MEMAHAMI DAN MENGHAYATI HIDUP OLEH IMAN
GppsPalu – Roma 10:9-10 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
Matius 16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Lukas 14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Dari ayat Firman Tuhan yang sudah kita baca kita akan belajar firman Tuhan mengenai Memahami dan menghayati hidup oleh iman.Dua minggu berturut-turut kita belajar tentang pernyataan iman bahwa setiap orang percaya harus memiliki pernyataan iman didalam dirinya sebagai orang percaya. Dan apa yang kita pelajari dalam minggu-minggu itu kembali kita belajar beberapa ayat yang kita pernah kita baca.
I. HUBUNGAN PERNYATAAN IMAN DENGAN MEMAHAMI DAN MENGHAYATI HIDUP OLEH IMAN
Percakapan Tuhan Yesus pada murid-muridNya dan khususnya pada Simon Petrus. Matius 16:13-20 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun bahwa Ia Mesias.Dan Tuhan Yesus membenarkan peryataan iman Simon Petrus. Simon Petrus orang yang memiliki pernyataan iman, tetapi dia juga orang yang sama yang dibentak Tuhan karena Simon petrus menolak apa yang akan terjadi pada Yesus Saat orang memiliki pernyataan iman orang itu harus siap mempertanggung jawabkan pernyataan imannya secara real.
Menghayati berarti menyatu dengan hidup kita. Saat kita bertobat meminta ampun kita dikuduskan dan kita membuka hati kita mengundang Tuhan Yesus masuk dalam hati kita menjadi Tuhan dan Juruslamat, inilah pengalaman iman yang pertama yaitu lahir baru.Kita dikuduskan oleh darah Yesus dan diberikan hidup yang kekal, tidak binasa tetapi masuk dalam kerajaan Sorga. Dengan demikian urusan akhirat telah beres.
Setiap orang yang bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dikuduskan oleh darah Kristus dan menerima jaminan keselamatan hidup kekal, tetapi jaminan itu berlaku saat orang percaya itu sudah meninggal dunia. Pertanyaannya apakah saudara sudah meninggal? Tentunya belum. Lalu bagaimana keberadaan di dunia yang kita jalani saat ini?
Saya pernah bertemu dengan orang yang umur panjang. Dan ternyata orang umur panjang yang tidak mengalami sakit makin“susah”meninggal. Orang itu sehat tetapi karena usia, otot dan sarafnya terganggu.Jadi dengan demikian usia kita terhitung hidup 70-80 tahun. Jadi, kembali kepada perjalanan hidup ini. Sorga sudah beres, selamat hidup kekal sudah beres. Pertanyaannya, hidup oleh iman ini urusan di akhirat atau dunia? Oleh iman menerima Yesus, dikuduskan dan diselamatkan untuk mendapat bagian dalam kerajaan sorga. Ini iman untuk urusan akhirat. Lalu, dimana kita harus mengalami yang namanya lahur baru? Sangat jelas didunia bukan di akhirat. Itu sebabnya saudara dan saya yang sudah lahir baru, ditetapkan oleh Tuhan harus hidup oleh iman. Ini ketetapan Allah, harga mati tidak ada alternatif lain. Supaya saudara dan saya yang menjalani hidup ini kita hidup oleh iman. Kenapa harus hidup oleh iman? Karena kita belum mati.
II. LAHIR BARU BUKAN HANYA SEKEDAR ISTILAH
Orang seringkali menganggap ini istilah lahir baru. Ini suaru pengalaman pribadi yang dialami seseorang yang tadinya orang berdosa dan harusnya binasa tetapi karena mereka menerima Yesus mendengarkan berita keselamatan bertobat dan dengan iman dia menjadikan Yesus sebagai Tuhan. Dan orang yang sudah lahir baru ini menjalani hidupnya oleh iman. Masih ingat perkataan Paulus?Galatia2:20 namun aku hidup, tetapi bukan aku lagiaku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup didalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diriNya untuk aku. Jadi inilah pribadi-pribadi yang setelah lahir baru menjalani hidupnya oleh iman didalam kristus Yesus. Pertanyaannya, sejauh mana kita memahami dan menghayati?Sangat disayangkan apa yang dialami oleh orang-orang percaya sering seperti Simon Petrus.
TUHAN tidak ingin hidup kita dipermain-mainkan oleh realita hidup. Melainkan hidup oleh iman setiap realita yang kita dapat, kita hadapi dan kita dapat tegak berdiri dalam iman. Sebab sekecil apapun realita itu dia punya kemampuan untuk menggoyahkan iman.Setiap realita hidup harus menjadi tantangan dan kita hadapi agar kita tidak dipermain-mainkan.
Saudara yang dikasihi Tuhan. Pertanyaannya, Bagaimana kita belajar memahami agar pengalaman lahir baru ini tidak hanya sekedar menjadi istilah? 2 kor 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.Garis start, ketika orang lahir baru dan menjalani hidupnya dengan hidup oleh iman. Itu sebabnya siapapun yang saudara bimbing terima Yesus sudah harus dibimbing dan dipersiapkan bahwa setelah dia lahir baru dia harus menjalani hidupnya sebagai orang yang sudah lahir baru. Hidup oleh iman. Bukan hanya sampai lahir baru, tetapi tidak lagi hidup dengan pikiran-pikiran kekafiran, pertobatan itu adalah spontan, pembentukan karakter sepanjang umur hidup orang itu sampai mati. Tetapi sering sekali orang yang menerima Yesus tidak lama kemudian kembali melakukan dosanya yang dulu . Dia tidak menjalani hidup barunya.
Hidup baru bukan hanya istilah, tetapi pengalaman iman. Jika kita meamahami hal itu kita akan persiapkan, orang-orang yang kita bombing, untuk hidup oleh iman. Jangan pernah menjadikan doa terima Tuhan Yesus sebagai mantra kesalamatan.Setan pun percaya kepada Yesus. Kita hanya percaya dan menerima tetapi tidak melakukan pemberesan. Kita bukan hanya melayani orang yang sudah sekarat di ICU yang tidak akan lagi ingat berbuat dosa karena yang dipikirannya hanya surga atau neraka, tetapi kita juga harus siap melayani orang-orang yang masih akan menjalani hidupnya. Inilah yang harus kita pahami. Mengapa? jika kita tidak membimbing dengan benar, orang-orang seperti iniakan menjadi orang-orang bermasalah, karena ada doktrin yang menyatakan yang penting sudah terima Yesus dan undang dalam hati kita selamat, urusan belakang dengan dunia. Kita perlu pahami supaya dalam hidup kita sebagai orang percaya kita dapat menghayatinya.
Galatia 6:15 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. Saudara kalau saudara baca Galatia dari pasal satu, saudara akan terkejut dengan kemarahan Paulus kepada jemaat Galatia, Galatia 3:3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya dalam daging? Jemaat di Galatia mau mengaktifkan kembali hal- hal yang berbau taurat padahal kasih karunia itu mereka terima melalui Yesus kristus.Contohnya sunat yang mereka pahami secara hurufiah padahal jelas dikatakan seperti dalam Galatia 6:15 Sehingga paulus menegur mereka.Y adalah Orang yang sudah percaya benar-benar mengaplikasikan dalam hidupnya sebagai orang percaya, melakukan kebenaran firman Tuhan dan mentaati hukum Allah.
Saat ini juga mulai terjadi gereja-gereja Tuhan yang mulai mengaktifkan simbol-simbol perjanjian lama dalam pelayanan mereka, padahal symbol-simbol itu adalah gambaran yang Yesus sudah kerjakan diatas kayu salib. Kita tau apa yang firman katakan mengenai apa yang yang Yesus kerjakan dikayu salib. Contoh, lambang salib, jangkar dan hati artinya iman pengharapan dan kasih. Sehingga ibadah itu seperti arak-arakan, yang dikatakan bukan juga tanda-tanda lahiriah, tetapi hidup oleh iman. Maka dari itu kita perlu pahami kebenaran firman, ciptaan baru itu yang berarti, dan itu dinyatakam dalam hidup sehari-hari dalam kita hidup oleb iman.
III. MENYANGKAL DIRI DAN MEMIKUL SALIB
Darimana kita memulainnya? Roma 1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada ima, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”Kita mulai dari sini. Setelah kita menerima Yesus kita dibenarkan dan ditetapkan oleh Tuhan hidup oleh iman. Sebagai orang yang sudah jadi ciptaan baru, yang lama sudah berlalu. Dari iman akan hidup oleh iman dan memimpin kepada iman yang artinya adalah pengalamam-pengalaman yang membawa dia terus bertumbuh sampai menjadi dewasa rohani. Namanya lahir baru berarti masih bayi. Kita yang lahir baru seperti bayi yang suka akan susu yang murni. Apa susu yang murni? Itulah doktrin iman Kristen, dasar-dasar iman kristen. Itu yang harus dimiliki dan ini ketetapan. Dan bagaimana kita bisa melakukannya? Dalam menjalani hidup kita ini, apa yang harus kita perbuat? Jika tidak pahami dan mengerti tidak heran orang yang menerima Yesus sekedar saja, kembali kepada dosannya yang lama kardna tidak tau yang harus diperbuat. Oleh karena itu alkitab menjadi petunjuk apa yang harus kita perbuat. Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengara, dan pendengaran oleh firman Kristus. Mau tidak mau untuk hidup oleh iman kita harus baca alkitab. Pada saat kita baca seringkali kita tidak mengerti dan banyak yang kita tidak mengerti. Contoh: Matius 1:1-2 apakah saudara mengerti? Dimana didunia ini ada laki-laki yang beranak? Jelas disini ada hal-hal yang perlu kita ketahui tidak hanya sekedar baca. Jika kita tidak pahami, maka Roma 10:17 akan kacau. Bersyukur gereja memberikan pemuridan untuk belajar firman. Sesudah kita miliki firman itulah yangkita jalani dalam hidup kita. Nyata yang kita hidupi adalah firman Allah.
