This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

KEBANGKITAN KRISTUS MEMBAWA KEBEBASAN

GppsPalu – “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan”. I Petrus 1:3

“Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal”. I Korintus 15:17-20

Pendahuluan

Kebenaran mengenai kebangkitan Tuhan Yesus adalah adalah nyata kebenarannya. Tetapi dari sejak kebangkitan-Nya, berita ini ditutupi dan dibelokkan oleh imam-imam kepala. Mereka menyuruh membuat berita bahwa mayat Yesus sudah dicuri oleh para murid-Nya. Dan berita itu masih dipercaya oleh beberapa kalangan sampai saat ini.

Apapun caranya, kebenaran mengenai kebangkitan Yesus tidak dapat ditutupi, karena hal ini merupakan peristiwa nyata, meskipun secara akal pikiran manusia tidak dapat menerima bahwa manusia yang mati bisa dibangkitkan kembali.

Kita tidak akan membahas akan hal itu. Yang kita akan bahas adalah peristiwa kebangkitan yang sungguh nyata terjadi dan diperingati sampai hari ini, apakah nampak dan nyata dalam kehidupan kita sehari-hari.

Menjalani Hidup Baru

Dalam 1 Petrus 1:3 mengatakan bahwa oleh karena rahmat-Nya kita dilahirkan kembali oleh kebangkitan Kristus kepada suatu hidup yang penuh harapan. Jika kita merenungkan ayat ini, maka pastinya adalah setiap mereka yang percaya pada Kristus dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Raja akan mendapat pengharapan kekal yaitu Surga. Darah yang telah tercurah itu telah menebus kita dari segala dosa, maka jadilah kita orang percaya. Bagaimana jika hanya sampai di sini saja? Dimana kita hanya mengalami kematian-Nya saja tidak ada kebangkitan-Nya? Alkitab mengatakan hal ini akan menjadi sia-sia saja (I Korintus 15:7).

Tetapi jika kita renungkan juga, meskipun kita sudah lahir baru, bukankah kita masih tetap hidup di dunia yang harus menghadapi semua tantangan hidup? Sebelumnya kita telah belajar bahwa sebagai orang percaya kita harus mengubah setiap tantangan hidup menjadi tantangan iman.

Bukan hanya di Surga, tetapi dalam Yeremia 29:11 mengatakan bahwa kehidupan kita di dunia juga memiliki masa depan yang penuh harapan. Yang perlu kita pahami adalah ketika kita menghadapi tantangan hidup, Iblis juga berusaha untuk membuat kita gugur dari iman kita dan kembali berbuat dosa serta mengembalikan status kita sebagai orang berdosa dan akhirnya binasa.

Ketika seorang telah mati bangkit maka ia akan bangkit untuk menjalani hidup barunya. Kita telah mati bagi dosa, kitapun harus bangkit untuk menjalani hidup baru kita. Diperlukan tindakan iman. Untuk itulah Kristus bangkit. Nah, sama seperti Kristus telah mati dan bangkit, begitupula dengan kita. Kita telah mati bagi dosa, tapi kita harus bangkit untuk menjalani hidup baru kita.

Ada beberapa tipe kelompok orang Kristen

1. Kristen tanpa pertobatan

Orang Kristen dengan tipe ini berteman akrab dengan dosa-dosa seperti mabuk, judi, sabung ayam, perzinahan dan dosa lainnya. Ia sama sekali tidak memusingkan kehidupan rohaninya.

2. Kelompok ekstrim

Kelompok Kristen tipe ini adalah pribadi-ribadi yang mengkultuskan dirinya sebagai orang-orang kudus. Mereka lebih bersifat vertikalis. Hal ini bisa menjadi batu sandungan buat orang lain yang melihat kekristenan

3. Kristen mistik

Orang Kristen tipe ini banyak menjadikan benda-benda rohani menjadi jimat. Ini biasa tanpa disadari oleh orang Kristen tersebut. Benda-benda rohani itu biasanya berupa: perjamuan suci, minyak urapan, alkitab kecil, dll. Ada beberapa kalangan yang juga memakai benda-benda pada perjanjian lama yang dijadikan benda-benda profetik (garam, minyak urapan yang ditaruh di ambang pintu, dll).

“Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka”. Markus 16:17.

Tanpa benda-benda itupun Tuhan sudah memberikan kuasa dan otoritas pada kita. Kita perlu memahami hal itu supaya kita bisa bertindak hati-hati tanpa harus mengekstrimkan benda-benda rohani tersebut.

“Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia”. I Korintus 15:18-19

Jika Kristus sudah bangkit dan membawa pembebasan bagi kita, kita tinggal jalani sesuai Firman tanpa harus mengekstrimkan diri dengan benda-benda rohani. Segala bentuk ibadah kita, pelayanan kita tidak ada gunanya jika Kristus tidak bangkit.

4. Kelompok lahir baru

Kelompok ini biasanya rada-rada sombong rohani. Kerohaniannya menjadi kebanggaan-kebanggaannya, menganggap orang lain kafir. Kita harus memahani bahwa setiap orang yang sudah dibimbing lahir baru, harus juga diberi bimbingan lanjut agar kekristenannya tidak menjadi kesombongannya. Sehingga bisa juga mencerna semua hal-hal rohani sesuai dengan Firman.

5. Kelompok yang menjalani hidup baru

Inilah kelompok yang terus menjalani hidup barunya sesuai dengan kebenran Firman. Dalam menjalani hidup baru, kita diajar untuk tidak menjadi Kristen mistis. Sebab ada kalangan tertentu yang melatih jemaatnya untuk bernubuat. Padahal karunia bekerja sesuai ”maunya” Tuhan dan bukan kehendak manusia. Hal ini akan berdampak orang-orang lain akan menjadi risih melihat atau menjadi takut untuk rohani, karena melihat hal-hal yang aneh yang diciptakan oleh manusia yang sepertinya hal itu rohani, padahal tidak. Nubuat sudah menjadi “lu buat” artinya kata-kata itu bukan berasal dari Tuhan, tetapi karangan manusia.

“Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat. Semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus”. Kolose 2:16-17

Jika kita berbicara mengengenai hal-hal profetik, ayat di atas menjelaskan bahwa itu adalah bayangan-bayangan untuk yang akan datang. Karunia tidak akan melebihi buah Roh Kudus. Karunia adalah pemberian Roh Kudus sedangkan buah Roh Kudus adalah pembentukan karakter. Karunia tidak bekerja seperti saklar lampu, yang sewaktu-waktu bekerja sesuai keinginan kita. Tuhan bisa memakai siapa saja untuk menyatakan kehendak-Nya. Kita tidak bisa menggunakan seseorang yang pernah Tuhan pakai untuk bernubuat, untuk menanyakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang. Tuhan sudah memberi petunjuk kepada kita yaitu Firman-Nya melalui Alkitab yang bisa kita baca dan pelajari setiap saat.

Apakah Ibadah yang Kita Lakukan untuk Memuaskan Tuhan atau Diri Sendiri?

“Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi, sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya”. Kolose 2:18-19

“Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia: jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini; semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia. Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi”. Kolose 2:20-23

Pertanyaan ini akan membantu kita untuk: Apakah setiap kegiatan rohani yang kita lakukan adalah bertujuan untuk memuaskan Tuhan atau memuaskan diri kita sendiri? Kalau boleh jujur umumnya kita melakukan hanya supaya kita puas dan dari hukuman Tuhan. Tidak heran, kalangan atheis mengatakan bahwa agama itu candu bagi pengikutnya. Karena dia melihat bahwa ada banyak orang melakukan hal-hal rohani hanya untuk memuaskan diri sendiri dan bisa lupa akan segala-galanya. Kita mutlak aktif dalam pelayanan rohani dan melekat pada tubuh Kristus tetapi bukan berarti kita meninggalkan kodrat kita sesuai tanggungjawab masing-masing.

“Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka”. Yohanes 8:36

“..dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu”. Yohanes 8:32

Kita harus benar-benar merdeka di dalam Kristus tanpa harus diperhamba oleh apapun juga. Yang terpenting adalah apakah Firman yang sudah kita ketahui benar-benar sudah teraplikasi dalam kehidupan kita sehari-hari?

Written by Pdt. DR. RF Martino