This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

TETAP TEGUH KEPADA JANJI ALLAH (2)

Roma 8:16-17 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

2 Korintus 1:20 Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.

Beberapa minggu lalu kita sudah belajar mengenai tetap teguh kepada janji Allah. Tidak usah pusing kapan Tuhan memberikan apa yang kita harapkan/kapan janji Tuhan digenapi. Sabar saja menanti janji Tuhan. Namun sabar itu sendiri adalah pergumulan iman dan itu tidak mudah. Namun kesabaran menanti adalah kesempatan Tuhan memproses karakter kita. Seorang wanita mengandung selama 9 bulan. Jadi ada waktu sampai bayi yang dikandung itu lahir. Begitupun dengan kita. Kita pun sedang mengandung janji Tuhan dan ada waktunya sampai janji itu menjadi nyata. Namun kita harus tetap percaya karena janji-janji Allah bagi kita itu adalah janji-janji yang dimeteraikan oleh darah Kristus.

1. Yang menjadi dasar adalah: logika manusia
Dalam pembuktian kehidupan lahiriah, pada umumnya manusia lebih cepat percaya kepada apa yang dijanjikan sesamanya daripada percaya kepada janji Allah, contohnya: jika ada seseorang berjanji membayar hutang kepada kita, orang tersebutberjanji akan membayar besok pada pukul 10 pagi, maka kita akan datang tepat waktu bahkan lebih awal untuk bertemu dengan orang tersebut. Ini bisa terjadi karena adanya alasan pertimbangan logika manusia. Ini salah satu penyebab mengapa manusia lebih percaya dan serius terhadap janji sesamanya daripada percaya pada janji Allah.
Meskipun ini dapat dimaklumi tapi tidak bisa dibiarkan,sebab apapun bentuk janji Allah yang diberikan, maka kita akan selalu memakai logika. Akan sulit untuk dipercayai ketika apa yang Allah janjikan tidak dapat diterima oleh pertimbangan kajian logika kita.
Ini tidak dapat dianggap sebagai hal biasa,memang secara umum kita adalahmanusialahiriah/jasmani yangseluruh gerak berada dibawah hukum logika. Tapi ingatlah bahwa kita juga adalah manusia rohani/orang percaya yang sudah ditetapkan oleh Allah untuk hidup oleh iman.

Roma 1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Ada kalanya orang-orang rohani yang hidup kudus, tetapi ketika menghadapi pergumulan iman, maka semuanya menjadi lenyap. Muncul keanehan bahwa “orang-orang rohani” yang taat melakukan perintah-perintah Tuhan tapi tidak bisa percaya pada janji-janji Allah.
Hal ini melelahkan, oleh sebab itu kita perlu memahami apa yang sudah menjadi ketetapan Tuhan agar kita melatih diri untuk hidup oleh iman

Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Iman adalah dasar yang kita harapkan, ini berarti belum ada/belum terjadi. Istilah Pdt. ChoYong Gi, masih sedang dikandung, belum lahir, belum jadi kenyataan dan masih diharapkan.
Bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Iman dimulai dari setitik pengharapan. Dan kalau kita bicara mengenai pengharapan semua manusiasecara umummempunyai pengharapan-pengharapan, hanya belumbisa merubahnyamenjadi pergumulaniman. Ini hal umum danlumrah.
Jadi sebenarnya ini bukanlah hal yang berat untuk dilakukan. Ketika kita bertemu dengan janji Allah tidak ada kesulitan bagi kita. Sebagian orang percaya takut berharap padajanji Allah, takutkalautidaktergenapi.Iniadalahsebuahkebodohan!
Pahlawan iman yang tertulisdalamIbraniadalah orang yang tetap teguh kepada janji Allah walaupuntidak memperolehsesuatu yang diharapkan.Bahkanmerekatidakmenikmatiapa yang merekaharapkan.
Dari sini kita akan memahami bahwaiman bukan hanya sekedar terjawabnya doa, tetapi imanadalah keteguhandan ketaatan seseorang tetap dalam imannyasampai mati.
Dalam kehidupan sehari-hari kita perlu melatih diri kita hidup oleh iman, sehingga ketika hidup kita bertemu dengan janji Allah, maka tidak ada kesulitan untuk tetap teguh dalam janji Allah.
2. Yangmenjadidasaradalah: iman percaya

1 Timotius 1:1-2 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita,kepada Timotius, anakku yang sah di dalam iman: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.
Paulus menasehatianakrohaninya yangmasihmudabahwadasarpengharapannyaadalahKristus.Paulus tahubetulkondisianakmuda yang padaumumnyamenggunakanlogika, sehinggasangatsulitdibawapadakepadakebenaran, maka Paulus mengingatkanbahwaKristusadalahdasarpengharapan.
Inilah dasar kita sebgai orang percaya, kekuatannya tergantung bagaimana kita melatih diri hidup oleh iman, karena yang namanya iman percaya adalah keyakinan yang sungguh.Kita tidak lagi menggunakan logika kita untuk percaya tetapi dasar iman percaya kita adalah Yesus, semua janji Allah adalah ya,sehingga kita mengatakan amin (pasti) terhadap janji Allah.
Iman harus mengatasi semua itu.Dasar pengharapan kita Kristus, kita bisa bertahan kalau kita melatih diri kita untuk hidup oleh iman, dan jika itu berkaitan dengan iman, maka kita harus:Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Orang percaya yang tidak/kurang membaca firman, maka imannya akan lemah, ada juga yang malas mendengar firman dalam ibadah. Ada juga mendengar firman tetapi tidak dilakukan.
Yang Tuhan tetapkanadalah hidup oleh iman.Ketika kita dengar firman Tuhan yang isinya janji tentang sesuatu yang luar biasa yang akan Tuhan lakukan dalam hidup kita, maka muncul harapan, muncul iman, tetapi belum tejadi karena kita belum hidup dalam iman, iman tidak akan kita nikmati hasilnya jika belum kita lakukan. Kekuatan firman belum dapat kita nikmati kalau firman itu belum dilakukan.
Oleh sebab itu ketika Tuhan menetapkan kita hidup olehiman, yang kita hadapi realita hidup, maka Tuhan menghadirkan janji-Nya, kalau kita sudah terbiasa melakukan firman ,maka tidak sulit untuk hidup oleh iman.

Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Yakobus 1:6-8 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Pdt. R.F.Martino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *