This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

PILIHAN HIDUP

“Pilihan” harus kita hadapi dan kita lakukan, apapun yang terjadi. Di dalam kehidupan kita, ada hal yang bukan pilihan bagi kita tetapi adalah sebuah anugerah keselamatan , belas kasihan Allah terhadap manusia. Ini adalah pilihan dari Tuhan, bukan kita yang memilih Tuhan tetapi Tuhan yang memilih kita. Yohanes 3:16
Ada banyak kegiatan-kegiatan lain di luar, ada kesibukan, ada rencana ada hal-hal lain tetapi kemudian anda mengambil pilihan untuk datang beribadah, itu adalah suatu hal yang patut disyukuri karena tidak selamanya kita punya kesempatan seperti ini, karena kita tahu di luar sana banyak yang tidak memiliki kesempatan untuk beribadah, dan ini adalah suatu anugerah. Kita pun tidak memiliki hak untuk memilih siapa yang akan menjadi orang tua kita, di negara mana kita dilahirkan, karena itu Tuhan sudah menetapkan.
Allah memilih kita bukan karena kebaikan, kelebihan atau karena Tuhan berhutang kepada kita tetapi semua itu adalah anugerah pemberian Allah cuma cuma, belas kasihan Allah dan tanpa ada campur tangan manusia di dalamnya yang membuat Allah beranugerah dan memberi keselamatan itu bagi kita. Inilah hal yang patut kita syukuri seperti dalam firman dikatakan Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan,
Allah telah merencanakan kehadiran kita di dunia ini sebelum dunia dijadikan. Efesus 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat dihadapan-Nya.
Kita perlu mengetahui hal ini “keselamatan adalah pemberian Allah” sehingga kita memiliki sikap yang menghargai akan anugerah Allah yang Tuhan berikan kepada kita.
Yohanes 15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Allah, di dalam kekekalan, sudah mempunyai rencana atas kehidupan kita. Bukan kita yang memilih Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat tetapi Tuhanlah yang memilih, memanggil dan yang menentukan kita untuk mengalami keselamatan yang daripada Allah. Di dunia ini ada banyak ajaran keselamatan, ada banyak agama, ada banyak kepercayaan kepercayaan dimana orang mulai berlomba-lomba untuk mengajarkan kepada orang lain dan mereka tidak mau tinggal diam, mereka berusaha menarik pengikutnya untuk masuk di dalam keyakinan mereka atau ajaran mereka. Allah menghendaki seorang pun tidak binasa tetapi iblis menginginkan supaya semua orang binasa. Bukan kita yang memilih untuk menjadi sebagai orang percaya atau menjadi pengikut Yesus tetapi Tuhanlah yang memilih kita.
Rencana Tuhan atas kehidupan kita telah berlangsung di dalam kekekalan sebelum dunia dijadikan bukan campur tangan siapapun dan oleh siapapun tetapi itu adalah tindakan kedaulatan Allah. Yohanes 6:44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
Kita berada pada posisi sebagai umat Allah atau orang percaya karena Bapa yang memilih menarik dan memberikan anugerah atas kita sehingga kita dapat menjadi orang percaya atau miliknya Tuhan, bukan karena orang lain kemudian kita mendapatkan anugerah tetapi semata-mata adalah panggilan Allah atas hidup kita. Kita harus senantiasa mengucap syukur atas keselamatan dan pilihan yang Tuhan berikan kepada kita.

