This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

AGAPE (2)

I Korintus 14:1 Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.

I Yohanes 5:3-4 3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, 4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita

Sebelumnya kita sudah mempelajari bahwa ada empat macam kasih, yaitu: Eros, Storge, Philia, dan Agape. Sebagian orang menganggap empat macam kasih ini memiliki nilai yang sama (tidak ada yang lebih tinggi atau tidak ada yang lebih rendah) semuanya sama. Tapi tidak menurut Alkitab.

Iman dan agape berbicara mengenai hal-hal yang riil/hal-hal yang nyata dalam hidup sehari-hari, yang disebut realitas. Iman bukan hanya berbicara tentang menerima keselamatan, iman dituntut juga harus disertai dengan perbuatan.
Iman tergantung dari kadar agape yang dimiliki. Ketika iman lumpuh tidak berdaya dan tidak menghasilkan apa-apa, itu berarti agape lagi bermasalah, karena iman tergantung dari kadar agape di dalamnya. Ini perlu dipelihara yaitu agape yang ada dalam hati kita. Makanya ada ayat juga berkata dalam Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Kita perlu selalu belajar dengan pertolongan Roh Kudus untuk membawa benih agape itu bertumbuh, berfungsi dan menghasilkan buah.

Kita juga harus berhati-hati ketika iman kita melakukan ketaatan. Berdasarkan apa iman kita melakukannya? Apakah storge atau filia?
Sebagian besar ketaatan yang dilakukan oleh orang percaya biasanya hanya karena takut “Tuhan pukul”. Ada juga yang hanya berdasarkan storge dan filia saja
Storge dan filia juga punya kemampuan yang luar biasa. Contohnya saja kita bisa terkagum-kagum dengan perbuatan kasih yang dilakukan oleh orang-orang yang belum percaya, padahal disitu tidak ada agape.
Ada orang tua yang berani mengorbankan nyawanya buat anaknya, ada seorang yang rela berkorban untuk sahabatnya. Meskipun secara kenyataan kita tahu bahwa hal-hal itu bisa saja semakin surut.

Tetapi adalah hal yang sangat aneh jika orang percaya yang lahir dari beih Ilahi yaitu benih agape, kedahsyatan kasihnya kalah oleh kasih storge dan filia. Maka dari itulah Yesus dalam Alkitab mengecam orang Lewi dan Orang Saduki yang tahu banyak firman tapi tidak memiliki kasih. Itulah yang menunjukkan kualitas kasihnya.

Kalau kita tidak melatih diri kita dan tidak memberi kesempatan agape bertumbuh dengan menjawab tantangan-tantangan yang ada, ini bisa bermasalah.
Kita tidak sedang membicarakan iman yang dapat melakukan mujizat-mujizat, orang buta melihat, orang lumpuh bangkit dan berdiri, dll. Kita tidak anti dengan mujizat-mujizat yang seperti itu. Tapi mari kita lebih mendalami bahwa iman ini akan dipakai untuk menjalani kehidupan yang nyata/realitas hidup.

I Korintus 14:1 Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.
Umumnya banyak orang percaya yang hanya fokus pada karunia dan nubuat. Padahal yang utama adalah “kejarlah kasih”. Karunia-karunia yang diberikan untuk melengkapi pelayanan.
Kasih agape inilah yang akan menggerakkan iman untuk melakukan perbuatan sehingga yang kita lakukan adalah ketaatan karena kita mengasihi Tuhan tanpa syarat.

I Korintus 13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

Walaupun Nampak prestasi-prestasi yang hebat dalam berbagai macam bentuknya, baik dalam bentuk pelayanan, sosial, intelektual, dll, tapi tanpa agape itu nilainya nol. Kenapa orang itu bisa melakukannya? Karena storgepun bisa mencapainya tapi yang Tuhan inginkan adalah agape.

