This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

JERIH PAYAHMU TIDAK SIA-SIA (4)

I Korintus 15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Kolose 3:2 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Kita sudah belajar sebelumnya bahwa jerih payah yang bisa dibawa sampai ke surga adalah jerih payah yang dilakukan untuk kepentingan Tuhan. Berarti Tuhan menyediakan pahala untuk setiap jerih payah yang dilakukan untuk Tuhan. Hal ini dianggap enteng dan ringan bahkan tidak terlalu ditekankan dalam doktrin kekristenan. Inilah yang menyebabkan terbentuknya orang-orang percaya yang tidak dapat berbuat banyak untuk kepentingan Tuhan, padahal ada banyak firman Tuhan yang berbicara mengenai pahala/upah. Dan ini juga yang membuat pergerakan misi sangat lemah. Karena tidak banyak orang percaya yang terpanggil untuk berjerih lelah terjun ke ladang-ladang misi yang terkadang tidak mendapat perhatian. Padahal harusnya hal ini harus dipahami agar ada pribadi yang mau berjerih lelah untuk jiwa-jiwa yang ada disana dan yang pasti ada upah/pahala yang sudah Tuhan siapkan bagi setiap pribadi yang terpanggil tersebut.

Ketika kita membaca Kolose 3:23 hendaknya kita memahami bahwa siapapun yang sudah Tuhan pilih untuk mengerjakan pekerjaan-Nya dibumi, yang disebut pelayanan, itu berarti kita berhadapan dan bertanggungjawab langsung kepada Tuhan dan ini sangat bersifat pribadi dengan Tuhan.

Di dunia kerja sekuler ada yang namanya majikan/pemimpin, setiap pekerjaan yang dilakukan pastilah kita akan bertanggungjawab pada pimpinan atau hirarki yang sudah ditetapkan. Dan pastinya juga kita akan melakukan tugas dengan baik agar pekerjaan kita sesuai dengan apa yang diharapkan. Begitu juga dengan pelayanan, setiap pelayanan yang kita lakukan itu sifatnya sangat pribadi dan ditujukan kepada Tuhan melalui otoritas rohani yang sudah Tuhan tetapkan. Dan ketika kita tahu itu ditujukan kepada Tuhan, oleh sebab itulah Paulus mengingatkan kita pada suratnya di Kolose 3:23.
Mengapa Paulus menulis surat ini, berarti ada orang percaya yang melakukan pekerjaan yang tidak sia-sia, yaitu pelayanan, tapi menjadi sia-sia karena dikerjakan bukan untuk Tuhan tapi untuk manusia/kepujian.

Apa pemahaman yang terkandung di dalam Kolose 3:23? Mengapa Paulus mengadakan perbandingan pekerjaan yang dilakukan untuk manusia dan Tuhan? Ini tidak hanya bicara penilaian dunia akhirat tapi ini berbicara mengenai kualitas kerja.
Banyak orang tidak menyadari bahwa kualitas kerja dan kualitas pribadi orang tersebut tidak dapat dipisahkan. Kita tidak menghakimi Si A atau si B, bagi siapa saja yang sudah terbiasa memimpin, ketika kualitas kerja itu tidak memenuhi standar maka yang dicari adalah orangnya yaitu yang melakukan tugas tersebut, bukannya orang lain.
Jadi kita harus memahami dengan benar, karena kalau kita sudah pahami maka sikap dan tindakan pasti akan benar.

Kualitas Kerja Menunjukkan Kualitas Diri
Seringkali tidak disadari bahwa segala apa yang dikerjakan akan mencerminkan kualitas diri. Kalau kualitas diri terbiasa bekerja dengan rapi berarti seperti itulah orangnya. Tapi kalau kualitas diri kita sembrono/apa adanya/asal-asalan maka hasilnya juga akan apa adanya. Memang kita tidak bisa melihat hati tapi secara alamiah semua yang dikerjakan dengan tulus maka akan terekspresi keluar.

Mengalami Tuhandalam Hidup
Yohanes 12:1-6 1 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. 2 Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. 3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. 4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: 5 “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” 6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Yohanes 11:1-2 1 Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. 2 Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya.

Kita mari renungkan peristiwa ini. Ternyata Maria ini sudah pernah mengurapi kaki Yesus dengan mur dan menyekanya dengan rambutnya.

