MELAKUKAN SEGALA KEHENDAK ALLAH PADA ZAMANNYA
Kisah Para Rasul 13:36 “Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan.”
“Pada zamannya” dalam ayat diatas juga berarti “pada generasinya” (terjemahan Amplified Bible). Kita tahu bahwa tokoh-tokoh Alkitab sampai kita saat ini hidup di zaman yang berbeda-beda. Zaman kita saat ini merupakan zaman yang sangat menggairahkan karena kita hidup di zaman penggenapan seluruh janji-janji Allah.
I. SEKILAS TENTANG KOTA PALU
Saat-saat ini kota Palu semakin sering mengalami gempa bumi. Ini dikarenakan kota Palu memang berada dalam jalur gempa. Dahulu kala kota Palu adalah lautan. Tepi laut di masa lalu bukan di Pantai Talise sekarang ini, namun ada di lereng-lereng gunung Biromaru, Bora sampai Bangga. Ini terbukti dengan berbagai situs-situs lumpang batu yang berada di gunung-gunung. Menurut penelitian batu-batu ini berasal dari tahun sekitar 2000 SM. Berarti ini sama dengan zaman Abraham. Pada saat itu lereng-lereng gunung di Sulawesi Tengah ini sudah dihuni oleh manusia. Hal ini tidaklah mengherankan karena setelah peristiwa menara Babel, umat manusia terserak ke seluruh dunia. Namun yang menjadi pertanyaan: Bagaimana air di Sulawesi Tengah ini bisa surut? Bagaimana tepi laut yang dulunya di lereng gunung akhirnya menjadi seperti sekarang ini? Ini karena pada masa lalu terjadi gempa yang sangat kuat. Menurut sejarah, Raja pertama Kerajaan Sigi bukanlah pria melainkan wanita. Raja (Ratu) Sigi itu bernama Gilinayo. Saat ia memerintah ia belum menikah dan ia sangat cantik. Pada masa itulah terjadi tabrakan lempeng bumi yang mengakibatkan gempa yang sangat besar. Tabrakan itu menyebabkan lempengannya naik ke atas sehingga tepi laut turun ke lembah Palu seperti sekarang ini. Setelah itu orang-orang pada masa lalu turun ke lembah Palu dan setelah itu barulah ada Kerajaan Palu. Tetapi orang Kaili percaya bahwa air laut suatu saat akan naik kembali.
II. MALAPETAKA YANG TERJADI SETELAH MASA PENGANGKATAN
Apa yang orang Kaili yakini bahwa air laut suatu saat akan naik kembali ternyata memang nanti akan terjadi. Tetapi kita tidak perlu takut, karena peristiwa itu akan terjadi setelah masa pengangkatan. Di dalam Kitab Wahyu tertulis ada:
– Pembukaan 7 meterai
– Peniupan 7 sangkakala
– Penumpahan 7 cawan murka Allah
Saat ini kita sudah sampai pada meterai ke-6. Dan tinggal 1 meterai lagi yang belum terbuka yaitu Meterai ke-7 yang adalah pengangkatan. Berarti waktu untuk pengangkatan sudah tidak lama lagi. Setelah pengangkatan barulah akan ada peniupan 7 sangkakala dan penumpahan 7 cawan murka Allah.
Salah satu malapetaka yang terjadi di bumi setelah masa pengangkatan adalah terjadinya gempa bumi hebat yang mengakibatkan gunung dan pulau bergeser. Pada waktu itulah tabrakan lempengan bumi di Sulawesi Tengah mengakibatkan lempengannya turun ke bawah sehingga air laut akan naik kembali dan kota Palu akan ditutupi air laut.
Maka, jika kita tidak mau mengalami malapetaka-malapetaka itu, pastikan kita ikut dalam pengangkatan.
III. PERGUNAKANLAH WAKTU YANG TERBATAS UNTUK MELAKUKAN SEGALA KEHENDAKALLAH
Dari ayat diatas kita membaca bahwa Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya.
Yesus Kristus selama di dunia juga melakukan kehendak Allah Bapa pada zaman-Nya. Yesus berkata dalam Yohanes 8:29b “sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” Jadilah orang-orang yang berkenan di hadapan Allah yang melakukan SEGALA (bukan sebagian) kehendak Allah.
Daud diberi waktu usia 70 tahun untuk melakukan kehendak Allah. Yesus Kristus hanya diberi waktu 33,5 tahun di dunia untuk melakukan kehendak Bapa. Setiap kita memiliki waktu hidup yang terbatas. Dalam waktu yang terbatas ini kita harus memenangkan jiwa-jiwa karena semua suku bangsa dan bahasa akan berdiri di hadapan Allah.
Amanat Agung Tuhan Yesus adalah untuk menjadikan segala bangsa murid-Nya. “Segala Bangsa” dalam bahasa aslinya adalah “segala suku bangsa”. Karena itu kita melihat pada masa gereja mula-mula, para rasul dan orang-orang percaya sangat militan dalam menjangkau jiwa-jiwa, karena mereka tahu bahwa waktu mereka terbatas di dunia ini.
IV. MENGENAL KEHENDAK ALLAH
Roma 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Ada 3 tingkatan kehendak Allah:
1. Yang baik
2. Yang berkenan kepada Allah
3. Yang sempurna
Dengan demikian, kita mengetahui ada beberapa tipe orang Kristen:
Orang Kristen tipe pertama adalah yang gaya hidupnya seperti orang dunia: mabuk, mencuri, berzinah, dll. Firman Tuhan memperingatkan supaya jangan hidup seperti orang yang diluar kehendak Allah! Mereka tidak tahu bahwa waktu mereka sangat singkat.
Orang Kristen tipe kedua adalah yang sudah tahu kehendak Allah, tetapi masih sebatas apa yang baik. Mereka sudah bertobat, tidak lagi berzinah, mencuri, dan hidup baik-baik serta rajin beribadah. Tetapi banyak yang hanya berhenti disini
Orang Kristen tipe ketiga adalah mereka yang tidak berhenti hanya sampai mengetahui kehendak Allah yang baik. Tetapi mereka terus berusaha mengenal kehendak Allah: yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna. Tuhan Yesus mengajar agar hidup kita berbuah: 30x lipat, 60x lipat, bahkan 100x lipat. Jangan puas jika kita baru berbuah 30x lipat. Teruslah ke tingkatan selanjutnya.
Dalam pelajaran Tabernakel, ada orang-orang percaya halaman, orang-orang percaya di Ruang Kudus, ada orang-orang percaya yang berada di Ruang Maha Kudus.
Ada jenjang-jenjang yang harus dicapai. Kita tidak boleh statis. Kita harus terus naik tingkatan.
1 Tesalonika 5:23-24 “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.”
Inilah yang harus menjadi fokus kita. Kudus (Yunani: Hagios). Hagios artinya bukan hanya bersih tetapi berbeda. Beda dalam hal apa? Cara berpikir, cara berbicara, dan segala hal.
Pertama-tama Tuhan menghendaki kita berbeda dalam hal apa?
1. Roh
Dulu roh kita mati karena dosa sehingga kita tidak bisa bersekutu dengan Allah. Untuk roh dilahirkan kembali maka harus percaya, bertobat dan menerima Yesus. Kemudian kita perlu memberi diri dibaptis. Baptisan air bukan aturan gereja. Dalam baptisan, roh lama kita dikubur. Baptisan membantu kita untuk hidup kudus.
Kemudian setelah itu kita perlu mengalami Baptisan Roh Kudus. Kita juga perlu terus menerus menyangkal daging, membangun iman dengan membaca Firman, Doa, serta Pujian Penyembahan. Sebelum memberitakan Injil, kita harus mengalaminya lebih dulu.
Pengudusan yang Allah kerjakan dalam hidup kita bukan hanya satu kali namun terus menerus sampai kita menjadi sempurna. Tetapi harus ada kerjasama antara kita dengan Allah. Terkadang saat kita santai dengan kerohanian kita, Tuhan akan mencambuk, mengejutkan kita supaya kita sadar bahwa hidup kita tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
2. Jiwa
Bisa saja pikiran yang lama, emosi yang lama masih ada. Bagaimana agar jiwa kita terus diubahkan?
Yakobus 1:21 “Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.”
Pertama, Buang segala sesuatu yang kotor. Pembersihan itu harus dilakukan setiap hari. Sama seperti rumah kita perlu dibersihkan setiap hari karena jika dibersihkan sebulan sekali maka akan sangat kotor. Begitupun rumah rohani kita perlu dibersihkan setiap hari. Karena pencemaran ada setiap hari.
Kedua, Terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Kata menyelamatkan disini dalam bahasa aslinya juga berarti:
1. Memperbaharui
2. Memulihkan
3.Menyempurnakan
Unsur jiwani kita yang harus diubahkan adalah:
1. Pikiran
Dalam Roma 12:2 dikatakan “Berubahlah oleh pembaharuan budimu.” Bagaimana mengalami pembaharuan budi/pikiran? Baca Firman, Renungkan, dan Lakukan
Bagaimana cara merenungkan Firman? Yosua 1:8 “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”
Kita harus memperkatakan Firman Tuhan terus menerus siang dan malam dan merenungkannya sampai Firman itu masuk dalam hidup kita dan mengubahkan kita. Contohnya kita bisa memperkatakan berdasarkan 2 Korintus 5:17 “Jadi (nama Anda) yang ada di dalam Kristus, (nama Anda) adalah ciptaan baru: (nama Anda) yang lama sudah berlalu, sesungguhnya (nama anda) yang baru sudah datang.”
2. Perasaan
Kalau perasaan belum diubahkan, belum memiliki perasaan Kristus, maka kita akan cuek dengan jiwa-jiwa. Namun jika kita sudah mempunyai perasaan Kristus maka akan ada belas kasihan pada jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Sudahkah kita menangis saat melihat masih banyaknya jiwa-jiwa yang terhilang?
Biarlah kita menjadi seperti Daud dan seperti Yesus yang berkenan kepada Allah karena kita melakukan segala kehendak Allah pada zaman ini.
By. : Pdt. Mediati Martino









