This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

LIVE BY GRAND DESIGN

Mazmur 104:24  Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.

Hidup kita sudah didesain oleh Tuhan, sudah ada dalam rancangan Tuhan, tetapi masih banyak orang salah berfikir tentang rancangan Tuhan dalam hidupnya atau salah menilai rancangan Tuhan sehingga membuat mereka menjadi lemah,  kecewa bahkan mundur dari imannya dan meninggalkan Tuhan.

Ada 2 paham ekstrim yang sering dianut oleh orang Kristen yang harusnya kita hindari.

1. Fatalisme
Diambil dari kata dasar “fatal”, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup, apabila paham seseorang  dianggap putus asa dalam segala hal maka inilah paham fatalisme. Dalam paham ini, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak dapat mengubahnya. Pandangan ini diambil dari sebuah pemikiran determinisme yang menjelaskan bahwa setiap peristiwa mempunyai penyebabnya. Kaum determis percaya bahwa setiap perbuatan sudah ditentukan, maksudnya apa yang terjadi maka terjadilah. Suatu peristiwa yang terjadi di masa kini, masa lampau, dan masa depan sudah ditentukan oleh Allah atau kekuatan Ilahi lainnya. Di dalam agama atau pandangan Kristen ada yang berpendapat bahwa pandangan ini dikenal dengan istilah predestinasi yaitu percaya bahwa takdir seseorang akan berakhir di sorga atau di neraka sudah ditentukan bahkan sebelum mereka dilahirkan dan tidak dipengaruhi apapun yang menjadi pilihan kita. Jadi orang tersebut percaya akan nasib, jika ia miskin maka ia berpikir bahwa itu sudah nasibnya. Memang sudah takdirnya jadi orang gagal, takdirnya jadi orang susah. Ketika dia melihat orang tuanya gagal/miskin, hidupnya juga miskin maka ia berfikir bahwa sudah takdirnya ia menjadi orang miskin. Tuhan yang selalu menentukan hidup manusia sehingga manusia sendiri tidak dapat menentukan hidupnya. Orang seperti ini cenderung menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada Tuhan dan menyalahkan kehendak Tuhan. Jika pernikahannya gagal, maka ia percaya bahwa itu sudah takdirnya. Inilah contoh-contoh dari orang dengan pemahaman fatalisme.

2. Paham kehendak bebas (freewill)
Teori ini menyatakan bahwa manusia memiliki kehendak bebas untuk memilih dan menentukan. Paham ini bertentangan dengan paham determinisme. Sebuah buku The Grand Design di karang oleh Stephen Hawking, menjelaskan bahwa alam semesta tidak diciptakan oleh Tuhan,melainkan terjadi karena adanya suatu ledakan besar atau dikenal dengan istilah Bigbang yang merupakan awal terjadinya alam semesta. Teori ini membantah keterlibatan Tuhan dalam penciptaan alam semesta. Menurutnya Tuhan tidak punya cukup waktu untuk mempersiapkan semuanya itu. Tulisan ini berupaya menganalisa latar belakang pemikiran anti Tuhan. Hawking memaparkan argumentasi pemikirannya serta memberikan kesimpulan atas pandangan tersirat dari karya ilmuwan yang dinobatkan menjadi The Greatest living scientists in the world. Tentang grand design, Hawking berpendapat bahwa dengan adanya hukum gravitasi, semesta akan tercipta dengan sendirinya dari ketiadaan. Tidak perlu melibatkan Tuhan dalam menciptakan semesta ini. Tuhan sama sekali tidak mengatur segala sesuatu yang terjadi di alam semesta. Orang yang memiliki paham ini akan berpikir bahwa Tuhan sama sekali tidak mengatur apa yang terjadi di alam semesta ini, segalanya tergantung pada kehendak bebas manusia, cenderung tidak mengandalkan Tuhan.

Kedua paham ini tentu saja berbeda dengan paham orang percaya secara alkitabiah. Kita percaya akan kehendak Tuhan karena kehendak Tuhan adalah yang sempurna. Tanpa disadari masih banyak orang Kristen yg percaya akan nasib baik dan nasib buruk. Jika dapat pasangan yang kurang baik maka ia percaya bahwa sudah nasibnya seperti itu. Atau Lahir ke dalam dunia dan menjadi orang gagal, menjadi pencuri, koruptor adalah sudah takdirnya.

Firman Tuhan mengatakan bahwa pencuri datang hanya untuk mencuri dan membinasakan, tetapi Aku datang untuk memberi hidup dan hidup dalam kelimpahan. Itulah kehendak Tuhan yang sempurna atas hidup kita.
Di Negara-negara maju, orang lebih percaya kepada science. Mereka lebih mempercayai teori evolusi daripada kitab kejadian.Mereka tidak percaya kepada Tuhan. Banyak gereja-gereja yang dulunya terjadi kebangunan rohani, sekarang kosong dan menjadi monumen karena tidak ada lagi orang yang datang beribadah. Bahkan di salh satu negara tetangga, banyak anak muda yang menganut pemikiran free thinker atau berfikir bebas. Jika ia percaya tidak ada Tuhan maka Tuhan tidak ada, jika ia berpikir bahwa neraka tidak ada maka neraka tidak ada. Pemikiran yang beranggapan bahwa tidak ada Tuhan, sangatlah berbahaya. Dari pola hidup seseorang sudah dapat ditentukan apakah dia menganut paham freewill ataukah fatalisme. Dengan adanya paham freewill, Banyak orang tidak mau di atur oleh Tuhan, apalagi diatur oleh gereja. Orang dengan paham freewill sering berpikir bahwa Tuhan sudah tidak perduli atau sibuk, sehingga manusia harus berjuang untuk membela kehidupannya. Firman Tuhan mengatakan diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan yang menaruh harapannya pada Tuhan. Sebaliknya terkutuklah orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya.

Tuhan adalah ahli design
Matius 6:27-30 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?28Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 30Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

Tuhan sudah sangat luar biasa mendesain langit dan bumi sehingga menjadi tempat yang indah tetapi banyak orang Kristen tidak percaya bahwa hidupnya diperhatikan oleh Tuhan bahkan didandani Tuhan. Orang Kristen sering kurang percaya meskipun ia pergi ke gereja, baca Alkitab bahkan pelayanan tetapi iman percayanya masih kurang. Kurang percaya akan janji Tuhan dalam kehidupannya. Firman Tuhan katakan bahwa Allahlah yang mendandani kita. Ketika kita pergi ke sebuah salon, kita mempercayakan rambut kita untuk ditata dan dirancang oleh hairstylist. Tidak mungkin kita akan selalu mengomentari apa yang hairstylist lakukan terhadap rambut kita. Sama halnya ketika kita datang kepada seorang perancang busana, kita akan mempercayakan desain busana kepada siperancang tersebut. Tetapi seringkali kita tidak mempercayakan Tuhan atas hidup kita yang adalah perancang agung.Kita adalah hand-made nya Tuhan. Kita ada bukan karena kebetulan atau keadaan tetapi karena kehendak Tuhan. Kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Kita diciptakan menurut peta dan rancangan Allah. Supaya kita berkuasa bukan menjadi budak.

Mazmur 139:13-14  Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. 14Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Mazmur 139:16-17  mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya. 17Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!