I Korintus 13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

Mungkinkah orang-orang rohani ini tidak punya agape? Jawabnya adalah bisa dan ada banyak dimana-dimana. Jangan heran kalo ada orang-orang yang punya karunia-karunia rohani tapi tidak punya agape. Berkarunia tidak menunjukkan kualitas rohani, karunia itu adalah pemberian yang diberikan untuk melengkapi pelayanan.
Tapi orang-orang cenderung hanya fokus dengan orang-orang yang melakukan hal-hal spektakuler/mujizat, bahkan dijadikan “tuhan allah ke -2”

I Korintus 13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

Banyak orang-orang yang memberikan bantuan-bantuan hingga keluar di media massa. Mungkinkah storge dan filia bisa melakukan perbuatan hingga “membakar diri”? Bisa saja. Semua hal tersebut punya kedahsayatan tapi berbeda dengan agape. Semua perbuatan-perbuatan tersebut bekerja dibalik motivasi, sesuai apa motivasinya.

Jadi kita perlu mencermati supaya pada saat kita melakukan ketaatan, kitapun perlu berhati-hati, itulah sebabnya Paulus lebih lanjut merinci apakah agape itu dalam I Korintus 13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Dalam hal ketertarikan dengan lawan jenis yang terjadi pada masa remaja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Alkitab tidak tidak mengenal kata pacaran tetapi hanya tunangan. Asmara bukan cinta dan cinta bukan asmara. Ayat ini juga sekaligus menjelaskan apa itu asmara dan apa itu cinta.
Agape selalu sabar, tetapi asmara selalu menginginkan hal-hal yang mengarah dalam hal yang tidak kudus.
Agape itu murah hati. Menurut kamus murah hati itu tidak pelit/kikir.

Dalam Alkitab Tuhan sengaja memakai orang bukan percaya lebih punya kasih daripada orang percaya. Harusnya orang percaya dapat melakukan hal-hal yang lebih dari orang-orang yang belum didalam Kristus, karena lahir dari benih agape.
Dalam suatu kisah di Alkitab Tuhan memberikan contoh kasus dalam Lukas 7:1-10 seorang perwira Romawi yang ingin Yesus menyembuhkan hamba-nya, dia berkata bahwa ia tidak layak menerima Yesus ketempatnya, dia hanya meminta Tuhan mengatakan sepatah kata untuk hambanya yang sedang sakit, maka pasti akan sembuh. Dan Tuhan memuji iman perwira itu. Ini adalah perbandingan yang Yesus berikan. Sesungguhnya kita harus bisa lebih dari itu
Bukan berarti filia dan storge tidak punya kedahsyatan, tapi semuanya terbatas.

Dalam sebuah kasus juga yang terjadi di sebuah Negara, seorang kakek yang sudah lanjut usia yang pekerjaannya adalah tukang becak (tetapi bukan yang dikayuh dengan kendaraan) dengan latar belakang keluarga miskin, dia sudah menolong banyak orang dengan penghasilan yang ia dapat.

Banyak orang percaya yang mengecam bahwa orang diluar Tuhan tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan surga, tapi orang percaya itu sendiri tidak bisa melakukan perbuatan kasih meski hidup dalam kelimpahan.

Kalau didunia saja bisa menghadirkan kedahsyatan filia mengapa kita sebagai orang percaya tidak bisa memperlihatkan menyatakan kedahsyatan agape?

Sederhana, kita tidak perlu sampai pada puncak kayu salib, karena Yesus sudah melakukannya. Tuhan mau kita melakukan hal-hal yang riil sebagi bukti iman kita yang didasari agape.

Murah hati adalah hati yang peduli dan peka dengan apa yang kita lihat. Kalau kita tidak terbiasa dengan murah hati dalam hal-hal yang kecil maka kan sulit kita melakukannya saat kita dalam berkelimpahan.

Ada yang dahsyat dalam diri kita yang lahir dari benih agape. Benih akan bertumbuh kalau dirawat dan akan menghasilkan. Kekuatan agape melebihi kekuatan yang lain.

By : Pdt. R.F.Martino