This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

PERANAN ROH KUDUS DALAM KEHIDUPAN PRIBADI DAN PELAYANAN (3) Karunia-Karunia Roh Kudus Dalam Pelayanan

GppsPalu – Roma 12:3-8 “Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.”

1 Korintus 12:1-11 “Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya. Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu. Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus. Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.”

Tuhan menghendaki supaya setiap orang percaya bukan hanya mengetahui bahwa “ada karunia Roh Kudus”, tetapi juga supaya “mengetahui kebenaran tentang karunia Roh Kudus”. Karena ada pemahaman yang benar, ada pemahaman yang keliru.
Minggu lalu kita sudah belajar bahwa setiap manusia format alamiahnya dikendalikan oleh unsur jiwani. Begitu kita dibaptis Roh Kudus maka Roh Kudus tinggal di dalam kita, karena itu kita harus penuh dengan Roh Kudus dengan cara menjaga “hubungan” dengan Roh Kudus. “Hubungan” dengan Roh Kudus berarti bahwa kita bukan hanya menjaga “persekutuan” dengan Roh Kudus di kamar doa, tetapi juga saat kita sedang beraktivitas kita tetap menjaga “hubungan” dengan Roh Kudus, kita hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Kita harus memahami hal ini lebih dulu.

I. SETIAP ORANG PERCAYA HARUS MELEKAT PADA TUBUH KRISTUS
Setiap orang percaya adalah anggota tubuh Kristus yang melekat pada tubuh yaitu pada sebuah gereja lokal.
Apa yang akan terjadi jika orang-orang yang sudah menjadi percaya tidak tertanam pada gereja lokal (tidak melekat pada tubuh)? Maka ia tidak akan bertumbuh. Setiap orang setelah bertobat harus langsung mencari gereja lokal dan tertanam di gereja lokal tersebut. Banyak hamba Tuhan yang tidak mengajarkan hal ini. Orang yang baru bertobat langsung melayani diluar gereja. Ini tidak benar. Tidak ada orang yang bertumbuh diluar gereja, karena hanya di dalam gereja lokal orang percaya akan mendapat pengayoman dari otoritas rohani, seperti yang dikatakan dalam Kitab Mazmur: “orang yang TERTANAM di rumah Tuhan”.

II. SETIAP ORANG PERCAYA HARUS MELEKAT PADA TEMPAT YANG TEPAT DAN BERFUNGSI
Anggota tubuh yang melekat pada Tubuh Kristus ini harus berfungsi. Dengan kata lain tidak boleh ada anggota jemaat yang “menganggur” di dalam gereja. Tetapi sebelum berfungsi, anggota tubuh ini harus melekat pada tempat yang tepat didalam tubuh. Tangan berada di tempatnya, kaki berada pada tempatnya. Jika posisinya terbalik, maka tidak akan berfungsi dengan baik (cacat) dan akan menjadi cemoohan dunia.
Kita harus menemukan dimana tempat kita seharusnya berada dan kemudian berfungsi. Jika kita adalah “tangan” maka kita harus berada di tempat “tangan” dan berfungsi sebagai “tangan”.
Ada orang percaya yang:
1. Sudah melekat pada tubuh tetapi tidak berada pada tempatnya. Apa yang akan terjadi? Kekacauan. Inilah kesempatan iblis untuk memporak-porandakan gereja lokal.
2. Tidak berfungsi. Setelah sekian lama kita menjadi orang percaya apakah kita sudah berfungsi? Kita harus berjerih lelah untuk Tuhan dalam pelayanan. Apa yang bisa kita bawa ke sorga setelah kita mati? Segala jerih lelah kita untuk pekerjaan Tuhan!
Jadi didalam gereja lokal, masing-masing anggota jemaat adalah anggota tubuh yang melekat dan berfungsi sebagaimana mestinya. Begitupun juga dengan gereja secara keseluruhan. Gereja Pantekosta punya peranan didalam Tubuh Kristus, demikian juga saudara-saudara kita gereja dari denominasi lain punya peranan masing-masing didalam Tubuh Kristus. Kita tidak boleh berkata, “Untuk apa gereja A cuma bikin rumah sakit dan sekolah”. Demikian juga sebaliknya tidak boleh juga gereja lain berkata, “Untuk apa gereja Pantekosta buat KKR menghabiskan dana sekian”. Karena setiap gereja dipakai Tuhan sesuai panggilannya. Ada yang panggilannya untuk melayani secara holistik/sosial, ada yang panggilannya dalam pelayanan rohani.
Jika orang percaya tidak mau memusingkan karunia-karunia Roh Kudus dalam pelayanan, maka gereja akan dikelola oleh metode manajemen dunia. Sebagai contoh metode SWOT yang merupakan metode yang populer di dunia sekuler dicoba diterapkan di gereja. Saya berkata bahwa itu tidak bisa. Karena perintah Tuhan dalam Alkitab itu tidak masuk akal secara manusia, sedangkan dalam metode SWOT itu ada elemen “dapat diukur”. Untuk memberi makan 5000 orang laki-laki, Tuhan Yesus hanya memakai 5 roti dan 2 ikan. Untuk meruntuhkan tembok Yerikho, Tuhan memberi perintah yang tidak masuk akal. Namun Iman memang melampaui segala logika.
Kita adalah orang percaya yang berharga di mata Tuhan. Jangan berhenti hanya menjadi orang percaya yang percaya Yesus, mati masuk surga. Tetapi Tuhan menghendaki agar kita menjadi pribadi yang berguna bagi Tuhan, yang menjadi berkat bagi banyak orang apapun bentuknya.