Yohanes 12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

Pada zaman itu, satu dinar adalah harga upah harian seorang pekerja buruh yang bekerja dengan berjerih payah. Kalau minyak itu dihargai tiga ratus dinar berarti Maria sudah menghabiskan gaji satu tahunnya untuk meminyaki kaki Yesus. Maria melakukan jerih payah yang tidak main-main dan ini bukan pengorbanan yang kecil

Mengapa Maria bisa melakukan hal ini? Karena ia sudah mengalami Kristus dalam Hidupnya.
Kalau kita membaca kisah di Alkitab, Maria ini adalah pribadi yang sudah ditolong dalam berbagai hal. Ia sudah jumpa dengan Yesus, ia juga sudah mengalami Tuhan dalam hidupnya

Banyak orang percaya, meski sudah lahir baru, tapi belum/tidak mengalami Tuhan dalam hidupnya. Nilai pemahaman tentang kasih karunia tidak akan bermanfaat apa-apa jika kita memahaminya hanya sebatas mati masuk surga. Kita tidak memahami nilai pengampunan penebusan.
Pemahaman tentang kehadiran Tuhan juga harus kita pahami dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang sudah mengalami Tuhan dalam hidupnya akan mengenal siapa Tuhan itu, sehingga iapun tahu pada siapa ia melakukan segala sesuatu itu (contoh: pelayanan). Pribadi yang sudah mengenal dan mengalami Tuhan akan memberikan penghargaan yang luar biasa pada Tuhan, hal ini terekspresi dalam hidup sehari-hari.

Secara pribadi Maria sudah mengalami kasih karunia, bagaimana Tuhan menyembuhkan dan berkarya dalam hidupnya, sehingga tiga ratus dinar, yang merupakan gaji setahunnya, dia anggap layak diberikan. Minyak itu bukan hanya disemprot tetapi dituangkan ke kaki Yesus. Tidak sampai disitu saja, ekspresinya dilanjutkan dengan menyeka kaki Yesus dengan rambutnya.

Kita semua sudah mengalami penebusan secara pribadi, kalau kita tidak pahami dan masuk dalam mengalami Tuhan, maka lahir baru dan doa terima Yesus hanya sebuah mantera.

Yohanes 11:18-21 18 Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. 19 Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. 20 Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. 21 Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.

Yohanes 11:28 Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: “Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau.”

Yohanes 11:29 Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus.

Yohanes 11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.”

Kita tidak menghakimi Marta ataupun memuja-muja Maria, karena Tuhan sangat mengasihi ketiga bersaudara itu, tapi apa yang menjadi perbedaan sikap Maria dan Marta?
“Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati”. Kalimat ini sama-sama diucapkan oleh Maria dan Marta, tetapi sikap dan tindakan Maria yan membuat Yesus segera mengambil tindakan. Sikap dan tindakan Maria berbeda dengan Marta.
Antara Marta dengan Yesus hanya terjadi percakapan yang biasa, tapi tidak dengan Maria. Ketika Maria melihat Yesus, Maria langsung tersungkur di depan kaki Yesus. Maria tahu dengan siapa dia berhadapan. Ada bentuk penyembahan yang dia lakukan.

Orang – orang yang mengalami Tuhan tahu persis bagaimana menghadapi Tuhan. Dan Tuhan tidak berlama-lama untuk segera bertindak. Keintiman dengan Tuhan tidak hanya dinilai dari berapa lamanya jam doanya saja.

Orang yang mempunyai keintiman dengan Tuhan membuat Tuhan tidak berlama-lama untuk segera bertindak.
Apakah kita sudah penya pengalaman keintiman dengan Tuhan? Apakah kita sudah mengalami Tuhan dalam hidup kita?

Dengan Senang Hati
DENGAN SENANG HATI
Seorang ibu hendak memberi pelajaran moral kepada anak perempuannya yang masih duduk di kelas 1 SMP. Sebelum berangkat ke gereja sang ibu memberikan dua lembar uang pecahan Rp 1000 dan Rp 5000 kepadanya sambil berpesan, “Pilih salah satu yang kamu mau untuk diberikan sebagai persembahan”.
Sepulang dari gereja ibunya bertanya, “Uang mana yang kamu berikan untuk persembahan?”. Jawab si anak, “Tadinya saya mau kasih yang Rp 5000, tapi sebelum persembahan dipungut saya dengar dari mimbar bahwa Tuhan mau kalau kita memberi dengan senang hati”.
“Terus?”, tanya ibunya.
“Saya merasa lebih senang kalau memberikan Rp 1000, jadi itu yang saya kasih.”

By : Pdt. R.F. Martino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *