MENEMUKAN KEMBALI MAKNA HIDUP DALAM KRISTUS
GppsPalu – Filipi 1:20-2520Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.22Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. 23Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus — itu memang jauh lebih baik;24tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.25Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,26sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.
Tuhan sudah menetapkan makna hidup setiap orang percaya di dalam Kristus. Tetapi dalam perjalanan hidup orang percaya, makna hidup tersebutsecara perlahan-lahan lenyap danfilosofi dunia menggantikan makna hidupnya.Tak terkecuali, banyak hamba Tuhan,sekalipun masih melayani(berkhotbah,dll), tetapi kehilangan makna hidupnya di dalam Kristus.
II Timotius 3:1-51Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.2Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,3tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,4suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.5Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
Dalam II Timotius 3:1-5 menjelaskan keadaan manusia akhir zaman,dikatakan bahwa akan datang masa yang sukar dimana manusia akan mencintai dirinya sendiri serta kondisi mengerikan lainnya dimana hal ini sudah mulai tergenapi sekarang. Hal ini terjadi karena setiap orang percaya, hamba Tuhan tidak terkecuali, sudah kehilangan makna hidupnya di dalam Kristus. Tanpa kita sadari, sikap, perilaku, pola pikir, tindakan sehari-hari, cara bicara dalam menghadapi situasi kondisi apapun sudah mencerminkan pemahaman hidup dan kualitas diri kita sebagai orang percaya.
Paulus memberikan suatu pernyataan yang merupakan suatu pemahamannya tentang makna hidupnya sebagai orang percaya sekaligus menunjukkan kualitas dirinya.
Filipi 1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Hal tersebut adalah pengalaman hidup yang ia jadikan suatu pernyataan iman dalam hidupnya. Pada ayat 20 dijelaskan bahwa Paulus memiliki kerinduan dan harapan supaya dalam segala aspek hidupnya, Kristus dimuliakan di dalam tubuhnya.
Setiap bentuk harapan akan memotivasi dan menggerakkan tujuan hidup seseorang. Seringkali Kristus dimuliakan dalam beberapa aspek hidup kita orang percaya tetapi dalam beberapa hal tertentu Kristus tidak dimuliakan karena sebagian hidup kita tersembunyi/tidak kelihatan.
Pernyataan Paulus tentunya sudah melalui suatu pergumulan yang dahsyat di dalam dirinya untuk menemukan kebenaran ini. Paulus memiliki suatu beban tanggung jawab yang Tuhan percayakan kepadanya. Ia bergumul jika pulang kerumah Bapa adalah baik tapi lebih perlu untuk tinggal di dunia. Orang yang tahu akan makna hidupnya bagi Kristus,ia tahu untuk apa ia hidup di dunia.
Paulus adalah seorang pribadi yang sangat tahu makna hidupnya. Ia mengambil satu kesimpulan, jika ia harus hidup di dunia ini berarti ia harus bekerja memberi buah.
Jika kita melihat pada diri sendiri, apakah kita sudah sampai pada pemahaman tersebut? jika belum, mengapa? Sekian lama kita menjadi orang percaya, apa yang kita ketahui tentang makna hidup kita dalam Kristus? Jika kita tidak mencapai seperti yang firman Allah katakan dan yang sudah dinyatakan kepada kita melalui Paulus, maka kita dengan mudah terjerumus pada situasi kondisi akhir zaman dan turut mengambil bagian di dalamnya.
Filipi 3:18 18karena, seperti yang kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.
Sebuah kalimat yang diucapkan sambil menangis menunjukkan betapa beratnya pergumulan Paulus terhadap jemaat yang ia layani. Paulus sudah berulang kali menasihati kepada jemaat. Ia merasa tertekan melihat jemaat yang menjadi orang percaya dengan tujuan hanya untuk merubah nasib dan mengejar perkara duniawi.
Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Ayat di atas bukanlah garansi 100% dari Tuhan, bahwa doa kita akan terjawab sesuai dengan keinginan kita. Jangan pernah mendikte Tuhan, kedaulatan Tuhan tidak bisa diganggu dengan apapun juga. Terkadang Tuhan tidak menjawab sesuai dengan keinginan kita, terkadang Ia menjawab dengan sebuah realita.
Yesus mengajar orang percaya untuk menyatakansegala keinginan kita di dalam doa dan pengucapan syukur,hal ini benar, tetapi kita harus jujur, walaupun kita tidak mengatakan hal ini adalah untuk merubah nasib (Mati masuk Surga, susah menjadi senang, miskin menjadi kaya, dll), daftar doa kita paling banyak adalah untuk kenyamanan diri kita sendiri yang sama saja dengan merubah nasib. Akibat dari pemahaman yang keliru ini, keinginan-keinginan kita yang begitu banyak, tanpa disadari hanyalah untuk merubah nasib, hal ini sangat berbahaya karena dengan kata lain kita tidak akan siap untuk pengalaman padang gurun. Sedangkan Yesus katakan.“Barangsiapa mau mengikut Aku, ia harus menyangkal diri, memikul salibnya dan mengikut Aku.”
Menjadi orang percaya bukan berarti merubah nasib tetapi Tuhan sudah menetapkan makna hidup kita di dunia. Jika di dunia kita belum hidup untuk Kristus, maka kita tidak dapat mengatakan mati adalah keuntungan. Hak iman bukan hanya untuk jaminan keselamatan dan kebutuhan materi supaya kita menikmati apa yang Tuhan janjikan dalam hidup kita.
Galatia 2:19-21“19Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hoidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;20namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.21Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.
Setelah kita bertobat, terima Yesus, kita telah tersalib dengan Kristus tetapi kita masih hidup dan menjalani kehidupan kita di dunia. Tapi bukan lagi kita sendiri yang hidup melainkan Kristus yang hidup di dalam kita. Hidup yang kita hidupi di dalam daging adalah hidup oleh iman kepada anak Allah yang hidup dan yang telah menyerahkan diri-Nya untuk kita.
Inilahhidup yang harus dilakukan sehari-hari sehingga kita tidak kehilangan makna hidup. Kita melakukan firman karena kita mau menyenangkan hati Tuhan.
Pdt. R.F. Martino










Leave a Reply