III. PERANAN ROH KUDUS DALAM KEHIDUPAN PRIBADI DAN PELAYANAN
Pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan kita harus dimulai dari kehidupan pribadi kita lebih dulu baru kemudian pelayanan. Mengapa harus dimulai dari kehidupan pribadi lebih dulu? Karena kitalah oknum yang akan melaksanakan pekerjaan pelayanan. Jika kita goncang, maka akan mempengaruhi pelayanan kita. Jika kita kuat, maka akan mempengaruhi pelayanan kita juga.
Apa yang terjadi dalam hidup kita, itu yang kita bawa dalam pelayanan. Jika karakter kita sudah dibentuk oleh Roh Kudus, maka itu yang kita bawa dalam pelayanan. Begitupun sebaliknya. Ada seorang hamba Tuhan yang ketika mendapat pendisiplinan, tidak terima dan mengeluarkan kata-kata yang tidak baik. Ia lupa bahwa perkataan buruk yang ia keluarkan ditangkap oleh iblis untuk menggarap hidupnya dan memang akhirnya hidup hamba Tuhan ini hancur. Sikap hamba Tuhan tersebut sesungguhnya menunjukkan bahwa karakternya belum terbentuk. Padahal pendisiplinan adalah kesempatan baginya untuk pemulihan diri.
Karena itu sebelum kita berfungsi menurut karunia Roh, apa yang Tuhan kehendaki?
Roma 12:1-2 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Tuhan menghendaki supaya karakter kita terbentuk lebih dulu. Kemudian barulah dalam Roma 12:3-8 kita menemukan bahwa setiap orang percaya diberi Tuhan karunia-karunia Roh Kudus sesuai kehendak-Nya. Jadi tidak ada orang percaya yang tidak mempunyai karunia. Begitupun sebaliknya, tidak ada orang percaya yang punya semua karunia. Tugas kita adalah harus menemukan apa karunia yang Roh Kudus berikan kepada kita. Kita harus meminta pertolongan Roh Kudus dengan kerendahan hati.
Lebih lanjut lagi Alkitab berkata dalam Roma 12:9-11 “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”
Mengapa dikatakan “biarlah rohmu menyala-nyala”? Karena saat kita melayani Tuhan, kita akan menghadapi banyak hal. Banyak hal yang iblis bisa lakukan supaya kita terkapar dalam pelayanan.
Akan ada “gesekan” antar sesama pelayan Tuhan. Jika karakter kita belum terbentuk maka akan ada kekacauan. Apalagi jika kita tidak berada di tempat yang tepat. Kita benar-benar harus mengetahui panggilan kita. Panggilan saya bukanlah pengkhotbah KKR, tetapi pengajar, sharing Firman Tuhan dengan beberapa orang, juga mempersiapkan generasi baru (regenerasi), karena pelayanan kita terbatas hanya sampai batas usia, tetapi pelayanan akan terus ada sampai Tuhan Yesus datang.
Terkadang ada kalanya kita juga bisa merasa jenuh dalam pelayanan dan merasa kering sehingga berdoa pun terasa kering. Namun ingatlah ini: “Disaat kita tidak bisa berdoa, disaat itulah kita justru sangat butuh berdoa.” Karena itu jangan tinggalkan doa. Roh Kudus yang menyatu dengan roh kita akan membakar roh kita untuk menyala-nyala.
Mari renungkan apa yang sudah kita lakukan untuk Tuhan. Ingatlah dalam I Korintus 15:58 yang berkata bahwa semua jerih payah kita dalam Tuhan tidak sia-sia. Begitupun Firman Tuhan dalam Wahyu 14:13 berkata, “Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.”
Pdt. DR. R. F. Martino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *