PERANAN ROH KUDUS DALAM HIDUP ORANG PERCAYA
Roma 8:29 “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”
Yohanes 14:15-17, 26-27 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
Yohanes 16:13 “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”
Sebagai orang percaya, kita harus memahami “Grand Scenario” Tuhan dari kekekalan sampai kekekalan, supaya kita tidak kecewa dalam pengiringan kita akan Tuhan.
Minggu lalu kita mendengar berita pengeboman di gereja. Saat itu ada seorang hamba Tuhan yang sedang melayani, namun hamba Tuhan tersebut luput dari bom. Etiskah andaikata hamba Tuhan atau jemaat yang luput dari bom itu bersaksi bahwa mereka selamat karena dilindungi Tuhan, sedangkan keluarga korban pengeboman mendengar kesaksian mereka?
Ada juga 2 orang Kristen yang memiliki toko yang berbeda di Mall. Orang pertama bersaksi “Puji Tuhan” karena Tuhan melindungi sehingga tokonya luput dari kebakaran. Sedangkan orang kedua minta dukungan doa karena tokonya terbakar habis. Jadi sebenarnya kita harus memiliki etika dalam bersaksi. Ada juga seorang istri yang bersaksi di gereja bahwa suaminya adalah tukang judi, tukang mabuk, dll. Akhirnya orang-orang gereja mengetahui begitulah kelakuan suaminya. Itu adalah kesaksian yang tidak etis.
Contoh peristiwa diatas jika dikaji secara logika, akan membingungkan. Mengapa ada orang Kristen yang luput dari bom dan mengapa ada yang meninggal karena bom? Apakah yang satu dilindungi Tuhan, sedangkan yang lain tidak dilindungi Tuhan? Ada orang yang berkata, “Mungkin mereka yang meninggal kena bom karena mereka punya dosa”, ini kalimat penghakiman yang berbahaya!
Pertama, hal ini akibat hamba-hamba Tuhan yang mengajarkan Firman kepada jemaatnya tidak lengkap! Sebagai orang percaya, kita harus mengkaji peristiwa yang terjadi dengan Firman Tuhan, apa kata Firman. Dari sejak semula Tuhan menetapkan agar orang percaya menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.
Kedua, hamba Tuhan harus berhenti memberitakan hanya tentang fasilitas-fasilitas di dalam Yesus Kristus. Karena itu tak heran jika jemaatnya juga tidak memberitakan Injil namun hanya memberitakan fasilitas-fasilitas di dalam Yesus seperti pertolongan, kesembuhan, kekayaan, dll. Padahal fasilitas-fasilitas tersebut hanya menyertai orang percaya yang beriman di dalam Tuhan Yesus. Ini penting supaya kita tidak kecewa dengan Tuhan.
Karena itu apapun yang dialami oleh seseorang – entah urusan rumah tangga, pekerjaan, pelayanan – bukan urusan kita untuk menghakimi, karena bukan kita yang mengalami. Biarlah itu menjadi urusannya dengan Tuhan.
Jika kita mengetahui “Grand Scenario” Tuhan ini, kitapun akan mengetahui mengapa Tuhan mengutus Roh Kudus sebagai Penolong. Setelah kita menerima Yesus kita tidak langsung ke sorga tetapi menjalani hidup di dunia. Rancangan Tuhan adalah dari semula kita telah ditentukan agar menjadi serupa dengan gambaran Yesus Kristus, melalui proses pembentukan karakter. Sayangnya banyak orang yang percaya kepada Yesus hanya karena mengejar fasilitas kemakmuran, dll.
Padahal untuk maksud besar inilah Tuhan Yesus mengutus Roh Kudus menyertai setiap orang percaya. Secara mata jasmani Roh Kudus tidak kelihatan karena Ia tinggal di dalam diri orang percaya melalui pengalaman Baptisan Roh Kudus. Lalu untuk apa Roh Kudus tinggal di dalam diri orang percaya? Yaitu supaya Roh Allah menyatu dengan roh kita dan menolong orang percaya dalam proses pembentukan karakter untuk menjadi serupa dengan Kristus.
