This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

HIDUP DALAM KRISTUS ADALAH PERGUMULAN IMAN

GppsPalu – Filipi 1:27-30 27Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil, 28dengan tiada digentarkan sedikit pun oleh lawanmu. Bagi mereka semuanya itu adalah tanda kebinasaan, tetapi bagi kamu tanda keselamatan, dan itu datangnya dari Allah. 29Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, 30dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku.

Minggu lalu kita telah belajar bagaimana menemukan kembali makna hidup di dalam Kristus. Sekarang kita akan belajar bahwa ternyata hidup di dalam Kristus adalah merupakan sebuah pergumulan iman.

Baca kembali: Ayat 29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

Percaya Injil bukan hanya sekedar untuk “merubah nasib”
Kebenaran mengenai menderita untuk Kristus sangat jarang diajarkan pada umat Tuhan, yang diajarkan umumnya bukanlah Injil. Injil adalah kabar keselamatan, berita tentang pengampunan orang yang berdosa. Ini adalah dosa gereja dan hamba-hamba Tuhan. Jemaat tidak memberitakan Injil tapi hanya memberitakan “fasilitas-fasilitas’ yang dimiliki ketika menerima Tuhan Yesus. Dalam keadaan susah ketika menerima Yesus pasti akan senang, yang sakit pasti disembuhkan karena Yesus adalah tabib yang ajaib dan semua orang berbondong-bondong datang ke gereja hanya untuk “merubah nasib”. Kondisi seperti ini tidak akan membuat gereja itu menjadi kekuatan rohani.
Pada hakekatnya tidak ada manusia yang mau hidup menderita, tetapi sesungguhnya percaya Injil bukan hanya sekedar untuk “merubah nasib”, miskin menjadi kaya, sakit disembuhkan, susah menjadi senang, tapi lebih dari itu, keselamatan dan hidup yang kekal di dalam Tuhan itu jauh lebih berharga. Sebenarnya semua hal yang kita butuhkan sudah Tuhan sediakan, seperti yang Tuhan katakan dalam Amsal 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang; Ulangan 28:13 TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun,…; dan masih banyak lagi janji-janji Tuhan buat kita.
Semua fasilitas sudah ada di dalam Kristus, memiliki Kristus berarti semua sudah kita miliki.
Tuhan berkata dalam Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Ini adalah hak iman kita, maka hiduplah dalam Kristus

Penderitaan adalah kasih karunia
1 Petrus 2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

Mungkin selama ini kita beranggapan bahwa hanya keselamatan-lah yang merupakan anugerah, sekarang kita akan belajar bahwa sesungguhnya penderitaan adalah juga kasih karunia. Secara pikiran manusia biasa ini tidaklah logis.

Sepadan dengan Injil Kristus
Filipi 1:27 Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil

Dalam ayat di atas Paulus sedang memberikan pengajaran kepada jemaat di Filipi agar supaya sebagai orang percaya hidup mereka harus berpadan dengan Injil Kristus.
Mari kita renungkan! Mengapa Paulus menasihati jemaat Filipi agar hidup mereka sesuai dengan Firman?
Ketika seseorang dinasihati untuk hal-hal yang baik itu berarti ada hal-hal yang perlu diperbaiki.
Setiap orang akan melihat siapa pribadi kita. Dimanapun keberadaan kita orang lain langsung tahu siapa kita, karena kita merupakan suratan Kristus yang terbuka. I Korintus 3:2-3 2Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. 3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
Sepadan artinya sesuai dengan Injil Kristus, apa adanya dan tidak dibuat-buat. Dalam hal umum biasanya ada istilah bahwa “yang di dengar lebih hebat daripada yang dilihat”. Paulus tidak menghendaki demikian tapi inilah yang Paulus rindukan bahwa ketika ia datang pada jemaat di Filipi ia bisa melihat dan mendengar, bahwa jemaat tetap teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil. Paulus merindukan kualitas iman jemaat Filipi sesuai dengan firman.

Dari mana kita dapat mengukur kualitas iman kita? Apa yang jadi barometernya?
“…apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil” Inilah barometer untuk mengukur kualitas iman.
Kualitas iman tidak diukur dengan kata kata yang rohani, kesaksian, banyaknya berdoa dan puasa, giat melayani, pelayanan yang kelihatan atau tidak, tidak diukur dari bentuk-bentuk lahiriah dari kegiatan rohani. Walaupun pastilah orang yang mempunyai kualitas iman yang baik, pasti terlibat dalam kegiatan pelayanan rohani, tapi itu bukan barometer untuk mengukur kualitas iman.
Banyak orang percaya bisa berdoa berjam-jam tapi hatinya penuh dengan akar pahit. Berdoa tapi salah berdoa karena menghabiskannya dengan hawa nafsu. Datang pada Tuhan perlu pembersihan hati.
Teguh berdiri berarti hidup sesuai firman, tidak tergoyahkan dengan apapun juga.
Sehati berarti sepakat. Gereja Tuhan tidak hanya terdiri dari satu pribadi satu pribadi saja. Jangan anggap remeh komunitas dalam kelompok kecil seperti komsel dan kepanitiaan bersama. Di tempat inilah kita belajar sepikir, sejiwa dan satu roh. Kita bersyukur kepada Tuhan atas segala bentuk kepercayaan yang diberikan bagi gereja ini untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan. Kepanitiaan dapat melatih kita dalam kebersamaan. Kedewasaaan untuk menerima satu sama lainnya. Yang membuat orang tetap teguh berdiri adalah kedewasaan. Sifat dewasa tidak perlu dilakukan ketika sudah “diancam” seperti ketika kita harus mendidik anak untuk mendisiplinkannya. Misalnya diancam tidak akan dibelikan sepeda jika tidak mengerjakan PR sekolah, dsb. Tapi biarlah semua berjalan sesuai dengan hati nurani yang tulus ikhlas.

Kebersamaan adalah tempat dimana kualitas iman diuji
Dimanapun kita berada, tunjukkanlah kualitas rohani yang baik. Sikap, tanggungjawab, etika, cara berbicara, semuanya itu akan menunjukkan kualitas iman kita. Sebagian besar jemaat GPPS Palu adalah juga pelayan jemaat, karena setiap jemaat harus berfungsi dalam tubuh Kristus. Dalam kegiatan apapun yang membutuhkan kerjasama dengan orang lain itu juga bisa menunjukkan kualitas iman dalam hal kesehatian. Untuk dapat sehati dan sepikir dalam suatu kepanitiaan itu juga adalah pergumulan iman.
Sehati, sepikir dan satu roh tidaklah mudah, dari sinilah muncul pergumulan iman.
Pergumulan iman adalah segala macam bentuk pergumulan hidup yang harus dihadapi dan diselesaikan oleh iman. Karena iman selalu menemukan firman untuk menemukan jawaban, jalan keluar. Dengan demikian kita dapat berdiri teguh, sehati, sepikir dalam satu roh dan didalamnya ada Firman Tuhan yang menunutun kita.
Masing-masing pribadi yang berjuang untuk sehati untuk menjadi pergumulan iman, bukan memaksakan diri tapi semua kembali pada kebenaran Firman. Ketika semua kembali pada firman, maka firman Tuhan akan memperlihatkan keberadaan kita dan kita bisa ambil keputusan sesuai firman.
Ini bukan hanya sekedar pergumulan hidup tapi pergumulan iman. Paulus sudah mengalaminya sehingga ia dapat mengajarkan pada jemaat Filipi. Semua masalah diselesaikan menurut Firman.
Semua pergumulan iman tidak enak untuk daging, ketaatan pada firman adalah pergumulan untuk penyangkalan diri, pergumulan hidup bisa menyita pikiran kita. Pergumlan iman bisa menyita seluruh keberadaaan kita untuk suatu penghancuran karakter yang tidak sesusai dengan Kristus.

II Timotius 2:3 3Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.
4Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

Paulus mengingatkan Timotius agar supaya tidak melupakan makna kehidupan yaitu menyenangkan hati Tuhan. Sekali lagi makna hidup kita bukan hanya untuk memperbaiki nasib tetapi untuk menyenangkan hati Tuhan.
Kita harus menjaga kualitas iman kita agar dalam menjalani seluruh aktifitas kita tetap bisa tenang, tidak terganggu oleh hal-hal materi duniawi saja.

Filipi 1:29: Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,
Bacalah dengan teliti! Sepertinya bertentangan tapi tergantung bagaimana kita memahami apa kata MENDERITA
sehingga dalam kita mengadakan peperang rohani tidak terganggu dengan soal penghidupan tapi bagaimana supaya memenangkan peperangan itu. Tapi sebagian kita umumnya justru yang dipergumulkan adalah pergumulan /persoalan penghidupan, padahal jaminan untuk kehidupan yang sejahtera sudah ada.

I Pertrus 2:19-21 19Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. 20Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. 21Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

I Petrus 3:7 Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.

Hidup untuk berpadanan dengan Kristus adalah pergumulan iman. Apakah kita mau melakukan firman atau tidak. Jawaban akanpergumulan iman tidak hanya dijawab dalam kamar doa tapi terkadang Tuhan menjawabnya dengan kondiri riil dalam kehidupan sehari-hari dalam berbagai pergumulan masalah yang sedang kita hadapi. Firman Allah itu hidup dan berkuasa, Ia akan hadir dalam realita hidup.

Pdt. R.F. Martino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *