KRISTOSENTRIS – Berpusat pada Kristus (Jangan ada padamu allah lain dihadapan-Ku)
GppsPalu – Pesan Tuhan di tahun 2016 bagi jemaat GPPS Palu adalah Berpusat pada Kristus. Setiap pesan yang diberikan Tuhan kepada jemaat hendaknya bukan hanya sekedar dijadikan pengetahuan saja, tapi hendaklah setiap pesan Tuhan yang diterima bisa dialami, dimiliki dan diaplikasikan dalam hidup sehari-hari.
Kita akan belajar dari pengalaman Bangsa Israel yang merupakan bangsa pilihan Allah, tetapi masih memiliki ilah lain. Bangsa Israel mengalami jatuh bangun dalam mengikuti ketetapan yang Allah sudah berikan bagi mereka.
Ulangan 7:6-8 “Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya. Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa mana pun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu — bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? — tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.”
Israel di zaman Hakim Hakim:
• Zaman Hakim-Hakim selama kurang lebih 480 tahun
• Dipimpin oleh 13 hakim
Hakim-Hakim 17:6 “Pada zaman itu tidak ada raja diantara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri. (Hakim-Hakim 21:25)
Bangsa Israel memilih untuk hidup menurut keinginan mereka sendiri, beginilah siklus rohani umat Israel saat itu:
1. Kemurtadan (Menyembah berhala)
2. Penindasan oleh bangsa asing dan perbudakan
3. Berseru kepada Allah di tengah kesusahan
4. Pembebasan oleh Allah melalui para Hakim yang diurapi Roh-Nya
Karena penyembahan berhala Israel mengalami pembuangan ke Asyur dan Babilonia selama 70 tahun. Mereka menolak ketetapan-Nya dan perjanjian-Nya, yang telah diadakan dengan nenek moyang mereka, juga peraturan-peraturan-Nya yang telah diperingatkan-Nya kepada mereka.
2 Raja-Raja 17:7 “Hal itu terjadi, karena orang Israel telah berdosa kepada TUHAN, Allah mereka, yang telah menuntun mereka dari tanah Mesir dari kekuasaan Firaun, raja Mesir, dan karena mereka telah menyembah allah lain.”
1. Mereka membuat dua anak lembu tuangan
2. Telah hidup menurut adat istiadat bangsa kafir
3. Mendirikan bukit-bukit pengorbanan
4. Mendirikan tiang dan tugu berhala di setiap bukit
5. Membakar korban dan melakukan sundal bakti
6. Membuat patung baal dan patung asyera
7. Sujud menyembah kepda segenap tentara langit
8. Mempersembahkan anak-anaknya sebagai korban bakaran kepada dewa molokh
9. Melakukan tenung dan telaah
10. Bangsa itu telah membuat allahnya sendiri
2 Raja-Raja 17:41 “Demikianlah bangsa-bangsa ini berbakti kepada TUHAN, tetapi dalam pada itu mereka beribadah juga kepada patung-patung mereka; baik anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka melakukan seperti yang telah dilakukan nenek moyang mereka, sampai hari ini.”
Tuhan sangat murka kepada Israel dan menjauhkan mereka dari hadapan-Nya. Sehingga terjadilah masa sunyi sekitar 400 tahun antara Kitab Maleakhi dan Kitab Matius.
Maleakhi mencatat beberapa perbuatan jahat orang Yahudi, antara lain:
– Ibadah yang munafik, dimana mereka membawa korban-korban yang najis (Baca: Maleakhi 1:6-8)
– Adanya perceraian dan menikah dengan bangsa kafir (Baca: Maleakhi 2:16; Nehemia 13:23-28)
– Tidak memberikan perpuluhan lagi (Baca: Maleakhi 3:10)
II RajaRaja 17:18 “Sebab itu TUHAN sangat murka kepada Israel, dan menjauhkan mereka dari hadapan-Nya; tidak ada yang tinggal kecuali suku Yehuda saja.”
Berhala Moderen
Mungkin kita sudah tidak memiliki tempat khusus untuk berhala, bahkan kita telah memutuskan — dalam nama Tuhan Yesus — semua ikatan-ikatan dengan kuasa kegelapan. Suatu ketegasan ketika kita menerima Yesus dalam hidup kita. Hanya Yesus yang ada dalam hidup kita. Tuhan penguasa tunggal, sebagai raja yang memerintah yang punya aturan. Tetapi tanpa kita sadari kita masih punya allah lain dalam kehidupan kita, apa sajakah itu?
1. Hawa nafsu, keinginan yang harus dipenuhi
Kolose 3:5 “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,”
2. Mencintai manusia lebih dari Tuhan
Matius 10:37 “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
3. Pekerjaan/Karier, hobi
Adakah aktifitas hidup kita yang merampas hati kita lebih dari kita mengasihi Tuhan. Bekerja adalah keharusan bagi setiap manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bekerja adalah salah satu cara Tuhan memberkati kita. Berkat datangnya dari Tuhan, bukan dari jerih lelah kita. Kita harus bisa membagi waktu antara semua kegiatan pekerjaan kita dengan persekutuan kita dengan Tuhan. Maleakhi 3:10 bukan hanya berbicara mengenai uang, tetapi apakah dalam 24 jam sehari kita sudah meluangkan waktu bersekutu bersama Tuhan.
4. Harta benda
I Timotius 6:10 “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka”.
Akibat dari cinta uang menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.
5. Adat istiadat
Markus 7:9 “Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri”.
Bagaimana hidup berpusat hidup pada Kristus?
Hukum yang terutama ialah: Dengarlah orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
Hidup berpusat pada Kristus dengan cara mengasihi Tuhan. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan: SEGENAP HATIMU!, SEGENAP JIWAMU!, SEGENAP AKAL BUDIMU!, SEGENAP KEKUATANMU!
Bagaimana cara mengasihi Tuhan?
1. Mengasihi Tuhan dengan kasih yang Dia berikan
2. Jangan lupakan kebaikan-Nya (Mazmur 103:2)
3. Menuruti Firman Tuhan (Yohanes 14:23)
Kolose 1:16 “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”
Hidup berpusat pada Kristus adalah hidup yang mengasihi Tuhan dengan segenap keberadaan kita. Jangan ada sesuatu apapun yang menghalangi kita untuk berpusat pada Kristus. Tuhan harus menjadi yang pertama dan utama dalam hidup kita.
Pdt. Milkha Potuda









