This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

MENJAGA DIRI DARI JERAT IBLIS

GppsPalu – Lukas 21:34 “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.”

II Timotius 2:25-26 “dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya”.

Kata jerat pada ayat yang sudah kita baca di atas bukan berarti bahwa selain iblis yang mempunyai jerat, Tuhan juga mempunyai jerat, bukan! Jerat yang dijelaskan dalam Injil Lukas adalah mengenai ketidaksiapan seseorang dalam menghadapi kedatangan Tuhan. Jadi ketidaksiapan itu sendirilah yang dapat menjadi jerat. Ini harus menjadi pehatian bagi kita semua yang hidup di penghujung akhir zaman. Jerat Iblis bukan karena penderitaan atau kesukaran yang dialami oleh seseorang tetapi justru dalam hal-hal yang menyenangkan secara duniawi. Di sinilah kita mutlak menjaga diri supaya tidak terjebak dalam kesenangan-kesenangan duniawi.

II Timotius 3:1-5 “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!”

Perubahan perilaku manusia yang tertulis dalam II Timotius 3:1-5 bukanlah terjadi pada manusia yang belum percaya Kristus, tapi justru terjadi pada umat Tuhan/anak-anak Tuhan. Jangan pernah beranggapan bahwa setiap orang yang sudah lahir baru dan sudah menjadi anak Tuhan akan steril dari dosa. Tanpa menghakimi, kita melihat dan mendengar banyak anak-anak Tuhan bahkan yang sudah berstatus menjadi hamba Tuhan-pun gugur dalam pelayanan dan pengiringannya pada Tuhan. Setiap orang, siapapun dia, harus berdiri teguh, kokoh di atas kebenaran Firman.
Banyak peristiwa yang terjadi di sekitar kita, baik yang disebarkan melalui sosial media ataupun yang kita lihat sendiri, salah satunya adalah seorang ayah yang tega membunuh anak-anaknya tanpa merasa bersalah. Ini sebenarnya juga dalah jerat Iblis yang sudah memperdaya orang tersebut. Jika kita tidak menjaga diri kita dari jerat Iblis, maka Iblis akan mengambil banyak keuntungan dari kita. Semua orang pasti mengalami realita hidup yang berbeda-beda.

Kaulah segalanya di dalam hidupku
Kerajaan-Mu, Kebenaran-Mu itu bagianku
Kaulah yang kupandang selama hidupku
Mengasihi-Mu, memuliakan-Mu Bapa dan Rajaku

Penggalan lagu di atas menggambarkan kehidupan yang berpusat kepada Kristus. Apakah jati diri kita sudah seperti kalimat lagu tersebut ataukah baru sampai pada kalimat-kalimat yang indah untuk dinyanyikan? Mungkin kita sudah beribadah bahkan ada yang sangat menekankan aturan dalam keluarganya bahwa hari Minggu adalah hari untuk beribadah, tidak boleh tidak, tetapi sangat disayangkan kehidupannya sehari-hari tidak mencerminkan Kristus dalam hidupnya dan menjadi seorang Kristen yang tidak ada artinya apa-apa. Kita lebih mengutamakan hal-hal yang kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan kita, sehingga kegiatan rohani hanya sebagai pelengkap saja. . Bukan saatnya lagi kita menganggap bahwa hal-hal rohani yang kita lakukan adalah hanya sekedar pelengkap kehidupan saja.

Bagaimana Menjaga Diri dari Jerat Iblis?
Dalam menjalani kehidupan ini ada dua hal yang menghadang di hadapan kita
1. Ajal/usia, kita tidak tahu sampai kapan batas usia kita sampai kita menghembuskan nafas terakhir
2. Kedatangan Tuhan
Mana yang terjadi lebih dahulu? Kita tidak tahu. Kedua hal di atas bisa terjadi sewaktu-waktu dalam kehidupan kita. Untuk itulah kita perlu berwaspada dan berjaga-jaga dengan segala perilaku hidup duniawi.

Lukas 21:34 “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.”

Kata “kepentingan” dalam ayat di atas, tanpa kita sadari bisa menjadi jerat yang menjebak. Kita selalu mendispensasikan diri untuk tidak bisa berpusat kepada Kristus karena kepentingan-kepentingan yang ada hubungannya dengan hal duniawi. Kepentingan-kepentingan yang orang lain harus maklumi, karena berhubungan dengan kebutuhan hidup. Kebayakan anak-anak Tuhan tidak lolos dalam hal ini.

II Timotius 2:25-26 “dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya”.

Orang yang suka melawan menunjukkan ada roh pemberontak di dalam orang tersebut. Dia akan selalu mempunyai alasan/argument, supaya tidak disalahkan maka ia harus “pandai” menjawab setiap pelanggaran-pelanggarannya. Ketika hal ini dilakukan, maka roh pemberontak mulai bekerja dalam dirinya. Kita harus berhati-hati dengan sikap penolakan terhadap Firman Tuhan, ini adalah jerat Iblis melalui roh pemberontakan yang bekerja.
Kalimat “mungkin Tuhan memberikan kesempatan” adalah suatu kalimat yang perlu dicamkan baik-baik. Jika Tuhan berkata seperti itu berarti orang tersebut bisa berubah bisa juga tidak mau berubah. Sudah diberi kesempatan tapi tidak mau berubah. Semua orang bisa berubah tetapi tidak semua orang mau berubah. Oleh sebab itulah Tuhan mengatakan “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi…” supaya kita bisa menaklukan diri untuk dapat diubah oleh Tuhan.

Bagaimana Cara Lepas dari Jerat Iblis?

Markus 12:30 “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.”
Dalam Perjanjian Lama Tuhan juga sudah menetapkan bahwa jangan ada allah lain dalam hidup orang percaya selain Allah. Dalam ayat yang lain juga ditegaskan bahwa Dia adalah Allah yang cemburu.
Inilah langkah menjaga diri dari jerat Iblis yaitu: Mengasihi Tuhan dengan SEGENAP hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan. Ketika kasih itu pudar maka segalanya akan bermasalah.
Kualitas kasih yang harus kita kejar dan yang harus bekerja dalam hidup kita yaitu KASIH ALLAH yang sudah menebus kita (KASIH AGAPE). Agape bukannya tidak ada, hanya saja kita tidak memberikan ruang agar agape itu bekerja melalui hati, jiwa, akal budi dan kekuatan, makanya kita mudah terjerat di dunia nyata. Tidak ada manfaat apa-apa jika kita mengasihi Tuhan dengan kasih filia. Kasih ini hanya terbatas jika orang lain juga orang lain berbuat baik, maka kita juga akan berbuat baik. Tanpa Kristuspun orang dunia bisa melakukan hal ini.
Segala sesuatu yang dikerjakan dengan SEGENAP pasti akan menghasilkan prestasi yang positif dan luar biasa, tapi jika tanpa AGAPE, semua prestasi yang luar biasa itu hanya ditujukan untuk orang itu sendiri sehingga orang tersebut tidak lagi berpusat kepada Kristus karena semuanya hanya ditujukan untuk kemuliaan diri sendiri saja.
Jika kita sudah menjadi orang percaya dan kekuatan AGAPE itu tidak bekerja, hal ini tidak boleh dibiarkan, karena hal ini akan menimbulkan ketidakberesan dan tidak menghasilkan apa-apa.
Kekuatan kasih di luar AGAPE juga bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Jika AGAPE tidak beres tapi hasilnya hebat/luar biasa, hal ini perlu diwasapadai. I Korintus 13 menjelaskan bahwa apapun yang kita lakukan tanpa AGAPE hanyalah kesia-siaan/tidak ada artinya apa-apa.

AGAPE adalah motornya iman. Iman akan lumpuh jika AGAPE rusak.
Galatia 5:6 “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih”.

I Yohanes 5:3-5 “Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?”
Melakukan Firman Tuhan karena kita mengasihi Dia. Kemenangan terjadi pada saat ketaatan orang percaya pada Firman Tuhan

I Yohanes 2:15 “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia”.

Bagaimana Memelihara Kasih Agape dengan Tuhan
Hidup dekat dengan Tuhan dan memiliki persekutuan dengan Tuhan. Buatlah persekutuan pribadi dengan Tuhan. Persekutuan yang sewaktu-waktu bisa connect dengan Roh Kudus dalam setiap pergerakan hidup kita. Inilah yang harus selalu kita jaga agar AGAPE tidak tercemar dan tidak ada hal-hal duniawi yang menyeret. Karena AGAPE yang bekerja mengaktifkan iman percaya kita.

Pdt. R.F. Martino