This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

PEMBOROSAN

Tanpa kita sadari seringkali kita berbelanja dan pada akhirnya kita terkejut karena uang di dompet sudah habis. Betapa kita seringkali memboroskan apa yang Tuhan percayakan dalam hidup kita.

Yohanes 12:1-8 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. 2Di situ di Betania diadakan perjamuan untuk Yesus dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. 3Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. 4Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: 5″Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” 6Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. 7Maka kata Yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. 8Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”

Maria mempersembahkan minyak narwastu seharga 300 dinar kepada Tuhan Yesus dan Yudas menyaksikannya dan menyebut bahwa itu adalah suatu pemborosan. Benarkah itu adalah suatu pemborosan? Yudas katakan jika minyak narwastu 300 dinnar dijual lalu dibagi-bagikan kepada orang miskin, itu akan dapat menolong mereka. Tetapi Tuhan Yesus mengetahui dengan benar bahwa bukan itu maksud Yudas. Yudas dengan cepat mengatakan bahwa itu adalah suatu pemborosan karena dicurahkan di kaki kemudian hilang begitu saja jadi lebih baik dijual kemudian hasilnya diberikan kepada orang miskin sehingga dapat menolong mereka. Tetapi kita mau belajar apa kata Yesus dan bukan apa kata Yudas. Kita banyak kali mendengar dari orang-orang di sekitar kita, tetapi mari kita belajar kepada firman Tuhan, belajar dengar apa kata Yesus. Apa yang dilakukan Maria dipuji oleh Tuhan Yesus dengan menyebut bahwa itu adalah perbuatan yang baik, persembahan yang harum. Dengan hati yang tulus Maria melakukan itu dan Tuhan tahu sampai kedalaman hatinya. Semua kita tentu merindukan bahwa apa yang kita lakukan buat Tuhan adalah perbuatan yang baik bukan sesuatu untuk cari muka dan cari nama tetapi hanya untuk kemuliaan Tuhan.
Ada tiga hal yang dilakukan oleh Maria.

1. Ungkapan hati yang penuh dengan ucapan syukur
Ia merasakan bahwa ada sesuatu yang Tuhan kerjakan dalam hidupnya. Itu yang disadari oleh Maria sehingga ia melakukannya sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan. Maria dan Marta baru saja menerima mujizat bahwa saudara mereka Lazarus yang sudah 4 hari mati, dibangkitkan oleh kuasa Tuhan. Ini adalah hal yang luar biasa dimana orang pada zaman itu terperangah karena bukan hanya orang sakit disembuhkan, yang buta dicelikkan matanya, yang tuli dibuat bisa mendengar tetapi mereka melihat ada orang mati yang Yesus sanggup bangkitkan. Itu sebabnya Maria mengadakan ucapan syukur. Banyak dari kita lupa untuk berterima kasih kepada Tuhan, karena yang terpenting bagi kita adalah apa yang saya rindukan, Tuhan sudah menjawabnya. Setelah itu kita lupa untuk berterima kasih. Mari belajar untuk tahu mengucap syukur ketika kita menikmati apa yang Tuhan sudah berikan kepada kita.

1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Mengucap syukur tidak hanya pada saat diberkati oleh Tuhan tetapi juga pada saat kita berada dalam pergumulan, di saat kita menghadapi tantangan hidup, kita tetap menaikan syukur kepada Tuhan. Dalam keadaan sepi, dalam keadaan yang tidak mungkin dan dalam keadaan yang begitu sulit, Paulus dan Silas tetap memuji Tuhan. Di tempat yang tidak memungkinkan sekalipun mereka tetap menaikkan pujian dan syukur kepada Tuhan.
Beberapa waktu lalu kita menghadapi sesuatu yang besar yang Tuhan izinkan terjadi bagi kota Palu tetapi kita masih. Tentunya bukan karena kekuatan atau hebat kita tetapi karena Tuhan Yesus yang mengasihi kita. Oleh sebab itu hari-hari dalam perjalanan hidup, kita harus mengucap syukur kepada Tuhan.
Minyak Narwastu dalam tradisi Israel disiapkan oleh seorang gadis untuk menghadapi saat-saat ia akan menikah. Pada saat ia menikah minyak narwastu ini akan dicurahkan di tubuhnya sehingga menjadi harum. Itulah yang dilakukan oleh Maria dengan sepenuh hati kepada Yesus. Pengorbanan yang tulus dari seorang Maria berkenan dihadapan Tuhan. Apapun persembahan atau pengorbanan yang kita lakukan dengan tulus hati kepada Tuhan, hal itu berkenan di hadapan Tuhan. Kita semua telanjang di hadapan Tuhan, tidak ada yang tersembunyi di hadapan-Nya. Apa yang kita buat bisa saja orang lain tidak mengetahuinya tetapi Tuhan maha mengetahui sampai ke dalam hati kita masing-masing.

Ibrani 4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

2. Ungkapan hati yang mengerti firman Tuhan (ayat 7; Mat 26:10,12)
Matius 26:10, 12 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. 12Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.

Tuhan tahu setiap perbuatan kita. Meminyaki kaki Yesus dengan minyak Narwastu adalah bagian dari pemahaman Maria terhadap firman Tuhan. Ia telah duduk di kaki Yesus untuk mendengarkan firman Tuhan. Maria tahu persis apa yang Yesus ajarkan. Maria selalu mengingat apa yang akan dialami oleh Tuhan Yesus yaitu tentang kematiannya.
Jika kita senantiasa dekat dengan Tuhan dan menerima firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, ada sesuatu yang akan terjadi dalam hidup kita. Tanpa kita memiliki Firman, segala sesuatu kita akan lakukan menurut kehendak kita. Firman Tuhan adalah kompas dalam perjalanan hidup kita. Yesus sudah tersalib dan mati bagi kita semua. Kita ditebus bukan oleh emas dan perak tetapi dibayar lunas dengan darah anak domba yang mahal harganya. Itu sebabnya kita perlu menyadari bahwa bersyukur untuk segala sesuatu yang Tuhan lakukan dalam hidup kita adalah penting terlebih untuk hormat kemuliaan nama Tuhan.
Ketika kekasih kita menulis surat untuk kita tentu kita akan membacanya berulang-ulang. Saya pun pernah mengalami hal ini. Jika surat dari kekasih kita begitu indah untuk dibaca tetapi mengapa seringkali surat dari Tuhan Yesus kita enggan untuk membacanya. Padahal disitulah seluruh isi hati Tuhan yang Ia rindu untuk kita lakukan dalam kehidupan kita. Ini adalah suatu tantangan buat kita. Kita perlu belajar dekat dan mengerti firman Tuhan supaya kita tahu lakukan yang terbaik untuk Tuhan.
Dengan belajar firman Tuhan, kita semakin memahami dan mengenal siapa Tuhan. Sehingga dengan mudah kita mempersembahkan persembahan yang terbaik untuk Tuhan. Jika kita tidak tahu isi hati Tuhan maka kita tidak tahu persembahan apa yang baik untuk Tuhan dan kita mulai hitung-hitung. Kita bersyukur bahwa kita selalu diingatkan bahwa apa yang ada pada kita adalah punya Tuhan. Kalau kita tidak memahami ini kita akan salah melangkah.
Maria mengasihi Yesus karena ia melihat bahwa guru dan Tuhannya itu mengasihi dia. Maria tahu bahwa Yesus mati untuk dia. Kita pun tahu bahwa Yesus mati untuk kita. Tetapi apakah kita mau mengasihi Yesus seperti Maria mengasihi Yesus? Ini adalah suatu pilihan. Tuhan tidak pernah memaksa kita tetapi Ia rindu dari dasar hati yang dalam supaya kita mau melakukannya untuk Tuhan. Ketika seorang anak memberikan sesuatu yang baik untuk orang tuanya, tentu orang tua itu akan merasa senang. Begitu pun halnya Tuhan senang ketika anak-anak-Nya memberikan sesuatu yang baik kepada-Nya.
Yudas melihat hal tersebut dan berpendapat bahwa itu adalah suatu pemborosan karena ia tidak pernah mengerti dan memahami firman Tuhan, juga tidak mengenal kasih Yesus yang terdalam. Itu sebabnya ia tidak mengetahui arti memberi yang sesungguhnya. Kita sepatutnya memberi dengan menyadari kalau bukan karena Tuhan, kita sementara antri masuk neraka, tetapi oleh karena korban Yesus di kayu salib, Ia telah merebut kita dari kebinasaan.

Kolose 1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;

Kita seharusnya mati dan binasa, tetapi Ia menempatkan kita di tempat yang terbaik. Seseorang yang memahami firman Tuhan, jika melihat ada orang lain yang mau berkorban melakukan sesuatu untuk Tuhan, ia tidak akan berani mengatakan bahwa itu adalah pemborosan atau cari muka, tetapi ia akan berdoa untuk orang tersebut. Di tengah-tengah pergumulan yang ada saat ini, jangan pernah mengambil sikapnya Yudas. Karena ia tidak mengerti secara mendasar apa yang Maria lakukan. Ketika kita melihat bahwa ada orang-orang yang tergerak hatinya untuk pekerjaan Tuhan, mari kita berdoa untuk mereka agar Tuhan berkati. Orang yang digerakkan hatinya dengan tulus, tatkala ia melakukan sesuatu untuk pekerjaan Tuhan maka hal itu indah di pemandangan Tuhan. Mari kita belajar seperti Maria. Bukan pemborosan tetapi untuk kemuliaan nama Tuhan.

3. Ungkapan hati yang mengasihi Tuhan Yesus (ayat 1,2,8)
Hari ini kita ada dalam pemeliharaan Tuhan, mari kita setia dan sungguh-sungguh dengan Tuhan. Bukan saja kita diberkati jika kita dekat dengan Tuhan tetapi sekalipun dalam bayang-bayang maut, jika Tuhan ada di sana, maka kita diluputkan.
Kami mempunyai seorang guru, ketika ia akan berangkat untuk mengajar di satu tempat, ia sudah memesan bus. Tetapi pada saat itu, kursi yang ia telah pesan, sudah diduduki oleh orang lain. Istri dari bapak tersebut mengatakan kenapa tempat yang sudah ia pesan, justru diduduki oleh orang lain. Kemudian mereka pergi dengan bus yang lain. Ternyata bus pertama yang tadinya mereka akan tumpangi, mengalami kecelakaan yaitu tertimpa pohon dan tempat dimana mereka seharusnya duduk itu hancur.
Jika kita setia kepada Tuhan maka Ia akan pelihara hidup kita. Dalam kondisi apa pun Tuhan pasti pelihara. Kesaksian lain dimana saya bersama keluarga sedang dalam perjalanan di daerah pantai selatan Bolaang Mongondow, tiba-tiba ombak begitu besar lalu mesin motor kami mati. Kira-kira 10 meter lagi, ombak dapat menghempaskan kami ke sana dan bisa saja kami mati. Perjalanan ini yang seharusnya ditempuh hanya 2 jam setengah kemudian menjadi 5 jam setengah karena ombak yang begitu besar, dan kalau bukan karena Tuhan, maka kami sudah mati.
Dalam perjalanan hidup, jika kita dekat dengan Tuhan dan mengutamakan Dia dalam hidup kita maka ia tidak akan pernah melepaskan kita. Ia pasti menolong kita. Mari kita berbuat sesuatu untuk Tuhan, hanya karena kemurahan Tuhan kita ada sebagaimana kita ada. Hidup ini mari kita taruhkan untuk memuliakan Tuhan. Maria tidak “hitung-hitung” ketika ia “buang” 300 dinar begitu saja. Bahkan lebih dari itu ia gunakan rambutnya dan menggosok-gosokkannya di kaki Yesus. Ia tidak mengandalkan kehormatan dirinya tetapi ia mengetahui bahwa Yesus lebih mulia daripada dirinya.
Untuk Tuhan tidak ada pemborosan. Mari kita lakukan dengan sungguh- sungguh. Berikan pada Tuhan maka Ia akan membukakan berkat-berkat-Nya pada kita. Jika kita mau berbuat untuk Tuhan seperti Maria maka kita akan menikmati berkat-berkat yang indah dari Raja diatas segala raja. Tuhan memberkati, amin.

By : Pdt. Adrian L. Manikome, B.Sc.