KARYA KRISTUS UNTUK MASA DEPAN
GppsPalu – Roma 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!
Roma 8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
Sebelum manusia diciptakan, Allah sudah lebih dahulu menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk kebutuhan manusia supaya ketikasemuanya telah lengkap, manusia tinggal menikmatinya. Tetapi yang terjadiadalahmanusia pertama makan dari buah yang dilarang sehingga jatuh dalam dosa. Dosa tidak dapat dikategorikan sebagai dosa hitam atau putih, ringan atau berat tetapi semua dosa upahnya adalah maut, yang berarti kebinasaan kekal atau neraka. Ini menyangkut soal kehidupan di akhirat nanti, sehingga kita tidak bisa menganggap remeh soal ini. Apalagi ada filosofi yang mengatakan, “bukan langkah pertama yang menentukan, tetapi langkah akhir”, tetapi kebenarannya adalah langkah awal menentukan langkah akhir kita. Jadi soal akhirat atau keselamatan tidak bisa kita anggap sebagai hal yang sepele. Sebelum kita semua menjadi orang percaya, kita adalah orang-orang berdosa, dan kita telah mengetahui bersama bahwa upah dosa adalah maut dan juga konsekuensi dosa.Mari belajardariperistiwa Adam danHawa, ketikamerekamelanggarperaturan yang sudah Allah tetapkanbagimereka.
Kejadian 3:6-13 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”
Kejadian 3:16-19 Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”
Dari bacaan tersebut kita telah melihat suatu peristiwa yang akan membuat kita memahami jika Yesus tidak mati di atas kayu salib, maka hal-hal tersebut (kutuk) juga akan terjadi dalam hidup kita, bahkan tanpa penebusan Kristus manusia bukan hanya hidup didalam kutuk tetapi akhir hidupnya adalah neraka.
Pertanyaannya adalah, kita sebagai orang percaya yang sudah menerima Yesusdan telah lahir baru, apakah kita masih berada dibawah kutuk? apakah kita masih menjalani hidup kita dengan susah payah? karena susah payah itu adalah akibat dari kejatuhan manusia, yaitu Adam yang harus bersusah payah dalam hidup untuk mencari rejeki. Apakah kita orang percaya masih mengalami hal demikian (susah payah) juga? Susah payah dan kerja keras adalah hal yang berbeda, susah payah berarti sudah bekerja keras tetapi tidak menghasilkan atau tidak mendapatkan, sedangkan kerja keras adalah melakukan sampai selesai segala sesuatu yang menjadi tanggung jawabnya.
Kematian Yesus di kayu salib merupakan suatu karya untuk menyelesaikan masalah ini dalam hidup kita. Ini yang perlu kita renungkan supaya kita sebagai orang percaya memahami karya Kristus untuk masa depan kita, itulah sebabnya kita tidak perlu lagi tertekan menjalani kehidupan di dunia ini, karena Kristus telah menyelesaikan semuanya di atas kayu salib
Galatia 3:13-14 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.
Roma 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya
Segala sesuatu yang kita alami atau terima saat ini, baik berupa materi, maupun dalam bentuk pertolongan, pembelaan, kesembuhan, sukacita, mukjizat bahkan segala sesuatu yang kita miliki atau nikmati saat ini semuanya adalah dari Dia, yaitu Yesus Kristus, sebab setelah menjadi orang percaya kita berhak memiliki segala perjanjian yang telah ditetapkan bagi kita, karena kita adalah anak yang dikasihiNya, semua itu datangnya dari Dia.
Tetapi jika kita memahami kata “oleh Dia” dalam ayat tersebut diatas, maka kita akan menyadari bahwa sesungguhnya segala yang dari Dia yang telah diberikannya kepada kita,yang boleh kita miliki saat ini, itu bukan hanya karena kita berhak menerima itu semua karena Dia Allah yang berkuasa, sanggup memberikannya, tetapi semuanya itu terjadi oleh karena karya penebusan Kristus di atas kayu salib, oleh pengorbanan-Nya kita boleh bersukacita karena Yesus telah mengambil dukacita kita, oleh Dia kita tidak lagi menanggung kutuk, karena segala kutuk telah ditimpakan kepada Yesus melalui kematian-Nya, sehingga ketika kita mengalami kesembuhan, semua itu terjadi oleh karena Yesus telah menderita bagi kita.
Hal inilah yang akan membuat kita menyadari bahwa semua adalah dari Dia dan Oleh Dia, inilah karya Kristus untuk masa depan, karena saat ini kita sedang menjalani masa depan dan berada dalam rancanganNya, sehingga patutlah kita menghargai akan segala sesuatu yang telah Tuhan lakukan. Inilah yang akan membuat kita lebih menghargai apa yang Tuhan lakukan dan selalu hormat kepadaNya dan terus – menerus mensyukuri apa yang telah Tuhan kerjakan. Dia sudah melakukan segala sesuatu bagi kita. sehingga apa yang kita alami tidak membuat kita lupa diri apalagi sampai melupakan Tuhan
Roma 8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
Tuhan telah mengaruniakan kepada kita keselamatan, tetapi bukan hanya itu saja yang Dia sediakan bagi kita, melainkan segala berkat telah Tuhan sediakan bagi kita. Saat ini yang perlu kita lakukan adalah melakukan apa yang menjadi bagian kita selama kita masih menjalani hidup di dunia ini:
1.Dalam hal rohani
Filipi 2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
Roma 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
Ketika kita dipanggil sebagai orang percaya,tujuannya adalah untuk menjadi seperti Yesus, dengan tingkat pertumbuhan seperti Kristus. Caranya adalah dengan pembentukan karakter selama kita menjalani hidup dunia ini. Kehidupan setelah lahir baru adalah pembentukan karakter untuk menjadi seperti Yesus.
- Dalam hal jasmani
Roma 4:4Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.
Cara Tuhan mulai menghadirkan uang dalam hidup kita adalah dengan bekerja, karena itulah ketetapan firman Tuhan, dimulai dengan setia dari perkara kecil maka akan ditambahkan perkara yang besar. Tidak ada alasan bagi kita sebagai orang percaya untuk tidak bekerja apalagi sampai bermalas-malasan, karena dengan bekerja Tuhan akan memberkati kita terus naik dan bukan turun, oleh karena itu kita harus melakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita. Kita harus mengelola dengan baik apa yang sudah dipercayakan pada kita. Supaya ada hasil yang kita peroleh.
Jika setiap orang percaya memahami, mengerti dan menjalani kehidupannya berdasarkan apa yang sudah menjadi karya Kristus untuk masa depan, maka orang percaya tersebut akan menjadi pribadi yang takut Tuhan, bertumbuh semakin dewasa dalam iman, memiliki prinsip iman dan selalu bersyukur kepada Tuhan. Hal-hal seperti itulah yang seharusnya nampak dari kehidupan setiap orang percaya bahkan menjadi gaya hidupnya, jika sungguh-sungguh memahami tentang karya Kristus untuk masa depan.
Pdt. R.F Martino










Leave a Reply