Bertumbuh Untuk Menghasilkan Buah (4) — Buah yang Tetap (2) —
GppaPalu – Yohanes 15:16 “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”
I Tesalonika 2:19-20 “Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu? Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.”
Firman Tuhan yang tertulis, ketika kita baca ataupun kita dengar dari penjelasan khotbah yang dibawakan, memang bisa menghiburkan, menguatkan, menyegarkan bagi rohani kita. Banyak Firman juga dikoleksi menjadi kata-kata bijak. Tapi sangat disayangkan jika hanya sampai di situ saja. Firman Tuhan itu hidup, Firman Allah akan hadir dalam bentuk relita hidup untuk dilakukan, Firman itu akan menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Tapi ketika Firman itu “menampakkan dirinya”, banyak orang yang tidak siap menghadapinya.
Akhir ini banyak terjadi kegoncangan ekonomi/krisis ekonomi, banyak orang menjadi bingung dan bimbang. Masa krisis ini terjadi berarti Firman itu menjadi nyata, karena Firman berkata bahwa semuanya ini akan terjadi. Apa yang harus kita lakukan? Sangat gampang! Lakukanlah Firman! Ada tertulis: “Janganlah kuatir!” Ayat ini ada karena ada situasi yang membuat kita menjadi kuatir.
Jangan menangkap bahwa Firman hanya sebatas berkuasa untuk menolong, bukan hanya itu! Firman itu hidup! Artinya bahwa Firman hadir di alam nyata dalam bentuk peristiwa. Kita akan menikmati kuasa Firman itu pada saat kita melakukannya. Krisis ekonomi adalah kesempatan bagi anak-anak Tuhan untuk melakukan Firman.
Filipi 4:6 “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
Kisah Yusuf dalam Perjanjian Lama membuktikan pemeliharaan Tuhan dalam masa krisis ekonomi.
Kejadian 41:29-36. Yusuf tidak berkekurangan meskipun pada saat itu terjadi masa krisis ekonomi yang sangat hebat.
Beberapa minggu ini kita sudah belajar tentang 3 hal pertumbuhan yang menghasilkan buah:
1. Buah pertobatan (dasar untuk memulai hidup baru)
2. Buah iman (hasil dari melakukan firman Allah)
3. Buah-buah Roh Kudus (pembentukan karakter)
Ketiga buah di atas adalah untuk diri kita sendiri selama kita masih hidup di dunia. Dalam Yohanes 15:16 Tuhan juga mau kita menghasilkan buah yang tetap. Hal keempat yang akan kita pelajari mengenai hasil pertumbuhan adalah BUAH YANG TETAP. Minggu lalu kita telah belajar bahwa buah yang tetap berarti ia tidak berhenti menghasilkan buah selama di dunia. Masa hidup kita di dunia ada batasnya, jerih lelah yang kita hasilkan selama di dunia akan bermanfaat untuk kehidupan kita selama di dunia. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa ada jerih lelah yang kita lakukan di dunia yang bisa kita bawa pulang ke Sorga. Dalam I Korintus 15:58 mengatakan bahwa jerih lelah yang kita lakukan untuk kepentingan Tuhan itulah yang dapat kita bawa pulang ke Surga. Oleh karena itu apapun bentuk kepercayaan yang Tuhan berikan pada kita melalui gereja-Nya, melalui pelayanan apapun bentuknya, mari kerjakan dengan sekuat tenaga kita, tidak dengan apa adanya, karena semakin usia kita bertambah maka kemampuan fisik kita semakin lama akan semakin menurun. Banyak orang yang sudah melayani di gereja tetapi menganggap bahwa pelayanan itu menjadi beban karena banyaknya aturan-aturan yang harus ditaati bersama. Karena merasa dibebani kemudian berpikir lebih baik diberhentikan oleh pengurus gereja, hal ini merupakan suatu kebodohan!
Kolose 3:23 “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
Bagi yang bekerja di pekerjaan sekuler, pastinya kita tidak akan melakukan pekerjaan dengan apa adanya, pimpinan akan meminta pertanggungjawaban atas setiap pekerjaan yang kita lakukan. Setiap pekerjaan sudah ditetapkan SOP-nya (Standard Operating Procedure), artinya bahwa semua mekanisme pelaksanaan setiap pekerjaan sudah diatur. Bagi kita semua yang sudah berada di pelayanan, hal ini sebenarnya juga harus diterapkan. Ketika Tuhan memberikan kita pekerjaan untuk kepentingan-Nya, mari lakukan dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, berarti tidak melakukan seada-adanya.
Apa hasilnya jika kita melakukan dengan segenap hati?
Kolose 3:24 “Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.”
Ketika Tuhan sudah menetapkan upah bagi setiap orang yang bekerja, kita perlu ingat bahwa kitapun bisa kehilangan upah. Kita perlu memahami bahwa kita bisa kehilangan upah jika kita bekerja asal-asalan dan tidak sesuai SOP yang sudah ditetapkan. Ketika kita sudah bekerja melayani tapi upahnya hilang, ini namanya kesia-siaan. Mengapa sia-sia? Karena bekerja di bawah standar SOP, kerja dengan asal-asalan. Masalahnya bukan dia tidak bisa melakukan yang lebih baik, tapi ia hanya melakukan seadanya saja. Jika kita bekerja dengan segenap hati maka hasilnya pasti baik.
2 Yohanes 1:8 “Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya”.
Ibrani 10:35-36 “Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu”.
Kerjakan dengan tekun supaya dapat upah full
Wahyu 22:12 “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.”
Buah yang tetap – jiwa
I Tesalonika 2:19-20 “Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu? Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.”
Buah yang tetap adalah buah yang bita bawa pulang ke Surga adalah jiwa-jiwa yang dimenangkan bagi kerajaan Surga, karena jiwa itu juga akan masuk ke Surga
Visi 1+1×1 yang sudah ada sejak tahun 2015, sudahkah visi ini dilakukan? Angka 1 bukanlah angka yang mengada-ada dan visi ini bukanlah hal yang menekan. 1 orang menangkan 1 jiwa dalam 1 tahun, angka yang lebih rendah dari satu adalah 0. Jadi hal ini bukanlah hal yang muluk-muluk. Jika kita tidak bisa melaksanakannya dalam 1 tahun, berarti hal ini sangatlah memprihatinkan.
I Korintus 9:16 “Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.”
Sayang sekali, kebanyakan orang hanya memikirkan berkat untuk hidup di dunia, baik yang bentuknya materi, kehormatan, dll. Kita tahu ada banyak orang yang tidak menikmati hidup sebenarnya dengan status yang ada di dunia ini. Tidak ada kepuasaan dari segal hal duniawi apapun.
Paulus membadingkan hidup lamanya dengan kehidupan barunya. Dahulu ia adalah orang yang terhormat dengan segala keahlian yang dia miliki, tapi yang dia katakan sejak dia bertobat bahwa segala sesuatu yang dia peroleh diluar Kristus adalah sampah dibanding kasih karunia Ilahi. Janganlah kita menghalangi apa yang telah menjadi rancangan Allah dalam kehidupan kita, dengan hal-hal yang sementara.
Dimanapun kita berada dan siapapun yang ada di sekitar kita, itulah jiwa yang Tuhan sediakan untuk kita terobos dan memperkenalkan Yesus sebagai juruselamat. Kita tidak meng-kristenkan orang tapi yang kita lakukan adalah memberitakan keselamatan tanpa memaksa.
Bagaimana caranya kita membawa diri kita di antara mereka yang belum mengenal Kristus?
I Korintus 9:19-23 “Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.”
Dari ayat di atas Paulus menjelaskan bahwa inilah cara membawa diri tidak ekstrim atau bersikap munafik. Menunjukkan hidup yang mempermuliakan Tuhan. Kita tidak bisa salah tangkap dengan ayat di atas, jika tidak waspada kita akan kecolongan. Kita akan menemukan banyak orang Kristen yang sungkan dengan orang daripada Tuhan
Dari mana kita memulainya untuk dapat memberitakan Injil?
Matius 9:35-36 “Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.”
Matius 14:13-14 “Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.”
Matius 20:34 “Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia.”
Dimulai dari hati yang penuh belas kasihan kepada jiwa-jiwa yang belum diselamtkan. Mari mulai memperhatikan orang yang ada di sekitar kita yang belum mengenal Yesus. Kita mulai dari hati yang mengasihi, kalau kita tidak mulai dari hati yang mengasihi, hal ini akan berbahaya karena memberitakan Injil hanyalah sebagai suatu kebanggaan atau kompetisi. Berdoalah kepada Tuhan agar Tuhan buka jalan dan memberi kita hikmat untuk menginjili orang yang belum menerima keselamatan.
Written by Pdt. R.F. Martino









