayub. Tetapi Allah mengizinkan segala pagar perlindungan kepada Ayub dicabut. Lalu Iblispun menyerang dengan frontal sehingga habis semua harta benda Ayub dan tubuhnya pun berada dalam kondisi yang sangat menjijikkan. Istrinya mengatakan pada Ayub agar mengutuk Tuhan. Tetapi Ayub katakan bahwa dengan telanjang ia datang, dan dengan telanjang pula ia pulang, Tuhan yang memberi, Tuhan ynag mengambil, segala puji bagi Tuhan. Ia berkata pula “seandainya Tuhan menguji aku, aku akan timbul seperti emas murni.”
2. Dukacita atas kehendak Allah
2 Korintus 7:10Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.”
Dukacita ini dalam bentuk kesukaran dan penderitaan yang membawa orang mengalami pertobatan. Allah yang memegang kontrol dibalik kesukaran dan penderitaan.
3. Allah turut bekerja mendatangkan kebajikan bagi orang yang mengasihi Dia (Roma 8:28)
Ada Tuhan ynag bekerja dengan begitu rupa yangg ujung-ujungnya mendatangkan kebaikkan.
4. Bertujuan untuk memurnikan iman
Firman Tuhan katakan janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu karena ini bertujuan untuk membuktikan kemurnian iman seseorang.
5. Hasil akhir adalah pertumbuhan iman.
Baik tokoh alkitab maupun umat Tuhan masa kini tidak berbeda. Kejatuhan mereka terjadi bukan karena ujian iman melainkan karenagodaan iman. Ujian iman apapun berhasil dilalui dan kemudian manusia merasa lebih kuat dan lebih kuat. Tetapi ketika godaan datang ia tidak waspada dan akhirnya jatuh. Orang-orang yang sudah merasa dirinya kuat, tidak akan tumbang dengan ujian melainkan dengan godaan.
GODAAN IMAN
1. Bentuknya tidak jelas dan tujuannya terselubung ketika hadir di dunia nyata, karena yang muncul adalah kata-kata yang muluk-muluk dan bahasa manis yang isinya adalah tipuan.
Roma 16:18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perutmereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.
Orang-orang yang rohaninya sudah bertumbuh bahkan sudah menjadi dewasa, ketulusannya juga bertumbuh. Jika tidak ada hikmat Allah, orang-orang rohani gampang dibuat bodoh. Godaan selalu hadir dalam bentuk terselubung sehingga orang dapat tergoda/terbujuk. Orang-orang yang sudah bertumbuh rohaninya harus hati-hati terhadap godaan.
Godaan hadir dalam bentuk kenikmatan/kesenangan duniawi yang mempesona, menarik, menggiurkan yang membuat banyak orang termasuk orang yang rohaninya sudah bertumbuh jatuh ke dalam godaan. Tidak ada manusia yang tidak mau kenikmatan duniawi apa pun bentuknya.
2. Iblislah yang berperan dibalik godaan iman dan memiliki tujuan untuk menghancurkan iman orang percaya. Alkitab menuliskan bahwa Iblis ahli dalam menyamar bahkan menyamar sebagai malaikat terang.
3. Hasil akhirnya ialah kejatuhan iman.
Paulus tidak mau orang-orang yang memiliki ketaatan dalam jemaat tersebut dihancurkan oleh godaan. Ia menasihatkan jemaat untuk bijaksana terhadap hal-hal yang baik (Roma 16:19). Manusia seringkali menganggap jika hal-hal yang baik terjadi maka sudah beres atau sudah tidak perlu dipusingkan lagi. Tetapikarena godaan hadir dalam bentuk terselubung, maka Paulus menekankan umat Tuhan untuk bijaksana, bahkan terhadap hal-hal yang baik karena bisa saja dalam hal-hal yang baik, ada godaan iman yang terselubung.
SIKAP IMAN TERHADAP GODAAN
1. Waspada karena iblis selalu mengincar orang percaya.
1 Petrus 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
Iblis tidak punya hak atas kehidupan kita kecuali kita memberikan ia hak untuk menerobos dengan membuka celah. Alkitab mengatakan bahwa setiap kita diincar oleh iblis. Alkitab mengajarkan orang percaya agar tidak meremehkan iblis sekalipun kita diajar untuk tidak takut kepadanya. Iblis adalah musuh yang tidak boleh diremehkan.
2. Lawan dengan iman yang teguh.
1 Petrus 5:9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.
Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan,di dalam kekuatan kuasa-Nya.
Secara kebenaran,Iblis sudah kalah. Tetapi ia tidak mau dikalahkan begitu saja sehingga ia bekerja dengan tipu muslihat yang salah satu bentuknya adalah godaan. Jadi orang percaya harus melengkapi dirinya dengan senjata rohani untuk menghadapi segala tipu muslihat iblis.
Tokoh-tokoh alkitab yang mengalami godaan iman:
1. Adam
Iblis menggoda Adam untuk makan buah yang dilarang dengan tipuan jika buah itu dimakan maka Adam akan menjadi sama seperti Allah. Perlu diingat bahwa manusia lahiriah dikontrol oleh unsur jiwani yang didalamnya ada perasaan, kehendak, pikiran dimana ini merupakan jalur yang sering diterobos oleh Iblis. Hawa melihat bahwa buah yang dilihat itu baik dan kelihatan sedap juga dapat memberikan hikmat, sehingga ia dan Adam tergoda lalu makan buah tersebut dan akhirnya jatuh ke dalam dosa.
2. Lot
Ketika Abraham dan lot sudah sama-sama memiliki harta yang banyak, orang-orang Lot dan orang-orang Abraham bertengkar. Lalu Abraham memberikan pilihan kepada Lot untuk memilih daerah mana yang ia suka untuk Lot tempati. Kemudian Lot melihat daerah Sodom dan Gomora seperti taman Tuhan dan memilih daerah itu untuk ia tempati. Tetapi pada akhirnya wilayah itu dimusnahkan Tuhan oleh karena dosa dan kejahatan penduduknya.
3. Yusuf
Alkitab mengatakan Yusuf elok parasnya dan manis sikapnya. Ia ditempatkan di rumah Potifar. Istri potifar terus membujuk Yusuf untuk “tidur” dengannya setiap hari. Tetapi Yusuf kemudian memilih untuk lari dari godaan istri Potifar itu.
4. Daud
Ketika tentaranya pergi berperang, Daud tinggal di istananya. Suatu ketika, dari atas istananya, ia melihat perempuan sedang mandi dan kemudian ia tergoda akan perempuan itu lalu tidur dengan perempuan tersebut yang adalah istri Uria. Ia mengalami kejatuhan iman karena godaan.
5. Salomo
Seorang yang paling berhikmat dan kaya di dunia, tidak ada bandingnya. Tetapi istri dan gundik-gundiknya menyesatkan ia pada akhir hidupnya dengan menyembah kepada berhala-berhala. Ia pun gugur dalam godaan.
6. Simson
Seorang yang paling kuat dizamannya. Ia gugur dengan godaan Delila karena setiap hari Delila merengek-rengek kepadanya.
Itulah contoh dari tokoh-tokoh alkitab yang membuktikan bahwa ada ujian iman(pengalaman Ayub) dan ada pula godaan iman. Ujian akan menghasilkan pertumbuha iman,sementara godaanmenghasilkan kehancuran pribadi orang percaya. Tetapi jika kita sudah memahami tentang godaan iman, maka kita akan memiliki sikap dan tindakan yang benar dalam menghadapi godaan iman tersebut karena kita tahu siapa oknum dibalik godaan danapa tujuannya dalam kehidupan kita.
By. :
IMAN DAN PENGALAMAN IMAN (4): UJIAN IMAN
Roma 14:23 “Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.”
1 Yohanes 5:4-5 “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?”
Minggu ini kita akan mempelajari topik tentang Ujian Iman. Saat seseorang baru pertama kali percaya Yesus, ia mengalami pengalaman iman awal yaitu kasih Allah dalam bentuk kelembutan seperti kedahsyatan Tuhan, doa yang cepat dikabulkan Tuhan.
Pengalaman ini adalah dasar bagi seseorang untuk mengenal akan kedahsyatan Tuhan. Namun pengalaman berikutnya setelah ia semakin bertumbuh dalam iman adalah ujian iman berupa nyala api siksaan.
1 Petrus 4:12 “Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.”
Ujian iman ini membingungkan orang percaya. Bukankah Tuhan itu baik? Bukankah Tuhan sudah berjanji? Mengapa seolah-olah janji Tuhan tidak terjadi? Bukankah Tuhan mendengar doa? Ya, Tuhan mendengar setiap doa namun bagaimana Tuhan menjawab itu tergantung kedaulatan Tuhan. Jika orang percaya tidak memahami hal ini sebagai ujian iman, maka mereka akan heran. Karena itu Petrus berkata, “Janganlah kamu heran”. Namun yang lebih lanjut adalah orang percaya tersebut bisa kecewa kepada Tuhan. Padahal ada maksud Tuhan dalam ujian iman.
Ibrani 12:5-6 “Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.””
Dari ayat diatas kita memahami bahwa Tuhan menghajar dan menyesah orang yang dikasihi dan diakui-Nya sebagai anak. “Mengajar” beda dengan “Menghajar”. “Mengajar” itu dengan kata-kata, “Menghajar” dengan pukulan/cambukan. Tidak ada orangtua yang tidak pernah “menghajar” anaknya. Dalam pendidikan formal di sekolah, ada ujian SD, SMP, SMA. Jika lulus ujian barulah si murid naik ke jenjang pendidikan berikutnya.
Begitupun ujian iman. Kita tidak perlu berusaha menghindar dari ujian iman karena tidak seorangpun yang bisa luput. Namun setiap orang yang lulus dari ujian tersebut akan naik ke jenjang berikutnya.
APA TUJUAN UJIAN IMAN?
1 Petrus 1:6-7 “Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.”
Tujuan ujian iman adalah untuk membuktikan kemurnian iman kita sampai sejauh mana ketaatan kita: Apakah ketaatan kita masih ketaatan bersyarat atau sudah mencapai ketaatan tanpa syarat. Ketaatan bersyarat adalah kita melakukan bagian kita dan Tuhan akan melakukan bagian-Nya (menggenapi janji-Nya). Sedangkan yang Tuhan kehendaki agar kita mencapai ketaatan tanpa syarat seperti di Ibrani 11 dimana tetap taat sekalipun tidak menerima yang Tuhan janjikan. Mengapa bisa? Karena kita mencintai Tuhan.
Iman orang percaya umumnya hanya siap untuk hal-hal sehari-hari. Tetapi kita harus mempersiapkan iman kita untuk sesuatu yang luar biasa, yang tidak pernah kita duga:
* Orang yang tidak kita duga ternyata melakukan sesuatu yang jahat pada kita.
* Disakiti anak sendiri lebih menyakitkan daripada disakiti oleh anak tetangga.
* Disakiti suami/istri tercinta. Hal ini dapat membuat kita kecewa / tawar hati.
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?
1 Petrus 4:13-14 “Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.”
Saat menghadapi ujian iman ini, Firman Tuhan berkata, “Bersukacitalah!”. Saat menghadapi nyala api siksaan, kadang kita berpikir bahwa mujizat itu hanya pada saat Tuhan melepaskan kita dari pergumulan, padahal mujizat juga terjadi jika kita bisa bersukacita di dalam ujian iman. Bisakah kita tidak mendendam saat disakiti oleh orang lain? Jika bisa, maka itulah mujizat! Saat menghadapi ujian iman, Roh Allah yang ada di dalam kita yang akan menguatkan kita.
