This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

DOMBA YANG HILANG

Lukas 15:1-7 1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. 2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” 3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 4 “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? 5 Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, 6 dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. 7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”

Sebenarnya perikop ini bukan ditujukan untuk orang yang belum mengenal Yesus. Domba adalah gambaran untuk orang-orang yang sudah percaya dan mengenal Yesus. (Yohanes 10:1-6)

A. “Domba yang tidak hilang”
Yohanes 10:4-5 4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. 5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.”

a. “Berjalan di depan mereka”
Ini berarti orang yang selalu mengedapankan Tuhan dalam hidupnya, menomorsatukan Tuhan dan menjadikan Tuhan yang utama dan terutama. Kita boleh berencana mengenai apapun, tapi apakah kita selalu melibatkan Tuhan didalamnya?
Bagi pasangan muda mudi yang rindu dipertemukan dengan jodoh, apakah sudah bertanya pada Tuhan? Jangan asal “main sabet”, ternyata bukan jodoh yang dikehendaki Tuhan.
Bagi Saudara yang akan membuka usaha baru, jangan asal ikut-ikutan buka usaha ini itu, berdoalah terlebih dahulu, libatkan Tuhan dalam awal usaha!
Bagi orang tua yang akan memasukkan anak-anaknya ke sekolah, jangan hanya memilih sekolah karena sekolah itu terkenal, tapi yang menjadi pertimbangan apakah sekolah itu mengajarkan hal-hal yang berhubungan dengan kerohanian anak didiknya (pengajaran Alkitab Firman Tuhan). Jangan menyepelekan hal mendidik anak. Anak adalah harta titipan dari Tuhan buat orang tua. Jangan sembrono dalam mendidiknya, termasuk dalam hal pemberian gadget dan mainan-mainan yang berbahaya bagi anak tersebut. Bijaklah dalam mendidik anak-anak kita.

b. “Mengikuti dia”
Laukan apa saja yang Tuhan perintahkan! Jangan pernah terpanguruh dengan godaan-godaan dunia yang mengalihkan perhatian dan fokus kita pada Tuhan.

c. “Mengenal suaranya”
Mengenal suara Tuhan tidak lepas dari bentuk ketaatan kita untuk melakukan perintah-Nya. Bagaimana kita bisa mengenal suara Tuhan? Yaitu dengan membaca Alkitab. Bacalah Alkitab dengan teratur dan berusalah untuk mengerti isi Alkitab.

d. “Tidak mengikuti orang asing”
Pribadi yang mengenal gembalanya tidak akan mudah terpengaruh dengan suara-suara asing yang menyesatkan. Ia tahu betul gembalanya dengan baik.

B. “Domba yang hilang”
1. Domba tersesat ringan
Tipe domba seperti ini adalah menggambarkan orang-orang percaya yang masih ada di seputaran kegiatan-kegiatan rohani. Kelihatannya tidak jauh dari Tuhan, masih tetap beribadah dan melayani Tuhan. Tapi hatinya tidak sungguh-sungguh beribadah dan tidak sungguh-sungguh melayani.

2. Serigala berbulu domba
Hati-hati dengan serigala–serigala yang akan menerkam kita setiap saat. “Serigala perzinahan”, “serigala pornografi”, “serigala percabulan”, “serigala perselisihan”, “serigala narkoba”, dan masih banyak “serigala-serigala berbulu domba” yang tanpa kita sadari sudah menerkam banyak orang percaya.

3. Domba tersesat jauh
Ini adalah gambaran pribadi yang sudah sangat jauh dengan Tuhan, Total sudah tidak pernah baca Alkitab, tidak pergi beribadah, tapi masih menyandang status Kristen.

4. Domba yang sudah jatuh ke jurang
Jangan berpikir posisi kita “aman” ketika kita masih melayani Tuhan, melayani sebagai usher, worship leader, kolektan, dll. Tapi ternyata Tuhan menolak kita. Dan kita didapati sudah terjerumus dalam jurang dosa.

Wahyu 2:4 “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula”.

C. Apa yang harus kita lakukan
Wahyu 2:5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Minta Tuhan ingatkan dan pulihkan apa yang pernah awal kita lakukan pada saat berjumpa dengan Yesus. Cepat dan segeralah berbalik supaya tidak terlalu jauh terjatuh.
Diperlukan kerendahan hati untuk bertobat. Mintalah Tuhan menyelidiki hati dan ungkapkan segala pelanggaran dan dosa kita minta Tuhan mengangkat kita dari jurang.

By : Pdt. Mediati Martino