This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

JANGAN MENJADI SETERU SALIB KRISTUS

pi 4:1Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!

Dalam pandangan Paulus, jemaat adalah mahkota, yaitu orang-orang yang sangat ia kasihi, yang sangat dirindukan dan merupakan sumber sukacita. Hubungan antara gembala dan jemaat adalah hubungan yang sangat luar biasa. Hamba Tuhan akan menganggap jemaat Tuhan adalah kemuliaannya, mahkotanya, orang yang paling berharga dalam hidupnya karena jemaat adalah pribadi-pribadi yang ditebus oleh darah Kristus, yang dipercayakan kepada gembala untuk dibawa masuk pada kerajaan yang kekal untuk selama-lamanya. Gembala adalah pemelihara jiwa dari jemaat.
Jadi sangat prioritas bagi seorang hamba Tuhan tentang kepentingan jemaat itu sendiri. Jemaat ada di hati hamba Tuhan, ada di hati gembala. Oleh sebab itu ada nasihat-nasihat yang harus disampaikan walaupun nasehat itu agak sedikit keras hingga menyentuh kedalaman kalbu seseorang. Tetapi hal tersebut adalah perlu supaya jemaat terpelihara sungguh dandapat hidup dalam kehidupan yang kekal. Jemaat pun dapat diberkati, dapat menerima kelimpahan anugerah Allah di muka bumi ini.
Menjadi orang percaya artinya kita di dunia ini diberkati dan juga kemudian akan menerima hidup yang kekal untuk selama-lamanya. Dalam berkat itu juga kita harus disadarkan dan diingatkan supaya kita tidak terbuai di dalam berkat-berkat jasmaniah tetapi melalui berkat itu kita juga bisa menerima kenyataan bahwa ada hal-hal yang harus kita alami bahkan kita lakukan sambil kita menikmati berkat berkat Tuhan.
Hal yang patut kita renungkan ialah banyak orang yang hidup beraksesoris salib, memakai kalung salib, anting-anting salib, gambar-gambar salib dan lain-lain. Tetapi sesungguhnya mereka tidak mengerti arti salib dalam hidupnya bahkan hidup berlawanan dengan arti salib itu sendiri, tidak selaras atau tidak sesuai dengan salib itu. Ada dalam satu gereja di mana anggotanya tidak saling bertegur sapa, bahkan berjabat tangan sekalipun. Ada dendam pribadi sekalipun orang tersebut menggunakan aksesoris salib. Inilah bukti nyata bahwa ia tidak mengerti tentang salib itu sendiri. Jika kita berani memakai salib berarti kita harus hidup selaras dengan salib itu. Salib bukan hanya sekedar aksesoris tetapi merupakan gaya hidup.
Dalam ayat pendahuluan di atas, kita melihat keprihatinan rasul Paulus. Dikatakan banyak orang hidup sebagai seteru salib atau berlawanan dengan salib Kristus. Ini bukanlah kata-kata penghakiman tetapi berdasarkan fakta. Dalam konteks jemaat Filipi, Paulus mengindikasikan ada kelompok orang-orang yang berlawanan dengan salib Kristus, yang hidup tidak selaras dengan salib Yesus. Dikatakan banyak orang artinya mayoritas orang-orang yang ada. Kelompok mayoritas ini punya sesuatu yang bisa menimbulkan, mempengaruhi bahkanmerubah keadaan minoritas. Inilah yang membuat Rasul Paulus sangat prihatin. Jadi ia menasehati jemaat Filipi bahwa banyak orang yang akan mempengaruhi merekayaitu orang-orang yang hidup berseteru dengan salib Kristus. Sikap, gaya hidup, konsep, nilai dan tujuan mereka bertentangan dengan salib Kristus.

ARTI SALIB
1. Kepedulian
Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Salib bicara tentang kasih, kepedulian, dan hal memberi. Ketika Tuhan melihat umat-Nya berdosa, Ia punya rencana supaya umat-Nya diselamatkan dan Ia turun ke dalam dunia ini. Kristus harus datang kedalam dunia dan mati di kayu salib demi kasih-Nya kepada manusia. Kasih adalah dasar utama dari pembahasan tentang salib. Salib adalah bukti kasih Tuhan kepada manusia dan dengan itu pula Tuhan mengajarkan agar manusia memiliki kasih dan kepedulian. Kasih sendiri terbagi menjadi dua yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada manusia. Dalam hal ini Tuhan mengajarkan kita untuk memiliki kepedulian sosial, kepedulian terhadap sesama. Kita punya waktu untuk mengasihi, punya cara-cara mengasihi. Orang-orang yang menjadi seteru salib tidak akan berbicara tentang kasih. Ia akan berbicara tentang untung rugi, bermanfaat atau tidak bermanfaat, mendatangkan pujian atau tidak, itulah pembahasan orang-orang yang menjadi seteru salib. Hidup selaras dengan salib akan berbicara kasih,berpikir kasih dan bertindak kasih. Di dalam gereja, kasih harus terjadi, mengalir dan terus menguasai.

2. Pengorbanan
Wahyu 5:9-10 9Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah memberi mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. 10Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.”
Salib berbicara tentang pengorbanan, Yesus Kristus. Hati Yesus penuh pengorbanan, Yesus selalu punya belas kasih untuk melihat domba-domba yang tak tergembalakan, Yesus melihat manusia sebagai objek kasih dimana ia bisa menyatakan pengorbanannya, sehingga Ia rela mati untuk manusia. Yesus tidak mempertahankan dirinya demi menyelamatkan manusia. Yesus rela kehilangan takhta-Nya demi menjadi korban bagi manusia. Oleh sebab ituIa sangat ditinggikan karena Ia rela dikorbankan. Yesus adalah pribadi yang utuh, yang mempunyai kehendak pribadi di mana Ia bisa saja melawan rencana-rencana Bapa-Nya, tetapi Ia memilih supaya manusia diselamatkan. Yesus pernah mengajarkan “barang siapa yang takut kehilangan nyawa akan kehilangan nyawanya tetapi barangsiapa yang memberikan nyawanya ia akan mendapatkannya kembali.
Bicara salib harus rela berkorban, harus rela turun, harus rela kehilangan segala-galanya demi orang lain. Kita tidak bisa menebus dosa orang lain tetapi kita bisa menyerahkan diri sebagai alat-Nya Tuhan supaya orang lain diselamatkan.
Ketika penderitaan Yesus ditulis di Alkitab khususnya di suratan Filipi, dimana Yesus adalah hamba yang taat sampai mati dikayu salib, perjuangan-Nya tidak mudah. Yesus harus melawan kedagingan, keinginan-Nya secara manusia bahkan ketakutan-Nya. Ia pun rela kehilangan jabatan sebagai Raja hanya untuk menyelamatkan manusia.

3. Perdamaian atau kesatuan
2 Korintus 5:18-19 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.19Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
Salib berbicara tentang pendamaian antara Allah dan manusia. Manusia didamaikan oleh salib Kristus. Orang yang tidak hidup dalam perdamaian tidak pantas me-label-i dirinya dengan salib. Orang yang suka mencari perkara-perkara negative sangat tidak cocok memakai salib. Manusia dengan manusia berdamai menjadi satu kesatuan.
Efesus 2:11-19
11Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu – sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia,12bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.13Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.14Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merobohkan tembok pemisah, yaitu perseturuan,15sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,16dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.17Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”,18Karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.19Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
Tidak ada lagi permusuhan, tidak ada lagi rasis, konflik konflik horisontal dan kelompok-kelompok eksklusif. Kita adalah anggota keluarga Allah karena kita sudah diperdamaikan oleh salib.

4. Penderitaan
1 Petrus 2:21-23
21Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.22Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.23Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
Salib berbicara penderitaan, baik penderitaan jasmani maupun penderitaan batin. Ada orang tidak menderita jasmaniah tetapi hatinya menderita. Penderitaan adalah hal biasa. Orang percaya harus siap terhadap penderitaan. Kita tidak boleh menjadi orang yang tidak mau menderita. Jika Tuhan ijinkan maka kita harus siap. Segala hal dapat saja terjadi, kita tidak boleh lari tetapi kita harus hadapi dengan iman dan kerendahan hati. Paulus tahu benar kelimpahan dan kekurangan, tetapi yangterpenting adalah hidup dan berkarya Bagi Tuhan.

5. Pengampunan dosa
1 Petrus 2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
Salib bicara tentang pengampunan dosa, dan pengampunan dosa bicara tentang pemberitaan Injil. Supaya orang-orang yang belum mengenal Yesus bisa percaya Yesus karena di dalam salib ada pengampunan dosa. Orang yang percaya kepada Yesuslah yang menerima pengampunan dosa. Allah mau semua orang diselamatkan. Jika tidak ada salib maka tidak ada pengampunan dosa.

6. Kerendahan hati
Filipi 2: 5-8
5Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Salib bicara tentang kerendahan hati, meninggalkan status. Demi menyelamatkan umat manusia, Yesus rela mengosongkan diri-Nya. Kita pun punya tugas yang sama menyelamatkan orang-orang di sekitar kita, kita pun harus rela mengosongkan diri supaya orang lain dapat diselamatkan.

Menjadi seteru salib:
1. Kesudahannya ialah kebinasaan
Tujuan akhir dari seteru atau salib Kristus adalah kebinasaan.

2. Tuhannya adalah perut
Paulus secara jelas mengatakan Tuhan mereka adalah perut, gaya hidup yang maunya hanya senang dan tidak mau menderita. Inilah yang menjadi seteru salib. Sebab perut berbicara tentang keinginan daging. Bukan hanya kesenangankesenangan tetapi harus rela berkorban di dalamnya, tidak hidup dengan hedonism, materialisme dan konsumerisme. Gaya hidup seperti ini adalah gaya hidup mereka yang Tuhannya adalah perut dimana tidak ada kepedulian pada orang lain. Tidak ada panggilan jiwa selama ia hidup untuk menjadi berkat. Ada banyak orang yang membutuhkan kasih, yang tidak ada pakaian, yang tidak tahu tentang makanan yang sehat, tetapi dirinya tidak peduli karena Tuhannya adalah perut. Inilah hal yang harus diperhatikan bagi setiap orang yang mengaku percaya pada Tuhan. Tidak boleh mementingkan diri sendiri tanpa memperhatikan orang lain.
Kita tidak diharuskan mati untuk orang lain tetapi kita harus ada kepedulian dan kasih. Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh pengorbanan, kita pun harus menyerahkan apa yang kita buat dan apa yang bisa kita berikan. Tidak tinggal dalam zona nyaman.

3. Kemuliaannya adalah aib
Aib ialah sesuatu yang ditutup-tutupi tetapi kemudian terbongkar. Tindakan-tindakannya tidak selaras dengan salib Kristus. Jadi pejabat tidak boleh korupsi, dalam keluarga tidak boleh ada yang berselingkuh.

4. Pikirannya semata-mata duniawi
Hal ini berbicara tentang konsep hidup, nilai-nilai dan tujuan hidup.
Filipi 2:1-11 1Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 3dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 4dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. 5Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Hiduplah selaras dengan kasih Kristus karenatujuan akhir dari hidup yang selaras dengan salib adalah semua lidah mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan.

By : Pdt. Feliks M. Sepang