Karakter kita harus dibentuk karena setiap karakter kita – entah Sanguin, Melankolik, Plegmatik, dan Kolerik – memiliki kelebihan namun juga kelemahan.
Untuk menjadi serupa dengan Kristus, tidak bisa dicapai dengan kekuatan kita sendiri namun dengan pertolongan Roh Kudus hingga menghasilkan Buah Roh Kudus.
Galatia 5:22-23 “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”
Buah Roh beda dengan Karunia Roh. Karunia Roh adalah pemberian Tuhan menurut kehendak-Nya kepada siapa saja yang ingin dipakai oleh-Nya. Sedangkan Buah Roh membutuhkan proses. Sama seperti saat kita menanam benih mangga, maka butuh proses sampai tumbuh pohon mangga dan pohon itu berbuah.
Yesus berkata “Jika kamu mengasihi (AGAPAO) Aku, kamu akan melakukan segala perintah-Ku.” Perintah beda dengan nasihat. Perintah adalah sesuatu yang harus dilakukan. Manusia jasmani tidak bisa melakukan kehendak Tuhan dengan kekuatan sendiri. Banyak orang yang melakukan kehendak Tuhan hanya karena takut hukuman dari Tuhan, bukan karena mengasihi Tuhan. Namun orang yang mengasihi (AGAPAO) Tuhan, akan melakukan SEGALA perintah Tuhan – bukan hanya sebagian saja. Apabila kita melakukan perintah demi perintah Tuhan, maka kita akan menjadi serupa dengan Kristus dan menghasilkan buah Roh Kudus.
Kita melihat lagi dalam peristiwa setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus bertanya kepada Petrus: “Apakah Engkau mengasihi (agapao) Aku lebih daripada orang-orang ini?”. Namun Petrus berkata “Engkau tahu aku mengasihi (filia) Engkau”. Yesus tidak hanya mempersoalkan agapao Petrus kepada Tuhan, namun apakah kasihnya kepada Tuhan melebihi kasihnya kepada semua orang? Letak kegagalan kita melakukan segala perintah Tuhan adalah masalah Agape kita kepada-Nya. Maka sebelum naik ke surga, Tuhan membereskan dulu urusan Agape para murid kepada Tuhan. Kasih Filia (kasih persahabatan), Storge (kasih kekeluargaan), dan Eros (kasih antara lawan jenis) adalah kasih yang otomatis secara alamiah dimiliki oleh semua orang. Namun memiliki kasih agape perlu pertolongan Roh Kudus.
Setelah hari Pentakosta, kita membaca di Kitab Kisah Para Rasul bahwa para murid melakukan mujizat demi nama Yesus, menumpangkan tangan dan orang-orang penuh dengan Roh Kudus, dll. Sayangnya hal ini yang banyak ditekankan oleh gereja yaitu supaya hamba-hamba Tuhan bisa melakukan mujizat, dengan bahasa rohani “supaya Tuhan pakai dengan heran”. Banyak anak-anak sekolah Alkitab yang disuruh untuk “bertapa” diatas gunung (dengan istilah rohani “doa puasa”) supaya menjadi “sakti”. Setelah itu diadakan KKR supaya mereka mempraktekkan karunia yang mereka dapat. Ini sangat berbahaya! Karunia itu adalah pemberian, maka jangan memaksa Tuhan agar kita mendapat karunia untuk menjadi “sakti”.
1 Korintus 12:31 “Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.”
Ayat diatas sangat berbahaya jika disalahmengerti. Ada hal yang lebih utama daripada karunia yaitu KASIH (1 Korintus 13).
Apapun yang positif, Iblis punya kemampuan untuk menjadikannya negatif, termasuk hal-hal rohani. Banyak orang tak memahami bahwa mengejar karunia-karunia itu berbahaya. Manusia lahiriah sangat terpana dengan hal-hal adikodrati, maka para pelaku yang berkarunia akan menjadi pusat perhatian dan pemujaan. Jika diumpamakan, orang yang berkarunia seperti berada di tepi jurang karena disitulah sangat banyak pemujaan manusia! Sehingga pelaku bisa tergoda untuk mencuri kemuliaan Tuhan dan dikenakan untuk kemuliaan diri. Ketika ia mencuri kemuliaan Tuhan, maka ia jatuh ke jurang. Terkadang Iblis tidak perlu masalah-masalah besar untuk menjatuhkan seseorang, cukup pemujaan manusia untuk menjatuhkan seseorang. Jadi, ketika Tuhan memberi karunia pada saudara jagalah diri saudara dengan sangat ketat supaya tidak mencuri kemuliaan Tuhan. Karena itu terkadang Tuhan mengizinkan aib kepada orang-orang yang berkarunia supaya kemuliaan yang selama ini dicuri olehnya, diambil kembali oleh Tuhan.
Banyak hamba Tuhan yang juga tidak memahami saat ia berdoa “Biarlah kemuliaan-Mu memenuhi kota ini”, dalam pikirannya adalah gerejanya akan makin maju, sukses, terkenal. Doa ini “sangat berbahaya”. Saat kemuliaan Tuhan turun, segala kemuliaan manusia akan tersingkir. Dan saat kemuliaan manusia Tuhan bersihkan, maka segala aib akan terbuka, supaya kemuliaan Tuhan kembali kepada-Nya.
Beberapa waktu lalu, seorang suami datang kepada saya dan berkata istrinya berdoa puasa dan mengurung diri di kamar selama berhari-hari. Setelah saya ke rumahnya saya merasakan atmosfir yang bukan dari Roh Kudus maka saya menyuruh istrinya untuk berhenti berpuasa: segera mandi, makan dan minum. Itulah tuntunan Roh yang saya terima. Kelihatannya apa yang ia lakukan sangat rohani namun bukan dari Tuhan.
Ingatlah, hal-hal yang mengenai roh, tidak boleh ada sedikitpun kedagingan yang menungganginya. Bukankah Firman Tuhan pernah berkata bahwa orang juga bisa berdoa dalam hawa nafsu? Yakobus 4:3 “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.”
Unsur-unsur daging sangat berbahaya. Karena itu kita harus menguji setiap roh. Setiap orang yang berkarunia Roh, ia 100% sadar. Dan banyak terjadi orang yang berkarunia menambah-nambahkan apa yang Tuhan mau sampaikan. Karena itu ujilah setiap roh!
Dulu ada sebuah persekutuan doa dimana seorang ibu pemimpin persekutuan doa “bernubuat” (yang sebenarnya bukan “nubuat” tetapi “lubuat”) bahwa Worship Leader laki-laki di persekutuan doa tersebut akan menikah dengannya. Padahal laki-laki itu memiliki istri dan anak. Akhirnya laki-laki itu menceraikan istrinya dan menikah dengan ibu pemimpin persekutuan doa. Ini tidak benar!
Ada lagi hamba Tuhan wanita yang sebenarnya sudah menikah, namun ia melakukan perkawinan secara roh dengan pria lain yang juga sudah menikah. Ini juga tidak benar!
Dulu saat masih muda saya punya iman yang sangat ekstrim. Kalau orang berdoa mengharap keselamatan, saya justru mengharapkan kecelakaan supaya ketika terjadi kecelakaan saya bisa melakukan mujizat menyambung bagian tubuh orang yang terpisah karena kecelakaan. Bersyukur Tuhan tahu kebodohan saya saat masih muda dan tidak mengizinkan hal itu terjadi.
Jadi saat Tuhan memberi karunia kepada kita, kita harus semakin berhati-hati karena kita berada di tepi jurang. Sedikit celah saja bisa berbahaya. Jika ada orang berkarunia namun “bahasanya makin tinggi” maka itu pekerjaan iblis yang namanya: Malaikat Terang!
Dan yang terakhir, ingatlah pesan Tuhan dalam Matius 7:22-23 “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
Karakter kita jauh lebih penting untuk dibentuk. Sehingga ketika karakter kita sudah terbentuk dan Tuhan memberikan karunia, maka Injil tidak ditolak karena orang sudah melihat bahwa kebenaran Injil sudah kita buktikan melalui perubahan karakter kita.
By : Pdt. R. F. Martino









