This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

JERIH PAYAHMU TIDAK SIA-SIA

1 Korintus 15:58 Karena itu saudara saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh jangan goyah dan giatlah sellau dalam pekerjaan Tuhan sebab kamu tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Kita tidak boleh keliru dalam memahami pesan Tuhan melalui ayat ini, dimana didalamnya mengandung kata “jerih payah/jerih lelah”.
Pesan Tuhan untuk kita dalam ayat ini tidak bernilai negatif, tidak pula mengandung suatu malapetaka/kesulitan ataupergumulan berat yang akan menimpa kita sepanjang tahun yang akan kita lalui ini sehingga kita dengan susah payah menjalani hidup.
Kita perlu memahami apa yang Tuhan maksudkan dalam kalimat “jerih payahmu tidak sia-sia”, karena ini adalah alamiah dan alkitabiah. Sebagai orang percaya kita harus hidup lebh bijak, sehingga tidak menjalani hidup kita hanya dengan hukum-hukum alamiah seperti “siapa rajin dia berhasil, siapa berjerih payah ia akan memperoleh hasilnya”, karena orang yang belum percaya Tuhanpun melakukan hal tersebut.
Tidak ada orang yang bisa hidup dan menikmati hidupnya secara berlimpah dengan hanya tinggal diam apalagi tinggal tidur. Secara alamiah, orang-orang bukan percaya yang tidak mengerti tentang keselamatan dan kasih Allah punmelakukan segala sesuatudengan filososi alamiahbahwa dengan bekerja keras pasti berhasil, dengan bersusah payah dan berjerih lelah pasti ada hasil yang akan diperoleh.
Kita perlu memahami apakah hukum alamiah ini tidak sia-sia? Orang-orang luar akan menganggap bahwa jerih payah mereka tidak sia-sia karena mereka mendapatkan dan menikmati hasil dari susah payah mereka bekerja. Dari susah, sengsara menjadi berhasil. Tetapi secara kebenaran firman, jerih lelah manusia hanya sampai batas hidupnya di dunia dan tidak ada yang dapat dibawa sampai ke kekekalan.
Melalui pesan Tuhan tahun ini, kita harus hidup dengan bijaksanadengan tidak hanya berjerih lelah untuk kehidupan lahiriah dan jiwani tetapi berjerih lelah dan hasil dari jerih lelah itudapat kita bawa pulang ke sorga. Dengan semakin dinyatakan tanda-tanda zaman yang sedang terjadi saat ini yang menunjukkan semakin dekatnya kedatangan Tuhandankita harus siap sedia. Karena pengangkatan gereja Tuhan/orang-orang kudus bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa kita duga. Hidup kita sangatlah terbatas dan dibatasi oleh usia. Alkitab menuliskan usia manusia sampai di 70 tahun, selebihnya adalah bonus.
Jika pada Anda diberikan pilihan “cepat pulang ke sorga atau tinggal lebih lama di dunia?” Rasul Paulus pun bingung untuk menentukan karena ia ingin pergi ke surga tetapi ia berpikir bahwa tinggal di dunia akan lebih berguna bagi orang lain.
Sebagai orang percaya, semakin Tuhan berikan kita kesempatan lebih lama hidup di dunia semakin kita harus berjerih lelah untuk pekerjaan Tuhan. Selagi kita masih hidup, ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Mungkin yang kita lakukan tidak sama dengan orang lain seperti orang yang masih bekerja karena fisiknya masih kuat. Untuk orang yang sudah lanjut usia, yang sudah tidak dapat bekerja atau melakukan pelayanan secara fisik, mereka justru memiliki banyak waktu untuk tetap dapat melakukan pelayanan melalui doa karena pelayanan ini dapat menjangkau sampai ke ujung bumi.
Tuhan mau agar kita hidup lebih bijaksana di tahun 2018. Kita telah banyak mengetahui apa yang sedang terjadi di dunia ini baik melalui media sosial, berita-berita di koran serta majalah dantelevisi. Kita harus menyadari bahwa yang terjadi dari tahun ke tahun bahkan sepanjang tahun 2018 yang kita tidak tahu apa yang akan terjadi, ini bukan hanya sekedar peristiwa yang terjadi begitu saja melainkan merupakan bagian dari tanda-tanda yang Tuhan berikan kepada manusia bahwa kedatangan Tuhan untuk menjemput gerejanya sudah di ambang pintu dan sewaktu-waktu bisa terjadi.
Waktu untuk berjerih lelah tidaklah banyak. Oleh karena itu, jerih payah yang kita lakukan jangan hanya jerih payah menurut filosofi hidup alamiah di dunia ini, karena itu hanya sebatas sampai di liang kubur.

Wahyu 14:13 Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh,“ kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.”

Melalui ayat ini, membawa kita kepada suatu pemahaman bahwa kita tidak mau cepat-cepat pulang ke surga, karenamasihharusberjerihlelahuntukTuhan.
Kondisi kita berbeda-beda pekerjaan, tetapi yang jelas kita tidak akan bangun jam 10 pagi karena tidak akanada hasil yang didapat. Filosofi dunia saja mengatakan “bangun ketika matahari sudah terbit, rejeki sudah diambil orang lain.” Terlebih kita sebagai orang percaya, harusnya lebih berjerih lelah.
Ada seorangkepalarumahtangga yang pekerjaannya cukup berat mengatakan bahwa iaberangkat dengan matahari dan pulang dengan bulan. Maksudnya ialah ketika matahari terbit, ia sudah pergi bekerja dan pulang ketika bulan sudah keluar. Seorang bapak yang bertanggung jawab untuk rumah tangga dan keluarganya. Bahkan ada pula yang bekerja di rumah ketika matahari belum muncul, ia sudah harus bangun dan juga termasuk banyak ibu-ibu yang melakukan ini dimana ia harus menopang suami dalam tanggung jawabnya.
Hal-hal di atas adalah sesuatu yang positif dan Tuhan senang kita bertanggung jawab dalam bekerja. Tetapi hal tersebut tidak berlaku dalam Wahyu 14:13.
Apakah jerih lelah yang sudah dilakukan oleh bapak tersebut dapat dibawa pulang sampai ke sorga? Ia tidak dapat membawa pulang hasil jerih lelahnya selama di dunia karena tanggung jawab yang dilakukan hanyalah sebatas tanggung jawab ketika ia hidup di dunia secara lahiriah.
Yang perlu kita renungkan adalah perbuatan yang menyertai kita ketika sudah meninggal.
Kita perlu menikmati hasil dari jerih lelah kita selama bekerja tetapi tidak dengan memaksakan diri. Jika belum waktunya memiliki, jangan mengingini. Semua orang punya keinginan tetapi tidak boleh memaksakan diri karena Tuhan tau apa yang kita butuhkan. Memang benar firman Tuhan menyatakan “Nyatakanlah kepada Tuhan didalam doa segala keinginanmu” tetapi harus berdasarkan kehendak Tuhan bukan untuk memenuhi nafsu kedagingan kita.
Semakin lama kita hidup di dunia, semakin banyak kesempatan untuk melakukan kepentingan Tuhan. Kepentingan kita sudah pasti dengan sendirinya kita kerjakan. Kepentingan Tuhan yang kita lakukan inilah yang diperhitungkan untuk dapat dibawa pulang.
Ada peristiwa yang dikerjakan oleh manusia selama masa hidupnya di dunia yang ia tidak sadari bahwa pada akhirnya ada perhitungan terakhir.
Matius 25:31-4631Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.32Lalu semua bangsa akan dikumpulkan dihadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seprang daripada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, 33dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. 34Dan raja itu akan berkata kepada mereka yang disebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. 35Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus; kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; 36Ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.37Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?38Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?39Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?40Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salh seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. 41Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk iblis dan malaikat-malaikatnya. 42Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; 43ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. 44lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? 45Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. 46Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

