This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

BEKERJALAH SEBAB AKU INI MENYERTAI KAMU (5)

Hagai 2:4 “Tetapisekarang, kuatkanlahhatimu, haiZerubabel, demikianlahfirman TUHAN; kuatkanlahhatimu, haiYosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlahhatimu, haisegalarakyatnegeri, demikianlahfirman TUHAN; bekerjalah, sebabAkuinimenyertaikamu, demikianlahfirman TUHAN semestaalam”

Dalambagianakhirayat di atas, Allah TIDAK berkata “Bekerjalah, NANTI Akumenyertaiengkau”, atau “Bekerjalah, Aku AKAN menyertaiengkau”, tetapi Allah berkata “Bekerjalah, SEBAB Akumenyertaiengkau”. Hal ini yang perlukitaperhatikan.

SelanjutnyamarikitamerenungkanbagaimanaTuhanmenyertaiIshak.

Kejadian 26:1-6″1 Makatimbullahkelaparan di negeriitu. — Inibukankelaparan yang pertama, yang telahterjadidalamzaman Abraham. SebabituIshakpergikeGerar, kepadaAbimelekh, raja orang Filistin.2Lalu TUHAN menampakkandirikepadanyasertaberfirman: “JanganlahpergikeMesir, diamlah di negeri yang akanKukatakankepadamu.3Tinggallah di negeriinisebagai orang asing, makaAkuakanmenyertaiengkaudanmemberkatiengkau, sebabkepadamulahdankepadaketurunanmuakanKuberikanseluruhnegeriini, danAkuakanmenepatisumpah yang telahKuikrarkankepada Abraham, ayahmu. 4Akuakanmembuatbanyakketurunanmusepertibintang di langit; Akuakanmemberikankepadaketurunanmuseluruhnegeriini, danolehketurunanmusemuabangsa di bumiakanmendapatberkat,5karena Abraham telahmendengarkanfirman-Ku danmemeliharakewajibannyakepada-Ku, yaitusegalaperintah, ketetapandanhukum-Ku.”6JaditinggallahIshak di Gerar.”

Dalammenjalanihidup, kitaharusmemahamibahwasebagai orang percaya, kitahidupdalam 2 dimensi:
1. Lahiriah, yang diikatolehhukumlogika
2. Iman, yang diikatolehhukumiman, yang di dalamnyaadaFirman Allah

Banyak orang percaya yang gagalkarenahanyamenekankansalah 1 dimensisaja.Ada orang percaya yang sangatvertikalis, seakan-akantidaklagihidup di bumi.Sebaliknyaada pula orang percaya yang tidakpercayapadakuasadoa.

Imankitaharusmampumenjawabsegalabentukrealitashidup.Caranyaadalahkitaharusmampumengubahrealitashidupmenjadirealitasiman.IniberartikitamenghadapirealitasdenganimanyaituharusadaFirman Allah yang menjawabsetiaprealitas.

Ishakmenghadapirealitassebagaimanusialahiriah yang terbatasnamunjugamenghadapinyadenganimanakanjanji Allah. Sejauhmanaimankitadapatmenangkapjanji Allah?

Allah berkatakepadaIshakbahwaIamenyertaiIshak. Mengapa Allah menyertaiIshak?Karena Allah sudahberjanjikepada Abraham danketurunannya, dan Allah ingatakanjanji-Nya. Makakitamemahamimengapa Allah menolongkita?Bukankarenabesarnyapersoalankita, namunkarenakitaadalahanak-anak yang dikasihi-Nya.

Banyak orang percayasaatmenghadapipergumulanmelampiaskanemosinyadalamdoadenganletupan-letupantangisansehinggajiwanyamenjadilega, namuniaberdoatanpaiman! PadahalsuratYakobusberkatabahwakitaharusdatangpadaTuhandenganiman. BagaimanacaradatangpadaTuhandenganiman? Kita harusmencariFirman Allah mengenaimasalah yang kitahadapi, pegangjanji Allah mengenaimasalahtersebutbarulahkitabawa di dalamdoa. JikakitadatangpadaTuhandenganmelampiaskanemositanpamemegangFirman, berartikitahanyaberdoa di dalamdaging.KarenaituuntukdapatdatangpadaTuhandenganFirman, kitaharusmembacaFirman, belajarFirman, danmerenungkanFirman.

BagaimanaIshaksebagaimanusialahiriahmenerimapesanTuhan?Ketika Allah berfirman agar janganpergi, makaIshak pun tinggalmeskipunsaatitu di negeritersebutterjadikelaparan.Secaralahiriah, apa yang Allah perintahkankadangkalatidakmenarik. Saatkitamelangkahdenganiman, makaimanitudifungsikanmelaluiketaatan, karenaimanbukanhanyasebatasjawabandoaataskeinginanhati, namunImanadalahketaatantanpasyarat. Untukitu Allah menuntunkitadalampengalamanimantahap demi tahap.Tahapantersebutdimulaidariimanbayi.Pengalamanimanbayiadalahterimabereshanyadenganbahasatangisan.DalamtahapaninikitamemilikipengalamandimanadoakitacepatsekalidijawabTuhan. Namunseiringberjalanwaktukitamemasukitahapiman yang berikutnya.

Kejadian 26:7 “Ketika orang-orang di tempatitubertanyatentangisterinya, berkatalahia: “Diasaudaraku,” sebabiatakutmengatakan: “Iaisteriku,” karenapikirnya: “Jangan-janganakudibunuholehpenduduktempatinikarenaRibka, sebabelokparasnya.””

Kita melihatkejujuranAlkitabmenuliskesalahanIshak.KesalahanIshakdiatasberasaldarikemanusiaannya yang takutmati. Ada banyakpenundaan-penundaantergenapinyajanji Allah atashidupkitakarenakitamenghadapirealitasdengankeinginankitasendiridancarakitasendiri.

Kejadian 26:8-11 “8Setelahbeberapa lama iaada di sana, padasuatu kali menjenguklahAbimelekh, raja orang Filistinitudarijendela, makadilihatnyaIshaksedangbercumbu-cumbuandenganRibka, isterinya.9LaluAbimelekhmemanggilIshakdanberkata: “Sesungguhnyadiaisterimu, masakanengkauberkata: Diasaudaraku?” JawabIshakkepadanya: “Karenapikirku: Jangan-janganakumatikarena dia.”10TetapiAbimelekhberkata: “Apakahjuga yang telahkauperbuatiniterhadap kami? Mudahsekaliterjadi, salahseorangdaribangsainitidurdenganisterimu, sehinggadengandemikianengkaumendatangkankesalahanatas kami.”11LaluAbimelekhmemberiperintahkepadaseluruhbangsaitu: “Siapa yang mengganggu orang iniatauisterinya, pastilahiaakandihukummati.””

MakajanganpernahraguakanpenyertaanTuhan. Tuhantidakselalumengirimkanmalaikat, namunTuhanbisamemakai orang yang tidakmengenal Allah untukmenolongumat-Nya, sepertiTuhanmemakaiAbimelekhuntukmenolongIshak.KarenaTuhanpunyabanyakcarauntukmelindungidanmenolongumat-Nya.

By : Pdt. R. F. Martino