PEMULIHAN KELUARGA
Keluarga adalah ciptaan Tuhan. Kita semua rindu agar keluarga kita mengalami pemulihan. Pemulihan yang diambil dari kata dasar “pulih” berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “pulih” berarti kembali baik seperti semula, menjadi baik atau baru lagi. Pemulihan keluarga artinya proses memulihkan keluarga menjadi baik atau baru seperti semula sesuai rancangan Allah sebagai pencipta keluarga
Kejadian 1:26-28“Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” 27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Apa Rancangan Allah Semula Untuk Keluarga?
Kejadian 1:26-28“26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” 27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi”.
Rancangan Allah untuk keluarga adalah keluarga yang diberkati untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat. Sebagai contoh: sebuah keluarga yang amburadul (kacau) sudah mengalami banyak tekanan, problem, konflik bahkan terancam dalam perceraian kemudian menjadi baik seperti semula. Inilah pemulihan.
Sejak awal Allah merancangkan dan membentuk keluarga agar menjadi berkat dan seluruh bumi penuh dengan kemuliaan-Nya. Namun rancangan baik ini hancur karena kegagalan Adam dan Hawa dan kita keturunannya seringkali juga mengalami kegagalan. Oleh karena itu kita rindu kembali pada rancangan Allah semula.
Keluarga di Surga
Bapa
Anak Roh Kudus
Dalam gambar di atas dijelaskan bahwa ada dua keluarga, yaitu keluarga di Surga dan keluarga di bumi. Sejak awal Tuhan ingin menjadikan keluarga di Surga juga terjadi di bumi seperti dalam doa “Bapa Kami” yang mengatakan: “Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga”. Jika ini di terjemahkan untuk keluarga maka menjadi “Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di keluarga saya seperti di sorga”.
Bagaimana Pancaran Keluarga Surga Terjadi di Bumi?
1. Bapa di Surga itu mengasihi
Anak akan melihat bagaimana karakter seorang ayah, sikap dan cara mendidik dalam keluarga. Ayah harusmemancarkan hati seorang Bapa.
2. Ibu sebagai gambaran dari Roh Kudus
Roh Kudus disebut Penolong (Yohanes 14:16). Sikap karakter Roh Kudus akan terpancar dalam hidup keluarga melalui seorang ibu yaitu sebagai penolong Kejadian 2:18 “TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia”.
Fungsi yang benar dari seorang ibu adalah menolong, menopang, dan mendoakan suaminya. Selain sebagai Penolong, Roh Kudus juga bekerja dalam diri kita sehingga kita dilahirkan kembali. Yohanes 3:5 “Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah”. Sama halnya seorang ibu yang melahirkan (bukan ayah yang melahirkan) hendaknya para ibu memancarkan kebaikan, penolong bagi suami dan anak-anak menjadi contoh teladan dan berkat.
3. Anak harus taat
Yesus disebut Anak Allah. Dikatakan bahwa Yesus taat pada Bapa-Nya bahkan sampai mati di kayu salib. Ia taat. Ia taat dalam seluruh aspek kehidupan-Nya. Keluarga Surga akan terpancar melalui karakter seorang anak yang taat.
Jika ayah, ibu dan anak memiliki pancaran keluarga Surga orang lain akan melihat bahwa keluarga ini adalah keluarga yang diberkati, menjadi contoh dan teladan sehingga orang akan memuliakan Tuhan.
Dalam Alkitab, dicatat bahwa keluarga Yusuf dan Maria menjadi contoh dan teladan yang baik. Dikatakan bahwa Yusuf adalah seorang tulus hati, memancarkan karakter Bapa di Surga, memancarkan bahwa ia adalah seorang suami yang baik. Yusuf membatalkan rencananya untuk menceraikan Maria yang sudah menjadi tunangannya, setelah diperingatkan lewat mimpi. Saat itu, dalam budaya Israel, ketika ada dua orang yang sudah bertunangan sudah dapat dikatakan sebagai suami dan istri, seperti halnya Yusuf dan Maria. Tetapi Yusuf adalah seorang yang taat dan ia melakukan apa yang Tuhan perintahkan melalui mimpi sama halnya dengan Yusuf, Mariapun taat (Lukas 1:38). Yesus sebagai Anak adalah teladan yang baik. Keluarga ini memancarkan keluarga Surga.
Kita tidak dapat menjadikan keluarga hamba Tuhan sebagai patokan/standar keluarga yang bahagia karena manusia masih memiliki kelemahan. Tetapi ikutlah keteladanan Firman sehingga kita tidak akan menjadi lemah.
Mengapa Harus Ada Pemulihan Keluarga
Karena keluarga sudah berdosa dan berada di bawah kutuk.
Kejadian 3:16“Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”
Bagaimana Supaya Terjadi Pemulihan Keluarga?
Efesus 5:22-23 “22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh”.
1. Peranan Keluarga Harus Dipulihkan
– Kecenderungan istri adalah ingin menguasai suami. Kejadian 3:16 “Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”Kata “berahi”bukan hanya berbicara mengenai seks tetapi juga berarti “mau menguasai”. Tetapi firman katakan bahwa istri harus tunduk kepada suami.
Efesus 5:22“Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan”.
Efesus 5:24 “Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu”.
– Kecenderungan suami adalah diktator. Suami cenderung kasar dan selalu ingin berkuasa. Setelah dipulihkan Suami akan mengasihi istri dan anak-anak.
Efesus 5:25 “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya”
Efesus 5:28 “Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.”
Efesus 5:33 “Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya”.
2. Kasih Yesus menjadi satu-satunya sumber dalam pemulihan keluarga seperti Kristus mengasihi jemaat demikian hendaknya para suami mengasihi istri dan istri tunduk kepada suami sehingga kasih Kristus yang menyatukan.
3. Hidup dalam pengudusan dan penghormatan atas keluarga
Efesus 5:26-27 “26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, 27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.”
I Tesalonika 4:3-8 “3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, 4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, 5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, 6 dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu. 7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. 8 Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu”.
Keluaran 20:5 “Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku”.
Kolose 3:5-6 “5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 6 semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka]”.
4. Pemulihan Hubungan Keluarga dengan Kristus
Kembalike Taman Eden. Taman Eden artinyatitikhadirat Allah atautempatkemuliaan Allah (the spot of presence God)
Matius 18:19-20 “19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. 20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”
Jika suami, istri dan anak sepakat meminta kepada Tuhan, maka keluarga akan diberkati, dilindungi dan penuh kemuliaan Tuhan.
Pdt. FilipusWidijanto, S.Th.










Leave a Reply