Semua yang dilakukan oleh kelompok sebelah kanan ini, Tuhan mengatakan bahwa mereka melakukannya untuk Tuhan. Orang yang ada di kelompok sebelah kiri bertanya “kapan mereka tidak melakukannya untuk Tuhan?” mereka merasa melakukan tetapi Tuhan tidak memperhitungkannya karena Tuhan tidak menikmatinya.
Adaperhitungan-perhitungan yang dilakukan oleh Tuhan oleh karena adanya perbuatan-perbuatan yang dilakukan yang merupakan perbuatan iman. Ayat-ayat tersebut menunjukkan perbuatan iman dimana mereka melakukan segala perbuatannya kepada Tuhan. Mereka dan kita adalah sama. Kita tidak dapat melakukan secara langsung dengan nyata secara lahiriah kepada Tuhan. Tetapi Tuhan punya banyak kepentingan-Nya di bumi untuk gereja-Nya, untuk umat-Nya. Jadi kita harus bijaksana dalam memahami apa yang merupakan kepentingannya Tuhan di muka bumi ini. Sebab jika tidak memahami ini, kita akan hidup di dunia dengan susah payah membanting tulang tetapi tidak diperhitungkan Tuhan.
Jika Anda punya uangRp. 5 Miliar lalu saudarameninggaltanpemenikmatisebelumnya, betapa ruginya Anda karena secara lahiriah bukan saudara yang menikmati, yang kedua saudara pulang ke sorga tidak bisa harta saudara sampai ke surga karena Rp. 5 M mati percuma tidak menghasilkan apa-apa untuk kepentingannya Tuhan.
Kita berjerih payah di dunia ini hanya sampai sebatas liang lahat. Apakah diantara jerih payah itu ada diantaranya yang kita lakukan untuk kepentingannya Tuhan? Kepentingan Tuhan di bumi sangat banyak dan Tuhan melaksanakan kepentingan-Nya melalui keberadaan kita masing-masing dengan apa yang ada pada kita bukan apa yang tidak ada pada kita.
Ada jalan yang Tuhan sediakan untuk kita dapat melakukan kepada Tuhan kepentingan-Nya yaitu melalui pelayanan. Sesungguhnya kita jangan menganggap remeh pelayanan. Banyak orang memahami bahwa pelayanan hanyalah sekedar kegiatan yang dilakukan. Pada saat kita melayani berarti kita sedang menunjukkan kasih kita kepadaTuhan melalui pelayanan itu dan juga merupakan investasi dunia akhirat dalam bentuk jasmani, rohani, jiwani. Inilah yang perlu kita renungkan.

Matius 6:19 “janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.” 21Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Tahun 2018, Tuhan memberikan saudara kesempatan untuk melakukan perkara-perkara besar. Tetapi jika saudara tidak memahami kebenaran firman ini maka saudara akan melakukan dengan cara yang lain.
Bukan berarti karena ada kepentingannya Tuhandalam pelayanan kemudian tanggung jawab lahiriah tidak dikerjakan. Tanggung jawab lahiriah tetap harus dilakukan sesuai ketetapan Tuhan. Kita hanya sementara di bumi tetapi kita tidak akan pulang dengan tangan kosong. Dan pada saat Tuhan beri kesempatan untuk kita melayani Dia, lakukanlah dengan jerih lelah bukan dengan asal-asalan supaya semua yang kita berikan adalah yang terbaik. Sekarang di tahun 2018, kita masih hidup, masih diberi kesempatan, mari kita jadi berkat, memberikan yang terbaik dengan segenap apa yang ada pada kita dan kumpulkanlah harta di sorga karena di mana hartamu berada di situ pula hatimu berada.

By : Pdt. R.F Martino