Tujuan Allah memilih kita
1. Allah memilih kita untuk.diselamatkan.
Kita tahu bahwa karena kejatuhan adam, manusia menjadi berdosa kemudian oleh anugerah Allah kita diselamatkan dan Allah memilih kita untuk diselamatkan. Dalam kitab Maleakhi dikatakan bahwa Allah mau menjadikan kita sebagai umat kesayangannya. Oleh sebab itu jangan ada Allah lain, jangan ada andalan lain jangan ada sesuatu hal yang menempati hidup kitamelebihi daripada Allah.Selalu mengikuti kehendak dan membawa diri berserah kepada Allah.
2. Untuk melayani Allah.
Melayani Allah berarti menyukakan hati Allah, memuji menyembah Tuhan setiap hari, melakukan apa yang Tuhan kehendaki setiap hari dalam kehidupan kita. Dalam pribadi setiap manusia, Allah memiliki rencananya. Kita harus menemukan apa rencana dan kehendak Tuhan di dalam kehidupan kita untuk kita kerjakan supaya kita bisa terarah. Kita tidak asal bekerja, tidak asal hidup tetapi kita terarah di dalam melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Misalnya dalam bentuk karunia-karunia. Dikatakan bahwa kita adalah tubuh Kristus jadi jika kita adalah tangan maka tidak seharusnya berada di kaki atau mata berada di tangan. Kita harus temukan apa yang Tuhan mau untuk kita lakukan. Supaya waktu yang Allah anugerahkan tidak terbuang dengan percuma dan menjadi sia-sia. Tuhan ingin kita berjerih payah. Tetapi jika kita berjerih payah dalam keadaan yang salah, kita tidak akan mendapatkan upah. Itu hal yang tidak berkenan bahkan Tuhan berkata bahwa itu adalah perbuatan-perbuatan kejahatan. Ketika kita memuji menyembah Tuhan, mendengarkan firman Allah kita punya waktu dengan Tuhan, itulah pelayanan pribadi dengan Allah.
3. Untuk kemuliaan Allah atau untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar daripada Allah.
Salah satu pujian rohani berkata “Kamulah bangsa terpilih, imamat yang Rajani, umatyang kudus, kepunyaan Allah sendiri, untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar daripada Allah.”
Ketika kita membeli barang, tentu ada tujuannya. Tidak mungkin kita membeli HP atau barang yang ada pada kita hanya asal beli yang penting saya bisa memiliki kemudian tidak digunakan sesuai dengan fungsinya.
Allah menciptakan dan memilih kita karena Allah punya tujuan yang jelas dalam hidup kita. Allah memberikan kita keselamatan menjadikan kita miliknya sendiri dan Allah menginginkan kita dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang besar, memanifestasikan kuasa Allah di dalam kehidupan kita sehari-hari.
4. Untuk menikmati segala rancangan-rancangan yang sudah Allah tetapkan yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan kecelakaan, janji-janji yang Allah sudah sediakan bagi kita sebagai umatnya.Setiap saat kita harus senantiasa bersyukur atas rencana Allah yang sudah ditetapkan dalam kehidupan kita, itulah tanda bahwa kita menghargai apa yang Tuhan lakukan dalam kehidupan kita. Jika kita jarang bersyukur ataupun malas memuji menyembah Tuhan sama artinya kita tidak memiliki penghargaan terhadap kasih karunia Allah.

Setelah kita dipilih kemudian kita tahu akan tujuan Allah dalam hidup kita, Allah memberikan kehendak bebas kepada ciptaan-Nya. Ia tidak membuat kita seperti robot. Manusia diciptakan dengan diberikan kehendak bebas.
Dalam Mazmur 139 dikatakan bahwa kita ditenun di dalam kandungan ibu dan di sana Tuhan tidak menaruh remote untuk mengontrol kehidupan kita. Kita harus pelajari baik-baik agar kehendak bebas ini tidak menjadi hal yang salah dalam hidup kita. Kehendak bebas ini harus terarah supaya tidak keluar dari kehendak Allah.
Kita diberi kehendak bebas oleh Allah tetapi semuanya berada di bawah pantauan Allah dan akibat dari kehendak bebas ini ada konsekuensi dari setiap kehendak bebas yang kita lakukan.
Jika kita menggunakan kehendak bebas kepada hal-hal yang yang negatif maka akan ada konsekuensi dan jika kehendak bebas ini kita gunakan untuk hal-hal yang positif, Allah pun memiliki janji terhadap hal tersebut dimana Tuhan sudah menetapkan apa yang akan kita alami.
Baca Ulangan 30:11-20
Janji yang Allah berikan kepada Abraham itu diberikan juga bagi kita tetapi ada persyaratannya untuk kita boleh mengalami hidup didalam janji tersebut.
Ulangan 28:1 “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.”
Allah sudah merancangkan berkat-berkat di dalam kehidupan setiap umat-Nya, berkat yang diberikan kepada Abraham, itu juga adalah bagian kita di dalam Yesus Kristus.
Ulangan 28:15
“Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara Tuhan, Allahmu dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau.”
Setiap hari, Allah hadir dalam firmanNya dalam kehidupan kita. Allah adalah gembala yang tidak pernah meninggalkan kita di setiap hari, dalam kitab Ratapan dikatakan bahwa Allah melayani dengan berkat-Nya yang selalu baru, rahmat-Nya selalu baru setiap pagi. Ratapan 3:22-23
Setiap pagi, Allah memberikan kepada kita pengalaman-pengalaman yang baru. Yang membuat hidup kita monoton adalah pilihan kita sendiri. Tetapi jika kita berjalan bersama dengan Tuhan pengalaman hari ini akan berbeda dengan hari esok. Sehingga dalam komsel pun kita tidak akan menjadi biasa saja.
Kita perlu merenungkan, mengambil waktu dan memperhatikan apa yang Tuhan lakukan pada kita hari ini melalui apa yang difirmankan-Nya. Pilihlah cara hidup yang selalu memulai hari atau aktifitas kita dengan membaca Firman. Di dalam membaca firman, Tuhan akan menyampaikan isi hati-Nya kepada kita.
Jika kita memilih untuk mendisiplinkan hidup kita setiap hari untuk memulai dengan Firman, pasti kita akan mendengarkan apa yang Tuhan ingin sampaikan kepada kita. Ketika kita memiliki waktu untuk berdoa, bersaat teduh dengan Tuhan pasti ada sesuatu yang Tuhan akan sampaikan kepada kita. Ketika kita berjalan bersama Tuhan, bekerja kemudian melibatkan Tuhan pasti ada sesuatu yang Tuhan sampaikan melalui pengalaman-pengalaman hidup kita baik itu di kantor di rumah di mana pun kita pergi, ada banyak cara yang Tuhan pakai untuk berbicara kepada kita. Tinggal bagaimana kita konsisten mendisiplinkan diri untuk beraktivitas bersama dengan Tuhan, bekerja bersama Tuhan dan melayani bersama dengan Tuhan.
Ketika kita bangun pagi, kita sudah dihadapkan dengan pilihan, pilih mau tidur atau mau bangun, mau ke pasar atau mau ke kantor, mau sekolah atau bolos.
Ketika Tuhan memberikan suatu pilihan, Allah sudah menjelaskan bahwa ada konsekuensi yang akan kita alami jika kita memilih pilihan tersebut. Ketika kita memilih sesuatu yang benar seperti yang Tuhan kehendaki, maka ada berkat yang akan diberikan kepada kita.
Kita tidak boleh memiliki banyak dalih di dalam melakukan firman Tuhan. Karena dalam diri kita sudah disertai dengan hati nurani dimana jika kita selalu melawan hati nurani kita maka lama-kelamaan akan menjadi tumpul sehingga tidak dapat membedakan hal yang benar dan yang salah. Allah juga menaruh perkataan-perkataan-Nya di dalam mulut kita dan Tuhan ingin itu adalah perkataan yang positif. Allah selalu hadir untuk memberikan kita petunjuk akan apa yang harus kita kerjakan, pikirkan dan katakan.
Contoh 1: Adam dengan pilihannya.
Tuhan berfirman kepada Adam bahwa ia boleh memakan buah dari semua pohon yang ada di taman Eden kecuali pohon kehidupan, Allah memerintahkan untuk tidak memakan buah dari pohon tersebut. Tuhan menaruh pohon tersebut dalam taman Eden untuk melihat apakah manusia memilih taat atau melanggar. Dalam hal ini iblis datang menggoda supaya Adam melanggar perintah Allah dengan segala bentuk tipu muslihat strategi dan iming-iming iblis jika iamakan buah tersebut maka ia akan menjadi sama seperti Allah. Adam kemudian memilih untuk melanggar perintah Allah. Inilah bukti bahwa Allah memberi kehendak bebas atau tidak ada pengendali di dalam dirinya.
Contoh 2: Abraham dipanggil Allah keluar dari Ur-kasdim.
Ketika Abraham dipanggil keluar, ia taat, tidak banyak dalih. Ia taat bahkan ketika ia belum mengetahui negeri yang akan ia tuju. Abraham mengenal baik siapa Allah yang ia sembah. Abraham bukanlah seorang yang miskin di negerinya tetapi ketika ia dipanggil Allah dari kaum keluarganya, ia taat. Bahkan, ketika Allah meminta anaknya, Abraham pun menyerahkannya dengan rela, ia memilih untuk taat. Jika kita sungguh-sungguh mau mengenal Tuhan tentu kita akan memilih apa yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
Contoh 3:Yosua 24:15 “Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!”
Di akhir dari pada pemerintahan Yosua atas bangsa Israel, ia mengetahui ada beberapa dari mereka yang mulai beribadah kepada Allah lain, lalu ia mengumpulkan bangsa Israel dan mengatakan pilihan kepada siapa mereka akan beribadah. Yosua menentukan pilihannya bahwa ia dan keluarganya akan beribadah kepada Tuhan.
Contoh 4: Salomo.
Mengenai engkau, jika engkau hidup di hadapan-Ku sama seperti Daud ayahmu dengan tulus hati dengan benar dan dengan berbuat segala sesuatu yang Ku perintahkan kepadamu dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku maka…

Kita mengetahui bahwa Salomo sangat kaya dan apa yang ia tidak minta diberikan Allah kepadanya. Tetapi kemudian Salomo mulai memilih yang lain.
Tuhan akan memimpin kita mengetahui apa yang Ia kehendaki. Kita tahu bahwa Tuhan punya banyak cara untuk menunjukan apa yang harus kita lakukan. Tuhan tidak membuat kita bingung, tetapi seringkali kita kurang sabar ataupun kita punya rencana rencana lain yang menyebabkan kita salah bertindak.
Tuhan menjelaskan dan menuliskan keadaan orang-orang yang ada di dalam perjanjian Lama supaya kita belajar bagaimana kita menjalani hidup supaya lebih bijaksana, lebih pandai, lebih berhikmat dan supaya kita dapat menentukan pilihan pilihan yang benar dan tidak mengulangi apa yang terjadi di dalam Perjanjian Lama. Tuhan menuliskan itu supaya kita belajar dari peristiwa yang mereka alami supaya kita semakin bijak.
Dalam perjanjian baru, Yesus berkata sempitlah jalan yang menuju kehidupan dan sedikit orang yang mendapatinya. Kebanyakan orang lebih memilih hal yang praktis nyaman enak dibandingkan pergumulan. Padahal kita tahu bahwa pergumulan-pergumulan iman itu untuk mendewasakan kerohanian kita sehingga tidak menjadi orang gampangan dan juga supaya kita bisa memahami apa yang Tuhan inginkan.

Ada ajaran yang mengatakan bahwa sekali selamat tetap selamat, mati sekalipun di tempat berdosa, akan tetap selamat. Tetapi firman Tuhan katakan kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar. Iblis selalu berusaha menerkam dan membuat kita keluar dari keselamatan. Dikatakan sesak pintu yang menuju jalan kehidupan dikarenakan banyak pergumulan.
Kita berada di arena peperangan rohani setiap saat. Ketika kita baru pertama kali menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, kita menghadapi segala bentuk strategi dari sijahat yang ingin membuat kita kembali ke kehidupan kita yang lama. Hal ini membutuhkan kesiapan dan kewaspadaan kita juga pergumulan sehingga sebagai orang percaya, kita tidak boleh santai.
Jika kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, kemudian kita mati, maka tidak ada pergumulan. Tetapi kebenarannya ialah ketika kita menerima-Nya, kita masih terus hidup dan menjalani aktivitas hidup kita. Kita tahu bahwa banyak strategi dan rancangan si jahat yang ingin menjatuhkan kita dan tujuan akhirnya yaitu mencuri membunuh dan membinasakan kita. Oleh karenanya, kerohanian kita harus kita gumuli sedemikian rupa dan tidak boleh santai. Kita tidak lepas dari Tuhan melainkanharus terus melekat. Untuk masuk ke dalam pintu yang sempit itu kita harus menggumuli iman kita menjaga sedemikian rupa akan keselamatan yang Tuhan berikan. Bagian Allah ialah memberikan keselamatan, bagian kita yaitu mengerjakan keselamatan yang Allah berikan. Berusaha bertekun dan menggumuli keselamatan itu. Memilih taat atau tidak, itu adalah bagian kita.
Mazmur 119:98menjelaskan bahwa Firman membuat kita lebih bijaksana.
Iblis sudah punya pengalaman tetapi jika kita memiliki waktu untuk belajar akan firman Tuhan, itu akan membuat kita lebih bijaksana dan lebih berakal budi.

Hal yang sering membuat kita salah pilih.
1. Kelemahan moral kita atau kurang kekuatan kita.
Ketika rohani kita lemah maka kita akan gampang dikuasai oleh keinginan daging keinginan mata dan keangkuhan hidup. Hal itu selalu dipakai iblis untuk menjerat dan menipu umat Tuhan. Jika Firman berbicara dalam hati kita maka akan ada pengendalian diri pada kita tetapi jika kita lemah kita akan mudah jatuh.
2. Kurangnya pengetahuan kita tentang firman Tuhan
Kurangnya pengetahuan kita akan firman Tuhan akanmemunculkan logika-logika ataupun pemahaman yang salah. Jika kita tidak memahami Firman, kita akan mudah menterjemahkan sesuatu hal yang tidak boleh menjadi boleh. Persekutuan dengan Firman mutlak harus kita miliki.
3. Ketidaksabaran dalam menantikan jawaban Tuhan.
4. Masukkan orang lain yang kurang ditimbang
Hal ini dapat membuat kesalahan dalam mengambil keputusan. Ketika bergumul dalam suatu permasalahan, kita perlu mencari seseorang yang tepat di mana kita bisa sharing, didoakan dan didukung dalam hal kebenaran.

Beberapa prinsip yang perlu kita ketahui
Kehidupan atau kematian adalah masalah pilihan bukan masalah nasib. Keberadaan kita saat ini ditentukan oleh keputusan kita di saat yang lalu, kita bekerja, bertindak atau melakukan sesuatu kemudian ada hasilnya itu adalah bagian dari apayang kita pilih beberapa waktu lalu. Sama seperti ketika kita berada dalam tempat ibadah, adalah hasil dari pilihan kita beberapa jam yang lalu sebelum kita datang.

Perintah Tuhan adalah masalah mau atau tidak mau, bukan masalah bisa atau tidak bisa. Ketika Abraham bersedia memberikan anaknya, Allah langsung simpati kepadanya. Tuhan tidak pernah memberikan kita perintah yang tidak bisa kita lakukan. Ketika Tuhan memberikan kita perintah atau peraturan, Allah turut bekerja dan Ia menyertai kita. Jadi kita tidak melakukan sendiri ketika kita bersedia.
Tidak ada pilihan untuk coba-coba.
Galatia 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
Apapun yang kita katakan dan kerjakan semuanya berhadapan dengan Tuhan. Di dalam berkata-kata pun kita akan mempertanggungjawabkannya dihadapan Tuhan, dalam setiap pekerjaan dan aktivitas apapun, ada konsekuensinya. Keputusan saat ini, menentukan masa-masa yang akan datang.
Bertambahnya pengetahuan Firman membuat kita dapat memilih yang baik. Filipi 1 ayat 9-11
9Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,10sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, 11penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.
Firman yang akan membuat kita lebih berhikmat, lebih pandai dan di situ kita bisa bijak untuk memilih apa yang baik.

By : Pdt. Milkha Potuda