This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

SUKSES BERSAMA TUHAN

Matius 24:45-51 45 Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? 46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. 47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. 48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: 49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, 50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, 51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

Minggu lalu kita sudah belajar tentang kesuksesan yang membawa maut. Sukses menurut filosofi dunia adalah sebuah tujuan. Segala cara akan dilakukan untuk meraihnya dan akibatnya banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan seperti korupsi, dll.
Kesuksesan sudah Tuhan sediakan bagi setiap orang percaya yang sudah lahir baru. Untuk dunia akhirat sudah selesai karena ada jaminan beroleh hidup yang kekal, tinggal bagaimana menjalaninya selama masih di dunia. Begitu juga dengan kehidupan sehari-hari, Tuhan berkata bahwa masa depan penuh harapan, menjadi kepala dan bukan ekor, terus naik dan tidak turun, semuanya itu sudah Tuhan sediakan.

Kita tidak boleh salah dalam memahami bahwa ada bagian Tuhan dan ada bagian kita yang harus mengerjakannya. Hal ini harus dipahami dengan benar supaya menghasilkan sikap yang benar karena sikap yang benar akan menghasilkan tindakan yang benar.
Tuhan sudah menyediakan segalanya, Tuhan sendirilah yang mau kita ada didalamnya. Apakah Tuhan membiarkan kita berjuang sendiri?

Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Bagaimana kita memahami arti iman yang dikatakan dalam ayat di atas? Bahasa mimbar yang sering diberitakan adalah: “Imani saja!” Tapi tidak dijelaskan maksudnya hingga banyak orang percaya “mengimani saja” dengan tidak memahami dengan benar.

Yakobus 2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
Apa yang kita pahami dengan kalimat “iman yang hidup dan iman yang mati”? di Yakobus sangat jelas bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati, jadi iman itu harus disertai dengan tindakan.
Iman tidak akan sia-sia jika disertai dengan perbuatan sebaliknya iman yang tidak disertai perbuatan adalah iman yang mati yang tidak ada gunanya.

Tapi banyak orang yang tidak mengerti mana yang menjadi bagian Tuhan dan mana bagian kita, sehingga ada beberapa orang percaya yang hanya mengharapkan mujizat datang yang akhirnya memiliki mental yang parah.
Tuhan punya banyak cara untuk bekerja menghadirkan segala sesuatu yang tidak ada menjadi ada, tapi ada bagian kita untuk bekerja dan berbuat. Jadi kita tidak hanya mengatakan “Imani saja” dan selalu membayangkan mujizat dan mengharapkan segala sesuatu terjadi tanpa kita berbuat apa-apa.

Maleakhi 3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
Kalau Tuhan sudah berfirman tentang janji-janji yang akan Dia berikan, seperti dalam Ulangan 28:13 “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun,…”
Renungkanlah mulai saat ini? Mengapa saya masih menjadi ekor? Mengapa saya masih makan gaji dan bukan pemberi gaji? Tidak ada pekerjaan yang hina, setiap orang yang bekerja memang patut mendapat upah, tapi Tuhan berfirman bahwa setiap orang yang hidup benar akan terus naik dan bukan turun.

Sebuah kesaksian: Seorang pengusaha yang juga adalah anak Tuhan pernah menyaksikan pada saya bagaimana Tuhan menolong perusahaannya dari siasat yang jahat dari pesaing perusahaannya. Syukurlah Puji Tuhan, melalui suatu doa profetik, memberitahukan sebelumnya, sehingga ada langkah antisipasi yang dilakukan. Dan perusahaan yang dia pegang memperoleh laba yang sangat besar di luar dugaannya. Dari kesaksian ini kita belajar bahwa iman harus disertai dengan perbuatan.

Mari mengingat kembali tentang orang yang diberi lima talenta, dua talenta dan satu talenta. Masing-masing diberikan menurut kemampuannya. Yang diberikan lima talenta dan dua talenta mengelolanya dan mengerahkan segala apa yang ia miliki sehingga menghasilkan. Tetapi tidak demikian yang diberikan satu talenta, ia tidak mengelolanya sehingga ia tidak menghasilkan apa-apa.
Apa yang kita mau mimipikan tentang masa depan, kalau kita tidak melakukan apa-apa. Dan apabila kita sudah mengelolanya, sejauh mana kita sudah melakukannya?

KINERJA adalah sesuatu yang dicapai; prestasi yang diperlihatakan; kemampuan kerja kapasitas.
Dari pengertian kinerja tersebut berarti yang diberi lima talenta memiliki kinerja yang cemerlang, karena dia bisa menghasilkan lima talenta.
Bagaimanakah kinerja Anda di tempat pekerjaan Anda? Cemerlang atau buruk? Secara alamiah, jika ada bawahan yang memiliki kinerja cemerlang pasti akan diperhitungkan sehingga bisa naik sampai ke puncak. Tetapi ketika tidak bekerja secara cemerlang tapi menginginkan hasil yang lebih, maka hal itu tidak akan pernah terjadi.

Matius 24:45 Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?
Bijaksana adalah penilaian yang tinggi dalam suatu kinerja, kalau kita tidak bijaksana, tidak akan pernah punya kinerja yang cemerlang.
Sikap bijaksana adalah hal yang penting, kita tidak perlu menyalahkan siapapun dalam hidup kita atas apa yang kita alami. Tuhan sudah memberikan hikmat dan akal budi dan diberikan kemampuan, kitalah yang harus berkinerja disitu. Yang diangkat adalah yang setia dan bijaksana karena ada yang sudah sangat setia tapi tidak bijaksana, hal inipun tidak benar.

Matius 24:46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
Tidak ada tuntutan yang berlebihan pada tuan ini, dia hanya mau hambanya melakukan tugasnya. Hamba itu harusnya tinggal melaksanakan.

Apa hasilnya?
Matius 24:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
Kinerja yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula.

Matius 24: 48-49 48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: 49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk 8
Orang yang bekerja tanpa diawasi adalah orang yang berkinerja dengan cemerlang, bukan orang yang suka “mencari muka”. Ketika tidak ada pimpinan ia berpikir bahwa tanggungjawabnya semakin besar yang harus ia pikul.

Kolose 3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Sebagai orang percaya kita juga harus melibatkan Tuhan supaya kita sukses bersama Tuhan, bukan dengan cara-cara kita sendiri yang tidak benar. Kita harus percaya apa kata firman.

KEjadian 39:1-6 1 Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ. 2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. 3 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, 4 maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. 5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. 6 Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apa pun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.

Yang membuat Yusuf berhasil adalah Tuhan. Cara Tuhan membuat berhasil adalah melalui kinerjanya yang cemerlang. “TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya”.
Yusuf berhasil karena Tuhan menyertainya. Inilah yang dikatakan “bersama Tuhan”, bukan iman yang konyol, tapi iman yang disertai dengan kinerja yang cemerlang. Sejak segala sesuatu yang diserahkan Yusuf, semuanya Tuhan buat berhasil, bahkan dikatakan keluarga dimana ia bekerja juga diberkati Tuhan.
Kita jangan hanya mengkritik tempat dimana kita bekerja, tapi berdoalah juga untuknya.

Sebelum saya menjadi hamba Tuhan, dan saya adalah seorang yatim yang harus bekerja, saya pernah bekerja pada seseorang. Akhirnya saya harus keluar. Majikan saya menyuruh saya mencari pengganti yang berkinerja seperti saya

Jangan hanya mengerjakan sukses tanpa melibatkan Tuhan, kita harus mengerjakan bersama Tuhan, Tuhan membuat berhasil apa yang kita kerjakan. Yang dibuat berhasil adalah apa yang dikerjakan. Tuhan memberikan kekuatan untuk melakukan apa yang kita kerjakan dengan kinerja yang cemerlang.

By : Pdt. R.F. Martino