Ada anak yang lahir dengan anggota tubuh tidak lengkap, Itu pun Tuhan rancang agar anak ini punya cerita tentang rancangan Tuhan dalam kehidupannya. Nick Vujicic lahir dengan kondisi tanpa tangan dan tanpa kaki. Jika orang tua Nick saat itu tidak memahami akan rancangan Tuhan dalam hidup Nick maka bisa saja mereka menjadi orang tua yang kecewa tetapi sekarang justru ia dipakai Tuhan dengan luarbiasa. Ia memberitakan firman dimana-mana. Jadi cacat bukanlah masalah besar selama rancangan Tuhan ada dalam kehidupan orang tersebut. Mungkin dari segi ekonomi, pendidikan kita jauh berbeda dengan orang yang belum percaya Tuhan, tetapi di dalam Tuhan hidup kita sudah dirancang kembali menjadi ciptaan-Nya yang luar biasa sampai kepada kekekalan. Rancangan kita hanyalah rancangan selama kita dibumi tetapi rancangan Tuhan adalah rancangan hingga kepada kekekalan.  Meskipun demikian, banyak orang percaya Tuhan tetapi tidak menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Banyak orang tidak mau meninggalkan rancangannya. Firman Tuhan katakan bahwa rancanganmu bukanlah rancanganKu dan jalanmu bukanlah jalanKu. Seperti tingginya langit dari bumi demikianlah rancanganKu dari rancanganmu dan jalanKu di atas jalanmu.

Yeremia 29:11  Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Yesaya 49:8  Beginilah firman TUHAN: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi,
Yesaya 25:1 Ya TUHAN, Engkaulah Allahku; aku mau meninggikan Engkau, mau menyanyikan syukur bagi nama-Mu; sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu.
Efesus 2:10  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Banyak orang seringkali komplain kepada Tuhan atas hal buruk yang menimpa hidup mereka. Tuhan tidak pernah memaksa kita, Ia tidak menyerahkan hidup kita kepada nasib tetapi kepada ketaatan kita dalam melakukan Firman Tuhan. Jika kita mau taat, maka Tuhan akan memakai hidup kita untuk melakukan pekerjaan yang baik.

Ada 3 hal yang Tuhan rancangkan dan kerjakan dalam Yesus bagi hidup kita:

1. Kita dirancang untuk hidup dalam kasih
1 Yohanes 4 :10-12 inilah kasih itu bukan kita yang telah mengasihi Allah tetapi Allah yang mengasihi kita dan yang telah mengutus anakNya sebagai pendamaian atas dosa-dosa kita.
Jika Allah sedemikian mengasihi kita maka kita pun harus saling mengasihi. Tidak seorang pun pernah melihat Allah tetapi jika kita saling mengasihi, maka Allah tetap di dalam kita dan kasihNya sempurna di dalam kita. Orang bisa bicara atau pun berkhotbah tentang kasih tetapi belum tentu orang tersebut hidup dalam kasih karena ia sendiri tidak mengalami kasih Allah dalam hidupnya. Kasih itu sabar, tetapi  jika kita sudah tau akan firman ini tetapi tidak melakukannya maka kita belum hidup dalam kasih. Orang yang hidup dalam kasih, ia memiliki suatu prestasi yang besar.

2. Kita dirancang untuk hidup Kudus
Efesus 1:4-5  Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,
Kudus bukan berbicara tentang baju yang putih tetapi tentang hati, pikiran dan perbuatan yang kudus. hal ini tidak bisa dilakukan diluar Yesus.
1 Petrus 1:3-4 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.
1 Petrus 1:15-16  tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 16sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

3. Kita dirancang untuk hidup mulia
Hidup mulia bukanlah mengejar kedudukan dan jabatan. Banyak pemimpin dunia yang dictator atau pun hakim yang  disebut mulia tetapi tidak sesuai dengan perbuatannya.

Wahyu 5:9-10  Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. 10Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.”
Wahyu 4:11  “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”
Roma 8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Roma 8:18  Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
Matius 19:28  Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel

Seringkali kita tidak sadar bahwa kita adalah pejabat yang di pilih Allah untuk Kerajaannya. Kita dipilih untuk memerintah bersama dengan Dia. Seorang raja atau pejabat Allah tidak akan berkata kotor, kelakuannya tidak hina tetapi penuh penghargaan kepada Tuhan. Jadi hiduplah dengan tidak hina dan penuh penghargaan kepada Tuhan.
By : Pdt. Tjahya Djaja Soetrisno S.Th

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *