IMAN DAN PENGALAMAN IMAN
Roma 14:23 Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkaniman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.
1 Yohanes 5:4-5 Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
Segala sesuatu harus dilakukan dengan iman bahkan memperbaiki finansial pun harus dilakukan dengan iman. Tindakan-tindakan untuk menabur pun harus dilakukan dengan iman. Tidak ada latar belakang lain yang mendasari motivasi daripada yang kita lakukan tersebut yaitu dengan iman. Sebab jika tidak didasari oleh iman maka kita akan kecewa.
Kesiapan iman dalam menghadapi hal-hal apa yang akan terjadi karena kita tau sebelum Tuhan Yesus datang ada hal-hal dahsyat yang akan terjadi dalam kehidupan orang-orang percaya. Segala sesuatu yang dilakukan tanpa iman adalah dosa. Karena tidak ada satu pun manusia dapat menebus kita dari segla dosa. Segala kebajikan tidak bisa menghapus dosa, sebab tidak seorang pun sampai kepada Bapa di Sorga tanpa percaya Yesus.
Kita memulai iman kita ketika lahir baruinilah awal dari iman kita kepada Kristus. Doa terima Yesus tidak dapat dilakukan hanya sebagai mantra dan sesudah itu sudah beres karena sudah pasti masuk Sorga. Tetapi sewaktu-waktu kita masih dapat terjebak dalam dosa. Sebab dosa bukan hanya melakukan hal-hal yang najis atau melakukan hal yang sadis sebab firman Tuhan katakan bahwa segala sesuatu tanpa iman adalah dosa. Ini berarti ketika kita tidak melakukan dengan iman, kita sudah berbuat dosa dan upah dosa adalah maut.
Iman bukan hanya untuk urusan akhirat, karena orang percaya yang belum mati ditetapkan oleh Tuhan untuk hidup oleh iman.
Roma 1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”
Sebagian umat percaya hanya memahami iman sebagai suatu jawaban doa atas sebuah permintaan. Banyak orang maju bersaksi di depan jemaat bahwa Tuhan sudah menyembuhkan penyakitnya, sudah menjawab kerinduannya untuk memiliki tempat tinggal/rumah juga kendaraan dan lain sebagainya karena dikatakan “imani, imani, imani”. Iman tidak “semurah” itu tetapi itulah yang diajarkan gereja, oleh para hamba Tuhan sehingga orang yang lemah berusaha sekuat-kuatnya agar apa yang dia inginkan itu terkabul. Memang benar dibutuhkan iman untuk suatu keinginan tetapi bukan berarti seluruh iman mencakup akan hal itu.
Ini sangat berbahaya karena banyak anak Tuhan dengan begitu mudah bisa beralih kepercayaan. Kita dapat melihat dalam kehidupan sehari-hari, apakah ada “penyangkalan-penyangkalan iman” yang tidak terdeteksi, yang kita anggap biasa saja seperti tradisi dan kebiasaan yang dianggap tidak ada hubungannya dengan iman.
Setiap orang percaya tidakbisa hanya punyaiman saja tetapi jugaharuspunya pengalaman iman supaya tidak kecewa kepada Tuhan. Jika kecewa kepada manusia adalah masuk di akal karena manusia mengecewakan tetapibagiaman jika kecewa kepada Tuhan?
Elia minta mati kepada Tuhan ketika Izebel mengancam hendak membunuhnya. Yunus minta mati setelah seluruh penduduk kota Niniwe bertobat. Kita belum pernah mengalami pengalaman seperti Elia dimana ia berdoa dan api turun dari langit, tetapi hanya oleh suatu gertakan dari perempuan lalu ia ketakutan dan minta mati. Mungkin kita tidak sampai terucap untuk minta mati tetapi ada kekecewaan yang begitu mendalam dimana hal ini jauh lebih berbahaya. Hal ini banyak terjadi dimana-manakarena mereka hanya tahu doa terima Yesus tetapi lupa bahwa Allah sudah menetapkan bahwa mereka harus menjalani hidup dengan iman. Iman di dalam Yesus Kristus ketika kita mati sudah mengantar kita masuk Sorga tapi hidup di dunia ini adalah suatu pergumulan bukan lagi pergumulan hidup tapi pergumulan iman karena harus hidup oleh iman.
Hidup sehari-hari dengan masih melakukan tradisi-tradisi kepercayaan lama adalah suatu bukti bahwa hidup yang dijalani bukanlah hidup lahir baru walupun sudah terima Tuhan Yesus dan doa kelepasan. Contohnya masih ada yang melakukan doa tiga malam, sepuluh malam dan empat puluh malam bagi yang berduka. Hal ini tidak sesuai dengan kebenaran firman sehingga tidak perlu dilakukan dan harus ditinggalkan. Hal seperti ini memang tidak membuat seseorang pindah kepercayaan tetapi ini jelas menunjukkan bahwa orang tersebut belum menjalani hidup barunya.
Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Untuk menjalani hidup oleh iman, hal ini tidak dapat dipisahkan dengan firman Allah. Pada mulanya adalah firman, dan firman bersama-sama dengan Allah dan firman itu adalah Allah sendiri. Alkitab itu adalah firman Allah. Hidup oleh iman itu sederhana yaitu ketaatan didalam melakukan firman Tuhan tanpa syarat. Mendengar firman Tuhan pakai telinga yaitu ketika kita sedang mendengarkan pengajaran firman oleh orang lain dan mendengar tidak pakai telinga yaitu ketika kita membacanya. Hidup kita sehari-hari tidak dapat dipisahkan dengan firman Tuhan. Realita apa pun yang kita hadapi sehari-hari adalah pengalaman hidup. Tetapi sebagai orang percaya tidak cukup hanya mengandalkan pada pengalaman hidup. Setiap orang yang hidup oleh iman akan menghasilkan pengalaman iman dan pengalaman iman akan menghasilkan pertumbuhan iman. Seharusnya kita bersyukur dengan adanya realita hidup yang kita hadapi karena tidak seorangpun dapat melarikan diri dari kenyataan hidup, apa pun bentuk peristiwanya. Lari dari kenyataan hidup bukan menyelesaikan masalah tetapi awal dari sebuah bencana baru. Secara manusia walaupun ia punya iman tetapi jika ia tidak cakap dalam menghadapi realitas hidup, beberapa orang bisa bingung untuk mengambil keputusan. Oleh karena tu dalam menjalani hidup sehari-hari, fungsikanlah iman. Bukan hanya fungsi tubuh dan jiwani saja melainkan iman yang terlebih harus difungsikan karena iman tidak ada dalam pikiran kita melainkan menyatu dengan roh kita. Segala sesuatu yang dapat dikelola oleh pikiran kita hanya sebatas hukum logika tidak melebihi dari itu sedangkan realita-realita yang dihadapi seringkali tidak bisa dijawab oleh analisa oleh pikiran kita karena terbatas karena hukum logika tidak bisa menembus hukum iman tetapi hukum iman bisa menembus hukum logika makanya Tuhan menetapkan kita untuk hidup oleh iman. Setiap orang percaya harus punya kemampuan mengubah pengalaman hidup menjadi pengalamn iman. Jika tidak, kita tidak akan bertumbuh dan bisa menjadi kecewa kepada Tuhan karena tidak mengerti. Kita tidak memahami bahwa iman bukan hanya sekedar jawaban doa untuk suatu permintaan.
Bagaimana merubah pengalaman hidup menjadi pengalaman iman?
Tuhan sudah mengajarkan kita bahwa iman tidak bisa dipisahkan dari firman. Ketika realitas hidup hadir, firman juga hadir karena firman itu hidup dan berkuasa. Ia menyatakan dirinya. Ketika ada realitas hidup diperhadapkan kepada kita, firman itu juga sudah hadir sebagai jawaban atas realitas hidup itu sendiri. Tetapi seringkali manusia lupa bahwa firman itu sudah hadir, lupa bahwa Allah hadir dalam setiap masalah. Itulah format alamiah manusia yang harus kita kalahkan. Jadi kita harus melatih iman kita sehingga tidak menjadi kecewa dan dengan mudah berpindah kepercayaan. Apalagi jika imannya hanya sebatas jawaban doa, dan doanya tidak dijawab. Tuhan menjawab doanya dengan cara lain. Semua perintah Tuhan “tidak masuk akal”. Orang melakukan firman tidak dengan kekuatan jiwani melainkan dengan iman.
Ketika masalah hadir, firman juga hadir sebagai jawaban atas realitas tergantung apakah manusia mau membangkitkan iman yang ada di dalam unsur rohnya dimana firman ada dalam roh tersebut? Hak memilih bukanlah urusan Tuhan tetapi manusia itu sendiri. Tuhan hanya memberikan jalan. Itu sebabnya peran Roh Kudus mengingatkan kepada kita segala firman yang sudah pernah kita dengar. Melakukan firman yaitu mengasihi musuh tidak dapat dilakukan dengan unsur jiwani/akal logika manusia. Hal ini tidak mungkin dilakukan tanpa ketaatan akan firman. Pada saat kita lakukan firman yang tidak masuk diakal, itulah yang menjadi pengalaman iman, dan pengalaman-pengalaman iman ini menghasilkan pertumbuhan iman. Jadi kita harus melatih diri untuk selalu merubah pengalaman hidup menjadi pengalaman iman. Ketika terjadi sesuatu, cari dulu firman sebagai jawaban baru kemudian berdoa untuk masalah itu. Bukan berdoa dulu lalu mencari jawaban. Firman Tuhan katakan “Datanglah pada Tuhan dengan iman.” Jadi kita tidak menjadikan Tuhan sebagai tempat untuk melampiaskan emosional. Secara unsur jiwani manusia akan merasa lega ketika sudah tersalurkan emosionalnya karena tekanan-tekanan jiwa sudah ia tumpahkan walau sebenarnya persoalannya belum terjawab.
Ibrani 11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Bentuk-bentuk pengalaman Iman
Iman bukan hanya sebatas terjawabnya suatu doa. Pengalaman pertama pada saat seseorang lahir baru adalah terjawabnya doa.
Ibrani 11:1-34Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. 2Sebab oleh imanlah telah diberika kesaksian kepada nenek moyang kita. 3Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. 4Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memeperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati. 5Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah. 6Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling keada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang ynag sungguh-sungguh mencari Dia. 7Karena iman, maka Nuh-dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan – dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya. 8Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. 9Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. 10Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah. 11Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia. 12Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya. 13Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. 14Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air. 15Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. 16Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu suatu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka. 17Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, 18walaupun kepadanya telah dikatakan: “Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu.” 19Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sa ia seakan-akan telah menerimanya kembali. 20Karena iman maka Ishak, sambil memandang jauh ke depan, memberikan berkatnya kepada Yakub dan Esau. 21Karena iman maka Yakub, ketika hampir waktunya akan mati, memberkati kedua anak Yusuf, lalu menyembah sambil bersandar pada kepal tongkatnya. 22Karena iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang belulangnya. 23Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja. 24Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, 25karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. 26Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannyaia arahkan kepada upah. 27Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan. 28Karena iman maka ia mengadakan Paskah dan pemercikan darah, supaya pembinasa anak-anak sulung jangan menyentuh mereka. 29Karena iman maka mereka telah melintasi tanah kering, sedangkan orang-orang Mesir tenggelam, ketika mereka mencobanya juga. 30Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya. 31Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik. 32Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceritakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi, 33yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa ynag dijanjikan, menutup mulut singa-singa, 34memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.
Ayat-ayat diatas menunjukkanbentuk iman dalam sebuah jawaban doa. Iman untuk suatu penggenapan janji Allah. Itulah pengalaman pertama sebagai orang percaya ketikalahir baru. Makanya banyak orang lahir baru dapat bersaksi tentang perbuatan-perbuatan Allah yang dahsyat, mujizat-mujizat yang ia alami, pertolongan Tuhan dan cara-cara Tuhan melakukan segala sesuatu dengan luar biasa tujuannya ialah untuk meyakinkan kita bahwa Allah yang kita yakini adalah Allah yang dahsyat. Tetapi ada pengalaman berikutnya yaitu pengalaman ketika Tuhan menghajar kita. Namun didalamnya kita tahu, apa pun bentuknya tidak terlepas dari ketaatan. Masih banyak bentuk pengalaman iman yang tujuannya membuat kita tetap teguh berdiri, kokoh, kuat dan tidak tergoyahkan.
Yudas 1:20 Akan tetapi kamu, saudara-saudarku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
By. : Pdt. R.F Martino