Tetapi bagaimana manusia lahiriah ini dapat melakukannya. Bukankah Simon Petrus baru menyatakan imannya dan dia pula yang tidak bisa menerima realita yang akan dialami Yesus. Banyak orang pecaya seperti ini, yang menyangka iman adalah sekedar doa. Oleh sebab itu perlunya pendoa-pendoa yang kuat dalam imannya, tetapi banyak pendoa setelah menjalani hidup sehari hari imannya tidak teraplikasikan, keluar kata-kata kotor dan sebagainya. Iman itu lenyap. Ini yang menyebabkan iblis ambil keuntungan.
Apa yang orang percaya ini tidak ketahui? Matius 16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salib dan mengikut Aku.Lukas14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Ini yang mereka tidak siap. Sehingga mereka tidak siap menjalani hidup barunya, cuma mau lahir baru, ciptaan baru, padahal masih hidup didunia. Ini yang membuat anak-anak Tuhan gagal melakukan kehendak Tuhan. Anak-anak Tuhan harus menyangkal diri dan memikul salib dan mengikut Tuhan. Yang tidak melakukannya tidak berkenan menjadi murid Tuhan. Pertanyaannya, Apa arti kehadiran salib itu dalam hidup kita? Itulah petolongan Tuhan dalam hidup kita. Sebagai manusia lahiriah yang mempunyai pikiran kehendak sendiri tidak akan mampu menjalani hidup barunya, tetapi roh yang adalah bagian dari manusia lahiriah ini dia harus dapat menaklukan kehendak jiwaninya inilah penyangkalan diri untuk dapat melakukan kehendak Tuhan dan menjalani hidup barunya.
Firman Tuhan datang pada kita agar kita melakukan kehendak Tuhan. Tetapi dalam diri kita ada kehendak dan kemauan kita itulah yang harus kita taklukkan. Makanya setiap kita melakukan penyangkalan diri itu sakit dan penderitaan daging karena melakukan firman Tuhan adalah penderitaan yang mulia bukan hina.
Renungkan! sesungguhnya ini yang sering kita temukan sehingga firman ingatkan kita agar kita menyagkal dan memikul salib setiap hari.Sayangnya banyak orang yang dibimbing lahir baru tidak dibimbing demikian. Yang mereka tahu ikut Tuhan senang, jadi kepala bukan ekor, diberkati dan sebagainya. Kenyataannya? Makanya banyak anak Tuhan yang kecewa karena mereka menemukan saat mereka mengikut Tuhan dia menderita. Sesungguhnya penderitaan yang kita alami adalah untuk menguji iman kita. Inilah yang dikatakan saat kita tidak pahami akhirnya menjadikan kita menjadi orang percaya yang tertekan, lakukan firman hanya Karena takut Tuhan Pukul. Padahal sesungguhnya kita bisa menikmati sukacita sebagai orang percaya. Yakobus 1:2-4 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan, dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun. . Ayat ini tidak rasional, ucapan bahagia bukan diucapkan saat kita menghadapi pencobaan iman. Tetapi firman Tuhan katakana demikian. . Saudara, apa bedanya makan permen dengan makan yang bukan permen..? Orang makan yang bukan permen dia akan kunyah dan kalau sudah selesai dikunyah ditelan. tetapi orang yang makan permen dia akan hisap sampai rasanya hilang. Jadi nikmatilah seperti makan permen. Makin dihisap makin sakit. Ternyata ada masa-masa tertentu dimana Tuhan menguji iman kita. Untuk lolos dari ujian iman, biasakan diri memikul salib. Tetapi itulah nilai penderitaan oleh karena ketaatan. Tuhan Memberikan kita ujian bukan untuk mempersulit masuk surga tetapi agar kita menjadi cakap dan berdiri teguh dalam iman.
Pdt. DR. RF Martino









