BAPTISAN ROH KUDUS ADALAH MUTLAK
GppsPalu – Semua gereja Tuhan menerima dan mengakui bahwa Roh Kudus adalah Pribadi Allah. Tetapi tidak semua gereja menerima kebenaran tentang baptisan Roh Kudus.
PEMAHAMAN DAN SIKAP TENTANG BAPTISAN ROH KUDUS
Peristiwa baptisan Roh Kudus pertama kali terjadi di
loteng Yerusalem pada hari Pentakosta sehingga menggemparkan kota itu. Ini adalah fakta Alkitab dan fakta sejarah. Kemudian terulang kembali pada awal abad ke-20 dan kemudian di pertengahan abad ke-20 yaitu ditahun 1960-an sampai sekarang.
Banyak gereja yang masih merindukan hujan akhir. Padahal hujan akhir sudah Tuhan curahkan bahkan sudah hampir selesai. Tetapi sayangnya banyak gereja Tuhan yang mengabaikan.
Fakta yang terjadi mengenai baptisan Roh Kudus:
• Banyak orang yang sudah dibaptis Roh Kudus dan berbahasa roh tetapi hidup sehari-hari mereka tidak berubah. Maka orang menjadi tidak tertarik dengan baptisan Roh Kudus.
• Sebagian orang lagi yang dibaptis Roh Kudus meluapkan emosinya dan menjadi histeris saat berbahasa roh sehingga banyak orang menjadi takut dibaptis Roh Kudus.
• Saat Tuhan memulihkan kembali baptisan Roh Kudus dalam gereja-Nya pada awal abad ke-20, lahirlah gerakan Pentakosta. Tetapi saat muncul gerakan Karismatik pada tahun 1960-an (di Indonesia tahun 1970-an), dimana baptisan Roh Kudus dan karunia-karunia Roh diberikan kepada orang-orang non Pantekosta, hamba-hamba Tuhan gereja Pantekosta saat itu mencap bahwa gereja Karismatik sesat. Karena orang-orang Pantekosta meyakini bahwa gerakan-gerakan pemulihan dari Allah harus melalui orang-orang Pantekosta. Kaum Pantekosta juga menyangka bahwa berbahasa roh harus disertai tangisan yang histeris, itulah sebabnya saat menemukan golongan Karismatik berbahasa roh tanpa isak tangis, golongan Pantekosta saat itu mencap mereka sesat.
Jika kita memiliki pemahaman yang benar, maka kita tidak akan dibingungkan dengan hal-hal diatas. Kita perlu memahami bahwa setiap kali Tuhan memulihkan gereja-Nya, memang biasanya terjadi pergolakan. Saat lahir gereja Lutheran, gereja Anabaptis, dan seterusnya sampai saat ini tidak luput dari gejolak. Tetapi Tuhan menghendaki supaya gereja-Nya semakin dipulihkan.
Kita kembali kepada peristiwa Baptisan Roh Kudus pertama kali. Tuhan mengatur baptisan Roh Kudus pada hari Pentakosta pada saat orang Yahudi dari seluruh dunia berkumpul di Yerusalem.
“Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.” Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya ini?” Tetapi orang lain menyindir: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”” (Kisah 2:7-13)
Apa yang kita pelajari dari sini?
1. Awal baptisan Roh Kudus terjadi kegemparan. Pada saat itu mereka disangka sedang mabuk. Begitupun pemulihan Baptisan Roh Kudus pada awal tahun 1900 dan pada tahun 1960-an juga terjadi kegemparan / gejolak.
2. Kita tidak boleh mengklaim bahwa baptisan Roh Kudus hanya 1 macam. Karena di Alkitab kita membaca bahwa 120 orang yang dibaptis Roh Kudus berbahasa roh dalam bahasa-bahasa yang dikenal manusia yang diberikan Roh Kudus supaya orang-orang Yahudi dari seluruh dunia mengerti kehendak Tuhan dalam bahasa mereka sendiri.
Apa yang terjadi kemudian?
“Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,” (Kisah 2:14-15)
Ayat-ayat selanjutnya adalah isi khotbah Petrus yang pada akhirnya ia berkata bahwa Yesus yang telah orang Yahudi salibkan adalah Tuhan dan Kristus.
“Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu (Terjemahan Lain: Pedih), lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” (Kisah 2:37-38)
Saat itu orang-orang Yahudi yang bertobat hanya dibaptis dengan baptisan Yohanes. Karena itu mereka perlu dibaptis kembali didalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Suatu ketika Petrus menyembuhkan orang yang lumpuh sejak lahir dan terjadi kegemparan. Kalangan imam-imam mengancam para rasul supaya tidak lagi memberitakan tentang Yesus Kristus, tetapi para rasul tidak gentar. Saat para rasul menceritakan pada jemaat, jemaatpun berdoa.
“Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.” (Kisah 4:31)
Ada 2 hal yang menarik disini:
1. Saat mereka berdoa tempat mereka berdoa bergoyang oleh kuasa Roh Kudus. Yang terjadi saat ini bukan tempat berdoa bergoyang oleh kuasa Roh Kudus, tetapi orang-orang yang “bergoyang” histeris karena unsur jiwani mereka.
2. Mereka menjadi semakin berani memberitakan Firman Allah. Seharusnya ketika para rasul diancam, jemaat menjadi takut. Tetapi mereka justru menjadi berani. Dari mana datang keberanian itu? Dari Roh Kudus. Mengapa sekarang gereja Tuhan tidak lagi menyuarakan suara kenabian ke dunia? Mengapa lembaga sekuler lebih berani menyuarakan suara mereka? Kebenaran menjadi terbelenggu karena saat ini gereja Tuhan kehilangan keberanian untuk menyuarakan kebenaran!
Lebih lanjut lagi dalam Kisah 8:1b-11, “Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat. Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara. Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu. Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia seorang yang sangat penting. Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: “Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar.” Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya.”
Sulap dan sihir berbeda. Sulap hanyalah trik-trik manipulasi manusia. Tetapi sihir memakai kuasa gelap. Inilah yang dilakukan oleh Simon si tukang sihir.
“Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan. Simon sendiri juga menjadi percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi.” (Ay 12-13)
Tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar terjadi, dan ini karena kuasa Roh Kudus.
“Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ.”(Ay 14)
Perkataan Yesus dalam Kis 1:8 sedang digenapi saat itu. Murid-murid menjadi saksi Kristus mulai Yerusalem, kemudian Yudea, Samaria, dan ke ujung bumi.
“Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.” (Ay 15-17)
Untuk apa para rasul mengutus Petrus dan Yohanes ke Samaria? Untuk mendoakan orang-orang Samaria supaya menerima Roh Kudus! Jika baptisan Roh Kudus tidak penting, untuk apa para rasul mengutus Petrus dan Yohanes ke Samaria? Bukankah baptisan air dalam nama Tuhan Yesus Kristus sudah cukup? Jika baptisan Roh Kudus penting menurut Alkitab, mengapakah gereja saat ini tidak menganggapnya penting dan mutlak?
“Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, serta berkata: “Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus.” Tetapi Petrus berkata kepadanya: “Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan.” Jawab Simon: “Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu.”” (Ay 18-24)
Simon mantan tukang sihir ternyata bukan percaya karena Tuhan Yesus, tetapi karena takjub dengan perbuatan ajaib. Tetapi dari peristiwa ini kita mempelajari:
1. Simon mantan tukang sihir menyadari bahwa baptisan Roh Kudus penting dan ia mencoba menilainya dengan uang, karena ia melihat orang-orang yang dibaptis Roh Kudus dapat melakukan mujizat, sekalipun motivasi Simon salah yaitu untuk kepujian dirinya. Bagaimana dengan kita? Apakah kita menyadari bahwa baptisan Roh Kudus penting?
2. Awal seseorang dipenuhi Roh Kudus adalah melalui baptisan Roh Kudus.
Jadi sesungguhnya baptisan Roh Kudus adalah mutlak. Baptisan Roh Kudus bukan hanya terjadi pada zaman para rasul, tetapi juga sampai saat ini. Karena itu kita perlu mengalami Baptisan Roh Kudus dalam kehidupan kita.
Tuhan Yesus Memberkati.
Written by Pdt. DR. R. F. Martino









