TETAPKANLAH LANGKAHMU (3)
Yosua 1:3-8 Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.
Rancangan Allah tidak pernah gagal, tapi ketika manusia jatuh dalam dosa, semua musnah. Oleh penebusan Yesus kita diberi hak menjadi anak Allah, pewaris kerajan Allah, dengan demikian rancangan Allah tetap terlaksana.
Tapi meskipun sudah berubah status menjadi anak Tuhan, tetap masih menjalani realitas hidup dimana masih ada unsur-unsur jiwani yang tidak takluk pada hukum-hukum Allah, ini yang manjadi faktor-faktor penghalang dalam mencapai visi/rancangan Allah.
Sebelum Yosua ditentukan Allah untuk menggantikan Musa, Yosua perlu mempersiapkan diri. Tuhan berfirman kepada-nya: “Kuatkan hatimu! Jangan kecut dan tawar hati!. Hal ini bukan hanya persiapan tehnisnya, tapi pribadinya harus dipulihkan.
Hal Ini yang perlu dipahami, sebab selama kita tidak mau dipulihkan, kita akan gagal dalam mencapai rencana Allah. Bukan hanya persiapan rohani, hal rohani sudah selesai, karena kita sudah lahir baru dan diselamatkan melalui penebusan darah Yesus, tapi kehidupan di dunia ini, dimana semua pergerakan hidup yang masih dimotori oleh faktor jiwani juga perlu dipulihkan.
Kita harus tekun meminta supaya Tuhan membukakan dan memberikan visi itu bagi kita. Suatu saat mungkin kita punya semangat yang kuat, karena faktor lingkungan yang ada di sekitar kita yang berbentuk peristiwa, sanggup merubah segala keberadaan kita dan akhirnya semangat kita menjadi kendor.
Mari mulai dengan visi Allah untuk pribadi kita, supaya kita tidak dipermainkan oleh segala bentuk realitas hidup. Banyak yang menjadi kecewa ditengah perjalanan hidup karena seolah-olah Allah hanya berjanji tapi tidak tergenapi. Oleh sebab itu kita harus memahaminya lebih dalam lagi dan mengintropeksi “Sebenarnya ada apa dengan diri kita masing-masing?”
Bagi sebagian orang hidup itu adalah misteri (life is mystery), dimana hidup baginya adalah sebuah rahasia sehingga membuatnya untuk mencarinya dengan ramalan-ramalan.
Memang benar, kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepan, namun bukan berarti hidup ini rahasia bagi anak-anak Tuhan. Minggu lalu kita sudah pelajari bahwa sejak dalam kandunganpun Tuhan sudah mempunyai rancangan yang sangat luar biasa, jaminan akan masa depan, kepastian harapan dan masih banyak lagi janji-janji Tuhan mengenai masa depan, jadi, apa yang rahasia?
MEMPERSIPAKAN DIRI MENJALANI VISI ALLAH.
Faktor internal harus dibereskan lebih dahulu, masing-masing pribadi harus mantap dulu terhadap visiAllah. Kalau belum memiliki visi Allah pasti akan bingung. Ada banyak realita hidup yang mengoyahkan iman, seperti pasangan hidup, bisnis, karir, dan pergumulan hidup lainnya.
Hamba-hamba Tuhan sepenuh waktupunpun, ketika tidak punya visi Allah untuk kehidupan pribadinya itu juga berbahaya. Karena hal itu akan berdampak kepada apa yang didepan nantinya seperti ada yang harus tinggalkan pelayanan karena jenuh dan tidak kuat menjalani realitas hidup. Semua harus dimulai dari visi Allah.
Dengan visi kita akan punya tujuan hidup yang membawa kita menjalani hidup kita. Apapun yang terjadi kita hanya taat. Secara manusia mungkin terganggu dengan realita sekeliling. Abraham meskipun sudah tidak ada harapan ia tetap taat menjalani visi Allah untuk menjadi Bapa segala orang percaya. Abraham taat menunggu janji Allah tergenapi. Dalam kehidupan sehari-hari dalam penantian tergenapinya janji Allah, lingkungan sekitar kita pasti akan turut mengganggu dan menggoyahkan iman kita. Masa menunggu adalah masa seolah mendidik pribadi kita untuk lebih meyakini akan janji Tuhan.
APA YANG PERLU DIPERSIAPKAN?
Diri kita butuh lawatan Roh Kudus secara pribadi untuk menemukan jati diri kita. Sebab Tuhan memakai apa yang ada pada kita, bukan apa yang tidak ada pada kita
Keluaran 4:2 TUHAN berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.”
Ketika Tuhan memanggil Musa untuk menjadi pemimpin banyak Israel, Musa mengemukan banyak alasan mengenai ketidakmampuannya. Tapi Tuhan menolong Musa untuk menemukan jati dirinya, menemukan potensi yang ada pada diri Musa. Tuhan bertanya apa yang ada di tangannya?
Pada saat Allah memberikan visi-Nya kepada kita, sesungguhnya Ia telah melengkapi kita dengan sumber daya untuk mewujudkan visi tersebut. Dan hal ini sangat besar pengaruhnya dalam kita meresponi visi. Berhasil tidaknya kita mewujudkan visi yang kita peroleh dari Allah tergantung sejauh mana kita memfungsikan sumber daya yang sudah diberikan pada kita.
Tiap pribadi harus bisa menemukan jati dirinya termasuk potensi-potensi yangada pada dirinya. Jangan punya mental mengandalkan orang lain, semua kita diciptakan untuk jadi pemimpin. Tapi tidak semua orang dapat menggali dan menemukan, jadi terkadang harus dituntun dan diarahkan.
Ketika Tuhan memberikan visinya kepada kita, Tuhan sangat bertanggung jawab dan sudah melengkapi dengan sumber daya yang Tuhan sudah taruhkan pada setiap orang. Memang setiap orang berbeda-beda tapi bukan berarti tidak punya/tidak ada. Hal ini ini yang perlu ditemukan.
Keluaran 4:17 Dan bawalah tongkat ini di tanganmu, yang harus kaupakai untuk membuat tanda-tanda mujizat.”
Setelah Musa mengeluarkan tongkatnya
Tuhan tidak menyuruhnya untuk mengganti tongkat, tapi Tuhan suruh membawa tongkat itu kemanapun ia pergi untuk mengadakan mujizat.
RENUNGKAN!
Kita telah mencapai banyak hal, dengan apa yang ada pada masing-masing dan kita sudah mempergunakan itu semua. Darimana semuanya itu? Mari kita gali secara riil dalam diri kita! Kenapa kita bisa punya rumah? Punya kendaraan? Dan yang lainnya?, itu artinya kita sudah bisa menghasilkan sesuatu dan membeli sesuatu.
Kita tahu bahwa kekuatan yang kita miliki untuk bisa bekerja semuanya berasal dari Tuhan, tapi pelakunya adalah pribadi kita. Tuhan membuat segala yang kita lakukan berhasil. Ini menunjukkan bahwa kita punya sumber daya yang Tuhan sudah taruh dalam kita. Ini dulu yang harus kita temukan dalam diri kita.
Keluaran 4:10 Lalu kata Musa kepada TUHAN: “Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.”
Ketika Tuhan memanggil Musa, ia hanya menemukan kelemahan-kelemahan dalam dirinya. Memang itu baik, tapi kita tidak bisa menggunakan alasan-alasan kelemahan kita untuk mencapai rencana Tuhan.
2 Timotius 2:20 20Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. 21Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
Tuhan memberi potensi dan sumber daya dalam diri masing-masing, ada yang menemukannya tapi tidak mau memakainya. Maka tetaplah keadaannya sampai disitu saja dan tidak berkembang. Jadi pilihan ada pada kita.
Terserah kita mau dipulihkan atau tidak!
MENEMUKAN JATI DIRI!
Diawali dengan menemukan sumber daya masing diri kita. Seluruh eksistensi diri kita merupakan sumber daya, ada yang positif ada yang negatif. Hal negatif jika dipelihara akan dipakai Iblis untuk menganggalkan rancangan Allah. Yang positif harus bisa kita gunakan untuk mencapai rancangan Allah.
MASA LALU — MASA SEKARANG — MASA DEPAN
Dimana kita berada saat ini kita punya masa lalu dan akan menuju masa depan. Bagaimana kita menemukan sumber daya yang Tuhan sudah taruh dari awal. Tapi Manusia lahiriah yang menjalani harus dipulihkan karena masih dikendalikan oleh faktor jiwani (perasaan, pikiran dan kehendak sendiri). Untuk mengetahuinya kita perlu menuju lorong waktu yang namanya masa lalu.
MASA LALU
Kita tidak bicara mengenai peristiwa-peristiwanya, tapi kita menemukan diri kita dan sumber daya dalam diri kita sejak kita lahir. Kita harus lihat dulu ke belakang. Sumber daya/potensi Tuhan sudah taruh dalam hidup kita
Banyak faktor penyebab, yang jelas salah satunya adalah factor genetika/kelahiran. Ada suku tertentu yang mempunyai karakter yang agak terdengar kasar, ada pula yang terdengar halus. Pertanyaannya? Apakah sesuatu yang kurang pantas harus dipertahankan atau kita mau orang lain mengerti? Inilah yang harus dirubah.
A. KELAHIRAN
1. Bakat
Setiap orang yang punya bakat musik ari kecil, ketika dewasa ia akan mudah mempelajarinya dengan mudah, karena sudah ada bakat dari kecil. Berbeda dengan yang tidak mempunyai bakat.
2. Temperamen
` Ada beberapa temperamen/karakter yang harus kita pelajari dan pahami, agar kita tidak mudah menghakimi pribadi lain. Karena setiap pribadi memiliki sifat dasar. Karakter Kristus sulit ada dalam diri kita, jika hal negatif tidak disingkirkan lebih dahulu.
By : Pdt. RF. Martino










Leave a Reply