This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Paul Yonggi Cho

Yonggi Cho

GppsPalu – Nama pendeta Paul Yonggi Cho dari Korea tentunya sudah tidak asing lagi buat kita semua, sebab ia sekarang adalah gembala sidang jemaat yang terbesar di seluruh dunia, dengan lebih dari 500.000 anggota. Tetapi, apakah anda juga mengetahui bahwa Yonggi Cho bukanlah seorang yang dilahirkan dari keluarga Kristen?
Sejak kecil ia dibesarkan dan dididik dalam tradisi agama yang kuat, sama seperti orang-orang Korea lainnya. Kemudian ia menderita sakit TBC yang sangat parah, sehingga sudah tidak ada harapan lagi untuk hidup. Sudah banyak uang yang dikeluarkan untuk biaya pengobatan, tetapi semuanya hanya sia-sia belaka. Oleh karena itu, Yonggi Cho hanya terbaring saja menunggu datangnya maut. Sebagai orang yang dibesarkan dalam tradisi keagamaan yang kuat, ia berkali-kali berdoa kepada Tuhannya, tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Oleh karena itulah ia menjadi tidak yakin dengan kuasa Tuhannya, dan mulai berseru dan menangis kepada Allah yang tidak ia kenal.
Beberapa hari setelah itu, datanglah seorang gadis siswa sekolah menengah menilik Yonggi Cho dan mulai memberitakan tentang Yesus Kristus kepadanya. Tetapi semuanya itu tidaklah ditanggapi oleh Yonggi Cho, sehingga ketika gadis itu pergi, Yonggi Cho merasa sangat lega hatinya. Tetapi keesokkan harinya gadis itu datang lagi dengan berita yang sama, yaitu: Yesus Kristus. Dan bukan hanya dua kali itu saja ia datang, tetapi sepanjang satu minggu ia terus-menerus datang memberitakan Injil kepada Yonggi Cho.
Hal ini membuat Yonggi Cho menjadi sangat jengkel, sehingga ketika gadis itu datang, ia dengan sangat kasar mengusirnya serta berkata supaya ia jangan datang lagi, tetapi bagaimanakah reaksi gadis itu? Ia sama sekali tidak marah, tetapi malah berlutut dan mulai berdoa untuk Yonggi Cho. Air mata mulai mengalir dari kedua belah matanya, sebagai tanda belas kasihan yang amat sangat. Melihat air mata kasih itu, hancurlah hati Yonggi Cho, sehingga ia mulai terbuka terhadap kebenaran Alkitab, yang akhirnya membawa kesembuhan badani dan juga rohaninya.
Andaikata gadis itu putus asa setelah mengunjungi Yonggi cho dua tiga kali, maka tentunya dunia tidak akan mengenal sidang jemaat terbesar di dunia yang dipimpin oleh Paul Ynggi Cho. Tetapi berkat ketekunan anak gadis itu, jiwa Yonggi Cho dapat dimenangkan untuk Kristus. Marilah kita memiliki kepedulian dan ketekunan untuk menjangkau orang-orang di sekeliling kita yang membutuhkan, sehingga kita terus memiliki kesempatan untuk menceritakan kabar baik dan membawa banyak orang datang kepada Tuhan. (Newsletter gbika)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *