This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

GODAAN IMAN (2)

Roma 16:17-20 17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! 18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya. 19 Kabar tentang ketaatanmu telah terdengar oleh semua orang. Sebab itu aku bersukacita tentang kamu. Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat. 20 Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!

I Korintus 10:12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!

Pendahuluan
Sebelumnya kita sudah belajar mengenai perbedaan antara ujian iman dan godaan iman. Perbedaannya sangat tipis sehingga sulit dideteksi. Ujian iman punya bentuk yang jelas sedangkan godaan iman bentuk aslinya terselubung. Dibalik ujian iman ada maksud dan rencana Tuhan (Roma 8:28) tapi dibalik godaan ada Iblis dengan rencananya yang jahat. Ujian iman membawa ke pertumbuhan rohani benar sedangkan godaan iman membawa pada kehancuran. Sebelumnya juga kita juga sudah belajar dari beberapa tokoh Alkitab yang mengalami ujian iman dan godaan iman. Mengapa ada yang gugur dan ada yang berhasil? Semua itu tergantung dari pemahaman. Dari sini kita harus punya pemahaman yang benar, supaya sikap kita juga benar dan tindakan yang kita ambilpun benar. Karena jika pemahaman kita salah maka sikap dan tindakan kitapun akan salah. Menghadapi ujian iman berbeda dengan menghadapi godaan iman.

I Tesalonika 3:1-7 1 Kami tidak dapat tahan lagi, karena itu kami mengambil keputusan untuk tinggal seorang diri di Atena. 2 Lalu kami mengirim Timotius, saudara yang bekerja dengan kami untuk Allah dalam pemberitaan Injil Kristus, untuk menguatkan hatimu dan menasihatkan kamu tentang imanmu, 3 supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu. 4 Sebab, juga waktu kami bersama-sama dengan kamu, telah kami katakan kepada kamu, bahwa kita akan mengalami kesusahan. Dan hal itu, seperti kamu tahu, telah terjadi. 5 Itulah sebabnya, maka aku, karena tidak dapat tahan lagi, telah mengirim dia, supaya aku tahu tentang imanmu, karena aku kuatir kalau-kalau kamu telah dicobai oleh si penggoda dan kalau-kalau usaha kami menjadi sia-sia. 6 Tetapi sekarang, setelah Timotius datang kembali dari kamu dan membawa kabar yang menggembirakan tentang imanmu dan kasihmu, dan bahwa kamu selalu menaruh kenang-kenangan yang baik akan kami dan ingin untuk berjumpa dengan kami, seperti kami juga ingin untuk berjumpa dengan kamu, 7 maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu.

Dalam suratan di atas, Paulus kuatir kalau-kalau iman mereka goyang karena kesusahan-kesusahan. Kemudian Paulus mengirim Timotius untuk mencari kabar tentang jemaat di Tesalonika dan ternyata iman mereka tetap teguh.
Disuratan ini kita menemukan juga bahwa ujian iman punya bentuk yang jelas.

“ 3supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.”
Ketetapan Tuhan bagi setiap orang yang sudah lahir baru adalah hidup oleh iman, maka imannya harus diuji melalui berbagai bentuk kesusahan (bentuknya jelas).

5 Itulah sebabnya, maka aku, karena tidak dapat tahan lagi, telah mengirim dia, supaya aku tahu tentang imanmu, karena aku kuatir kalau-kalau kamu telah dicobai oleh si penggoda dan kalau-kalau usaha kami menjadi sia-sia.
Disini kita harus memahami betapa perlunya kita berwaspada sebab dalam segala bentuk ujian iman, Iblis juga berusaha untuk menghadirkan godaan di dalam ujian-ujian itu supaya iman goyah.
Godaan dari Iblis bentuknya terselubung/tidak jelas dan ujungnya adalah menghancurkan. Ada banyak hamba-hamba Tuhan ternama tumbang dalam godaan, bisa tegar dalam ujian iman tapi tumbang dalam godaan, karena tidak bisa mendeteksi yang mana ujian iman yang mana godaan iman?

I Korintus 10:12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!

Tuhan tidak mengajar kita untuk takut pada Iblis, tapi Tuhan juga tidak mengajar kita untuk meremehkan Iblis. Kesombongan rohani bisa membuat kita meremehkan Iblis. Secara de jure kebenaran memang Iblis telah dikalahkan melalui pengorbanan dan kuasa kebangkitan Kristus tapi secara de facto (kenyataan) Iblis masih bergerak untuk menjatuhkan manusia dengan menggunakan tipu muslihat.

Efesus 6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
Hanya untuk melawan tipu muslihat Iblis, Tuhan menyuruh kita untuk mengenakan seluruh selengkap senjata Allah. Kira-kira tipu muslihat yang bagaimanakah itu?

Yesus berhasil melewati ujian iman
Matius 4:1-10 1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. 2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. 3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” 4 Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” 5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, 6 lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” 7 Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” 8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, 9 dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” 10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Tiga tahap pencobaan Iblis terhadap Yesus:
1. Batu menjadi roti
2. Menjatuhkan diri dari bumbungan Bait Allah
3. Iblis minta disembah

Alkitab menulis bahwa setelah berpuasa empat puluh hari empat puluh malam maka laparlah Yesus. Karena Iblis tahu bahwa lapar adalah kebutuhan yang mendesak maka ia mulai mencobai Yesus. Tapi Yesus bisa mengendalikan rasa laparnya, intinya adalah tidak ada satupun yang Yesus layani. Tidak satupun anjuran si Iblis yang Yesus kabulkan. Pencobaan pertama dan kedua masih terselubung. Yesus tidak menganggap penting untuk merubah batu menjadi roti. Tapi ketika Iblis menyebutkan pencobaan yang ketiga Yesus langsung menghardiknya, karena ujung-ujungnya si Iblis minta disembah. Mengapa baru pada pencobaan yang ketiga Yesus menghardik Iblis? Karena Yesus menemukan maksud dari si Iblis hanya mau disembah.

Terkadang orang peraya menganggap adalah hal yang rohani ketika kita mendemonstrasikan kuasa Allah. Mereka tidak bisa membedakan apakah itu godaan Iblis ataukah memang Tuhan suruh, karena memang sangat tipis perbedaannya.

Disini kita memahami bahwa tujuan akhir dari sebuah godaan, karena godaan bentuknya tidak jelas, tetapi jika kita punya hikmat Allah, kita akan tahu apa tujuan sebenarnya.
Yang berikut harus kita pahami adalah bahwa godaan akan dapat menggugurkan kita apabila ada nafsu-nafsu dalam diri kita dimana kita menginginkan nafsu itu terwujud dan kita tidak bisa mengendalikannya, akhirnya hal itu akan membuat kita jatuh.

Setelah Yesus selesai dicobai, Ia mulai melayani dan mempunyai murid-murid. Dalam tim misi yang Yesus pimpin ada seorang murid yang bernama Yudas. Diceritakan bahwa Yudas sering dan terbiasa mengambil uang kas yang dipegangnya. Maka terjadilah ketika dia menginginkan uang dan ada godaan untuk menjual Yesus, meski jumlahnya hanya 30 keping perak, maka gugurlah Yudas hanya karena uang. Yudas sempat sadar tapi ia tidak bertobat.

Demas meninggalkan pelayanan
II Timotius 4:10 karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia.

Demas salah pribadi yang dimenangkankan yang kemudian ikut rombongan Paulus untuk melayani. Ia meninggalkan Paulus karena mencintai dunia. Sangat jelas dikatakan dalam I Yohanes 2:15: Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
Sebenarnya tidaklah mudah bagi Demas meniti pelayanan, dari dia lahir baru hingga ia bisa melayani bersama-sama Paulus. Tapi Demas akhirnya mengambil keputusan untuk meninggalkan pelayanan karena godaan dunia.

Umumnya orang yang hebat dalam hal rohani dan pelayanan bisa tetap bertahan tegar dalam ujian tapi tumbang dalam godaan. Kesulitan apapun ia bisa bertahan tapi begitu godaan datang iapun tumbang. Tantangan kesombongan bisa membuat orang tersebut gugur. Bagi Orang-orang yang merasa rohaninya baik tetap berwaspadalah! Tuhan menginginkan kita untuk memiliki sikap iman yang benar agar godaan itu tidak tembus dan menggugurkan iman.

Tindakan iman apa yang diambil untuk menghadapi godaan?

JAUHILAH!
II Timotoius 2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

HINDARILAH!
II Timotius 2:23-26 23Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran, 24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar 25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, 26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

I Timotius 6:9-10 9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. 10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

Jika Tuhan sudah memerintahkan untuk jauhi dan hindari tapi kita tetap lakukan, maka tidak ada jaminan perlindungan dan kehadiran Tuhan di dalamnya. Jangan punya iman yang konyol untuk mendekat, karena Tuhan tahu bahwa ketika kita dekat, maka kita tidak akan mampu. Jadi hindarilah!

JANGAN BERGAUL
II Timotius 3:1-5 1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, 3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, 4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. 5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

I Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

I Korintus 5:9-10 9 Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul. 10 Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini.

I Korintus 5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

Terkadang kita lebih menjaga diri dari pergaulan orang-orang diluar gereja, padahal orang-orang yang kita anggap rohani mempunya karakter yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Orang-orang yang seperti itu Tuhan berkata “Jangan bergaul!”. Transfer roh yang terjadi bisa lebih kuat jika bergaul dengan orang-orang yang seperti itu.

II Tesalonika 3:14-15 14 Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu, 15 tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara.

Kita harus memberi sanksi sosial terhadap orang-orang yang mempunyai kelakuan seperti yang t ertulis di atas. Alkitab berkata jangan bergaul dengan mereka dan tandai mereka. Kita tidak mengucilkannya atau memusuhinya tapi kita harus lebih bisa menjaga diri terhadap orang-orang yang seperti itu.

By. : Pdt. R.F. Martino