This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

PERJAMUAN KAWIN ANAK DOMBA

GppsPalu – Yohanes 14:1-11 1Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

Relasi antara Allah dan umat-Nya digambarkandengan metafora perumpamaan pernikahan.Tuhan Yesus mengumpamakan dirinya sebagai mempelai laki-laki dan gereja-Nya sebagai mempelai perempuan. Mujizat pertama yang Yesus lakukan adalah mengubah air menjadi anggur di suatu acara pernikahan.
Kisah gadis bijaksana dan gadis bodoh juga diumpamakan sebagai kedatangan mempelai laki-laki. Disini Tuhan mau mengajarkan bahwa pernikahan adalah suatu hal yang dikehendaki Tuhan, sesuatu yang suci, kudus dan sakral, dengan suatu mandat untuk memenuhi bumi dan mengelola segala ciptaan-Nya. Tuhan punya rencana bahwa keluarga-keluarga Kristen adalah dasar dimana Tuhan membangun gereja-Nya.
Gambaran perumpamaan pernikahan antara Yesus dan gereja-Nya, yaitu kita sebagai orang percaya, didasarkan pada tata cara pernikahan orang Yahudi di zaman Yesus hidup. Dimana setiap orang tua Yahudi telah mulai mempersiapkan jodoh bagi anaknya di usia 12 tahun dengan bantuan dari sahabat pengantin. Sahabat pengantin ini yang akan mencarikan jodoh bagi pengantin laki-laki dan mencari informasi mengenai mempelai perempuan tersebut. Setelah pengantin perempuan menyetujui untuk dilakukan pernikahan, maka akan melalui tahapan pernikahan sebagai berikut:

Pertunangan
Pengantin laki-laki Yahudi akan datang kerumah pengantin perempuan bersama orang tuanya,untuk mengikat janji perkawinan dengan membawa mahar sebagai tanda ikatan. Setelah mahar diterima dan keduanya melakukan janji pernikahan, maka pengantin laki-laki akan kembali kerumahnya bersama orang tuanya untuk menyiapkan rumah bagi pengantin perempuan. Jangka waktu dari pertunangan sampai dengan pernikahan biasanya paling lama 2 tahun, tetapi waktunya tidak bisa ditentukan dengan pasti, hanya sang pengantin laki-laki dan bapaknya yang tahu kapan waktunya mereka akan kembali kerumah pengantin perempuan, yaitu jika rumah untuk pengantin perempuan tersebut telah selesai dibangun. Setelah rumah untuk pengantin perempuan selesai, maka pengantin laki-laki akan kembali ke rumah pengantin perempuan untuk melaksanakan pernikahan. Selama pengantin laki-laki masih tinggal dirumah bapaknya, maka dia masih berada dibawah kuasa bapaknya. Selama masa penantian ini pengantin perempuan harus berjaga-jaga, karena pengantin laki-laki bisa datang sewaktu-waktu.
Hal ini menggambarkan Yesus sebagai mempelai laki-laki datang kedunia dari Rumah Bapa disurga. Yesus telah membayar mahar-Nya untuk kita dengan darah-Nya yang tercurah dikayu salib. Selama Yesus di dunia, Yesus masih berada dibawah kuasa Bapa-Nya, dalam hal ini Yesus mau mengajarkan tentang ketaatan anak manusia kepada Bapa-Nya (Matius 24:36).
Yesus meninggalkan kita bukan untuk selamanya, tetapi dia akan datang kembali. Selama Yesus kembali kerumah Bapa-Nya, Dia tidak meninggalkan kita seorang diri, melainkan Dia mengirimkan penolong yang lain yaitu Roh kudus. Masa ini adalah masa pertunangan menuju masa pernikahan Anak Domba Allah dengan gereja-Nya, yaitu kita sebagai orang percaya. Kita tidak perlu ragukarena Yesus akan datang kembali kepada kita, karena kita mengenal Dia dan Bapa,bahkan Yesus sedang menyiapkan rumah bagi kita di Surga yaitu dirumah Bapa-Nya. Yesus juga telah menunjukkan jalan bagi kita cara untuk dapat tiba dirumah Bapa, dengan jaminan yaituYesus sebagai jalan kebenaran dan hidup, sehingga barangsiapa mengenal Yesus, dia juga mengenal Bapa.

Perkawinan
Setelah masa pertunangan dan jika rumah yang dibangun untuk mempelai perempuan telah selesai, maka pengantin laki-laki akan datang kembali kerumah mempelai perempuan untuk menjemput pengantin perempuan untuk dibawa kerumahnya.Saat pengantin laki-laki tiba di rumah pengantin perempuan, sang pengantin perempuan telahduduk di dalam suatu kanopi dengan menggunakan kerudung yang menutupi wajahnya. Saat pengantin laki-laki tiba, maka dia sendiri yang akan membuka kerudung yang menutupi wajah pengantin perempuannya. Orang tua, keluarga dan sahabat pengantin akan berada disekitar mereka. Setelah pengantin laki-laki melihat wajah pengantin perempuannya, dia akan bersorak dan bersukacita karena melihat kecantikan pengantin perempuannya.Suara teriakan pengantin laki-laki akan didengar oleh orang-orang yang berada disekitar mereka dan oleh sahabat pengantin laki-laki, dan sahabat pengantin akan berkata “sukacitaku menjadi penuh”olehnya Yohanes pembaptis pernah berkata “yang empunya pengantin perempuan adalah pengantin laki-laki”, (Yohanes 3:29)Yohanes pembaptis diibaratkan seperti sahabat laki-laki bagi sang mempelai, karena dia juga “melahirkan” mempelai-mempelai perempuan bagi Yesus. Pada saat kedatangan Yesus kali yang kedua, malaikat-malaikat itu seperti sahabat pengantin yang bersukacita ketika pengantin laki-laki bertemu pengantin perempuan.
Sesudah kerudung pengantin perempuan dibuka, selanjutnya pengantin perempuan akan mengelilingi pengantin laki-laki sebanyak 3 atau 7 kali berlawanan dengan arah jarum jam, hal ini menunjukkan bahwa pengantin laki-laki akan duduk disebelah kanan mempelai perempuan sebagai tandasuamilah yang menjadi kepala. Laki-laki adalah pemegang otoritas, sehingga istri harus tunduk kepada suami, suami adalah tuan rumah, dan gambaran rumah perkawinan adalah Bait Allah. Bait Allah sendiri terdiri tiga bagian, yaitu dari halaman, ruang kudus dan ruang maha kudus. Disebelah kanan ruang Maha Kudus adalah istana Daud, jadi ketika Yesus katakan duduk disebelah kanan Bapa, menandakan Yesus adalah Raja yang akan memerintahdan menjadi gambaran jenjang-jenjang dalam ketaatan dalam gereja yang manaYesus adalah kepala.
Prosesi selanjutnya adalah pembacaan berkat-berkat perkawinan, dan kemudian dilanjutkan dengan pesta anggur, anggur merupakansimbol kehidupan dan sukacita. Hal ini menandakan pernikahan itu hanya salah satu gerbang menuju kehidupan yang akan datang, menyiapkan generasi penerus untuk kerajaan Allah.
Sekarang adalah masa penantian, masa pertunangan antara kita dan Yesus,dan Tuhan Yesus telah mengatakan “Aku pasti kembali”, itulah gambaran tentang harapan gereja-gereja Tuhan, sehingga saatnya akan tiba, dankita semua dapat berkata “Maranatha, Tuhan kami datang!!”

DR. Bambang Noersena, SH, MA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *