IMAN DAN PENGALAMAN IMAN (2)
Roma 14:23 “Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.”
I Yohanes 5:4-5 Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
Pendahuluan
Kita sudah belajar mengenai “Iman” dan “pengalaman iman”. Tuhan sudah menetapkan bagi setiap orang yang sudah lahir baru harus hidup oleh iman, seperti yang terulis dalam Roma 1:17 “Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”
Ternyata tidak semua orang percaya hidup oleh iman. Sebagian besar beriman kepada Tuhan Yesus Kristus supaya jika meninggal masuk surga (hanya untuk urusan akhirat). Bukankah kita masih hidup di dunia? Oleh sebab itu Tuhan menetapkan harus hidup oleh iman. Di luar dari itu adalah dosa (Roma 14:23).
Jika kita tidak melakukan firman maka yang kita lakukan adalah dosa, dan sebaliknya selama kita lakukan firman kita tidak akan berbuat dosa.
Ketika kita hidup oleh iman itu menunjukkan kita sudah lahir baru dan melanjutkannya dengan hidup baru.
Hidup oleh iman hidup berarrti melakukan ketaatan atas firman Tuhan karena kita mengasihi Tuhan bukan karena tekanan atau “takut Tuhan pukul”. Tapi yang nampak dalam perjalanan hidup secara riil, masih banyak kepercayaan lama yang mengikat dan dipelihara begitu rupa padahal ia adalah seorang Kristen. Ini membuktikan bahwa ia tidak hidup oleh iman. Orang seperti ini tidak akan pernah mengalami pertumbuhan iman/pertumbuhan rohani, tidak akan pernah punya pengalaman, ia hanya punya pengalaman hidup.
Pengalaman hidup bisa dibahasakan seperti ini: Jika ia senang maka ia katakan ia lagi beruntung (hoki), tetapi jika kena masalah ia berkata bahwa ia lagi sial. Inilah filosofi umum. Tetapi bagi orang yang hidup oleh iman ia akan mengelola setiap realita hidup ini (dengan iman), darimana ia mendapatkan jawaban-jawaban? tentunya dari firman karena dikatakan dalam Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Setiap orang percaya harus punya kempuan merubah pengalaman hidup menjadi pengalaman iman. Maksudnya adalah setiap realita hidup yang menghadapinya adalah iman, makanya selalu ada jawaban karena firman Allah adalah jawaban.
Pengalaman-pengalaman iman memiliki berbagai macam bentuk
Kita harus memahami bahwa pengalaman iman itu ada berbagai macam bentuknya. Jika kita tidak memahami ini, kita bisa kecewa bukan hanya pada manusia tapi bisa kecewa pada Tuhan, padahal hanya karena kita tidak memahami. Mari mengingat kembali penjelasan mengenai: pemahaman yang keliru akan memproduksi sikap yang keliru dan sikap yang keliru akan memproduksi tindakan yang keliru. Jadi kita harus benar-benar memahami hal ini.
Ketika kita sudah mulai hidup oleh iman itupun masih banyak pergumulan-pergumulan yang kadangkala membingungkan. “Mengapa saya harus mengalami hal ini?”, “Mengapa Tuhan tidak bela saya?”, “Katanya Tuhan tidak pernah berdusta!”, kalimat-kalimat inilah yang sering terucapkan. Dan ketika kita pergi kepada pembimbing-pembing rohani jawaban yang biasa didapat adalah kita harus lebih banyak berdoa dan harus lebih sungguh-sungguh dalam berdoa. Lama kelamaan kita akan menjadi lelah dan bingung.
Kedahsyatan Tuhan adalah pengalaman awal ketika lahir baru
Minggu lalu kita sudah belajar satu bentuk pengalaman iman tentang kedahsyatan Tuhan. ini adalah pengalaman awal. Ketika seseorang yang baru saja mengalami pengalaman lahir baru, ia akan mendapat pengalaman iman tentang kedahsayatan Tuhan yaitu doa-doanya dengan sangat mudah dijawab bahkan perkara sulit sekalipun Tuhan melakukan mujizat. Setelah lewat beberapa bulan kemudian dia memberi kesaksian dan kali ini kalimat yang dikeluarkan sudah berbeda dari yang semula. Dia berkata bahwa semakin ia serius mengikuti Tuhan semakin banyak pergumulan. Mengapa kita dibawa pada pengalaman seperti ini? Tentu Tuhan punya maksud dan tujuan Tuhan memperkenalkan dirinya yang begitu dahsyat dan begitu mudah menjawab doa, mengadakan mujizat yang tidak dapat ditangani oleh pikiran manusia yang tidak dapat diselesaikan oleh hukum analisa logika. Tatapi banyak anak Tuhan tidak memahami maksud dan tujuan Tuhan melakukan ini. Tidak beda dengan umat Israel, ada sekian banyak malapetakan menimpa Mesir, Tuhan sedang memperlihatkan kedahsyatan-Nya, tapi merekapun tidak taat kepada Tuhan. Mereka menjadi umat yang paling menyakitkan hati Tuhan. Bahkan hanya untuk membentuk mereka mengerti siapa itu Tuhan, untuk membentuk karakter mereka, Tuhan butuh 40 tahun lamanya untuk membuat umat Israel sadar dan bertobat.
Oleh karena itulah sesungguhnya pengalaman iman yang awal ini sudah merupakan dasar yang paling kuat, boleh dikatakan pengalaman awal ini Tuhan mendemonstrasikan kedahsyatan-Nya kepada orang percaya. Tapi mengapa perjalanan berikutnya dalam hidup oleh iman, kita jadi bingung, bimbang, ragu dsb? Salah satunya adalah karena kita tidak memahami bahwa ada berbagai pengalaman iman dan semua pengalaman hidup kita sesungguhnya harus menjadi pengalaman iman.
Kita hanya mau seumur hidup kita Tuhan melakukan kedahsyatan, kita hanya mau hidup dimanjakan oleh Tuhan, tetapi dalam menjalani hidup kita tidak mau menjalani ketaatan. Kita hanya mau Tuhan melakukan mujizat, bahkan sampai perkara kecil sekalipun yang semestinya bisa dilakukan dengan mudah kita masih mengharapkan mujizat. Saya tidak anti mujizat, tapi jika kita menganggap Tuhan hanya bekerja dengan melakukan mujizat, berarti kita bersedia menerima peristiwa-peristiwa tragis, karena mujizat bersaudara kembar dengan peristiwa-peristiwa tragis. Mujizat terjadi ketika akal pikiran sudah tidak mampu melakukan apapun karena terbatas dengan hukum logika yang tidak bisa menembus hukum iman, tetapi hukum iman bisa menembus hokum logika.
Ketika Tuhan memerintahkan untuk mengalahkan kota Yeriko berbeda dengan ketika Tuhan memerintahkan untuk mengalahkan Kota Ai. Kota Yeriko Tuhan memerintahkan untuk mengelilingi kota itu tanpa bersuara hingga hari yang ketujuh baru bersuara/bersorak dan robohlah tembok Yeriko. Tapi peperangan berikutnya berbeda, ketika Yosafat tak berdaya dikepung oleh tiga suku bangsa, ia berseru kepada Tuhan dan Tuhan mengatakan padanya tidak usah berperang dan akan melihat saja bagaimana Tuhan bekerja. Dan ketika menyusun pasukan untuk berperang, Tuhan mengatur bahwa yang ada di barisan depan adalah penyanyi dan para pemusik. Inilah pengalaman yang Tuhan berikan.
Nah inilah yang perlu kita pahami. Jadi setelah kita belajar tetang kedahsyatan Allah, setelah Tuhan memperkenalkan diri-Nya secara pribadi kepada kita untuk dapat memiliki, mengetahui dan mengalami bagaimana dahsyatnya Tuhan, bukankah ini adalah dasar yang paling kuat untuk menjadi dasar perjalanan/pengalaman berikutnya, karena dari awal kita sudah alami kedahsyatan Tuhan.
Pengalaman berikutnya bukan Tuhan itu tidak dahsyat tetapi Tuhan mengajar kita. Sama dengan setiap hari pengalaman yang dialami pasti berbeda tegantung realitas hidup apa yang kita hadapi. Semuanya bervariasi, jangankan pengalaman hidup, makanan yang kita konsumsi saja setiap hari bervariasi, tidak akan mungkin seminggu atau sebulan kita makan dengan menu yang sama. Ketika kita bicara tingkat usia, pengalam anak sekolah minggu akan berbeda dengan pengalaman anak remaja, anak muda, orang tua, bahkan lansia, semuanya pasti punya pengalaman yang berbeda. begitupun pertumbuhan fisik, mental, kejiwaannya semuanya berbeda.
Pengalaman tentang ketaatan
Oleh karena itu sesudah kita semua mengalami kedahsyatan Tuhan, ini semua belum selesai, Tuhan membawa kehidupan kita untuk lebih mengenal Dia dan juga membawa iman kita bertumbuh, sebab sudah ditetapkan hidup oleh iman sedangkan yang terformat secara alamiah manusia hidup oleh unsur jiwani yang meng-hanlde semuanya.
Makanya tidak berkesudahan lebih lanjut perjalanan hidup kita, oleh sebab imanlah yang harus meng-handle setiap realitas hidup. Karena ketika iman kita meng-handle atau mengelola akan realitas hidup itu di dalam firman itu selalu muncul firman Allah, inilah yang menjadi jawaban atas segala masalah kita.
Dengan demikian kita terus bertumbuh dan semakin teguh. Kita tidak boleh dipermain-mainkan dengan masalah hidup. “…Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus…”
Sejauh mana kita memahami iman itu sendiri maupun pengalaman iman?
I Petrus 1:14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu.
Ini menunjukkan bahwa ketika kita tidak taat berarti kita sedang dalam kebodohan. Sebab Tuhan sudah berikan jawaban tetapi kita tidak ikuti.
Apa itu ketaatan
Menurut KBBI taat berarti: berpegang teguh, betah, fanatik, kuat, loyal, pasrah, patuh, setia, takwa, taslim, tawaduf, dll. Tapi yang jelas taat itu patuh. Taat berarti ada suatu ketentuan yang harus diikuti.
Pengalaman apa yang pernah Anda alami dalam konteks ketaatan?
Sejauh mana Anda memahami ketaatan dalam konteks janji Allah?
Ketaatan dalam berbagai bentuk pengalamannya.
1. Ketaatan untuk kepastian janji Allah
Itu yang sudah biasa kita pahami karena ini hal yang ringan. Maksudnya adalah ketika kita taat berarti kita sudah melakukan bagian kita dan Tuhan melakukan bagian-Nya. Biasanya pengajaran ini hanya sampai disini, tapi sekarang kita akan mendalaminya lebih lagi. Kita akan masuk kedalam ketaatan yang sedikit membingungkan tapi itu juga bagian dari pengalaman iman
Ulangan28:1-15 “1Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. 2 Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: 3 Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. 4 Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. 5 Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. 6 Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar. 7 TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu. 8 TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. 9 TUHAN akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. 10 Maka segala bangsa di bumi akan melihat, bahwa nama TUHAN telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu. 11 Juga TUHAN akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu — di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu. 12 TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman. 13 TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, 14 dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.”
By. : Pdt. R.F. Martino









