This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

MENYATAKAN KEMULIAAN KRISTUS

Filipi 1:20-2620 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.23 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus — itu memang jauh lebih baik;24 tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.25 Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,26 sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.

Perkataan “yang sangat kurindukan dan kuharapkan” menyatakan hasrat terdalam dari diri Paulus.Apa yang sangat ia rindukan dan harapkan? “Aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu.”

Saat ini “Rasa Malu” sudah mulai hilang dalam kehidupan manusia secara umum, khususnya di negeri kita, sehingga ada ungkapan “Sudah tidak punya urat malu”. Ungkapan ini sesuai dengan perilaku para koruptor yang ditangkap pihak berwajib, bukannya merasa malu, mereka masih bisa tersenyum di depan kamera televisi. Contoh lainnya adalah fenomena di kota ini dimana siswi SMP, siswi SMA dan mahasiswi menjual diri.

Lalu bagaimana dengan “rasa malu” dalam kehidupan orang percaya?

Seorang hamba Tuhan pernah berkata bahwa kondisi sinode gerejanya “berat” karena menghadapi banyak persoalan baik persoalan individu di jemaat lokal, persoalan antar jemaat, bahkan persoalan antar hamba Tuhan! Banyak gembala-gembala yang saling menjatuhkan untuk memperebutkan kedudukan di sinode gereja.Bukankah ini memalukan?Hal ini sesungguhnya adalah kenajisan di hadapan Tuhan.Tidaklah mengherankan jika gereja tidak bersinar.

Ternyata apa yang terjadi sekarang ini sudah terjadi sejak dulu! Paulus pun menghadapi hal ini.

Filipi 1:12-13 12Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, 13 sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus.”

Pada umumnya seseorang dipenjarakan karena melakukan kejahatan misalnya korupsi. Namun dari rakyat jelata sampai seluruh istana mengetahui bahwa Paulus dipenjarakan bukan karena melakukan kejahatan, tetapi karena Injil! Bukankah hal ini mempermuliakan Kristus?Bukankah hal ini menyebabkan kemuliaan Kristus bersinar?

Filipi 1:14 “Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut.”

Luar biasa! Pemenjaraan Paulus ternyata tidak melemahkan iman dan memadamkan api penginjilan tetapi menguatkan iman orang percaya dan mengobarkan iman mereka untuk semakin berani memberitakan Injil.

Beberapa tahun lalu pernah terjadi penembakan seorang hamba Tuhan. Namun kejadian tersebut justru menginspirasi hamba-hamba Tuhan lainnya untuk mendalami apa arti pelayanan dan arti menjadi seorang hamba Tuhan.

Namun dalam pelayanan penginjilan, ternyata Paulus menemukan penyusup-penyusup yang memberitakan Injil dengan maksud yang tidak benar.

Filipi 1:15 “Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik.”

Saat itu Paulus menemukan orang percaya yang saling mendengki, persis dengan kondisi saat ini dimana terjadi perpecahan gereja dan masing-masing gereja itu tetap beribadah kepada Tuhan dan merasa bahwa Tuhan hadir di ibadah mereka padahal perselisihan antara mereka belum terselesaikan.

Dulu saat masih remaja, saat saya belum tahu banyak Firman, saya melihat para personil paduan suara di gereja dengan baju putih-putih seperti malaikat yang kudus.Setelah bertumbuh menjadi pemuda dan mulai melayani di paduan suara dan di kepanitiaan, saya menemukan bahwa orang-orang yang melayani itu bukanlah “malaikat”.Ternyata banyak orang kikir, sombong, berselisih, dll, yaitu orang-orang percaya yang belum menjalani hidup barunya.

Saat saya sekolah Alkitab, di dalam asrama ternyata bukan asrama “para malaikat” tetapi asrama “para preman”. Mengapa?Saya menemukan siswa-siswa sekolah Alkitab yang berkelahi di dalam asrama.

Kemudian saat saya sudah menjadi hamba Tuhan dan melayani di Papua, saya menemukan hamba Tuhan yang bertengkar karena masalah harta benda. Lalu setelah pelayanan tersebut, saya kembali ke Makassar dan membaca di koran berita tentang hamba Tuhan yang memperkarakan hamba Tuhan lain mengenai harta kekayaan gereja. Hal ini sungguh memprihatinkan.

Kita tidak bermaksud menghakimi, namun inilah kejadian riil yang terjadi.Dengan mengetahui realita ini bukan untuk membuat kita lemah, tetapi untuk mempersiapkan diri kita untuk tetap kokoh dan kuat. Waspadalah! Jangan sampai kita menjadi kecewa dengan orang-orang percaya lain atau hamba-hamba Tuhan yang hidupnya tidak sesuai Firman lalu akhirnya membuat kita undur dari iman. Dalam gereja ini sudah ditanamkan pemahaman ini: “Jangan menjadi batu sandungan bagi orang lain dan jangan menjadi korban batu sandungan dari orang lain.” Karena saat kita tersandung karena orang lain, Tuhan tidak berurusan dengan orang lain tetapi Tuhan berurusan dengan diri kita. Tuhan tidak pernah mengecewakan kita, karena itu jangan meninggalkan Tuhan hanya karena kecewa kepada manusia. Dan kita pun tidak perlu menghakimi orang lain karena setiap orang akan mempertanggungjawabkan dirinya sendiri di hadapan Tuhan.

Filipi 1:16-17 16 Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil,17 tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.

Motivasi pelayanan yang benar adalah karena kasih.Namun memang ada motivasi pelayanan untuk kepentingan diri sendiri atau untuk urusan perut.”Memang ada” bukan berarti kita melakukan pembiaran, namun kita menjaga diri kita agar kita menjadi pribadi yang dewasa sehingga tidak tersandung/menjadi lemah karena kondisi riil yang ada.

Orang-orang yang memberitakan Injil untuk kepentingan diri sendiri meledek Paulus untuk memperberat penderitaannya di dalam penjara namun Paulus tidak menanggapi ledekan mereka.

Filipi 1:18-19 18Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.

Bagi Paulus tidak mengapa, karena baginya yang penting nama Kristus diberitakan.

Dari latar belakang inilah Paulus berkata bahwa “yang sangat kurindukan dan kuharapkan” agar Kristus dimuliakan dalam dirinya.Paulus memiliki motivasi yang benar dalam pelayanan.

Bagaimana cara menyatakan kemuliaan Kristus?

1. Memahami makna hidup yaitu hidup untuk Tuhan.

“Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”

Paulus mengetahui makna hidupnya yaitu hidup mempermuliakan Kristus: hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Paulus dulunya adalah orang Farisi yang terhormat dan ia mencapai puncak kehormatannya. Namun ia mengatakan hidup lamanya adalah sampah karena Kristus Yesus lebih mulia daripada semuanya.

Banyak orang yang memiliki pemahaman yang keliru mengenai makna hidup.Pada umumnya orang berpikir bahwa makna hidup ada didalam kesuksesan, kekayaan dan ketenaran.Namun peristiwa-peristiwa yang terjadi disekeliling kita membuktikan bahwa banyak orang-orang yang kaya dan terkenal yang mencapai puncak kesuksesan justru tertekan bahkan akhirnya menghabisi dirinya sendiri karena kehilangan makna hidup.

Yesus Kristus ada dan hadir di dalam diri kita yaitu di hati kita, maka setiap hari kita harus menyatakan kemuliaan Yesus Kristus. Saat kita bersekolah, bekerja, berumah tangga, melayani, dan apa saja yang kita perbuat, kita melakukan semuanya dengan kualitas terbaik/excellent supaya nama Kristus dimuliakan.

Mazmur 42:2-4 “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup.Bilakah aku boleh datang melihat Allah? Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Allahmu?””

Pemazmur diatas memiliki pergumulan yang sama seperti Paulus, bagaimana ia bisa menyatakan kemuliaan Tuhan.

Karena memahami makna hidup yaitu hidup untuk Tuhan, maka apa yang Paulus lakukan? Bekerja menghasilkan buah!

” Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.”

Secara jasmani kita harus bekerja membanting tulang untuk mencapai rancangan Allah.Terlebih lagi secara rohani, kita pun harus bekerja keras membanting tulang untuk menghasilkan buah.

Buah apa yang harus dihasilkan?
a. Buah-buah pertobatan, sehingga orang-orang melihat perubahan hidup kita dan nama Kristus dimuliakan.
b. Buah-buah iman, adalah hasil melakukan perbuatan-perbuatan iman. Saat kita melakukan perbuatan-perbuatan iman, hasilnya adalah pengalaman-pengalaman iman.
c. Buah-buah Roh Kudus, yaitu pembentukan karakter. Hal ini adalah hasil kerjasama antara kita dengan Roh Kudus untuk membentuk karakter kita.

Paulus berkata bahwa yang sangat ia rindukan bahwa dalam segala hal ia tidak akan beroleh malu. Jika kita memahami makna hidup, kita akan mampu membedakan manakah rasa malu yang harus kita tanggung dan rasa malu yang tidak perlu terjadi.

Rasa malu yang benar adalah bagaimana menjaga kemuliaan Kristus dalam diri kita, bagaimana supaya nama Tuhan tidak dipermalukan. Dimanapun kita berada dan bekerja, semua orang tahu bahwa kita adalah orang percaya.Kemuliaan Tuhan harus terpancar dalam seluruh aspek hidup kita. Sayangnya yang banyak terjadi adalah orang-orang percaya yang melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya sendiri (untuk kemuliaan dirinya sendiri) sekalipun akibatnya adalah nama Tuhan yang dipermalukan.

2. Tetap berjuang.

Filipi 1:27-28 27 Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil, 28 dengan tiada digentarkan sedikit pun oleh lawanmu. Bagi mereka semuanya itu adalah tanda kebinasaan, tetapi bagi kamu tanda keselamatan, dan itu datangnya dari Allah.

Dulu sebelum menjadi orang percaya kita menghadapi segala sesuatu dengan pikiran sendiri dan kehendak sendiri. Saat menjadi orang percaya seharusnya kita tidak lagi menghadapi segala sesuatu dengan pikiran dan kehendak sendiri namun menurut kehendak Tuhan/apa kita Firman, dan ini adalah perjuangan!

Lalu mengapa ada orang yang tidak mau berjuang?

Filipi 1:29-30 29Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,30 dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku.

Orang-orang yang tidak mau berjuang karena mereka tidak mau menderita bagi Kristus/tidak mau memikul salib! Inilah yang tidak diajarkan oleh banyak gereja.Menderita karena Kristus tidak harus menunggu penganiayaan karena iman.Menahan hawa nafsu untuk hal-hal yang bisa kita lampiaskan juga adalah salib/penderitaan.Orang percaya harus bisa menguasai diri karena penguasaan diri adalah salah satu buah roh. Saat kita melakukannya maka kemuliaan Kristus dinyatakan melalui hidup kita! Maka tetaplah berjuang dalam memikul salib demi menyatakan kemuliaan Kristus. (MS)

By : Pdt. R. F. Martino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *