PERANAN FIRMAN TUHAN DALAM MENJAWAB REALITA HIDUP
GppsPalu – “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu”. Yohanes 14:25-26
Hari-hari ini keadaan dunia semakin gonjang-ganjing, hal-hal yang tidak lazim dan belum pernah kita lihat dan dengar terjadi. Berbagai bencana alam, kemerosotan ekonomi, situasi politik dan keagamaan semakin mengkuatirkan. Maka manusia menjadi semakin kuatir dan mencari jawaban untuk realita tersebut. Dari Alkitab kita mengetahui bahwa inilah akhir zaman. Bahkan dalam 2 Timotius 3 dikatakan pada hari terakhir akan datang masa yang sukar bahkan akan menimpa gereja Tuhan juga. Karena itu kita perlu kecakapan untuk menyikapi setiap realita hidup sesuai kebenaran firman Tuhan sehingga realita hidup tidak akan membuat kita roboh dan tak berdaya.
Dalam menghadapi realita hidup banyak disana-sini orang-orang yang mengeluh. Padahal kita harus menghadapinya dengan pikiran positif. Motivator-motivator sekarang menyemangati lewat kata-kata tetapi hanya untuk menyegarkan unsur jiwani kita. Itu sebabnya kita telah belajar Firman Tuhan tentang memiliki pengalaman hidup bersama Roh Kudus, khususnya mereka yang sudah dipenuhi dengan Roh Kudus. Alangkah bodohnya kita jika Roh Kudus kita biarkan tidak berfungsi dalam kehidupan kita. Hidup oleh Roh bukan tunggu ada suara atau penglihatan tetapi bagaimana Roh Kudus memimpin seluruh kehidupan kita.
Galatia 5:16 -18 berkata, “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat”.
Apa hasil jika kita dipimpin oleh Roh Kudus? “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu”. Gal. 5:22-2. Buah Roh ini adalah hasil dari orang percaya yang dipimpin oleh Roh Kudus.
Kembali kepada situasi kondisi realita hidup yang dihadapi oleh semua orang, banyak orang yang mencari solusi. Tetapi solusi biasanya dilakukan dengan cara-caranya sendiri. Apakah solusi itu sudah benar dan tepat? Apakah kita membiarkan hidup kita dipermain-mainkan dengan masalah?
Mulai sejak usia remaja, seseorang juga sudah mempunyai masalah. Umumnya remaja akan membuat solusi sesuai dengan kemampuannya. Oleh sebab itu penting peranan orang tua mengajar anak-anaknya. Seorang percaya yang mengandalkan faktor jiwaninya untuk menyelesaikan masalah, tidak akan bertahan. Itulah sebabnya mengapa di gereja ini ada pemuridan? Supaya setiap jemaat bisa cakap menjadikan Firman sebagai jawaban atas setiap realita hidupnya.
Setelah Yesus dibaptis, Ia dibawa Roh untuk dicobai di padang gurun. Setelah berpuasa 40 hari 40 malam maka laparlah Yesus. Iblis lalu menyodorkan kepada Yesus kebutuhan Yesus akan makanan. Mengapa pencobaan iblis yang pertama kepada Yesus adalah tentang makanan? Karena ia tahu bahwa itulah kebutuhan mendesak Yesus saat itu. Disaat kita diperhadapkan dengan kebutuhan mendesak, kita umumnya mendispensasikan diri untuk menikmatinya dan berpikir, “Tuhan pasti mengerti”. Iblis tidak hanya menyerang asal-asalan, tetapi iblis menyerang melalui realita hidup berupa kebutuhan hidup kita yang mendesak. Ia tahu persis apa yang paling kita butuhkan dan paling mendesak, karena ia tahu bahwa untuk semua yang mendesak, kita sering membuat dispensasi.
Tetapi terhadap cobaan iblis itu, Yesus berkata “Ada tertulis”. Yesus tahu bahwa semua yang tertulis adalah bukti otentik. Suatu yang otentik sangat kuat keabsahannya dan bisa menjadi barang bukti di pengadilan. Yesus kemudian berkata bahwa manusia hidup bukan dari roti saja tetapi juga dari Firman Allah, hal ini jika dikaji sebenarnya sulit diterima oleh orang pada umumnya. Mengapa? Karena manusia memang tidak bisa hidup tanpa makanan. Sehingga bagi kebanyakan orang, makanan jasmani adalah hal yang sangat penting. Banyak orang yang berkata, “Kami bekerja yang penting bisa makan”. Anak-anak Tuhan tidak boleh punya prinsip demikian karena Tuhan merancangkan memberkati kita berlimpah, bukan hanya sekedar cukup makan. Saat kita melakukan bagian kita dengan bekerja keras, Tuhan melakukan bagian-Nya dengan memberkati kita.
Bagaimana kita menjalani hidup jika hanya makanan jasmani yang tercukupi tetapi kita tidak memiliki makanan rohani? Sedangkan Tuhan Yesus berkata kita hidup bukan hanya dari makanan jasmani saja tetapi juga dari Firman Allah! Bahkan dalam Yohanes 14:26 dikatakan bahwa Roh Kudus akan mengingatkan Firman Tuhan yang telah kita dengar dan mengajarkan kita segala sesuatu! Ini sungguh janji yang luar biasa.
Saat ini gereja dalam kondisi yang memprihatinkan. Di kota-kota besar banyak pengusaha yang berinvestasi membangun gedung serbaguna yang besar, mengisinya dengan berbagai sound system mewah, lalu menyewakannya kepada organisasi gereja yang belum mempunyai gedung gereja, tinggal memanggil pendeta-pendeta terkenal untuk berkhotbah dan ia menjadi manajer pendeta. Ini adalah bisnis gereja! Bahkan pengusaha tersebut kemudian dijadikan pendeta muda dan dalam waktu yang tidak lama menjadi pendeta. Kondisi seperti ini sungguh memprihatinkan sehingga nilai kependetaan menjadi tidak berharga lagi.
Karena itu jangan anggap remeh Firman Tuhan! Firman Tuhan sungguh berkuasa! Ibrani 4:12 berkata, ”Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita”. Jangan hanya menunggu Tuhan berkata secara audibel (suara Tuhan dapat didengar telinga) karena kita punya Alkitab yang bisa kita baca. Alkitab bukan hanya buku biasa, tetapi Alkitab yang adalah Firman Allah yang tertulis, memiliki kuasa! Tahukah anda bahwa semua yang tertulis adalah bukti otentik dan punya kekuatan hukum? Contoh kita bisa mempunyai mobil mewah tetapi mobil itu bukan milik kita jika kita tidak punya dokumen yaitu BPKB sebagai bukti kepemilikan. Kita bisa mempunyai banyak tanah, tetapi tanah itu bukan milik kita jika kita tidak memiliki sertifikat sebagai bukti kepemilikan. Saat kita menghadapi suatu perkara, maka dokumen tersebut akan sangat diperlukan sebagai bukti otentik yang punya kekuatan hukum. Karena itu kekuatan Firman Allah harus kita nikmati. Saat kita membaca Firman Allah dan sewaktu kita menghadapi realita hidup, maka Firman Allah tertulis yang pernah kita baca itulah yang menjadi jawaban bagi kita.
Karena itu berikan ruang dalam hidup kita terhadap Firman Allah. Jangan jadikan Firman hanya sebatas pengetahuan. Saat Firman Allah hadir menjadi jawaban atas realita hidup kita, maka kita harus melakukan Firman tersebut. Jika kita tidak mau melakukan Firman yang telah hadir sebagai jawaban, jawaban apa lagi yang kita inginkan sedangkan Firman itu sudah menjadi jawaban? Karena justru saat Firman Tuhan itu kita lakukan maka Firman itu akan terlaksana, terjadi, dan berhasil dalam hidup kita, seperti yang tertulis dalam Yesaya 55:10-11, “Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya”.
Written by Pdt. DR. R. F. Martino









