This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

TAK TERHENTIKAN (UNSTOPPABLE)

GppsPalu – Ibrani 12:1-3 “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.”

I. SETIAP ORANG PERCAYA WAJIB MASUK DALAM PERLOMBAAN IMAN DAN MENCAPAI GARIS AKHIR
Saat kita memutuskan untuk menjadi pengikut Kristus, kita bukan hanya bertobat, terima Yesus dan dibaptis lalu selesai, karena selanjutnya kita harus masuk dalam perlombaan iman. Setiap atlit yang masuk dalam perlombaan, mereka mempunyai tujuan untuk menjadi juara dan memperoleh medali emas/piala. Dalam perlombaan iman kita harus memiliki mental pemenang karena dalam Firman-Nya, Tuhan pun menghendaki kita menjadi lebih dari pemenang. Ada banyak anak Tuhan/orang percaya yang menyelesaikan perlombaan imannya, menyelesaikan destiny (tujuan) yang Tuhan telah pertetapkan baginya
Di tahun 2016 ini ada seorang hamba Tuhan yang dipanggil kembali ke rumah Bapa di sorga. Gembala ini memiliki jemaat lokal terbesar di Indonesia di mana 50% jemaatnya berasal dari golongan saudara sepupu kita yang telah dimenangkan. Pada awal tahun ini hamba Tuhan tersebut mengunjungi Azusa Street, tempat di mana pernah terjadi lawatan Allah. Di sana beliau mengalami hadirat Tuhan dan mengemukakan kerinduannya kepada Tuhan agar dalam tahun 2016 ia dapat memenangkan minimal 3.000 jiwa seperti jumlah jiwa yang dimenangkan oleh Rasul Petrus ketika untuk pertama kalinya Roh Kudus dicurahkan atas orang percaya di hari Pentakosta. Ternyata hanya dalam waktu beberapa bulan, gerejanya memenangkan lebih dari 3.000 jiwa. Selang 1 minggu setelah kejadian itu, ia dipanggil oleh Tuhan. Ia telah menyelesaikan “destiny” dari Tuhan selama ia hidup di dunia.
Hamba Tuhan lain adalah Pdt. Elisa Podengge yang menggembalakan GPPS Jemaat Beteleme. Sekalipun sudah berumur 70 tahun lebih, tidak ada istilah “pensiun” baginya dalam melayani Tuhan. Sebelum ia dipanggil Tuhan, ia masih sempat melayani suku terabaikan yang berada di pedalaman di mana medan kesana cukup berat. Setelah ia pulang melayani, ia pun kembali ke rumah Bapa. Ia telah menyelesaikan mandat yang Tuhan berikan.
Dalam Alkitab kita menemukan bahwa para pahlawan iman tidak pernah pensiun: Abraham, Daud, para rasul, dll. Dua belas Rasul dari Tuhan Yesus semua menjadi martir (mati syahid) sampai akhir hayat mereka yaitu rata-rata pada usia sekitar 60-an tahun, kecuali Rasul Yohanes yang mati dalam usia tua dalam pembuangan di Pulau Patmos.

II. SETIAP ORANG PERCAYA HARUS MENJANGKAU JIWA-JIWA
Kita harus memiliki kerinduan dalam melayani jiwa-jiwa yang terhilang. Tahukah saudara? Kejahatan di kota Palu semakin bertambah. Terbukti bahwa di sebuah Rumah Tahanan di kota Palu rata-rata ada penambahan jumlah tahanan baru setiap harinya. Bahkan beberapa di antaranya adalah anak-anak remaja berumur 14 tahun yang ditangkap karena membusur orang. Kita harus berdoa sungguh-sungguh. Tidak ada yang mustahil. Seperti lawatan Tuhan yang luar biasa pernah terjadi di Wales dimana saat itu orang-orang yang berdosa tiba-tiba menangis dan bertobat dan penjara pun kosong selama berbulan-bulan. Hal itu terjadi karena doa orang percaya.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah memenangkan jiwa bagi Tuhan? Memenangkan jiwa bukan hanya tugas hamba Tuhan, semua orang percaya harus menjadi pemenang jiwa yang dahsyat.
Sebelum dunia diciptakan, sebelum kita ada, Tuhan sudah merancangkan “destiny” bagi hidup kita masing-masing. Kita sudah punya mandat dari Tuhan yang harus kita selesaikan. Memang “destiny” setiap orang berbeda-beda tetapi semuanya harus untuk kepentingan Tuhan.
Dalam Matius 25 pada perumpamaan talenta, ada hamba yang diberi 5 talenta, 2 talenta, dan 1 talenta. Hamba yang dipercayakan 5 dan 2 talenta berhasil melipatgandakan talenta yang dipercayakan kepada mereka. Talenta ini bisa berarti harta/uang, bisa potensi, atau apapun yang Tuhan berikan kepada kita, dilipatgandakan bagi kepentingan Tuhan. Namun hamba yang dipercayakan 1 talenta tidak menjalankan melainkan mengubur 1 talenta tersebut.

Matius 25:24-25 “Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!”
Perhatikan apa yang Tuan itu katakan. Ayat 26-27, “Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.”

Tuhan Yesus sudah melakukan bagian-Nya yaitu menyelesaikan segalanya di atas kayu salib. Sekarang bagian kita. Pengertian kita umumnya adalah bahwa persepuluhan (10% dari harta kita) adalah milik Tuhan dan 90% adalah milik kita dan bisa kita gunakan sesuka hati. Ini tidak benar. Sesungguhnya seluruh harta yang ada pada kita 100% adalah milik Tuhan. Kita hanyalah orang yang diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk memegang dan mengelolah harta-Nya. Simak apa yang Tuhan katakan pada awal perumpamaan tentang talenta. Ia berkata: “Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.” Matius 25:1.
Persepuluhan (10% dari harta kita) yang kita kembalikan kepada Tuhan merupakan pernyataan iman kita bahwa segala harta yang ada pada kita adalah milik-Nya. 10 % hanyalah memakili dari keseluruhannya yang harus kita kelola seperti yang Tuhan mau, kita hanyalah hamba-hamba-Nya.
Harta yang dipercayakan Tuhan kepada kita haruslah dilipatgandakan dan dikonversi menjadi harta di sorga (Matius 6:20) antara lain dengan memenangkan jiwa sebanyak-banyaknya sebelum Ia datang kembali untuk meminta pertanggungan jawab. Jangan saat Tuhan datang kita seperti hamba yang dipercayakan 1 talenta, yaitu harta kita hanya ditanam dan tidak dilipatgandakan untuk jiwa-jiwa. Perhatikan apa yang Tuan itu kehendaki yaitu seharusnya 1 talenta itu diserahkan kepada hamba yang bisa menjalankannya. Jadi jika kita tidak bisa terjun langsung untuk pergi memenangkan jiwa, kita bisa memberikan uang kita/menabur untuk pelayanan penginjilan (orang yang bisa menjalankannya) dan uang tersebut akan dikonversi menjadi jiwa-jiwa.
Tidak ada pelayanan tanpa ongkos. Namun berapapun harganya harus kita bayar demi memenangkan jiwa-jiwa. Ingatlah bahwa rumah sejati kita ada di Sorga dan harta duniawi yang ada pada kita saat ini tidak bisa kita bawa saat kita kembali ke Sorga kelak.
Apa akibat bagi hamba yang jahat yang menyimpan 1 talentanya itu?
Matius 25:30 “Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

III. KIAT-KIAT UNTUK TAK TERHENTIKAN (UNSTOPPABLE) SAMPAI MENCAPAI GARIS AKHIR

Apa yang harus kita lakukan supaya menang mencapai garis akhir? (Ibrani 12:1-3)

1. Menanggalkan SEMUA BEBAN dan SEMUA DOSA yang begitu merintangi kita (ay 1)
Beban/ masalah bisa merintangi kita dalam perlombaan iman. Karena itu kita upayakan semaksimal mungkin untuk menyelesaikan masalah. Selebihnya yang kita tidak mampu lakukan – karena keterbatasan kita sebagai manusia – kita serahkan kepada Tuhan. Dalam Alkitab banyak janji Tuhan untuk menyerahkan kekuatiran kita kepada Tuhan.
SEMUA DOSA berarti dosa apa saja. Saat ini sudah bukan waktunya untuk mudah sakit hati, tersinggung, kecewa, dan tidak mau beribadah lagi atau berhenti melayani. Itu semua sifat kekanak-kanakan! Ini hari-hari terakhir, mari kerja buat Tuhan!
Dosa tidak hanya dosa perbuatan tetapi juga dosa perkataan,dosa dalam pikiran, perasaan, keinginan dan hati/batin. Banyak orang pikir jengkel sedikit saja tidak apa-apa. Padahal SEMUA DOSA – dosa kecil dan besar – BEGITU / SANGAT merintangi kita untuk kita bisa maju dalam perlombaan iman! Apalagi dosa besar seperti misalnya selingkuh, berzinah dsb. Jadi jangan anggap enteng. Semua dosa harus ditanggalkan! Tuhan sanggup melepaskan kita dari ikatan dosa.

2. Berlomba dengan tekun (ay 1)
Kita harus BERLARI! Berlari secepat mungkin. Seorang atlit yang sudah hampir mencapai garis akhir berlari secepat mungkin dan tidak mempedulikan lagi keletihan tubuhnya.

Tanda-tanda kedatangan Tuhan sudah semakin nyata:
* Gempa bumi semakin sering terjadi.
* Inggris keluar dari Uni Eropa. Keputusan Inggris ini akan diikuti oleh negara-negara lain dalam Uni Eropa. Eropa akan mengalami goncangan.
* LGBT semakin marak bahkan di Indonesia. Ada usaha-usaha untuk memperjuangkan hak pasangan LGBT dan melegalkan pernikahan sejenis. Jika pernikahan sejenis dilegalkan di Indonesia maka gereja Tuhan akan mengalami tantangan yang semakin berat, seperti gereja Tuhan di Amerika. Karena itu kita harus sungguh-sungguh berdoa agar pernikahan sejenis tidak dilegalkan di Indonesia.
Berlomba dengan tekun. Tekun artinya harus sampai selesai. Jangan cuma menggebu-gebu di awal. Bagaimana kehadiran ibadah saudara? Jangan hanya menggebu-gebu diawal tahun, lalu semakin hari semakin merosot. Iman kita jangan tergantung dari hari, bulan, atau kondisi apapun. Tuhan menghendaki agar kita berlari tanpa henti sampai kita mencapai garis akhir!

3. Fokus – mata yang tertuju – kepada Tuhan Yesus (ay 2)
Para atlit yang sedang berlari tidak memperhatikan penonton. Mau disoraki ataupun tidak, mau diberi semangat atau diteriakkan kata-kata yang melemahkan, ia tetap fokus pada garis finish.
Kalau kita menengok kiri kanan pada orang-orang yang melemahkan kita, akan membuat iman kita down/ lemah. Iman kita tidak boleh bergantung pada orang lain tetapi kepada Tuhan. Jangan jadikan alasan keluarga atau lingkungan tidak mendukung sehingga tidak bisa melakukan kehendak Tuhan. Ada dukungan dari orang lain atau tidak, ada motivasi dari orang lain atau tidak, mata kita tetap tertuju pada Yesus.
Ingatlah Petrus berjalan diatas air saat matanya tertuju kepada Yesus. Namun saat ia tidak lagi berfokus pada Yesus maka ia tenggelam. Begitupun dalam perjalanan iman kita kalau kita justru berfokus pada keadaan disekitar kita maka kita bisa tenggelam dan tidak bisa mencapai Tuhan Yesus!

4. Tekun memikul salib (ay 2)
Lukas 9:23 “Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”

Sangkal diri adalah mematikan, menyalibkan segala keinginan daging, keinginan mata dan keinginan duniawi. Pikul salib adalah rela menderita oleh karena ketaatan kita akan firman Tuhan/ Injil.
Kia perlu senantiasa bertanya kepada diri kita masing-masing: “Apakah hal yang aku jalani atau kerjakan ini membawa kemajuan bagi rohaniku atau tidak?” Jika tidak, maka tinggalkan!

5. Ingatlah selalu akan Yesus (ay 3)
Kita harus memenuhi pikiran kita dengan Yesus. Jangan biarkan pikiran negatif yang memenuhi pikiran kita. Pornografi itu jahat sekali. Jika saudara terikat dengan pornografi, darah Yesus punya kuasa untuk membersihkan pikiran saudara.
Saat menghadapi pengadilan akhir nanti, kita tidak bisa beralasan kita tidak mencapai garis akhir gara-gara orang lain. Setiap orang akan bertanggung jawab kepada Tuhan atas dirinya masing-masing. Saat Tuhan datang, kita mau didapati seperti hamba yang mana? Hamba yang baik atau hamba yang jahat? Jangan sampai kita menjadi seperti hamba yang jahat, yang akhirnya dicampakkan ke dalam kegelapan dimana terdapat ratap dan kertak gigi.

Pdt. dr. Mediati Martino, MA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *