This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

MENCAPAI MASA DEPAN YANG CERAH

GppsPalu – Keluaran 19:3-6“Lalu naiklah Musa menghadap Allah, dan TUHAN berseru dari gunung itu kepadanya: “Beginilah kaukatakan kepada keturunan Yakub dan kauberitakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu diatas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguhmendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.”

Sebagai orang percaya mungkin kita bertanya, “Mengapa saya sudah dekat dengan Tuhan namun masalah belum selesai?”. Sebagai manusia, masalah tetap ada dan harus kita hadapi namun kita bersyukur bahwa di dalam Tuhan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.

Antara Takdir dan Berkat
– Hidup adalah sebuah perjalanan dan perjalanan hidup itu menuju ke masa depan
– Orang yang berharap masa depan dari TAKDIR akan menyia-nyiakan perjalanan hidupnya, tetapi
– Orang yang berharap masa depan dari BERKAT TUHAN, ia akan memanfaatkan perjalanan hidupnya.

Berharap takdir membawa masa depan suram (MADESU), berharap berkat Tuhan membawa masa depan cerah (MADECER).

I. MENCAPAI MASA DEPAN CERAH

1. Berjalan dari permulaan yang pasti. Apakah permulaan yang pasti itu? Perenungan terhadap perjalanan masa lampau.
“Kamu sendiri TELAH MELIHAT apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku TELAH MENDUKUNG kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.” (Ay 4)

Saat itu orang Israel baru 3 bulan keluar dari Mesir, Tuhan berkata kepada mereka bahwa mereka telah melihat sendiri apa yang Tuhan telah lakukan untuk menolong mereka.

Bangsa Israel telah melihat:
Allah bertindak membalas perbuatan jahat orang tidak percaya (Kel 5-12)
1. Air menjadi darah (7:19)
2. Katak-katak menutupi tanah Mesir (8:1-6)
3. Segala debu tanah menjadi nyamuk (8:16-17)
4. Lalat pikat memenuhi Mesir (8:24)
5. Seluruh ternak mati karena penyakit sampar (9:6)
6. Manusia dan binatang kena barah (9:8-11)
7. Hujan es menimpa manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan (9:22-25)
8. Belalang meliputi seluruh Mesir (10:13-15)
9. Gelap gulita 3 hari di Mesir (10:22-23)
10. Semua anak sulung manusia dan hewan mati (12:29-30)

Kita perlu merenungkan apa yang kita capai hari ini semua karena pertolongan Tuhan, dukungan Tuhan, bukan karena kekuatan kita.

Bangsa Israel telah melihat segala mujizat Tuhan namun sayangnya mereka bersungut-sungut setiap alami masalah. Mereka curiga kepada Tuhan. Mereka menuduh Tuhan mau membunuh mereka di padang pasir. Akibatnya sebagian besar dari mereka gagal mencapai tanah perjanjian. Hanya 2 orang dari generasi pertama yang mencapai tanah perjanjian yaitu Yosua dan Kaleb. Saat alami kesulitan atau masalah, bersyukurlah, katakan “Puji Tuhan” karena justru saat mengalami kesulitan kita akan melihat mujizat Tuhan.

2. Berjalan dengan pedoman yang pasti.
“Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku,…” (ay 5a)

Untuk mencapai masa depan yang cerah kita harus berpegang pada PEDOMAN YANG PASTI, yaitu Firman Tuhan:
a. Bersedia sungguh-sungguh mendengarkan Firman Tuhan.
b. Bersedia sungguh-sungguh berpegang pada perjanjian Tuhan.

Jangan bimbang! Mengapa?
* Orang yang hidup dalam kebimbangan akan terus menerus bolak balik pada dunianya masa kini.
* Orang yang hidup dalam kebimbangan akan terus menerus berada jauh dari masa depan cerah.

Jurumudi kapal laut tidak melihat apa yang di bawah haluan kapal, tetapi terus melihat posisi jarum pada kompas apakah sesuai dengan arah yang sudah ditetapkan. Saat jurumudi diberitahu tujuan berada di sekian derajat bujur Timur, maka jurumudi harus selalu mengarahkan kapal ke arah tersebut, jika ia salah mendengar instruksi dan mengarahkan kapal ke sekian derajat bujur Barat, maka kapalnya takkan sampai ke tujuan.

Begitupun dalam hidup kita. Firman Tuhan adalah kompas dalam hidup kita sebagai pedoman yang pasti.

3. Berjalan ke pengharapan yang pasti.
Setelah memiliki permulaan yang pasti, memiliki pedoman yang pasti, kita harus terfokus pada pengharapan yang pasti dan berjalan ke pengharapan yang pasti. Apa pengharapan itu? Orang percaya pasti menjadi harta kesayangan Tuhan.

“…kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.” (ay 5b-6)

Jangan mudah tergoda dengan hal-hal yang dapat membelokkan fokus kita pada pengharapan yang pasti di dalam Tuhan.

Kita perlu memiliki perenungan terhadap perjalanan masa depan, bahwa kita pasti akan:
– Menjadi harta kesayangan Tuhan (ay 5b)
– Menjadi kerajaan imam (ay 6a)
– Menjadi bangsa yang kudus (ay 6b).

Jika kita menjadi harta kesayangan Tuhan maka kita pasti akan mengalami perlakuan istimewa. Perlakuan istimewa untuk harta kesayangan:
– Dibeli dengan uang yang istimewa
– Disimpan baik-baik dalam tempat istimewa
– Dipakai pada acara yang istimewa
– Dipelihara secara istimewa
II. CAPAILAH MASA DEPAN CERAH
1. Berjalan dari permulaan yang pasti: Perenungan terhadap perjalanan masa lampai, bukti Tuhan sudah lakukan.
2. Berjalan dengan pedoman yang pasti: Perenungan terhadap perjalanan masa kini, bukti Firman Tuhan tidak keliru.
3. Berjalan ke pengharapan yang pasti: Perenungan terhadap perjalanan masa depan, bukti janji Tuhan akan diberikan.

Pdt. Arnold Tindas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *