This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

AGAPE (4) Kasih itu Tidak Memegahkan Diri dan Tidak Sombong

I Korintus 14:1 Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.

I Yohanes 5:3-4 3Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, 4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

I Korintus 13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Setiap orang yang sudah menjadi percaya yang lahir dari benih Ilahi, dengan sendirinya seharusnya tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Kalau kita hanya membaca sepintas, kita tidak menemukan adanya perbedaan antara “memegahkan diri” dan “tidak sombong”. Ada penempatan kalimat “memegahkan diri” dan “tidak sombong” sesuai dengan situasi dan kondisi kejadian tersebut.

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kita sebagai mahluk sosial yang berinteraksi sering kita menemukan pribadi-pribadi yang memegahkan diri didalam sikap ataupun cara berbicaranya.
Ada yang berbicara dengan suka melebih-lebihkan, ada juga yang gaya gerak tubuhnya yang kelihatan sombong.
Berikutnya, ada juga yang tidak menyadari bahwa orang lain menganggap dirinya sombong, dikarenakan bahasa tubuhnya menunjukkan sikap yang tidak etis yang dia sendiri kurang memahaminya, karena memang bahasa tubuh tiap-tiap suku bangsa berbeda-beda.
Contoh: di suatu tempat, hal mengangkat kaki adalah hal yang dianggap sombong, tetapi dibeberpa tempat yang lain itu adalah hal yang biasa.

Memegahkan diri sama saja dengan sombong hanya bedanya orang yang memegahkan diri itu lebih banyak di ekspresikan lewat kata- kata. Ada setitik kelebihan yang terlalu dia anggap hebat dan orang lain harus tahu dan iapun mendeklarasikan pada orang lain, supaya orang lain itu tahu tentang kelebihannya, yang kadangkala tidak ada dasarnya. Sedangkan sombong biasanya ada dasarnya. Misalnya ia menyombongkan kepintarannya, karena memang ia pintar, ia menyombongkan kekayaannya karena memang ia adalah seorang yang kaya.

Jangan menganggap remeh hal ini karena ini adalah roh Lucifer. Umumnya dimulai dengan kebiasaan melebih-lebihkan cerita yang ada, terutama yang menyangkut diri sendiri. Ini sangat berbahaya, tanpa disadari menjadi sikap dan tindakan. Teruslah memahami bahwa agape itu tidak memegahkan diri dan tidak sombong
Contoh: seorang pria yang menaksir seorang wanita, karena mau dianggap mampu oleh si wanita dan takut ditolak akhirnya dia bersikap melebih-lebihkan dirinya padahal tidak sesuai dengan kenyataan. Padahal agape itu apa adanya, tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Agape dan asmara adalah hal yang berbeda, Agape tidak memegahkan diri tapi asmara memegahkan diri.
Harus dijaga dengan baik, jangan terbiasa berbicara dengan melebih-lebihkan sesuatu, jangan takut tidak diterima orang lain. Kalau kita tidak mengatasi hal ini, maka kelamaan kesombongan bukan hanya sekedar sikap tapi akan akan menjadi sifat dan akan menjadi gaya hidup.

Ketika sikap memegahkan diri itu dibiasakan itu akan menjadi sifat, kalau sudah menjadi sifat kita akan terbentuk menjadi pribadi yag tidak memusingkan lagi kehadiran Tuhan dan tidak melibatkan Tuhan dalam segal hal.

Yakobus 4:13-17 13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, 14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 15 Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. 17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Adakah yang salah dari orang ini. Dia punya perencanaan dan visi yang sudah direncanakan bahkan sampai pada golnya. Ia sudah tau akan pergi kemana dan dia sudah hitung semuanya, ia berdagang dan akan mencapai (Break Event Point (BEP). Dia tidak sadar bahwa malam ini ia akan diambil nyawanya.

Jadi sikap sombong dan memegahkan diri secuilpun tidak boleh tinggal dihati. Karena itu merupakan celah dan pintu masuk bagi si Iblis. Lucifer jatuh dan dicampakkan ke bumi karena kesombongannya.

Jangan pernah merampas kemuliaan Tuhan, karena jika Tuhan mengambil kemuliaan-Nya maka kita kan dihinakan. Dalam sebuah kasus ada seorang hamba Tuhan yang jatuh, karena kesombongannya.

Manusia punya sifat dasar membutuhkan pengakuan dari orang lain. Makanya kenapa banyak orang menjadi sombong. Kita hidup hanyalah karena kasih karunia, apakah yang mau kita banggakan? Semua adalah sama di hadapan Tuhan. Memang, keberadaan kita di dunia berbeda-beda, baik itu status sosial, ekonomi, dll. Tapi tu tidak boleh menjadi dasar untuk kita menjadi sombong.
Efesus 2:8-9 8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Ulangan 8:11-20 11 Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; 12 dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya, 13 dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak, 14 jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, 15 dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras, 16 dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya. 17 Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. 18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. 19 Tetapi jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa; 20 seperti bangsa-bangsa, yang dibinasakan TUHAN di hadapanmu, kamu pun akan binasa, sebab kamu tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu.”

Keadaan sudah membaik, sudah hidup layak, sudah makan sampai kenyang, sudah punya rumah dan semua sudah ada, artinya Tuhan sudah mengangkat hidup kita. Patutkah ini kita pakai untuk menyombongkan diri dengan sesama dan kepada TUhan? Ini tidak bisa dijadikan dasar.

Yesaya 2:11-12 11 Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. 12 Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan;

Yakobus 4:6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

Kesombongan itu bukan hanya sekdear dosa perbuatan, Jadi kita perlu sangat berhati-hati jangan sampai seperti itu.
Tuhan melawan orang farisi dan ahli-ahli taurat, karena sampai dalam hal rohanipun mereka menyombongkan diri (sombong rohani).
Matius 23:1-8 1 Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: 2 “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. 3 Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. 4 Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. 5 Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; 6 mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; 7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. 8 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.

Matius 23:11-12 11Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. 12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Temukan diri kita ini siapa, baik secara manusia terlebih secara iman. Mungkin secara manusia kita dari keturunan yang baik-baik, tapi begitu kita renungkan kita menemukan dri kita adalah orang yang berdosa. Temukanlah! Kalau kita sudah temukan diri kita, maka ini akan menolong kita untuk tidak mengizinkan kesombongan menguasai kita.

Jangan lupakan Tuhan. Jaga hati, sombong bukan dosa biasa itu, itu benih dari Lucifer. Dengan tetap rendah hati, tidak perlu dan tidak ada gunanya untuk sombong. Begitu juga dalam hal rohani, dalam hal pelayanan apapun.
Andai kita bisa hidup suci, jangan ada yang menyombongkan diri. Kehidupan sehari-harilah yang akan menunjukkan, bukan karena aktifitas-aktifitas rohani.

By : Pdt. R.F.Martino