INTEGRITAS HIDUP ORANG PERCAYA
Berbicara mengenai integritas, ini sangat penting dalam hidup kita di zaman ini yang semakin rusak dimana kedurhakaan semakin merajalela.
1. Integritas berbicara mengenai kesejatian, kemurnian, menyatakan apa adanya diri kita secara tulus, secara jujur, bermutu/berkualitas, komplit. Bukan kemunafikan dan bukan pura-pura. Inilah suatu gambaran tentang hal yang harus menguasi hidup kita, keberadaan dan kemurnian kita.
2. “Mempunyai integritas” berarti perkataan dan tindakannya sesuai dengan prinsip iman yang kita pegang.
Jangan punya prinsip hidup sendiri, tapi prinsip hidup kita harus sesuai dengan firman Allah. Semua yang kita kerjakan dan taruh dalam pikiran kita semuanya sesuai dengan firman Tuhan. Kristus hidup dalam kita. Tidak tinggal diam saja, tapi menuntun dan menolong kita. Dia menuntun kita untuk menuntun melakukan firman
3. Integritas berarti bertanggungjawab. Ini merupakan tanda kedewasaan seseorang. Orang yang berani mengambil tanggungjawab adalah mereka yang bersedia:
– Mengambil resiko dalam keadaan sulit
– Memperbaiki keadaan
Contoh: memungut sampah.
– Melakukan kewajiban dengan kemampuan yang terbaik
4. Berintegritas berarti mampu menguasai diri dan mendisiplin diri. Sikap disiplin berarti melakukan yang seharusnya dilakukan.
– Mendisiplinkan keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup mendisplinkan untuk hal-hal yang penting saja.
– Mendisiplinkan diri dengan waktu
Kegiatan-kegiatan yang tidak perlu dan tidak penting. Setiap waktu dipertanggungjawabkan kepada Tuhan
– Mendisiplinkan perasaan, emosi kita.
Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
INTEGRITAS DI DALAM SEGALA ASPEK
1. Ayub. Integritas Diri & Keluarga
Ayub 1:4-5 4 Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka. 5 Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.
Ayub 2:10 Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.
Ayub sangat tertib memperhatikan anak-anaknya satu persatu.
2. Yusuf. Jujur dan bertanggungjawab
Yusuf berintegritas dalam pekerjaan
Kejadian 39:9 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.
Kejadian 39:9 Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”
3. Berintegritas dalam iman: memiliki komitmen dan setia.
Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego
Daniel 6:10-12 10 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. 11 Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya. 13 Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja: “Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?” Jawab raja: “Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali.”
Yang punya integritas akan setia menepati janji, konsisten dan mempertahankannya sampai akhir, walaupun itu membutuhkan pengorbanan.
Nabi Habakuk
Integritas dalam iman
Habakuk 3:17-19 17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, 18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. 19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.
Rasul Paulus
Integitas dalam pelayanan.
Kisah Para Rasul 20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.
4. Berintegritas dalam perkataan, apabila perkataan kita sejalan dengan pebuatan kita
I Yohanes 2:6 Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup samasperti Krstus telah hidup
Filipi 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus
Membangun integritas dalam diri:
Integtitas tidak terjadi secara otomatis, tetapi harus diabngun, dikembangkan lewat proses dan tekad. Alkitab menunjukkan bahwa orang yang berintegritas memiliki hubungan atau pergaulan yang erat dengan Tuhan. Mereka selalu berusaha hidup benar, mau terus belajar dan menjadipelaku firman yang setia.
Lukas 16:10 Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
Firman Tuhan kepada Salomo :Jika engkau hidup di hadapan-Ku sama seperti Daud, ayahmu, dengan tulus hati dan dengan benar, dan berbuat sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku.
2 Petrus 1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,
Integritas Yang Berdampak
1 Timotius 4:12b “Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu”
Filipi 2:15 Supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.
Kolose 3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia
By : Pdt. Milkha Potuda









