LOYAL DAN ROYAL TERHADAP TUHAN
GppsPalu – “Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu — kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami — dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah”. Ulangan 6:10-13
Kondisi zona nyaman membuat kebanyakan orang lupa akan segala sesuatu. Keselamatan, kesehatan, keluarga, pelayanan, berkat-berkat, dsb, itu semua adalah hal-hal yang harus kita sadari bahwa semua itu adalah hal-hal yang bukan terjadi karena hasil dari jerih lelah kita, melainkan semuanya adalah karena Tuhan. Apapun yang kita miliki, ayat di atas harus kita jadikan warning agar kita jangan pernah melupakan Tuhan.
“Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini”. Ulangan 8:18
Ayat di atas menyadarkan akan campur tangan-Nya atas segala sesuatu yang bisa kita miliki. Jadi, tidak ada alasan untuk membanggakan/menyombongkan harta/kekayaan, jabatan, status sosial, dsb, karena Tuhanlah yang memberikan semuanya itu.
Loyal
Arti kata loyal adalah: patuh, setia.
Tuhan sangat tertarik dengan pribadi yang loyal.
“Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan”. II Tawarikh 16:9
Dalam terjemahan New King James Version (KJV) kata “bersungguh hati” diterjemahkan dengan “yang hatinya loyal”.
Tuhan sangat tertarik pada orang yang bersunguh hati/loyal. Loyal berarti setia, dengan kata lain Tuhan akan melimpahkan kekuatan dan kuasa-Nya itu hanya kepada orang-orang yang memiliki hati yang loyal atau setia kepada Tuhan
Apa yang bisa membuat seseorang bisa loyal/setia?
CINTA yang membuat kita bisa tetap loyal, setia. Situasi dan kondisi apapun tetap DIA adalah segalanya bagi kita dan tidak akan pernah kita melaksanakannya.
Royal
Arti royal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah: berlebih-lebihan, melampaui batas.
Tuhan sudah berbuat royal kepada kita terlebih dahulu, maka sepatutnyalah kita juga mengikuti teladan-Nya. Tuhan sudah melakukan hal yang melampaui batas, yaitu menyerahkan Anak-Nya yang tunggal mati di atas kayu salib untuk menebus kita dari segala kutuk dan dosa.
“Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya”. Markus 12:41-44
Kisah di atas tidak bicara mengenai jumlah nominal pemberian, tetapi Yesus menilai dari nilai pengorbanan yang diberikan. Bagi Tuhan yang memiliki sikap royal adalah janda miskin itu, karena ia memberi dalam kekurangannya. Janda miskin itu loyal dan royal kepada Tuhan, memberi melampaui batas.
Dalam hal memberi, kita sering berpikir untung ruginya dan berkata: “Buat apa memberi banyak-banyak, sedangkan kebutuhan kita sendiri masih banyak yang belum tercukupi?”. Sikap dan perkataan seperti ini menghalangi kita untuk mempunyai sikap yang royal terhadap Tuhan. Jangan menunggu sampai berkelimpahan baru kita mau memberi, latihlah diri mempunyai sikap royal kepada Tuhan dengan apa yang kita miliki.
Banyak orang Kristen yang loyal dengan Tuhan tapi tidak royal dengan Tuhannya bahkan baku hitung dengan Tuhannya, baik tenaga, waktu, dana, padahal semuanya dari Tuhan dan Tuhan punya.
Daud Pribadi Yang Loyal dan Royal Kepada Tuhan
Berbicara mengenai loyal dan royal, kita akan melihat satu tokoh Alkitab yaitu Daud. (Baca: II Samuel 7:1-17).
Mengapa Tuhan sangat terkesan dengan pribadi Daud?
“ Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling, berkatalah raja kepada nabi Natan: “Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda”. 2 Samuel 7:1-2
Ketika dalam keadaan nyaman, tidak banyak orang percaya yang memusingkan hal ini, tetapi Daud dengan segala kenyamanannya, dia masih memikirkan keberadaan tabut Tuhan yang masih berada di bawah tenda.
Tapi mari kita lihat selanjutnya, Daud sudah berikhtiar untuk mendirikan rumah kediaman bagi tabut Allah, tapi Tuhan mengatakan bukan dia yang akan membangun bait Allah, tetapi anaknya, Salomo yang akan mendirikan bait Allah.
Pada umumnya, ketika kita punya maksud baik dan ternyata tidak mendapat respon dari orang lain, maka terkadang kita langsung berputus asa dan mencari alasan rohani “Tuhan tidak berkehendak”.
Tetapi hal ini tidak dilakukan oleh Daud. Daud tidak “mencari nama” atau kepujian, Daud tetap mencintai Tuhan. Meskipun Tuhan telah menetapkan bahwa Salomo yang akan membangun, tetapi Daud tetap menyiapkan segala sesuatu luar biasa banyak dan berharga, yang dibutuhkan untuk pembangunan. Sampai menghembuskan nafas yang terakhirpun Daud tidak melupakan mega proyek yang sudah dia ikhtiarkan. Daud juga mengajarkan kepada Salomo untuk royal terhadap Tuhan, ia berkata pada Salomo agar menambahkannya lagi.
“Sesungguhnya, sekalipun dalam kesusahan, aku telah menyediakan untuk rumah TUHAN itu seratus ribu talenta emas dan sejuta talenta perak dan sangat banyak tembaga dan besi, sehingga beratnya tidak tertimbang; juga aku telah menyediakan kayu dan batu. Tetapi baiklah engkau menambahnya lagi”. I Tawarikh 22:14
Mari kita coba menghitung dalam jumlah persembahan Daud yang berupa emas dan perak:
Emas
100.000 telenta emas
1 talenta = 34 kg
34 x100.000 = 3.400.000 kg = 3.400.000.000 gr
3,4 M x Rp. 500.000 = Rp. 170.000.000.000.000
Perak
1.000.000 talenta perak
1 talenta = 34 Kg
34 x 1.000.000 = 34.000.000.000 gr
34 M x Rp. 10.000 = Rp. 340.000.000.000.000
Total emas dan perak
Rp. 510.000.000.000.000
Seorang Daud bisa membuat mega proyek yang sangat luar biasa. Daud adalah pribadi yang loyal dan royal kepada Tuhan. Daud adalah manusia biasa sama dengan kita, tapi Daud belajar loyal dan royal untuk Tuhan, dia melakukan sesuatu yang melampaui batas.
Daud adalah pribadi yang loyal kepada Tuhan. Hal ini dapat diketahui melalui mazmur-mazmurnya. Daud adalah pribadi yang mencintai Tuhan. Daud tidak pernah takut kehilangan siapapun dan apapun. Yang paling dia takutkan adalah jika Tuhan meninggalkan dia.
Daud adalah pribadi yang melekat dengan Tuhan (Mazmur 63). Keinginannya hanya satu yang dia minta yaitu diam di rumah Tuhan, seumur hidupnya (Mazmur 34); menikmati hadiratnya (Mazmur 84)
Tidak heran jika Allah sangat tertarik dengan pribadi Daud.
“Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku”.Kisah Rasul 13:22
Kita semua adalah orang-orang yang mencintai Tuhan, hanya seberapa besar kadar cinta kita? Karena hal tersebut yang akan membuat kita dapat loyal dan royal dengan Tuhan.
Written by Pdt. Lea Novitasari, S.Th, MA









