MEMELIHARA KESATUAN ROH (Bagian 3)
Efesus 4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
Matius 18:19,20 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. 20Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.
Ibrani 11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Yang ada hubungannya dengan kesatuan roh adalah hal-hal yang menyangkut kebersamaan antar sesama orang percaya disaat mereka sedang memuji menyembah Tuhan dan dalam hal beribadah. Jika kesatuan Roh ini dapat dipelihara dengan baik di hadapan Tuhan, maka dengan sangat mudah dinikmati dalam kehidupan sehari-hari.
Jika di hadapan Tuhan dan di dalam hadirat-Nya kita tidak bisa menjaga kesatuan Roh apalagi di dalam kehidupan nyata. Sebab untuk menyatukan Roh (sepakat), setiap pribadiharus“menghancurkan” dirinya sendiriuntuksaling menaklukkan diri.
Kita bisa menikmati hasil dari iman percaya kita sehingga itu bukan suatu pergumulan yang sangat berat melainkan sesuatu yang dapat kita nikmati baik dalam kehidupan nyata dan juga di hadirat Tuhan sehingga tidak ada lagi ibadah agamawi, tidak ada orang yang datang beribadah hanya membawa beban kepada Tuhan dan mengharapkan sesuatu yang dapat dibawa pulang melainkan orang datang kepada Tuhan untuk berbakti, memuji, menyembah Tuhan.Orang datang mengharapkan untuk mendapatkan sesuatu sedangkan alkitab menuliskan orang datang beribadah dengan membawa persembahan rohani.
1 Korintus 14:26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa Roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa Roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.
Hal ini menyebabkan banyak orang tidak menikmati ibadahnya,sehingga parapelayan di mimbar harus mempunyai kemampuan khusus untuk membakargairah orang-orang untuk memuji Tuhan agar mereka dibawa kepada suatu pikiran yang terfokus, sehingga bukan lagi Roh Kudus yang bekerja melainkan kalimat-kalimat sugesti.
Inilah pemahaman manusia padaumumnya, secara psikologis dimana setiap orang datang dengan kepentingan, persoalan dan keberadaan yang berbeda-beda. Tetapi orang-orang ini datang bukanlah untuk mengahdiri sebuah konser. Artis dalam sebuah konser memiliki kemampuan sugesti yang kuat sehingga tidak mengherankan ketika penonton menjadi histeris. Secara psikologis hal ini wajar terjadi tetapi kita menginginkan yang murni. Orang yang ahli dalam tata suara seringkali tidak dapat menerima fenomena-fenomena yang terjadi dalam suatu ibadah karena mereka memahami bahwa ada frekuensi tertentu yang dapat mempengaruhi saraf seseorang sehingga dapat membangkitkan sesuatu dalam diri orang tersebut. Sebagai contoh ketika seseorang mendengarkan lagu keroncong setelah makan siang, ia akan segera mengantuk ataupun ketika mendengarkan lagu yang riang, secara otomatis tubuh kita akan memberi respon.
Kita tentu menginginkan hal yang murni dimana Roh Kudus saja yang bekerja. Orang yang tidak dapat memelihara kesatuan Roh tidak akan dapat menikmati ibadahnya. Ketika orang tidak dapat menikmati iman percaya, aktifitas rohani dan ibadah-ibadahnya, orang tersebut akan menjadi jenuh sehingga ia akan katakan bahwa ia tidak mendapatkan “apa-apa”dari ibadahnya.
Matius 18:19,20 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. 20Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.
Kalimat“Aku ada di tengah-tengah mereka” menunjukkan bahwa
1. Yesus hadir dan kita harus berpusat kepada Kristus
2. Bahwa setiap pribadi di dalam menjaga kesatuan Roh maka mereka harus sepakat. Hal ini hanya dapat terjadi jika setiap pribadi saling menaklukkan diri.
Salah satu kata kunci untuk memelihara kesatuan Roh yaitu dengan merespon setiap kalimat yang benar adanya dengan kata “amin” karena berkata “amin” tidak dibutuhkan suatu temperamen tertentu, setiap orang dapat melakukannya dan tidak perlu menunggu ditanya “ada amin?”. Jadi biasakanlah agar kita menyatu dengan firman dengan melatih diri supaya dalam diri kita ini selalu ada hal yang positif.
Selain kata sepakat, perlu ada ketertiban di dalam operasional karunia-karunia Roh Kudus. Tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu; yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.
Tiap-tiap orang datang beribadah bukan karena jadwal ibadah tetapi karena sudah menyiapkan hati untuk beribadah, sudah mempersiapkan diri dengan persembahan rohani sehingga tidak seorang pun yang pasif ataupun duduk melamun terlebih kita yang sudah lahir baru dan sudah dibaptis Roh Kudus.
Kita patut bersyukur oleh karena pengorbanan Yesus yang sudah memperdamaikan dan menebus kita dari segala dosa sehingga tiap pribadi dapat menjadi Imam di hadapan-Nya.
Ibrani 12:1,2 1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 2Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
Persoalan selalu melekat pada diri setiap orang dan Tuhanpun tahu. Tuhan tidak berurusan dengan persoalan kita tetapi pribadi kita. Ketika Tuhan memberkati hidup kita, menyembuhkan kita bahkan membuka jalan bagi kita, hal itu terjadi karena Ia mengasihi kita. Diri kita lebih penting daripada semuapersoalankita.
Iblis tidak berurusan dengan kekayaan Ayub untuk dihancurkan atau pun dengan anak-anak Ayub untuk dimatikan tetapi iblis punya satu tujuan yaitu agar Ayub menyangkal imannya.
1 Korintus 14:31 Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan.
1 Korintus 14:33 Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.
1 Korintus 14:40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
Pada saat kita sudah mempersiapkan diri, disitulah Roh kudus bekerja melalui karunia-karunia. Jika ada yang bernubuat dalam suatu pertemuan ibadah maka yang lain harus berdiam diri, kemudian jika ada lagi yang bernubuat, maka orang pertama harus berdiam diri.Orang-orang yang penuh Roh Kudus mempunyai penaklukkan diri yang tinggi. Ketika seseorang bermazmur atau bernyanyi dalam Roh, ia akan mengalir begitu rupa karena bukan lagu yang dikarang manusia yang ia nyanyikan. Ada tanda ketika seseorang sudah selesai dalam menyampaikan ilham yaitu dengan sendirinya ia akan mengatakan “haleluya”. Dihadirat Tuhan kita belajar untuk mengendalikan emosi kita.
By : Pdt. R. F. Martino