1 Petrus 4:15-16 “Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.”
Tuhan juga memperingatkan kita supaya penderitaan yang kita alami bukan penderitaan yang disebabkan karena kita berbuat dosa namun karena kita melakukan Firman Allah.
Ibrani 12:7-11 “Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.”
Ujian iman hadir untuk membersihkan kita dari semua pencemaran iman. Orang percaya yang tidak mengalami didikan Tuhan adalah “anak-anak gampang” (Terjemahan Lama: anak-anak haram). Jika kita tidak memahami tujuan ujian iman maka rohani kita dan pelayanan kita menjadi lemah. Saat seorang percaya mengalami kelemahan seperti itu, umumnya orang mencari penyebabnya, dan begitu dia dapatkan penyebabnya adalah orang lain, maka ia menyalahkan orang lain atas apa yang ia alami. Tuhan memperingatkan kita: Jangan pernah menyalahkan orang lain atas kelemahan yang kita alami, karena Tuhan tidak berurusan dengan orang lain, namun Ia berurusan dengan diri kita!
Ibrani 12:12-13 “Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.”
Tuhan menghendaki supaya kita menguatkan diri kita sendiri, jangan jadikan orang lain sebagai alasan kita menjadi lemah. Dalam Yudas 1:20 Tuhan memerintahkan kita untuk membangun diri kita sendiri. Jangan bergantung pada orang lain. Saat kita lemah dan terjatuh, bangkitlah! Kuatkan kembali tangan dan lutut kita yang goyah! Sumber kekuatan kita berasal dari Tuhan sendiri.
ADA JALAN YANG LEBIH BAIK!
2 Korintus 13:5 “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.”
Inilah jalan yang lebih baik. Tuhan memberi kesempatan untuk kita menguji diri sendiri sehingga tidak perlu ada sesuatu yang luar biasa terjadi dalam hidup kita.
Apa yang mau kita uji? Dalam hal hidup oleh iman yaitu hidup dalam ketaatan tanpa syarat karena kita mengasihi Tuhan.
Latih diri kita untuk menguji diri sendiri dalam hal ketaatan dalam hidup sehari-hari, dengan demikian kita telah menguji diri kita. Kehidupan kita dalam setiap harinya akan ada realitas yang hadir dihadapan kita namun disaat yang sama juga hadir Firman. Saat Firman hadir maka taatilah. Setiap realitas hidup yang terjadi, jadikanlah sebagai realitas iman. Taatilah Firman Tuhan maka iman kita akan terus bertumbuh.
By. : Pdt. R.F. Martino
IMAN DAN PENGALAMAN IMAN (3)
Roma 1:17 “Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”
1 Yohanes 5:4-5 “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? ”
Saat sebelum menjadi orang percaya kita hidup dalam 1 dimensi yaitu dimensi lahiriah, dan dimensi lahiriah ini yang mudah sekali diterobos oleh iblis. Namun saat kita menjadi orang percaya, adalah ketetapan Tuhan bahwa setiap orang percaya hidup oleh iman, maka seharusnya kita hidup dalam dimensi iman. Jika sebagai orang percaya kita tetap bertahan untuk menjalani hidup dalam dimensi lahiriah saja, maka kita menyiksa diri kita sendiri karena semua ketaatan kepada Tuhan adalah ketaatan di dalam tekanan karena takut mendapat hukuman dari Tuhan. Namun jika kita hidup oleh iman / dalam dimensi iman maka kita akan mengalami pengalaman-pengalaman iman!
Bentuk-bentuk pengalaman iman:
1. Pengalaman iman akan kedahsyatan Allah.Pengalaman awal kita mengenal Kristus adalah pengalaman akan kedahsyatan Tuhan. Saat kita berdoa, cepat sekali Tuhan menjawab doa kita. Selain itu, kedahsyatan Tuhan ini juga bisa berbentuk mujizat. Sayangnya banyak orang menganggap bahwa hidup oleh iman itu mengenai mujizat saja. Padahal hidup oleh iman bukan hanya mengenai mujizat / doa yang dijawab melainkan melakukan Firman Tuhan. Selain itu, orang yang menginginkan mujizat seringkali tidak menyadari bahwa mujizat itu baru hadir setelah ada peristiwa-peristiwa tragis, misalnya vonis dokter mengenai suatu penyakit, dll. Jadi jika seseorang ingin mengalami mujizat, ia harus terlebih dulu mengalami peristiwa-peristiwa tragis.
2. Pengalaman iman tentang ketaatan. Setiap janji Tuhan diikat dengan ketaatan, yaitu saat kita melakukan bagian kita untuk taat melakukan Firman Tuhan maka Tuhan melakukan bagian-Nya memberkati kita. Namun yang lebih berkualitas lagi adalah taat sekalipun tidak mendapatkan penggenapan janji Allah di dunia ini. Orang-orang yang mengalami hal ini juga termasuk dalam kategori “pahlawan-pahlawan iman” (Ibrani 11).
3. Pengalaman iman tentang perbuatan iman. Saat kita dibaptis Roh Kudus, Ia akan memberi kita kemampuan untuk melakukan kebenaran Allah dalam hidup kita. Secara alamiah format yang mengontrol hidup manusia adalah unsur jiwani. Namun setelah menjadi orang percaya, formatnya berbeda: yaitu unsur iman. Untuk mengubah format alamiah ke format yang baru ini tidak otomatis. Maka tempat kita melatih diri hidup oleh iman adalah kehidupan kita sehari-hari.
Galatia 2:20 “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah HIDUP OLEH IMAN dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”
Dari ayat diatas Paulus memberi teladan bahwa setiap orang percaya yang masih hidup di dalam tubuh jasmaninya, ternyata BISA hidup oleh iman. Karena Tuhan tidak akan memberikan perintah yang tidak bisa kita lakukan.
Roma 8:11-13 “Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.”
Dari ayat diatas, kita semakin memahami jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini: Bagaimana kita bisa hidup oleh iman secara manusia lahiriah? Bagaimana kita bisa membuktikan Roh Kudus ada di dalam diri kita secara manusia lahiriah? Rasul Paulus menjelaskan dengan cara yang sangat sederhana: hidup oleh iman adalah hidup oleh Roh. Bagaimana caranya? Yaitu kita memang masih hidup secara lahiriah, namun di dalam hidup kita yang kita hidupi/jalani di dalam tubuh kita, kita dipimpin oleh Roh Kudus, mematikan keinginan-keinginan daging.
Yakobus 2:14 “Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?”
Ayat ini menjadi perdebatan diantara beberapa gereja. Ada gereja yang menganggap bahwa perbuatan tidak terlalu penting, menganggap sekali terima Yesus dan sudah selamat, akan tetap selamat sekalipun melakukan dosa. Yang kemudian berkembang lebih parah lagi yaitu pengajaran “Hyper Grace”. Sementara gereja-gereja yang lain menekankan bahwa iman harus disertai perbuatan.
Yakobus 2:15-16 “Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? ”
Camkanlah: iman itu berkaitan dengan hal-hal lahiriah. Jadi iman dibuktikan bukan dalam angan-angan dan bukan dibuktikan dengan hal-hal rohani seperti berdoa, ibadah, pelayanan. Iman dibuktikan saat diperhadapkan dengan realitas hidup!
Melalui ayat diatas Alkitab langsung memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari bagaimanakah seharusnya iman disertai perbuatan iman. Namun pembuktian iman bukan hanya mengenai kegiatan-kegiatan sosial seperti contoh diatas. Karena intinya adalah semua yang kita hadapi dalam kehidupan riil, itulah yang menjadi pembuktian iman kita. Jangan menilai kerohanian seseorang hanya dari aktivitas rohaninya karena didalam gereja semua orang seperti malaikat. Pembuktian imannya dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari dimulai dari rumahnya. Yang paling tahu karakter seseorang adalah orang rumahnya, termasuk pembantu (helper)nya di rumah. Sesungguhnya melatih diri untuk melakukan Firman bisa dilakukan, hanya kita mau atau tidak. Ubahlah setiap pengalaman hidup kita menjadi pengalaman iman, karena iman selalu diperhadapkan dengan kondisi real dan dibuktikan dengan perbuatan iman. Kesimpulannya: Isi iman kita akan dibuktikan melalui perbuatan iman!
Ilustrasi: Ada seorang Kristen yang melalui suatu jalan. Tiba-tiba ia melihat ada pecahan beling yang hampir mengenai kakinya dan dengan segera ia menghindar dari beling itu. Ia bersyukur kepada Tuhan karena meluputkannya dari celaka, lalu ia melanjutkan perjalanan. Setelah itu lewatlah seorang biksu di jalan tersebut. Begitu sang biksu melihat ada pecahan beling, ia mengambilnya dan membuangnya ke tempat yang aman supaya tidak mengenai pejalan kaki berikutnya. Orang Kristen itupun bersaksi betapa dahsyat Tuhan meluputkannya dari celaka, apalagi ia mendengar sebelumnya ada orang yang terkena pecahan beling namun ia sendiri terluputkan. Bagaimana pendapat saudara mengenai orang Kristen pada ilustrasi diatas? Bisakah disebut perbuatan iman jika ia hanya menyelamatkan diri sendiri namun tidak peduli pada keselamatan orang lain? Etiskah ia bersaksi Tuhan meluputkannya dari bahaya sedangkan ada orang lain yang celaka?
Yakobus 2:19-22 “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.”
Perbuatan-perbuatan iman ada beberapa bentuknya:
1. Melakukan Firman untuk hal-hal yang belum melampaui hukum logika
2. Melakukan Firman untuk hal-hal yang melampaui hukum logika.
Kita harus melatih diri sehingga terbiasa melakukan Firman tentang hal-hal umum dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita sudah terbiasa melakukannya, maka kita bisa jika Tuhan memerintahkan kita melakukan hal-hal yang diluar logika yaitu ketaatan tanpa syarat. Tuhan tidak memberi ujian melampaui kemampuan kita. Tetapi iblis mau melakukan berbagai cara agar kita kecewa dengan Tuhan dan undur dari Tuhan saat kita menghadapi masalah yang melampaui hukum logika. Saat menghadapi masalah yang melampaui hukum logika maka kita membutuhkan mujizat! Namun kita harus memahami bahwa mujizat tidak terjadi dengan sendirinya tetapi ada hal-hal yang harus dilakukan yaitu tindakan-tindakan iman oleh si penerima mujizat. Sebagai contoh: Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang dipaksa untuk menyembah patung Nebukadnezar. Mereka menolak untuk menyembah patung tersebut sekalipun ancamannya adalah hukuman mati. Secara manusia apa yang mereka hadapi sangat berat. Namun mereka bertiga sepakat dan berkata, “Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”
Inilah tindakan iman yang mereka lakukan. Maka rajapun menjadi sangat marah dan ia memerintahkan supaya dapur api dipanaskan sampai 7 kali lalu Sadrakh, Mesakh, dan Abednego pun dimasukkan ke dalam dapur api tersebut.
Saat mereka menghadapi masalah yang melampaui hukum logika inilah maka mujizat Allah dinyatakan! Ada malaikat Allah yang menyertai mereka dan merekapun selamat tanpa terbakar sedikitpun. Dari kisah ini kita juga memahami bahwa iman bukan hanya skedar keyakinan sungguh tetapi juga ketaatan tanpa syarat! Sayangnya banyak hamba Tuhan yang memberi penghiburan palsu: “Percaya saja pasti akan menerima”, “Kalau iman itu tanpa kata jika”, dll.
Setelah memahami semua ini, marilah kita melakukan Firman Tuhan yaitu iman kita harus disertai perbuatan-perbuatan iman dalam seluruh kehidupan kita.
By. : Pdt.R. F. Martino













